
Sore ini sepulang dari kerja Khalisa akan pergi bertemu sahabat sahabatnya, mereka sudah membuat janji, dan berencana akan bertemu disalah satu coffee shop favorite mereka.
Khalisa tidak langsung berangkat dari tempat kerjanya, dia memilih untuk pulang terlebih dahulu hanya sekedar mengganti bajunya.
Tin. .tin. .(Klakson mobil)
"Bund, Kia pergi sama teman teman dulu ya. Assalamu'alaikum," pamit Kia
"Iya hati hati, Wa'alaiakumssalam," jawab bunda Aisya.
Bunda Aisyah dan suaminya memang tidak pernah melarang anak anaknya untuk keluar rumah asalkan mereka tahu batasan batasanya.
"Hai mbak Risa, maaf nunggu lama," sapa Khalisa setelah membuka pintu mobil Risa
"Gak papa, ayo berangkat yang lain udah nunggu," sahut Risa
Rumah Risa dan Khalisa memang searah jadi mereka berdua memutuskan berangkat bersama
"Gimana Ki, kemarin udah ketemu Refan?" tanya Ris
"Sudah sih mbak, tapi Kia gak dapat jawaban," jawab Khalisa
"Kok gitu ? Emang kamu gak desak dia buat ngasih tahu apa alasanya memposting foto kamu ?" tanya kembali Khalisa
"Emm. . Sudah sih mbak, malah dia bilang gak ada alasan dan gak bisa diungkapkan dengan kata kata, kan gak jelas banget mbak," jawab Khalisa,
"Mungkin dia benar benar ingin dekat sama kamu," sahut Risa
"Eh mbak, kapan hari mas Refan daang ke restaurant terus marah marah ya?" tanya Khalisa
"Kok kamu tahu, siapa yang bilang ? si Octa?" tanya balik Risa
"Jadi mbak Risa tahu, dan yang lain tahu juga ? Kenapa gak ada yang cerita ke Kia sih," sahut kesal Khalisa
"Bukannya gitu, kita gak mau kamu tambah kepikiran lagi Ki," ucap Risa "Bentar deh ki, ngomong ngomong Refan tahu darimana kalau kamu digituin sama anak anak restaurant ?" tanya penasaran Risa
"Ku kira mbak Risa yang cerita," sahut Khalisa
"Ya gila aja, Ki! Aku aja males ngomong sama dia kalau gak penting penting amat," sahut Risa
"Mbak, masa semalam bang Devan bilang kalau mas Refan itu orang yang baik dan setia," ucap Khalisa
"Haha, Lalu?" tanya Risa memalingkan padangankan ke arah Khalisa
"Ya jelas Kia gak percaya lah," jawab Kia
"Kalau itu memang terjadi gimana Ki, apa kamu mau sama dia ?" tanya Risa
"Jangan ngaco deh mbak !! Model kayak mas Refan mana ada setia setianya," sahut Khalisa
"Kamu gak mau tahu lebih tentang dia ?" tanya Risa
"Buat apa ?" tanya Khalisa sambil mengerutkan kedua alisnya
"Ya biar kamu gak penasaran lagi, dia itu memang tipe orang setia. Tapi itu dulu. . dulu banget pokok," sahut Risa
Risa sebenarnya tahu banyak tentang Refan, bahkan tentang Devan juga sebab Risa dulu satu SMA dengan mereka.
"Iya dulu, sebelum di selingkuh sama cinta pertamanya," sahut kembali Risa
"Terus mbak ?" tanya Khalisa penasaran
"Udah turun aja dulu kita sudah sampai nih," ucap Risa
Obrolan mereka membuat perjalanan terasa begitu cepat, terutama untuk Khalisa padahal masih banyak yang dia ingin tanyakan dan cari tahu.
.
***
.
__ADS_1
๐คCoffee shop xxx
"Hai disini!!"Teriak Octa dari meja tempat duduknya bersama Febi
Khalisa dan Risa melankahkan kakinya ketempat dua sahabatnya itu.
"Maaf ya lama," ucap Khalisa
"Iya gak papa, untung belum berjamur kita hehe," sahut Febi
Khalisa senang dua sahabatnya itu sudah memesankan minuman untuknya, sebab kerengkongannya saat ini sudah dirasa kering.
"Pelan pelan kali buk minumnya," ucap Octa melihat Khalisa meminum es kopinya yang sudah dipesankan sebelum dia datang.
"Haus banget aku," sahut Khalisa
"Gimana gak haus, selama dijalan dia ngintrogasi," sahut Risa melirikan pandanganya ke arah Khalisa
"Udah udah dijalanjut nanti saja, kita foto foto dulu yuk," sahut Febi si pengejar konten
Dua puluh menit lebih mereka habiskan untuk berfoto foto, dan tanpa mereka sadari juga meja merekalah yang paling ramai walapun hanya berempat.
