Jangan Salahkan Takdir !

Jangan Salahkan Takdir !
Cerita Lya #1


__ADS_3

"Lya, ganti dulu baju kamu," ucap Khalisa mengulurkan baju dari lemarin untuk dipakai Lya


"Iya mbak, terima kasih," sahut Lya


Setelah Khalisa dan Lya selesai mengganti baju, mereka segera merebahkan badan diatas ranjang king size milik Khalisa.


"Mbak Kia, besok masuk kerja apa ?" tanya Lya


"Besok kerja siang, Ly. Kamu disini atau pulang barengan aku pas berangkat kerja?" tanya Khalisa


"Maaf mbak, Lya besok mau pulang pagi saja. Siang Kia harus ke bandara jemput mama," jawab Lya


"Oh gitu, kamu jemput sendirian," tanya Khalisa


"Sama supirnya mama," jawab Lya


"Alhamdulillah kalau seperti itu jadi kamu tidak kesepian lagi dirumah," ucap Khalisa


"Ah, sama saja mbak," sahut Lya "Dirumah atau tidak dirumah semua sama saja, mama sibuk dengan bisnisnya, mas Refan juga seperti itu," sahut kembali Lya


'ni kesempatan buat tanya tanya tentang keluarga mereka, eeh. .tunggu gak boleh gegabah-Batin Khalisa


"Lya, terharu melihat keluarga mbak Kia. Lya sudah lama tidak merasakan berkumpul dengan keluarga," ucap Lya, tanpa disadari beberapa buliran bening lolos dari kedua matanya.


Khalisa memalingkan padangnya, melihat Lya sudah menangis segera diubahnya posisi berbaringnya saat ini menghadap ke Lya dan mengusap bahunya berharap Lya bisa tenang.


"Lya, kamu tahu setiap keluarga itu tidak ada yang sempurna, sekaya apapun seharmonis apapun pasti masalah itu ada, tapi bagaimana keluarga itu menghadapi dan tidak menunjukan pada orang lain. Terkadang apa yang kita lihat tidak sesuai dengan kenyataanya. Bagaimanapun keadaan keluarga kita, kita harus menjaganya, menyayanginya sebab keluarga itu tidak bisa dibeli dengan uang." tutur Khalisa


"Iya mbak, Lya dulu sempat sangat kecewa dengan keadaan keluarga Lya, tapi lama kelamaan itu sudah biasa bagi Lya," ucap Lya


"Apapun yang membuatmu kecewa saat ini pasti mereka mempunyai alasan sendiri," sahut Khalisa


Khalisa mencoba menempatkan hatinya diposisi Lya, bukan berarti mengajak untuk meratapi setiap masalahnya, tapi dia ingin menghormati perasaan Lya dan memberikan kekuatan.


"Mbak, boleh Lya cerita ?" tanya Lya


"Sangat boleh Lya, kalau mmang kamu merasa nyaman dan percaya padaku silahkan," ucap Khalisa


"Terima kasih mbak, sebelumnya Lya belum pernah bercerita pada siapapun, Lya juga merasa takut untuk bercerita tapi entah dengan mbak Kia, Lya merasa nyaman untuk bercerita," sahut Lya


"Dulu keluarga Lya juga seperti keluarga mbak Kia, tidak ada tangisan bahkan kami hidup sederhanapun sudah bahagia, tapi itu semua hilang sejak--"

__ADS_1


Flashback On ~


2011


Keluarga Refan dan Lya cukup bahagia, walapun hidup sederhana mereka sudah merasa cukup. Refan dan Lya juga tidak pernah malu dengan teman teman sekolahnya walapun fasilitas dari orang tuanya tidak sebagus dan semewah teman temannya.


Bima adalah papa Refan dan Lya, Bima setiap harinya bekerja sebagai staff surveyor disalah satu perusahaan kontraktor terbesar dikotanya. Sedangkan Misya mama dari Refan dan Lya hanya ibu rumah tangga yang membantu meringankan tanggung jawab suaminya dengan menerima jasa jahit, walapun hasilnya tidak seberapa tapi cukup membantu keuangan sehari harinya.


Dibalik doa dan dukungan sang istri, Bima selalu berusaha bekerja dengan baik, melaksanakan semua tugasnya, dan terus mau untuk belajar. Pada akhirnya puncak karirnya didapatkan dari hasil kerja kerasnya itu.


Dua tahun Bima menjabat sebagai site opersional manager diperusahaan tempatnya bekerja, gaji yang dia dapat juga cukup besar, belum lagi bonus dari setiap proyek yang dia dapatkan juga sangatlah besar. Tapi, tidak menghentikan niat Misya selalu membantu suaminya.


Benar kata orang orang bahwa 'Semakin tinggi pohon maka semakin kencang angin yang menerpa' begitu juga dengan karir Bima, semakin tinggi posisinya semakin sering juga masalah yang datang, bahkan masalah keluarga juga sering menghampiri dirinya.


