Jangan Salahkan Takdir !

Jangan Salahkan Takdir !
Khawatir


__ADS_3

Sebab tidak akan jauh lebih baik dengan membuat orang lain terlihat buruk ~


.


.


Pada akhirnya kita hanya akan mengenang bait-bait kidung hati, yang mati setelah senja ini. Warna jingga dilangit akan segera meredup berganti rembulan, suara menyayat hati sudah berganti hembusan angin.


Setelah melewati hari yang cukup melelahkan fisik serta batinya, dengan sekuat tenaga dia bangkit kembali untuk melewati sisa hari ini.


Kaki Khalisa terus melangkah dengan iringan suara angin yang berhembus melewatinya, wajahnya tertunduk seakan tak ingin menatap siapapun didepannya.


Bruuk 💥


Tubuh Khalisa terjatuh dilantai setelah merasakan menabrak tubuh seseorang didepannya


"Aaauw," ucap lirih Khalisa sambil mengerutkan keningnya merasakan sakit pada bokongnya.


Satu uluran tangan sudah menjuntai didepan wajahnya.


"Tidak usah terima kasih, dan maaf sudah menabrak anda," ucap Khalisa dengan mengangkat tubuhnya untuk berdiri.


Tidak ada jawaban dari orang yang Khalisa tabrak tadi, bahkan ketika Khalisa hendak melanjutkan jalannya sepertinya orang didepannya kini memang sengaja menutup setiap langkah Khalisa.


"Apa sih mau anda, saya mau melanjutkan jalan saya," ucap Khalisa dengan mendongakkan pandanganya


Sontak saja mata Khalisa melotot dan wajahnya memerah, dia begitu kaget siapa yang dia tabrak dan berdiri didepannya saat ini.


"Mas Refan," ucap Khalisa dengan gugup, kini dia sudah meremas tali tasnya


Sedangkan Refan hanya tersenyum mendengar namanya diucap oleh Khalisa.


"Saya permisi dulu," ucap kembali Khalisa dengan melangkahkan kakinya kembali.


"Kia, tunggu !!" ucap Refan sembari menarik pergelangan tangan Khalisa


"Lepaskan mas," ucap Khalisa


"Ki, apa kamu marah dengan ku ?" tanya Refan,


"Mas, Kia mohon lepaskan tangan Kia!" ucap Kia dengan memohon, dia masih terus berusaha menahan emosi dan air matanya agar tidak jatuh kembali.


"Okey, aku akan lepaskan tapi jawab dulu Ki. Aku minta maaf soal tadi, terutama aku mewakili mama sangat sangat meminta maaf padamu," sahut Refan memohon pada Khalisa.


"Aku sudah memaafkan," ucap Khalisa dengan menghempaskan tangan Refan


"Terima kasih Ki, aku janji hal itu tidak akan terjadi kembali," ucap Refan


"Tidak perlu berjanji, sebab itu harus terjadi. Dan memang tidak sepantasnya atasan dan bawahan terlihat akrab," sahut Khalisa dengan raut wajah penuh kesal


"Kenapa kamu berbicara seperti itu Ki ?" tanya Refan


"Kenapa ? apa mas Refan , oh maaf maksud saya pak Refan tidak menyadari pembicaraan ibunya bapak tadi siang, apakah kurang jelas ?" tanya Khalisa


"Tidak Ki, sampai kapanpun aku akan berusaha berada didekatmu," ucap Refan


"Anda jangan gila!!" ucap tegas Khalisa


Jika aku terus berada disini aku akan semakin dibuat gila - batin Khalisa


Beberapa langkah kaki Khalisa berjalan dia merasakan tanganya sudah ditarik kembali, kini wajahnya sudah tepat berada di dada bidang milik Refan. Suara detak jantung Refan terdengar begitu jelas, bahkan tubuhnya terasa panas.


Plaak 💢


Satu tamparan mendarat tepat di pipi Refan, setelah Khalisa mendorong tubuhnya.


"Jangan pernah anda menyentuh saya!!" bentak Khalisa dengan air mata yang kembali terjatuh di pipinya


"Maafkan aku Ki," ucap Refan

__ADS_1


"Lepaskan tangan saya!!" ucap Khalisa dengan nada tinggi


Refan melepas cengkramannya, dia merasa sangat bersalah dengan Khalisa, lagi lagi harus membuat Khalisa menangis karenanya.


"Kia. .tunggu," teriak Refan sudah melihat Khalisa berlari keluar menuju area parkir.


.


.


"Cari siapa pak?" tanya satpam restaurant


"Bapak lihat Khalisa?" tanya kebali Refan


"Barusan saja jalan pulang, sepertinya mbak Khalisa sedang menangis pak," ucap satpam


"Baik pak terimakasih," ucap Refan


Kenapa kamu pergi begitu saja ki, aku mohon maafkan aku :( -ucap Refan dalam hatinya


.


***


.


Mobil Refan sudah berhenti tepat didepan gerbang rumah Khalisa, dia tidak melihat motor milik Khalisa ada dirumah.


Tok. .tok tok


Refan memalingkan pandangannya setelah mendengar suara kaca mobilnya diketuk, benar saja Devan sudah berdiri disamping mobilnya.


