Jangan Salahkan Takdir !

Jangan Salahkan Takdir !
Menikmati Malam Berdua #1


__ADS_3

Apa mungkin saat ini rotasi bumi sedang berputar begitu cepat atau jarum jam berjalan lebih cepat dari biasanya ?


Tidak. . itu semua sedang tidak terjadi, semua masih berjalan seperti biasanya hanya saja saat ini ada dua anak manusia yang sedang bahagia, seperti bunga mawar sedang bermekaran dihati mereka. Sehingga waktu terasa berjalan lebih cepat untuk mereka.


"Alhamdulillah kita sudah sampai," ucap Khalisa


"Iya alhamdulillah, tapi sepertinya area parkir mobilnya penuh deh ki," sahut Refan


"Terus gimana dong mas ?" tanya Khalisa


"Kita parkir disana saja Ki, sekalian kita sholat isya' dulu" ujar Refan sambil menunjuk kearah masjid yang terletak di seberang taman alun alun kota.


"Iya mas," sahut Khalisa


.


.


Kota wisata Batu, merupakan kota yang berada di dataran tinggi yang selalu menyuguhkan udara dingin dengan kesan romantis untuk setiap pengunjungnya. Kota yang tidak pernah sepi dari wisatawan, dan selalu memberikan rasa ingin kembali datang.


Gelak tawa pengunjung, tangisan balita, teriakan para orang tua, bahkan sampai teriakan para pedagang di pusat kuliner semakin menambah suasana ramai di taman alun alun kota Batu saat ini.


Khalisa dan Refan juga sudah selesai menjalankan ibadah sholat isya' saatnya untuk mereka berburu kuliner dan mencoba wahana permainan yang sudah ditersedia.


.


Taman alun alun kota Batu



"Ki, kamu mau makan dulu atau naik bianglala ?" tanya Refan


"Naik bianglala dong," jawab semangat Khalisa


"Tapi aku lapar," ucap Refan


"Emmb. .kalau mas Refan lapar kita cari makan saja dulu kalau gitu," sahut Khalisa dengan nada rendah


Refan yang sudah melihat bibir manyun Khalisa itu rasanya ingin memberikan serangan saja, tapi dia sadar tidak mungkin melakukan hal itu. Dan alhasil dia hanya menahan tawa dengan menutup mulutnya.


"haha, gitu aja bibirnya udah dimajuin. Kita naik dulu aja ki, Ayo!" ajak Refan


"Jangan mas, kita cari makan aja dulu," sahut Khalisa


"Yakin ?? Gak takut kalau bianglalanya keburu tutup kalau kita cari makan dulu," ucap Refan


"Ya udah, kalau gitu kita naik aja dulu mas," semangat Khalisa


Karena hari ini adalah weekend, jadi antusias pengujung taman alun alun cukup ramai padat, iya alhasil antrian naik bianglala pun cukup pajang seperti ular.


"Maaf ya mas, gara gara ngikutin kemauan ku mas Refan harus ikut berdiri lama disini," ucap Khalisa


"Apa sih yang gak buat kamu senang, ki, hehe. Tuh lagian bentar lagi giliran kita," sahut Refan


"Makasih mas," jawab Khalisa dengan pipi yang sudah merah mendengar jawaban Refan


.

__ADS_1


***


Antrian yang cukup panjang membuat kaki Khalisa dan Refan terasa lelah dan pegal, tapi hal itu terbayar sudah dengan pemandangan yang disuguhkan dari atas bianglala yang mereka naiki saat ini.



"Masyallah bagus banget, sudah lama gak lihat pemandangan ini," ucap Khalisa


"Kamu senang ?" tanya Refan


"Senang banget mas, Kia sudah lama pengen naik bianglala lagi tapi bang Devan selalu sibuk, selama ini cuma bang Devan yang mau ngajak Kia naik bianglala," jawab Khalisa yang masih menikmati pemandangan diluar cendela


"Syukurlah, aku juga senang Ki, apalagi naiknya sama kamu tambah senang banget aku. Udah kayak mimpi aja, kalau kamu lagi pengen kesini kamu bisa ajak aku kapan aja kok, Aku siap untuk mu Khalisa Syakia Anwar," sahut Refan.


Sontak Khalisa memalingkan pandanganya ke arah Refan setelah mendengar ucapan itu, Khalisa yang mendengar nama lengkapnya disebut oleh Refan seketika jantungnya terasa loncat loncat, dan pipinya juga sudah memerah.


Ooemji. .kenapa ini jatungku rasanya loncat loncat mau lepas, kenapa hari ini dia sweet banget sih. Kia sadar Ki lo gak boleh terperangkap sama dia-batin Khalisa


"Ki. .Kia," panggil Refan dengan mencoba menyentuh pundak Khalisa


"Astagfirallah . . .iya mas. .iya ada apa ?" tanya Khalisa, dengan wajah kaget.


