
..._________________♡♡♡________________...
..._________________♡♡♡________________...
Mahendra Mahawira Hareshananda .
Mari berkenalkan dengan pria tampan satu ini. Pria dari Fakultas Ekonomi Bisnis, yang cita-citanya ingin menjadi pengusaha sukses.
Pria kelahiran 28 September 1998, sejak tahun pertama ia berkuliah namanya sudah menjadi urutan nomor ketiga kategori pria tertampan satu kampus.
Yang jelas, posisi pertama masih di pegang oleh Nathanael Abdi Putra, anak tunggal dari konglomerat yang merupakan salah satu citra di kampus ini. Siapa sih yang tidak mengenal Nathan? Priaini dari Fakultas Fotografi yang jepretannya sudah seringkali di pajang pada acara pameran dan jelas sudah banyak sekali penawaran dari perusahaan besar untuk bekerja sama dengannya. Dia belum lulus saja, namanya sudah dikenal oleh banyak orang. Boleh saja jika ingin menyewa jasa fotografi Nathan ini, tapi hanya untuk acara-acara besar saja.
Kembali pada perkenalan Mahen, pria tampan yang hobinya makan telor gulung di Sekolah Dasar yang letaknya tepat di seberang Fakultas Kedokteran. Yah, dia jauh-jauh dari Fakultas Ekonomi Bisnis ke Fakultas Kedokteran yang jaraknya bisa mencapai 24km hanya untuk jajan telor gulung. Karena menurutnya, dia tidak bisa hidup tanpa telor gulung.
Jika mahasiswa lain berkunjung ke Fakultas Kedokteran untuk mencari yang bening-bening atau sekedar cuci mata, seperti halnya dengan Lukas yang pasti akan mengajaknya mengunjungi Fakultas Kedokteran hamya untuk menemui sang pujaan hati. Tapi berbeda dengan Mahen yang lebih memilih duduk di trotoar samping penjual Telor Gulung langganannya sambil menikmati kenikmatan jajanan berminyak ini.
Mahen terkadang hanya mengamati orang yang berlalu-lalang sambil menunggu Lukas yang tadi memang memintanya untuk menunggu disini sebelum on the way ke kampus.
Sesekali ia akan berceloteh dan bertanya, "Mang, kok bisa ke gulung gitu sih?".
Nyatanya diumur Mahen yang sudah 23 tahun ini dirinya masih kepo dengan bagaimana cara menggulung telur itu walaupun dirinya sudah sering belajar otodidak dari Youtube tapi sampai sekarang belum juga berhasil, telurnya masih saja tidak mau tergulung pada tusukan sate itu.
"Mas Mahen, telornya kurang di kasih aer kali" kata Mang Ahmad si penjual Telor Gulung.
"Di kasih kok mang cuma gak saya mixer soalnya gak punya" Jawab Mahen sembari memakan satu tusuk Telor Gulung.
"Ohh pantesan, ngocoknya yang kenceng mas biar teksturnya sama kaya di mixer"
"Capek dong Mang,"
"Ya gitu lah mas, kalau ada kemauan harus ada usaha juga. Jangan mentang-mentang gak punya mixer malah jadi gak mau usaha,-"
"-Mas Mahen mau buka usaha telor gulung?" Tanya Mang Ahmad tiba-tiba. Siapa tau kan pemuda ini mendadak mau buka usaha yang sama sepertinya, karena jelas secara strategi marketing pemuda ini sudah memiliki bakat dan modal. Selain Mahen ini akan lulus sebagai sarjana Bisnis ia juga memiliki wajah tampan yang tentu saja bisa menarik banyak pembeli. Hm sejak kapan ilmu perdagangan membutuhkan beauty previlage seperti ini?.
"Enggak" jawabnya singkat. Lalu kemudian dia menyengir, "buat iseng-iseng aja Mang soalnya saya suka gabut kalau di kontrakan".
Terlihat jelas muka asem Mang Ahmad setelah melihat Mahen menyengir seperti itu. Seakan tergambar jelas di raut muka Mang Ahmad mengatakan 'ohalah'. "Kirain mau buka usaha telor gulung juga mase"
Mahen hanya terkekeh, "emang kenapa Mang?"
"Ya nanti jadi saingan saya dong" jawab mang Ahmad.
"Hahaha,, saya mah gak bisa gulung gulung telor begitu Mang, jadi saya cukup makanin aja"
Seolah tau apa yang qda di fikiran mang Ahmad, tapi ini benar Mahen sama sekali tidak kepikiran untuk membuka usaha telor gulung apalagi menjadi saingan mang Ahmad yang memang sudah bertahun-tahun jualan dan sudah menjadi pekerjaan tetapnya. Mahen hany ingin menjadi konsumen mang Ahmad saja, hitung-hitung membantu nya untuk larisan.
