
Mobil Honda HR-V putih yang ditumpangi Khalisa, Refan dan Lya saat ini sudah berhenti di depan rumah Khalisa. Refan memang memaksa untuk mengantarnya pulang, walapun sempat ditolak tapi berkat Lya Lah Khalisa mau dianter pulang.
"Mas Refan, Lya mampir dulu," ajak Khalisa
"Tidak usah Kia, sudah malam juga salam saja buat tante Aisyah dan Devan," ucap Refan
"Iya mas, nanti Kia sampaikan. Lya terima kasih ya kapan kapan kita ketemu lagi," sahut Khalisa
"Pasti mbak, Lya senang bisa kenal mbak Kia. Lya jadi punya teman cerita sekarang, kapan kapan Lya main ke rumah mbak Kia ya," sahut Lya
"Iya Lya silahkan, pintu rumah selalu terbuka untukmu, hehe," ucap Khalisa
Khalisa dan Lya memang baru saja mengenal saat di coffee shop tadi tapi mereka berdua sudah sangat akrab, bahkan selama di mobil mereka berdua asyik bercerita sampai mengabaikan Refan
"Kita pulang dulu ya Ki," pamit Refan
"Iya hati hati," ucap Khalisa
.
***
.
Mobil Refan sudah berjalan menjauh dan tidak terlihat lagi, Khalisa melangkahkan kakinya kedalam rumah, ternyata bunda dan abangnya sedang berkumpul di ruang keluarga.
"Assalamu'alaikum," salam Khalisa
"Wa'alaikumssalam," jawab bunda Aisyah dan Devan
"Baru pulang Ki, lembur lagi ?" tanya bunda Aisyah
"Enggak bund, tadi Kia keluar sama mas Refan ada urusan. Maaf bund, Kia gak ngabarin bunda tapi tadi Kia sudah kirim pesan ke bang Devan minta tolong sampaikan ke bunda juga," ucap Khalisa
"Astagfirallah, sorry. .sorry gua lupa yampein ke bunda," sahut Refan
"Gimana sih bang Devann ini, kalau dikasih pesan itu sampaikan, dong" gerutu Khalisa
"Sudah sudah yang penting Kia sudah dirumah," ucap bunda menengahi kedua anaknya
"Oh iya dapat salam dari mas Refan," sahut Khalisa
"Iya, wa'alaikumssalam," jawab bergantian bunda Aisyah dan Devan.
"Betewe lo udah deket saja ya sama Refan," sahut Devan
"Biasa saja," ucap Khalisa santai sambil menikmati makanan dimulutya
"Masak ? Kok kemarin ada yang di posting ya fotonya, hahaa," goda Devan
"Bang Devan !!" teriak Khalisa
"Kia, gak usah teriak teriak ini sudah malam," sahut bunda
"Maaf bund, habis bang Devan," sahut Khalisa
"Bang Dev, emang dulu abang sama mas Refan deket ?" tanya Khalisa
"Iya banget," jawab Devan "Tapi pisah karena cewek ya, hahaha," ledek Khalisa
__ADS_1
"Husst, Kia," Sahut bunda Aisyah "Bunda tahu ?" tanya Khalisa
"Tahu banget dong, hehe. Sudah sudah ayo istirahat sudah malam," jawab bunda Aisyah sambil mengangkat tubuhnya dan pergi untuk beristirahat
Tubuh Khalisa juga sudah terasa lengket dan lelah, dia ingin mandi hangat terlebih dahulu sebelum tidur.
"Eeh bocah, mau kemana ?" ucap Devan sambil menarik baju Khalisa yang sudah berdiri dari sofa
"Kamar lah," jawab Khalisa
"Sini dulu, siapa yang nyuruh lo pergi curut..," sahut Devan
"Kia lelah bang," sahut Khalisa
"Abang lo ini pengen tahu seberapa jauh hubungan lo sama Devan ?" tanya Devan penasaran "Hubungan apa ?" tanya balik Khalisa
"Iya hubungan lo sama Refan," ucap Devan
"Ini nih kebanyakan ngumpul bareng emak emak jadi tumbuh jiwa keponya," ucap Khalisa
"Biarin aja, penting gua tahu jawabannya," sahut Devan.