"Kamu kenapa, aku salah ngomong ya ? Kok kamu melamun sih," tanya balik Refan


"Eemb. .gak papa kok mas, Kia kagum saja sama pemandangan diatas," ucap Khalisa gugup


"Ayo kita siap siap turun" sahut Refan


Sepuluh menit sudah mereka habiskan untuk menaiki bianglala, rasanya seperti tidak rela untuk turun dan ingin terus berputar tapi apa boleh buat satu kali antri hanya untuk satu putaran saja padahal antrinya butuh perjuangan banget.


"Mas Refan mau makan apa ?" tanya Khalisa


"Tapi kan mas Refan belum makan nasi dari siang," ucap Khalisa


"Uh. . .perhatianya nanti aku jadi sayang lo sama kamu," sahut Refan


"Hah, apa mas ?," tanya Khalisa yang sedikit kaget dengan ucapan Refan


"Gak bisa diulang lagi hehehe," jawab Refan


"Menyebalkan!! Ya udah mas Refan jadi makan apa ini ?" tanya Khalisa


"Kalau sate ayam mau gak ?" tanya balik Refan, "Mau," jawab Khalisa


Ini merupakan moment pertama bagi mereka untuk makan berdua, dan menunya sate ayam duduknya di trotoar cukup berkesan bukan.


Bukannya Refan tidak mampu untuk membelikan makanan Khalisa di restaurant, tapi makan dipinggir jalan sudah jadi pilihan mereka berdua bahkan tidak malu untuk duduk ditepi jalan. Apalagi untuk Khalisa makan dipinggir jalan itu lebih mewah daripada harus makan di restaurant dengan harga yang cukup mahal.


"Kalau makan itu pelan pelan, jangan sampai blepotan kayak gini," ucap Refan yang sudah mengusap pinggir bibir Khalisa dengan ibu jarinya.


Lagi lagi Khalisa dibuat kaget sampai tertegun tidak bisa berkata kata oleh sikap Refan, jatungnya saat ini sudah berdegub tak karuan. Makanan yang sudah masuk ke mulutnyapun tak kunjung dikunyah, dia memilih terdiam menikmati setiap sentuhan jari Refan.


"Kia," panggil Refan "Eh iya mas, ada apa ?" jawab gugup Khalisa


"Kok ngelamun lagi sih, gak suka ya sama makanannya, kamu mau makanyang lain?" tanya Refan


"Enggak kok mas, ini enak banget kok," sahut Khalisa

__ADS_1


Plis sadar Ki !! ini cuma akal akalan dia aja, kamu jangan sampai terjebak-batin Khalisa


Satu porsi sate ayam lengkap dengan lontong sudah mengisi perut mereka, tapi namamya juga sedang berada di pusat kuliner makanan apa aja ada, pasti lapar mata itu sudah hal yang lumrah.


"Kamu udah kenyang atau masih kuat buat kuliner ki ?" tanya Refan


"Kenyang sih mas, tapi juga masih kepingin jajan," jawab Khalisa


"Ya udah kita ke pos ketan legenda," ajak Refan


Pos kentang legenda kota Batu sendiri merupakan kuliner yang wajib dicoba dan sudah terkenal dikalangan wisatawan sejak dulu. Lokasi nya berada di samping taman alun alun Batu, dan di depan rumah susu kota Batu.


"Mas Refan cari tempat duduk saja, biar Kia yang antri pesan," pinta Khalisa


"Ya udah, kamu hati hati ya kalau antri," ucap Refan.


👍Hanya acungan jempol yang diberikan Khalisa untuk menanggapi ucapan Refan


"Mas, pesan ketan kejunya satu, ketan bubuknya satu makan disini minumnya teh hangat dua," ucap Khalisa


"Siap mbak, semuanya dua puluh ribu, dan ini untuk nomer mejanya silahkan ditunggu pesanannya," sahut kasir


"Ini mas uangnya, makasih," ucap Khalisa


Semakin malam semakin ramai itulah suasana kota Batu saat ini, udara dingin bukan penghalang bagi mereka yang sekedar ingin berkunjung ke taman ataupun malakukan wisata kuliner.


Sembari menunggu pesanan mereka datang, Khalisa dan Refan memilih saling bertukar cerita dan sesekali terlihat senyum manis menghiasi wajah cantik Khalisa.


Dia cantik sekali, aku harap ini tidak akan cepat berakhir. Semoga kau selalu bahagia disampingku Khalisa-batin Refan


.


.


.


Hai teman teman :)


Gimana sudah baca novelku kan ?


Aku berharap kalian bisa menikmatinya, oh iya kalau ada masukkan buat novelku silahkan kalian tulis aja di kolom komentar ya


Masukkan dari kalian sangat bermanfaat untuk ku:)


Buat teman teman yang sudah penasaran sama visual Khalisa, sabar dulu ya 😀


.


.


.


Jangan lupa tinggalin 👍dan ❤ di novelku ya


Semangat semuanya


.

__ADS_1


Makasih


__ADS_2