"Brow!!" Sapa Lukas di seberang terlihat berjalan menghampiri Mahen.
Tapi yang dilakukan Mahen hanya menaik turunkan kedua alisnya sebagai respon, mulutnya masih asik mengunyah telor gulung yang sudah entah berapa tusuk ia habiskan.
"Gilaa, habis berapa tusuk lo?" tanya lukas dengan nada yang seakan waw.
"Baru 20"
Kalian perlu memberikan tepuk tangan untuk pemuda satu ini karena baru menghabiskan 20 tusuk pada jam 10 pagi. Karena jika di ingat-ingat Mahen sudah menghabiskan sekitar 30 tusuk pada jam itu.
"Awas bisulan sama bintitan lo kebanyakan makan telor!!!" Sembur Lukas sembari memesan kue cubit warna warni yang berada di sebelah pedagang cilok.
Sepertinya sudah menjadi hobi Mahen, tiada hari tanpa Telor Gulung. Tanpa dia sadari makanan berminyak itu kini sudah menjadi favoritnya. Dia bahkan pernah beberapa kali membolos kelas hanya karena takut telor gulungnya sold out. Dia juga harus memesannya sebelum anak-anak SD istirahat. Tapi tenang sekarang dia sudah memiliki nomor WhatsApp nya Mang Ahmad, jadi jam berapapun ia mengunjungi tempat ini pasti sudah di sisihkan oleh Mang Ahmad walaupun hanya 15 tusuk. Yang terpenting jangan mengunjungi tempat ini di waktu malam, karena mang Ahmad tentu sudah larisan dan sedang berkumpul dengan anak dan istrinya.
Yang membuat semua orang terkesan dari seorang Mahen adalah walaupun pria ini sangat banter memakan jajanan berminyak ini tapi wajahnya tetap mulus tak bergragal. Banyak yang bilang kalo Mahen ini rajin skincare an. Lah? Boro boro skincare an dia mandi saja satu minggu 4x, itupun kalau dirinya memang ada kelas di kampus, kalo tidak ya sudah buat apa mandi, kalo kata Gantari kudu hemat air, tagihan makin hari makin naik.
Sampai-sampai suatu hari dia pernah dijadikan objek percobaan dadakan oleh beberapa sales kecantikan sebagai media bukti dan testimoni dari produk kecantikan yang mereka dagangkan.
"Bisa kalian lihat hasilnya, mas ini wajahnya sangat mulus sekali tanpa dosa ya. Inilah kelebihan dari produk kami menghilangkan dosa-dosa di wajah sekaligus membersihkannya. Tampil PD dan bye bye insecure"
Dan tugas pria ini hanya duduk ganteng seraya mengangguk anggukan kepala mengiyakan apa saja yang sales itu katakan.
Lalu sesudahnya Mahen siap untuk menerima uang sebagai upah atas pekerjaan dadakannya itu.
Katanya lumayan bisa buat nyicil beli mixer dan bayar uang bulanan.
"Gimana? Udah dapet nomor WAnya Keshwari?" Tanya Mahen saat lukas sudah kembali dengan kue cubitnya lalu duduk di sampingnya.
"Belum anjir, dia malah nanyain nomor WA lo"
"Lah dia tau gue?"
"Ya iya lah ngab, mana ada orang yang kagak tau lu. Mahendra Mahawira Hareshananda anak dari Fakultas Ekonomi Bisnis yang sukanya nongkrong di trotoar sambil makan telor gulung. Terkenal sampe ke bapak-bapak penjaga toilet umum di Madjid samping Fakultas Kesenian karena ngutang mulu padahal bayar toilet cuma 2 ribu." Jelas Lukas, tak lupa dengan ekspresi wajahnya yang berlebihan.
Gila sih, toilet Masjid kampus aja ada penjaganya.
"Padahal kan gantengan gue yak,? posisi kedua kategori pria tertampan di kampus. Lah elu satu tingkat di bawah gue, bisa-bisanya dia malah nanyain nomor wa elu"
"Lu kurang waras kali" sela Mahen.
Lukas mengangguk mengerti, namun setelahnya "Iya kali yah, tapi gue kan humoris. Katanya banyak cewek yang suka cowok humoris"
"Gue udah paket lengkap banget ini mah, ganteng? sudah pasti, humoris? ya lo bisa liat sendiri, terus kurangnya gue apaan ngabb???" Kelakar Lukas yang masih belum bisa menerima kenyataan pahit ini.
__ADS_1
Terlihat Mahen memikirkan sesuatu, "kurang kaya. Cowok humoris bakalan kalah sama cowok kaya, Hahaha". Lalu Mahen tertawa setelahnya.
