Jangan Salahkan Takdir !

Jangan Salahkan Takdir !
Ingin Bertemu


__ADS_3

Keesokan harinya Khalisa yang mendapat jadwal masuk kerja siang, dari sejak bangun sudah mencoba menata pikirannya agar nanti bisa bekerja dengan nyaman, walapun hati kecilnya ingin dia tetap dirumah karena merasa belum siap bertemu dengan teman temanya ataupun dibuat bahan pembicaraan seperti kemarin.


Ojek online yang ditumpangi Khalisa saat ini sudah berhenti didepan tempat dia bekerja, tampak dari luar restaurant terlihat begitu ramai karena sedang jam makan siang.


"Haruskah aku masuk," ucap lirih Khalisa


Kakinya terus melangkah masuk, pandanganya hanya tertunduk kebawah, dia masih enggan untuk menyapa teman temannya.


"Kalau jalannya menunduk kamu bakal nabrak tembok," ucap perempuan dari arah ruang karyawan.


"Mbak Risa," ucap Khalisa yang sudah menaikkan pandangannya setelah mendengar suara yang tidak asing baginya.


"Semangat dong, kan sudah janji kemarin," sahut Risa


"Iya mbak Risa," jawab Khalisa


"Mana senyum manisnya ?" pinta Risa


"Nih :)," senyum Khalisa


"Gitu dong syantik. Ya sudah aku balik kedepan dulu ya, kamu buruan absen." sahut Risa


Setelah kepergian Risa, Khalisa melanjutkan kembali langkahnya segera bersiap siap untuk bekerja. Dan tanpa Khalisa sadari diam diam ada dua mata yang memperhatikannya sedari tadi, sesekali dia memberikan ucapan semangat dan do'a dari kejahuan tanpa didengar oleh Khalisa.


"Semangat Kia !!" ucap Khalisa dengan menatap pantulan dirinya di cermin.


.


***


.


"Hai semua," sapa Khalisa pada teman temannya


"Hai Kia," jawab satu persatu teman temannya dengan senyuman


Syukurlah mereka sudah bisa tersenyum padaku- batin Khalisa


Suasana restaurant cukup ramai sejak jam makan siang tadi, bahkan membuat Khalisa dan teman temannya sibuk sampai lupa waktu, mereka juga hanya sekedar berbicara untuk pekerjaan saja. Tak ada kata kata buruk lagi untuk Khalisa seperti hari kemarin, mungkin teman temannya sudah melupakan.


Telihat jam dipergelangan tangan kiri Khalisa sudah menunjukan pukul 16.30 restaurant juga sudah lenggang, Khalisa meminta izin untuk istirahat dan menjalankan ibadah sholat ashar terlebih dahulu.


"Khalisa" panggil Dina teman kerja Khalisa dari luar mushola


"Mbak Dina, mau sholat ?" tanya Khalisa


"Aku sudah selesai, kamu juga sudah selesaikan, kita istirahat dihalaman belakang saja, Ki," ucap Dina


"Ayo mbak," ajak Khalis


"Ki, kemarin pak Refan nyariin kamu," ucap Dina


Khalisa yang mendengar itu sontak saja segera memalingkan pandanganya ke wajah Dina. "Ah biarlah mbak," jawab Dina


"Kemarin dia marah besar lho Ki,"


Flashback On~


Setelah kepulangan Khalisa, tidak selang waktu lama Refan tiba di restaurant, mungkin sudah biasa bagi Refan untuk datang ke restaurant hanya sekedar makan siang, menemui para kekasihnya ataupun meeting. Tapi kali ini sepertinya berbeda, pandanganya sangat tajam, raut wajahnya sudah merah, kedua telapak tanganya sudah mengepal. Tidak ada satupun karyawanpun yang berani menyapa atau bertanya padanya.

__ADS_1


"Dimana Khalisa ?" teriak Refan di depan bar


"Khalisa..masuk pagi pak dia sudah pulang," jawab gugup salah satu karyawan


"Apa kalian melihat Risa ?" tanya kembali Refan


"Bu Risa ada diruangannya pak," jawab Dina


"Apa yang kalian lakukan pada Khalisa ???" teriak Refan, membuat semua karyawan tertunduk mata Refan yang sudah merah semakin menambah ketakutan mereka, bisa dikatakan suasana ruangan seperti dirumah hantu, sangat mencekram.


"Kalau kalian tidak suka saya mengunggah foto Khalisa bilang pada saya dan apa alasan kalian, jangan pada Khalisa dia tidak tahu apa apa!!" ucap Refan


"Kenapa kalian diam ?? Apa kalian bisu atau kalian tuli tidak bisa mendengar perkataan saya?" tanya Refan dengan penuh amarah


"Kalian semua disini digaji bukan untuk membicarakan kehidupan orang lain !! Saya tidak mau tahu atau mendengar lagi perlakuan buruk kalian semua seperti kemarin atau kalian akan tahu akibatnya. Ini tidak berlaku hanya untuk Khalisa saja, tapi untuk semua, disini tempat bekerja bukan menggosipkan hidup orang lain!!" ucap kembali dengan tegas Refan


"Baik pak," sontak jawab semua karyawan yang mendengar perkataan Refan


Kemarahan Refan benar benar membuat suasana restaurant menjadi menakutkan, untung saja restaurant tidak terlalu ramai.