Posisinya saat ini membuat Bima selalu ingin bergaya seperti para pejabat, dia sudah malu untuk hidup sederhana. Bahkan Bima sudah berani bermain dengan perempuan lain, tidak jarang juga dia dan Misya bertengkar karena hal itu.


.


***


.


Bima dan Misya bertengkar sangat hebat, bahkan kata kata talak sudah terucap dari bibir Bima.


Selama ini Misya sudah mati matian berusaha mempertahankan rumah tangganya, tapi tidak dengan Bima yang sudah terang terangan memilih perempuan lain.


Dari dalam kamar Refan terus berusaha membuat adiknya itu tenang dan menutup kedua telinganya agar tidak mendengar pertengkaran kedua orang tuanya.


"Mas, Lya takut," ucap Lya


"Jangan takut ada mas Refan disini," sahut Refan sembari memeluk adiknya


"Bagaimana kalau papa dan mama pisah mas ? Kita tinggal bersama siapa ? Apa kata teman teman kita nanti ?" tanya Lya dengan isak tangisnya yang semakin menjadi jadi.


"Dengarkan mas Refan!! semua akan baik baik saja Lya, kita akan tetap tinggal disini. Kalau papa memilih tinggal di tempat lain, papa akan tetap milik kita tetap menjadi papa kita, tidak ada yang berubah," ucap Refan dengan memegang kedua pundak Lya mencoba menenangkan adiknya, padahal batinya sendiri sangat penuh dengan kebencian kepada papanya.


Aku sangat membenci papa!!- jerit Refan dalam hati


"Mas lebih baik kita pergi dari tempat ini, tidak ada gunanya terus berada disini, dia tidak bisa membuatmu bahagia dan hanya membuatmu susah. Hiduplah bersamaku yang jauh lebih mapan dan cantik darinya!" ucap perempuan yang diketahui itu adalah selingkuhan Bima dengan menunjuk kearah Misya


Nafas Misya sudah tersengal sengal, badannya bergetar hebat ketika mendengar ucapan perempuan itu, hatinya benar benar sakit, bahkan air matanya sudah tidak bisa dibendung lagi.

__ADS_1


"Mas, kalau selama ini aku dan anak anak hanya menyusahkanmu aku minta maaf, tapi bertahanlah disini demi anak anak," ucap Misya terbata bata


"Tidak !! Aku akan pergi dari tempat ini, aku akan mencari kebahagianku ditempat lain, aku sudah tidak tahan hidup seperti ini," sahut Bima dengan menggandeng perempuan itu


"Surat pisah sudah ku urus semua, silahkan datang dipersidangan," sahut kembali Bima


Dada Misya terasa sakit seperti disayat sayat belati tajam, tapi dia bertahan demi anak anaknya. Desember 2011 Bima dan Misya sudah resmi berpisah, Bima meninggalkan kota ini untuk mengikuti istri barunya diluar pulau jawa.


Sedangkan Misya berjuang seorang diri untuk anak anaknya, bekerja siang malam menerima semua tawaran menjahit sampai akhirnya hasilnya membuahkan hasil , Misya sudah mempunyai butik dan perusahaan sendiri. Misya mampu membuktikan bahwa dia mampu dan berhasil tanpa mantan suaminya itu, dari kesibukannya itu juga membuat jarang ada waktu untuk kedua anaknya


Flashback Off ~


"Lya, kamu harus kuat dan sabar ya. Tidak ada keluarga yang sempurna semua pasti ada masalah yang harus dihadapi, ujian itu pasti ada tapi bagaimana kita menghadapinya. Semakin kuat dan sabar insyaallah semua akan diganti dengan kebahagiaan," tutur Khalisa dengan memeluk Lya


"Dan jangan pernah membenci apapun keadaan keluarga kita, semua hal yang yang dilakukan orang tua kita pasti ada alasan yang tidak kita tahu," ucap Khalisa


"Iya mbak, terima kasih sudah mendenarkan cerita Lya, dan menguatkan Lya," sahut Lya


Apa ini yang membuat mas Refan menyukai kehidupan diluar rumah, kenapa harus seperti ini, apa dia tidak bisa berpikir panjang sedikit ?-batin Khalisa penuh tanya dan semakin penasaran dengan kehidupan Refan.


.


.


.


Hai Teman Teman :)


Bagiamana sudah membaca novelku ?


Bagaimana apa ada masukkan untuk novelku ? Kalau ada jangan lupa tulis dikolom komentar ya, karena masukkan kalian sangat berarti untukku :)


.


.


Jangan lupa tinggalin 👍❤ dinovelku ya


sehat sehat semua, semangat terus


terima kasih

__ADS_1


__ADS_2