"Udah lah, kita makan dulu," ucap Risa
"Ki, jadi gimana kemarin?" tanya Febi
"Ya gitu deh," jawab Khalisa singkat, matanya sudah berbinar binar melihat pizza yang ada didepannya saat ini
"Apa dia gak ngasih alasan ?" tanya kembali Febi
"Enggak sama sekali, dia malah minta aku gak ngejauh lagi dari dia," ucap Khalisa
"Kamu jawab apa ?" tanya Octa, "Belum jawab," jawab Khalisa
"Aku pengen tahu dia seperti apa sebelum dekat dengannya." ucap Khalisa
"Terus kalau sudah tahu mau apa ?" tanya Risa,
"Kamu tahu juga kalau dia sering pergi ke tempat tempat malam gituan ?" tanya Febi
"Tahu, eh tepatnya hanya tahu dari cerita temen temen restaurant," jawab Khalisa
"Mau dia kayak gimanapun kalau kamu gak membuka ruang dia untuk bercerita dan menunjukan siapa dia darimana kamu tahu ? Kamu mau menilai dia dari orang lain ?" tanya Risa
"Bukan begitu mbak, Kia takut kalau sudah dekat dengan dia, Kia baru tahu sifat aslinya," sahut Khalisa
"Ya itu sudah resiko Ki, emang dulu kamu tahu sifat asli kita kayak gimana, enggak kan Ki," sahut Febi
"Iya sih, apa mas Refan masih punya kekasih ? Kia gak mau dikira mengganggu hubungan orang lain." ucap Khalisa
"Apa kamu tidak tanya dia langsung?" tanya Octa, "Sudah," jawab Khalisa sambil menganggukan kepalanya
"Terus ?"Tanya Octa kembali
"Dia malah balik tanya ke aku, kalau dia gak punya kekasih apa aku mau dekat dengannya," jawab Khalisa
"Kamunya gimana ?" tanya Febi
"Masih cari tahu dia beneran punya apa enggak," jawab Khalisa "Menurut kalian gimana?" tanya Khalisa
"Cari tahu langsung saja ke orangnya, jangan ke orang lain," sahut Risa
"Walaupun Refan dikenal badboi, tapi dia punya sisi baik, dia orangnya jujur kok, menurut kita sih. Coba aja kamu korek korek lebih dalam lagi," ucap Febi
"Apa semua perempuan yang dibawa itu kekasihnya?" tanya Khalis
"Belum tahu juga pastinya, tapi coba saja padanya langsung," ucap Risa
"Kata mbak Risa tadi itu dia bersikap badboi pun gara gara diselingkuhi cinta pertamanya," sahut Khalisa
"Memang benar itu, dulu dia mati matian buat move on bahkan sampai dibangku perkuliahan dia belum bisa move on juga," ucap Risa
__ADS_1
"Mungkin juga kamu cewek yang bisa membantu move on dia, mangkanya kamu dikejar terus," sahut Octa
"Apalagi kalau kamu bisa bantu dia berubah lebih baik, nilai plus buat kamu," sahut kembali Octa
Tiba tiba Khalisa dibuat bingung oleh pikirannya sendiri, dulu setelah tahu sisi buruk Refan dia merasa tidak suka dan kemarin dia langsung tahu dan merasakan sikap manisnya malah dibuat penasaran terus.
"Dekat juga bukan berarti pacaran, mungkin dengan kalian dekat dia bisa berada dijalan yang lebih baik. Dari cara dia godain kamu, deketin kamu itu kayak beda saja, Ki," ucap Risa
"Iya sih mbak, tapi aku ya gak mau terjebak di friendzone ataupun nantinya salah pilih pasangan," sahut Khalisa
"Bentar deh, dia kan bilang kalau gak ada alasan buat masalah dia mengunggah foto kamu kapan hari, apa mungkin dia mau membuat kamu baper ? apa sedang membuat cemburu kekasihnya ? atau seolah olah mau menunjukkan bahwa kamu itu kekasihnya ? Sebab yang aku tahu selama mengikuti sosmednya dia tidak pernah mengunggah satupun foto perempuan," sahut Febi
"Coba saja cari tahu dari orang orang terdekatnya," sahut kembali Febi
"Lya ," Ucap Khalisa "Lya siapa ?" tanya Febi
"Cecilya adek perempuannya, aku kemarin berkenalan dengannya," jawab Khalisa
"Vita," ucap kompak Octa dan Febi
"Maksud kalian Vita anak marketing itu ?" tanya Risa
"Diakan dekat sama Refan, kurang lebih tahu lah tentang Refan," sahut Octa
"Kalian saja, aku kan gak kenal sama vita. .vita itu," sahut Khalisa
"Situ yang mau tahu, kita yang repot sih, untung saja sahabat sendiri," ucap Febi sambil memutar bola matanya
"Jangan gitu lah bebebz, nanti kan kamu juga ikut tahu juga," sahut Khalisa dengan mencolek colek dagu Febi
Ih kenapa juga capek capek cari tahu, penasaran lagi, kan ini kesempatan buat ngehindar dari dia, toh dia juga sudah tahu kalau aku gak nyaman sama sikapnya- batin Khalisa
Karena Khalisa belum medapat jawab yang puas tentang Refan dari teman temanya dia mau coba mencari tahu sendiri.
Awalnya Khalisa tidak teria jika diam diam fotonya diunggah oleh Refan, tapi saat ini Khalisa hanya penasaran apa alasannya mengunggah fotonya. Dan Khalisa ingin tahu lebih sebelum dia memutuskan dekat dengan Refan.
Kalau aku dianggap seperti cewek cewek lainnya, bagaimana dan apa yang harus aku katakan padanya ?
.
.
.
Aku kasih bonus foto Khalisa ya :)
.
.
.
.
Hai Teman Teman :)
Gimana sudah baca novelku ?
Gimana menurut kalian, apa kalian ada masukkan buat novelku ? Kalau ada jangan lupa tulis dikolom komentar ya, karena masukkan kalian sangat berarti untukku :)
.
.
Oh iya jangan lupa tinggalkan ๐โค di novelku ya,
Sehat sehat semua dan terus semangat
Makasih ๐๐
__ADS_1