"Anjir!!! Langsung kena mental gue." Lukas langsung memasang muka asem sambil memakan kue cubitnya.
Sekedar mengingatkan, Lukas tidaklah semiskin itu. Hanya saja ia sudah terlalu lama menjadi beban keluarganya.
__________________//&//__________________
__________________//&//__________________
Jangan menganggap bahwa semua pria tampan itu memiliki kepribadian yang bagus. Justru pria-pria jenis ini sudah hampir sangat sulit untuk di temukan. Kemungkinan sudah punah, yang tersisa hanya spesies seperti Mahen dan kawan seperbinatangannya.
Mahen memang tampan, dan Gantari sangat mengakui itu tapi dibalik ketampanannya itu kepribadiannya sungguh berisik. Pernah sekali waktu pertama kali dia datang untuk mengontrak penampilannya sungguh rapi dan menarik seperti halnya Mas pacar yang sudah siap untuk mengajak jalan pacarnya.
Tapi ternyata hal itu tidak bertahan lama, baru saja satu minggu mengontrak di rumah Nenek, Mahen mulai terlihat kepribadian aslinya.
Berisik, lupa mematikan kran air, penyebab listrik anjlok, tidak mencuci piring yang sudah ia pakai sendiri, lupa tidak mengisi bak air, lupa tidak mengangkat jemuran ketika hujan, wibu 24/7 kalau sudah di ruangannya sering sekali koloran tanpa memperdulikan aurat atasnya. Katamya biar mirip sama karakter anime kesukaannya, Luffy. Kan stress ya? Masalahnya Gantari masih suka kaget dengan jiwa kewibuan seorang Mahendra. Maras saja jika suatu saat ia sedang bersama Mahendra jiwa ingin menjadi animenya itu keluar, kan tidak lucu jika tiba-tiba dia mengeluarkan jurus seribu bayangan, atau berubah menjadi Titan.
Neneknya Gantari saja sampai darah tinggi jika sudah dihadapkan dengan pria bernama Mahendra ini. Seperti sudah tidak ada harapan lagi untuk hidup, mangkanya Nenek jarang sekali mampir Gantari sekalinya mampir hanya untuk menagih uang sewa kontrakan Mahen.
Sudah pukul 2 pagi, tapi ruangan Mahen masih saja berisik. Ditambah lagi kalau dia sudah membawa satu temannya. Lukas. Sudah dipastikan bahwa malam Gantari akan menjadi malam yang panjang.
Kalian bayangkan saja satu orang gila saja sudah membuat Gantari ingin mengubur diri dalam-dalam, ini Mahen malah membawa satu temannya yang sama gilanya. Sungguh rasanya ia seperti tinggal di hutan, Rumah gadis ini memang sepi, tapi keberadaan Mahen membuatnya ramai. Satu orang tapi mulutnya satu RT.
Suara jeritan Mahen masih saja terdengar, entah apa yang dilakukan oleh dua pemuda itu sampai-sampai Mahen menjerit sekencang itu. Ini sangat mirip dengan suara kucing yang tengah kawin.
Padahal di Januari yang lalu Gantari sudah berdoa meminta dengan sungguh-sungguh agar spesies seperti Mahendra itu lebih baik di punahkan saja dari dunia ini, tapi ternyata Tuhan malah mengawetkan Mahendra untuk tetap hidup berdampingan dengannya.
Sudah tidak tahan lagi dengan keberisikan 2 makhluk tuhan yang paling seksi itu, Gantari beranjak dari ranjangnya kemudian menuju ruangan Mahen yang memang berada persis di sebelah rumahnya.
"Kalian bisa diem gak sih!!!" Teriak Gantari saat memasuki ruangan pria yang bernama Mahendra Mahawira Hareshananda.
"Kalian ngapain?" Gantari tercekat mengerjapkan mata beberapa kali melihat Mahen dan Lukas yang tengah tumpuk tundun?, entah sedang apa mereka lakukan dengan posisi seperti itu, t-tapi itu terlihat sangat ambigu.
Keduanya terdiam beberapa detik saat mengetahui keberadaan Gantari yang berada di depan pintu kamar Mahen. Keduanya saling menatap seakan mendalami perannya masing-masing sampai pada akhirnya mereka berdua tersadar dengan posisi mereka saat ini. Mahen terlihat terkejut lalu mendorong Lukas menjauh dari tubuhnya, ia kemudian dengan gerakan cepat menarik selimut untuk menutupi dada bidangnya. Padahal ia sudah biasa memperlihatkan bagian tubuh atasnya, tapi mengapa ketika Gantari menatapnya dengan mengerjap seperti itu membuat jantung Mahendra berdebar.
"Anjirrr!!!" Pekik Lukas terjatuh sampai pinggiran bawah ranjang, ia meringis memegang bokongnya sendiri karena terhantam lantai.