"Kok gak masuk ?" tanya Devan


"eeeh, gua baru nyampek kok," jawab Refan


"Ya udah ayo masuk, gua juga baru sampai ini. Gua parkir motor di garasi dulu ya," ucap Devan


..


.


Warna jingga dilangit sudah benar benar menghilang, rembulan sudah menampakkan dirinya. Tapi orang yang sedari tadi dia tunggu belum juga tiba dirumah, hati Refan mulai cemas memikirkan Khalisa


Kamu dimana sih Ki, kenapa belum pulang ?- batin Refan


"Lo tadi pulangnya gak bareng sama Kia?" tanya Devan


"Enggak," ucap Refan masih menatap layar ponselnya


"Berantem ya kalian, haha-" goda Devan


"Gak lucu ! siapa juga yang berantem kayak bocah rebutan permen aja berantem," sahut Refan


"Hahaha, iya iya jangan emosi dong. Mending kita mabar aja, oyi gak tuh," ucap Devan


"Entar aja, jangan sekarang," ucap Refan


Devan merasa aneh dengan sikap Refan sedari tadi, wajahnya terlihat gelisah dan tidak biasanya juga menolak ajakannya.


Pandangan Devan melihat kearah jam dinding rumahnya sudah menunjukkan pukul 20.15 tapi adikknya belum pulang juga. Walapun sering ribut Devan sangat perhatian dan sayang dengan Khalisa adik perempuan satu satunya itu.


"Dev, apa adik kamu tadi kirim pesan ke kamu kenapa sampai jam segini belum pulang?" tanya bunda Aisyah dari arah pintu kamar


"Enggak tuh bund, ponselnya gak aktif juga, apa mungkin dia pergi sama teman temannya ya," sahut Devan


"Tadi lo gak ke restaurant Ref ?" tanya Devan


"Gua ke restaurant kok," jawab Refan gugup

__ADS_1


"Ada apa sih lo, jawab gitu aja kayak orang dapat udian haha," ucap Devan


" Bukan gitu, gua khawatir sama Khalisa," sahut Refan


"Ciee. . cie udah mulai khawatir aja sama adik gua, bagus teruskan dengan gitu lo bisa lupa sama cewek gua," goda Devan


"Bro, masalahnya ini ada hal yang lebih penting dari cie cie lo itu," ucap Refan


"Sirius, apaan itu ?" tanya Devan


"Bantuin cari dia dulu," ucap Refan


"Gua udah coba tanya teman temannya tapi Khalisa gak sama mereka, apa gua keluar cari dia aja," ucap kembali Refan dengan wajah yang bergitu gelisah


"Kita cari sama sama saja, dia gak mungkin pergi jauh kok," sahut Devan


Jalanan kota sudah mereka telusuri, bahkan Devan dan Refan sudah mendatangi rumah teman teman Khalisa tapi hasilnya nihil Khalisa tidak ada disana.


"Bro, sebenarnya ada apa sih?" tanya Devan dengan penuh rasa penasaran


"Lo gak mungkin ngapa ngapain adik gua kan ?" tanya kembali Devan


"Enggak lah, dia gua deketin aja susah," ucap Refan


"Haha, kacian," sahut Devan dengan tertawa keras


"Udah udah serius!!" ucap tegas Refan


"Sebelumnya gua minta maaf ke lo dan tante Aisyah ya," ucap kembali Refan


"Lo cerita sebenarnya ada apa ini !" pinta Devan wajahnya sudah mulai serius


Refan mulai menceritakan satu persatu masalah yang dia hadapi dengan Khalisa, sedangkan Devan mendengarkan setiap cerita Refan bahkan raut wajah Devan sudah mulai terlihat kesal.


"Lo tahukan dia adik satu satu gua, gua gak mau dia kenapa napa," bentak Devan sambil menarik kerah baju Refan


"Iya gua tahu, gua minta maaf Dev, gua juga mewakili mama meminta maaf yang sebesar besarnya," sahut Refan


"Lebih baik kita lanjut cari dia aja," sahut kembali Refan


Ki, lo dimana jangan buat semua orang khawatir. Gua tahu betul siapa lo, gua gak akan diam gitu aja sampai lo kenapa napa- batin Devan


Perasaan Refan benar benar dibuat bersalah dengan keadaan seperti ini, bahkan beberapa kali dia menyalahkan dirinya. Perasaanya juga jauh lebih khawatir dan ingin tahu keberadaan Khalisa saat ini.


Ki, aku mohon kamu pulang jangan buat khawatir. Aku tidak akan memaafkan diriku sampai terjadi apa apa denganmu-batin Refan


.


.


.


Hai Teman Teman :)


Maaf dua hari kemarin tidak up, karena ada keperluan 🙏


Tapi jangan bosan buat terus baca dan nunggu up cerita selanjutnya yaa


Masih banyak keseruan nantinya, oh iya kalau kalian ada masukkan bisa kalian tulis di kolom komentar ya :)


Masukkan kalian sangat berarti untukku


.


Kalau kalian suka novel ini jangan lupa tinggalkan 👍❤ yaa


sehat sehat semua


semangat terus

__ADS_1


makasih


__ADS_2