JENDRAL AKIELA

JENDRAL AKIELA
Episode 1


__ADS_3

Pagi indah dan cerah menjadi awal baik bagi seorang gadis bernama Akiela Airiendra 18 tahun, dia baru saja pindah rumah kemarin dari kota X ke kota H karna urusan pekerjaan orang tuanya. Ayah Akiela sedang ada proyek cabang baru di kota H dan ibunya juga mencoba membuka cabang baru butiknya di kota tersebut yang pasti Akiela juga harus pindah pindah sekolah mengikuti orang tuanya. Siapa sangka di kota ini dia malah menemukan sahabat dan seorang yang akan menjadi pendamping hidupnya.


"Ma!, adek mau jalan jalan keluar!" pamit Akiela, "Ya, Hati hati nyasar dek! Kita baru pindah kesini." jawab mama Akiela dengan panggilan sayangnya. Akiela pergi jalan jalan dengan pakaian santai mengenakan sendal jepit, jogger pant dan kaos oblong serta memakai topi, rambut hitam sebahu dibiarakan terurai. "Ah, segarnya udara dikota ini." menarik nafas sebanyak yang dia mampu, merasakan sejuknya udara pagi itu "Sejuk, aku suka." kata Akiela sambil berjalan santai menyusuri jalan komplek rumah barunya.


Dari arah belakang seorang cowok sedang mengendarai sepedah dengan kencang tak sengaja menyenggol lengan Akiela dan BUUKK!! Akiela terjatuh "Ah!, kampret! woi!!! berhenti!!" pengendara sepedah itu tak menghiraukan teriakan Akiela "Sial, hissh periiih!! Hah, aku sumpahin kau kejatuhan pup burung!!" kata Akiela jengkel sambil memegang telapak tangannya yang mengalami luka, "hufft, untung hanya luka lecet. Pakai plester doang selesai, lagian siapa sih tuh anak, nabrak anak orang bukannya minta maaf." gerutu Akiela diperjalanan pulang.

__ADS_1


Setelah insiden itu esok harinya tepatnya hari senin Akiela akan memulai kegiatannya menjadi seorang pelajar dan murid baru. Akiela siswi baru di SMA HARAPAN 1. Seperti biasa, setiap pagi dia tak pernah melewatkan sarapan bersama orang tuanya "Selamat pagi wahai ibu negara dan bapak negara!" sapanya pada orang tuanya, "Selamat pagi." jawab orang tuanya serempak "Dek, hari ini kamu berangkat bareng ayah ya. Lalu besok berangkat dan pulangnya naik bus sekolah, karna tempat kerja ayah tak searah dengan sekolahmu." kata ayahnya memulai obrolan " Siap boss!" jawab Akiela lantang dan tangannya hormat, orang tuanya hanya tersenyum dengan sikap putri semata wayangnya " Sudah sudah habiskan sarapannya." kata mama Akiela. Mereka menghabiskan sarapannya dan memulai ke aktivitas masing masing. Sang ayah yang mengantar Akiela ke sekolah barunya dan sang ibu pergi ke cabang baru butiknya.


Akiela sampai di sekolah tepat waktu sebelum jam pelajaran dimulai, kegiata belajar mengajar di mulai pada jam 7. Akiela memasuki kelas tepatnya kelas IPS 11a di dalam sana belum banyak siswa dan siswi yang datang hanya beberapa saja padahal ini sudah hampir jam 7. "Selamat Pagi." sapa Akiela, mereka hanya menoleh tanpa merespon hanya ada 4 siswi yang merespon, menjawab sapaannya "Ya, Pagi." kata mereka. 'Aku rasa hari pertamaku masuk sekolah tidak berkesan terlalu buruk.' dalam hati Akiela.


Akiela mencari meja yang kosong untuk tempat duduknya, setelah duduk 4 siswi yang membalas sapaannya tadi datang menghampirinya "Anak baru ya?" tanya salah satu dari mereka "Ya, aku murid pindahan dari kota X." jawab Akiela "Hem, kenalin aku Vivian ." seraya mengulurkan tangan "Akiela." tanpa ragu langsung mejabat tangan Vivian "Aku Marsya." "Revin." bergantian berjabat tangan "Eh, jangan duduk sini, duduk sama aku aja di ono noh!" kata Revin, Akiela pun mengikuti arah yang tunjuk oleh Revin "Cus gih kalo gitu." Akiela langsung berdiri dan menggandeng tangan Revin berjalan menuju bangku yang di tunjuk tadi.

__ADS_1


Ya cowok yang tak sengaja menabrak Akiela adalah Rayyan, ketiga temannya pun hanya saling pandang dan membalasnya dengan tawa yang meledak "Terus lu tolongin kagak? tuh cewek cantik gak? badannya bagus gak ideal gak?? sekolah mana? kelas berapa? lu ada tau namanya alamat rumahnya gitu? atau nomor hpnya?? Hah hah!!!!" rentetan tanya Egar " Heh!!, lu tanya macam ledakan bom atom!" kata Johan dengan suara tinggi "Satu persatu kalo tanya sob." kata Niko, di antara 4 kawan hanya Nikolah yang pendiam dan sabar menghadapi tingkah ketiga temannya. "Ck. Gue kagak tau Gar, gak gue tolongin itu cewek. Gue buru buru, lo tau kan gue telat pas latihan badminton kemarin!" jawab Rayyan malas.


Tak lama terdengar bunyi bel sekolah, tanda jam pelajaran akan dimulai, dikelas Akiela bu Widya selaku guru Geografi memasuki kelas Akiela "Selamat pagi murid murid!" sapa guru "Pagi bu!!" jawab mereka serempak "Wah, ternyata kita kedatangan murid baru. Ayo perkenalkan diri dulu!" Akiela berdiri dan berjalan kedepan kelas, "Perkenalkan, namaku Akiela Airiendra pindahan dari sekolah SMA PERMATA di kota X. Salam kenal kawan kawan." kata Akiela didepan kelas, beberapa dari teman temannya menanggapi dengan mengangukan kepala dan yang lain hanya diam. "Baiklah, silakan duduk kembali Akiela!" perintah bu Widya.


Pelajaran pun dimulai seperti biasa, Akiela termasuk anak yang rajin dan berprestasi dalam bidang mata pelajaran terutama pada olahraga dan seni, hanya satu mata pelajaran yang selalu sukses membuat Akiela menjadi uring uringan Matematika. Akiela selalu mendapat nilai rata rata pada pelajaran itu. Beruntung karna di hari ini tidak ada pelajaran matematika, jadi dia masih dalam keadaan waras saat pertama masuk sekolah barunya.

__ADS_1


Di kelas sebelah IPS 11b, keberuntungan tak berpihak pada kelas Rayyan. Pelajaran pertama adalah Matematika, pelajaran itu bagai bencana bagi beberapa siswa siswi "Astaga naga yang lagi geganah karna kena panah asmara, kenapa harus matematika dulu." kata Egar dengan tertunduk lesu "Udah lu ikut aja. Suruh tulis kita tulis, lebih baik dapat nilai dari pada gak sama sekali." kata Johan menyemangati, sedangkan Rayyan dan Niko mereka berdua hanya diam. "Egar, Johan kalian kenapa?" tanya pak Ahmad "Musuh bebuyutan pak. Gak bisa, gagal paham juga." jelas Egar pada pak Ahmad


__ADS_2