"Abang jawab dulu pertanyaan Kia ya," sahut Khalisa menawar ke abangnya
"Iya, apa ?" tanya Devan
"Menurut abang, mas Refan itu seperti apa orangnya ?" tanya Khalisa berbisik
"Dia baik, setia," jawab Devan "Haa, setia ? bang Devan gak salah nilai kan ?" tanya Khalisa, dia sidikit tidak percaya dengan jawaban Devan
"Enggak salah," jawab Devan
"Siapa bilang, gua tah tetang dia semuanya," sahut Devan
"Lah itu jawaban abang salah," ucap Khalisa
"Ya udah tanya aja ke orangnya langsung," sahut Devan
"Kia kan tanyanya ke abang!" sahut Khalisa "Kenapa abang bilang dia setia padahal setahunya orang orang itu dia playboy," sahut kembali Khalisa
"Ah perasaan orang orang aja," ucap Devan
"Bang Dev, Kia serius ini!! Kia sering kok lihat dia gonta ganti bawa ceweknya," sahut Khalisa
"Ki, setiap orang itu pasti punya masalah dan alasan sendiri kenapa dia melakukan suatu hal tersebut," ucap Devan
"Maksud bang Devan?" tanya Khalisa
"Kamu belum mengenal jauh dia," sahut Devan
"Karna Kia belum mengenal jauh, mangkanya Kia tanya ke bang Devan," sahut Khalisa
"Tadi gua bilang dia setia, lo gak terima sekarang mau tahu dan tanya tanya ke gua," ucap Devan kesal
"Setiap orang itu punya penilaian masing masing dimata orang lain, entah itu baik ataupun buruknya, dan penilainya antara orang a dan b itu tidak bisa disamakan. Kita mau menyamakanpun tidak bisa Ki, cara pandang setiap orang itu berbeda beda. Kenali dulu baru nilai, boleh saja dekat asalkan tau batasan Ki," ujar Devan
"Jadi menurut abang, Kia harus dekat dulu baru menilai bagaimana dia," ucap Khalisa
"Iya, dalam artian kenali dia itu berikanlah dia ruang untuk bercerita dengan sendirinya, bagaimana tentang dia, apa yang dia lakukan barulah kamu bisa menilai seseorang itu," sahut Devan
__ADS_1
"Dan kalau memang tidak mau memberikan ruang dia untuk bercerita ya jangan mencaritahu tentang dia, apalagi mengenalinya dari orang lain." timpal Devan
"Iya bang," sahut Khalisa
"Jangan menilai orang dari masalalunya juga," sahut Devan
"Carilah tahu sendiri sebanyak yang ingin kamu tahu, jangan menilai dari penilaian orang lain," sahut kembali Devan
"Jadi seberapa jauh kamu dekat dengannya ?" tanya Devan
"Kia belum dekat kok," jawab Khalisa
"Ya sudah, kalau mau dekat juga gak papa pokok tahu batasan dan jangan terlalu memberi harapan kalau nantinya kamu tidak memberi kepastian," tutur Devan
"Siap bos ku," sahut Kalisa
"Yang pasti dia sangat baik," sahut Devan
Sebenarnya Khalisa ingin tahu banyak tentang Refan, tapi terlalu sulit untuk mencari tahu lewat Devan.
Setalah membersihkan badannya Khalisa merebahkan badanya diatas ranjang king size mikiknya, dia hendak memejamkan matanya, tapi pikiranya masih terus memikirkan semua ucapan abangnya.
Memang tidak salahnya kalau menilai orang lain dengan cara kita sendiri bukan dengan cara orang lain.
"Apa gua stalk sosmednya ya," ucap Khalisa pada dirin
Gua tanya tanya aja sama Febi kali ya, diakan setiap hari ketemu- batin Khalisa
Diraihnya ponsel diatas nakas tempat tidurnya, tapi jam sudah menunukan pukul 23.49 tidak mungkin juga dia mengganggu sahabatnya itu malam malam hanya untuk menanyakan hal tidak penting.
Tanpa disadari Khalisa sudah membuka akun instagramnya, dan sudah melihat melihat ratusan postingan dari Refan.
"Kenapa fotonya keren keren," ucap Khalisa
"Dia tampan juga kalah pakai baju koko," ucap Khalisa kembali
"Apa yang sebenarnya terkadi padanya, kenapa dia sekarang seperti ini, dari foto fotonya dia terlihat seperti anak rumahan," ucap lirih kebali Khalisa
Khalisa mengingat ingat betul ucapan kakaknya, dia akan mencari tahu sendiri tetang Refan, sebelum dia menjawab semua pertanyaan yang diberikan olah Refan.
.
.
.
Hai Tema Teman :)
Bagaiamana sudah membaca novelku ?
Bagaimana apakah ada masukkan untuk novelku, kalau ada jangan lupa dituliskan dikolom komentar ya
.
.
oh iya jangan lupa tinggalkan 👍❤ dinovelku ya
sehat sehat semua, dan semangat
__ADS_1
makasih :)