Mahendra terlihat mengambil posisi duduknya masih dengan merapatkan selimut putih kotak-kotak khas rumah sakitnya.
"Emang stok cewek udah habis? Jadi mainnya pada pedang pedangan". Ujar Gantari sambil bersandar di tembok dekat pintu kamar Mahen dengan tatapan merinding memandang Mahen dan Lukas secara bergantian.
Pikirannya tiba-tiba neting. Ia sudah tidak tau harus berkata apa. Haruskah ia memanggil pak Rojali selaku ketua RT komplek untuk mengintrogasi kedua manusia ini?. Kali saja mereka pada belok kan Gantari tidak tau.
"Gantari, Ini bukan seperti apa yang kamu bayangin, duh image gue nih" tukas Lukas panik seraya bangkit dari bawah pinggiran ranjang Mahen masih mengusap bokongnya yang linu. "Gue masih doyan perempuan, Gantari!" Teriak batin Lukas.
"Pantesan lu tadi beli minyak urut di warung nya pak Haji Somad ternyata buat ini?" Gantari bermonolog mengingat kembali bahwa tadi sore Mahen menenteng keresek bening yang berisikan minyak urut cap kapak.
Gila aja ngurutin 'itu' pakai cap kapak, beuuhhh bukan anget lagi tapi panas tembus sampai ke tulang. Batin Mahen.
"Gue di suruh ngerokin Mahen, baru aja gue rampungan yang disebelah mau pindah posisi lu malah dateng. Kan jadi suudzon" tambah Lukas mencoba membantu menjelaskan kegiatan yang dia lakukan.
"Lagian yang dikerokin Mahen, kenapa lu ikut ikutan kagak pake baju?" semprot Gadis ini.
"Panas anjirrr!!! Kamarnya Mahen kagak ada AC" protes Lukas dengan raut muka tidak santai.
"Boro boro AC, kipas angin aja kagak ada"
"Lah, bukannya lu ada kipas angin?"
"Udah gue jual" kata Mahen
"Lah? Kenapa lo jual njir"
"Iyalah setiap mau nyalain pasti anjlok mulu"
"Itu kan punya nenek gue MAHENDRA!!! Goblok banget sihh!"
"Lah? Emang iya?" Responnya linglung, mencoba mengingat kembali bahwa memang benar ia tidak pernah membeli atau membawa kipas angin kedalam rumah ini. Benda itu sudah berada disini sebelum Mahen mengontrak.
Mampus, otw diusir sama omma ini weh.
Gantari sontak menimpuk muka Mahen dengan celana kolor yang tergeletak di meja. Masa bodo dengan muka Mahen yang sudah terlihat menyolot.
Gadis itu langsung berlalu dari kamar Mahen dengan wajah kesalnya. Baru saja beberapa langkah menjauh dari pintu suara jeritan Mahen kembali terdengar.
Lukas meneruskan acara mengerok punggung Mahen. Baru saja sekali kerok Mahen sudah menjerit kesakitan.
"Kagak usah kerokan kalo lu nya jejeritan begitu!!! Berisik!!! Ganggu orang tidur" Gantari berlalu menutup kembali pintu kamar.
.
.
...._________________♡♡♡________________...
Mahendra Mahawira Haresnanda.
.
"Gue tuh waras, cuma Gantari doang yang nganggep gue gila."
__ADS_1
.
Gantari Danish Parsa.
.
"Eh. Tau gak sih, nama lo tuh kek panggilan orang yang jualan obat kuat sama persenjataan online gak sih?"
"Hah?"
"Obatnya berapaan Gan?-"
"Kampret!!!"
.
Nama Lukas Sahaja.
.
"Ya gue gak terimalah, derajat gue kan satu tingkat diatas Mahendra!!!"
.
Tetep Bestie Forever!!!.
.
"Selca dulu Brow,"
"Gue ngeblur anj"
"Gak papa orang ganteng mah ngeblur tetep aja ganteng"
"Iyain ajadeh"
.
.
Nathanael Abdi Putra.
.
.
.
"Kak Nathan suka kopi yah?"
"Iya suka, memang kenapa?"
"Sama kak, saya juga suka sama kak Nathan"
"Hadeuuhhh"
.
.
.
.
Keshwari Dira Nirwasita.
.
.
.
"Dek, minta nomor WA nya dong"
"Buat apa mas?"
"Buat simpenan aja, siapa tau nanti saya sakit. Kamu adalah orang pertama yang bakal saya hubungi"
"Bagi nomor WA mas Mahen dulu mas, nanti saya kasih nomor WA temen saya yang sudah jadi dokter"
"Opo aku kurang ganteng dek?"
...__________________♡♡♡________________...
__ADS_1