Setelah meluapkan amarahnya Refan meninggalkan restaurant dan berjalan untuk menemui Risa.


Kepergian Refan cukup membuat lega bagi para karyawan, mereka juga sudah saling berbisik dan bertanya siapa sebenarnya yang memberitahu Refan sampai dia marah besar di restaurant.


Flashback Off


"pantas saja tadi keadaan sudah membaik, mereka sudah mau berbicara padaku," Sahut Khalisa.


Refan datang marah marah, darimana dia tahu masalah kemarin, apa mbak Risa yang memberi tahu ?- Batin Khalisa.


Setelah mendengar cerita Dina, bukanya tenang, pikiran Khalisa malah dibuat semakin penuh dengan pertanyaan pertanyaan yang belum terjawab.


"Iya Ki, tapi kamu jangan bilang ke pak Refan atau Bu Risa kalau aku cerita ke kamu ya," ucap Dina


Kenapa mbak Risa gak cerita ke aku ? kenapa mereka menutupinya ? hari ini juga aku harus menemui mas Refan- ucap Khalisa dalam hatinya


"Mbak, siapa ya kira kira yang cerita ke pak Refan ?" tanya Khalisa


"Mungkin bu Risa, Ki," jawab Dina


"Tapi bu Risa gak begitu akrab, setahuku mereka hanya berbicara sekedar pekerjaan saja," sahut Khalisa


"Apa mungkin ada sala satu dari teman kita ya mbak?" tanya Khalisa penuh penasaran


"Aku juga kurang tahu Ki, apa gak sebaiknya kamu temui pak Refan kalau memang penasaran," jawab Khalisa


"Sebenarnya aku memang berniat menemuinya hari ini mbak, tapi--" ucap Khalisa terhenti, dia merasa seperti ada yang sedang memperhatikannya tapi disekitar tempat duduknya tidak terlihat seorang pun hanya ada dirinya dan Dina.


"Tapi kenapa Ki ?" tanya Dina


"Aku takut teman teman tahu, nanti mereka mengira yang tidak tidak lagi padaku mbak," ucap Khalisa


"Semua pasti akan penasaran, tapi mereka tidak akan berani membicarakanmu lagi kalau tidak mau hal buruk menimpa mereka," sahut Dina


"Kalau sampai ada apa apa dengan mereka gara gara aku, aku akan merasa bersalah mbak," sahut Khalisa pelan


"Sudahlah Ki, mau kamu bertemu atau gimana gimana sama pak Refan selagi diluar jam kerja itu urusan pribadi kalian, benar kata pak Refan disini tempat bekerja bukan membicarakan kehidupan orang lain." tutur Dina


"Iya mbak, tapi ini nanti aku pulang jam sembilan, kantor pak Refan jua sudah tutup," sahut Khalisa

__ADS_1


"Kan ada whatsapp Ki, coba kamu kirim pesan aja terus ketemuan diluar," sahut Dina


"Jangan bilang kamu gk punya nomernya?" sahut kembali Dina


"Punya sih mbak, tapi gak tak save hehehe-," jawab Khalisa terkekeh kecil


"Bisa bisanya, nomer calon pacar gak di save, Hahaha," sahut Dina menggoda Khalisa


"Iih mbak Dina apaan sih," ucap Khalisa


"Sudah buruan bilang ke dia kalau kamu mau bertemu hari ini," ucap Dina


Khalisa membuka aplikasi whatsappnya mencari nomer tanpa nama di pesan masuknya, tidak susah baginya mencari itu sebab nomer ponsel Refan adalah satu satunya nomer yang tidak di save dan tanpa nama.


Dina merasa sangat gemas sebab beberapa kali melihat Khalisa memilih menghapus pesannya.


"Kamu kenapa Ki, dari tadi kamu hapus?" tanya Dina


"Bentar mbak, aku seperti belum yakin bertemu," jawab Khalisa


"Gak jadi ketemu juga gak papa, tapi kalau penasaran jangan ditahan ya awas nanti jadi bisul, hahaha-," sahut Dina


"Kok gitu sih mbak, iya ini mau aku kirim pesan ke dia," ucap Khalisa


Whatsapp


"Assalamu'alaikum, maaf pak Refan kalau nanti ada waktu senggang boleh kita bertemu." Khalisa √√


"Sangat boleh, kapan dan dimana ?" Refan √√


"Di coffee shop xxx, jam sembilanan," Khalisa √√


"Okey, sampai bertemu nanti princess." Refan √√


.


.


Jam istirahat Khalisa juga sudah selesai, dia menyimpan ponselnya dan kembali untuk bekerja bersama Dina.


Rasanya Khalisa ingin mempercepat waktu saat ini, agar cepat bertemu dan mendapat semua jawaban dari pertanyaan pertanyaan di otaknya sekarang.


.


.


.


Hai Teman Teman :)


Gimana sudah baca novelku ?


Gimana menurut kalian, adakah masukkan buat novelku kalau ada jangan lupa tulis di kolom komentar ya. Masukkan kalian sangat berarti untukku


.


.


Oh iya jangan lupa tinggalin 👍❤ buat novelku ya

__ADS_1


Sehat sehat, dan semangat semua


Makasih :)


__ADS_2