JENDRAL AKIELA

JENDRAL AKIELA
Episode 12


__ADS_3

Egar dan Revin kaget dengan sikap temannya "Ya!" kata Egar memeluk pinggang Revin, mereka menunjukkan cincin mereka "Kenapa aku tak pernah melihat cincin itu? Baru kau ambil dari oenggadaian?" tanya Vivian sambil menunjuk ke arah jari Revin "Mulut tuh mulut! Karna kupakai sebagai kalung." kata Revin "Kapan?" kata Johan "Seminggu setelah kami pacaran. Mamaku bilang ingin ketemu dengannya tapi setelah ketemu kami langsung bertunangan dan ternyata kami memang sudah dijodohkan." jelas Egar, diluar Marsya mendengar Revin dan Egar bertunangan dia segara membuka pintu dengan sangat kasar jebruak!!! Tanpa peduli jika dia berada di rumah sakit.


"Apa!!! Kalian sudah bertunangan!!!" teriaknya lalu melihat ke arah Johan "Kau kapan akan melamarku?!" lanjut Marsya kesal pada Johan "Kita saja baru bertemu hari ini." kata Johan, Marsya hanya cengengesan lalu mendekati Akiela "Bagaimana keadaanmu? Maaf aku tak bisa meninggalkan tugasku begitu saja." kata Marsya menyesal dn menggenggam tangan Akiela "Mendapat kabar tentangmu, aku segera kesini setelah tugasku selesai." lanjut Marsya "Ya, aku tau." kata Akiela.


Hampir dua minggu lamanya Akiela di rawat, kini luka luka sudah menutup dan sudah di perbolehkan pulang tapi diminta untuk tetap istirahat dari tugasnya yang berat. Dirumah ayah dan mamanya sudah menunggu kepulangan putrinya "Selamat datang di rumah Jendral Besar!!" sambut mama dan ayahnya, Akiela di antar oleh Rayyan. Selama tiga hari Akiela berada dirumah dan selama itu pula kegiatannya karna selama dia menjadi Jendral Besar banyak yang dia lakukan kini dia hanya bergonta ganti tempat duduk "Ya Allah! Bantu masak di dapur saja gak boleh. Bukan sekarat juga, macam di karantina!" gerutunya.


Tingtong suara bel rumah Akiela "Selamat sore Nyonya Mela." sapa mama Rayyan namun mama Akiela hanya diam termenung, "Ah iya, perkenalkan saya Sela mamanya Rayyan dan dia Raka papanya Rayyan." katanya memeperkenalkan diri "Astaga!! Maafkan saya! Mari mari silakan masuk!" ajak mama Akiela, mempersilakan mereka masuk rumahnya.


Ayah Akiela mendengar jika ada tamu segera dia berjalan ke arah ruang tamu "Tuan Raka Evandya!" sapanya "Tuan Ryan Narendra, apa kabar?" sapanya balik "Sangat baik, dan..." ayah Akiela menggantunga kalimatnya "...Rayyan??" dia bingung saat melihat Rayyan bersama dengan mereka "Putraku." jawab Raka.

__ADS_1


"Tunggu dulu!" kata Rayyan menyela "Papa mengenal ayah Akiela?!" tanyanya yang penasaran sekaligus bingung "Tentu saja! Kami teman masa kecil. Hanya berpisah karna keluaga papa pindah keluar kota sampai kami tak tau bagaimana kabar masing masing." jelas papanya, Rayyan menganga tak percaya 'Tau gitu dari dulu saja aku kenalkan Akiela!' batin Rayyan yang kesal.


Mama Akiela dari dapur membawa minum dan makanan ringan "Silakan!", "Mohon maaf, ada keperluan apa ya hingga anda sekeluarga datang kemari??" tanya mama Akiela yang sangat penasaran karna baru tadi pagi Rayyan dari rumahnya menjenguk Akiela dan sekarang datang lagi sekaligus bersama orang tuanya.


"Ah, iya! Hingga lupa!" ucap Raka, "Maksud kedatangan kami kemari ingin melamar putrimu, Akiela Airiendra." lanjutnya. Orang tua Akiela tentu saja kaget, Akiela tak oernah memberitahukan tentang hubungannya dengan Rayyan yang selama ini dia tau hanya mereka teman dekat saja "Benarkah?!" tanya Ryan yang tak percaya. "Ah! Sebentar saya panggilkan Akiela!" seru Mela, dia binging dengan acara yang sangat mendadak.


Mela menaiki tangga dengan sedikit tergesa, dia langsung membuka pintu tanpa mengetuknya "Dek, segeralah bersiap turun dan pakai baju yang rapi lalu berdandanlah yang cantik." kata mamanya dari ambang pintu, Akiela tentu saja kaget karna pintunya tiba tiba terbuka 'Gak ada yang berubah, pintu langsung di buka! Kalau di dalam sedang ganti baju gimana? Kan sensor jadinya!' gerutunya dalam hati "Ada apa ma? Kenapa harus dandan?." tanya Akiela sedikit sebal "Karena istimewa. Sudah sana bersiaplah!" kata mamanya lalu segera menutup pintu kamarnya 'Ada apa?, ah sudahlah turuti saja.' batin Akiela.


"Bagaiman jika tanggal 14 bulan depan mereka menikah?" kata mama Akiela, Akiela sangat terkejut hanya bisa melongo melihat mamanya "Saya siap tante." kata Rayyan " Masih panggil tante? Panggil mama dong sama seperti Akiela." kata mama Akiela, Rayyan hanya mengganguk.

__ADS_1


Kini Akiela kebingungan dia melihat Rayyan lalu ke mamanya dan ayahnya 'Tanggal 14? Menikah? Rayyan siap? Dengan siapa?' batinnya "Bagaimana nak, kamu setuju?" tanya mama Rayyan pada Akiela "Saya?" jawab Akiela bingung "Kamu akan menikah dengan Rayyan bulang depan tanggal 14 itu!" kata mamanya, Akiela membelalakkan matanya tak percaya lalu menatap Rayyan dan di balas senyiman olehnya "Saya ikut apa kata kalian saja. Jika itu baik menurut kalian untuk kami berdua, saya siap kapan pun." jawab Akiela mantap, setelah mendapat keyakinan dari mata Rayyan.


"Memang aura seorang Jendral Besar itu istimewa! Benar benar beda." kata papa Rayyan "Jelas dong! siapa dulu yang pilih, Rayyan Asyauqy Abhivandya!" katanya membanggakan diri, mereka pun tertawa dan berbincang para mama membicarakan tentang tema pernikahan dan para ayah mereka bernostalgia ke masa lalu.


Sedangkan Rayyan dan Akiela mereka memilih duduk di teras depan rumah. "Ray!" panggilnya "Ya, Kie." jawabnya "Secepat itu? Aku belum menceritakan perihal kau melamarku saat di rumah sakit pada orang tuaku, sekarang kamu datang dengan papa mamamu! Apa kau yakin?" kata Akiela "Ya!" jawaban singkat padat dan jelas dari Rayyan, Akiela menghembuskan nafas beratnya "Kau keberatan?" tanya Rayyan "Tidak! Hanya saja terlalu mendadak." jawabnya.


Seminggu sebelum acara dilaksanakan mereka sangat sibuk dengan persiapan yang dilakukan untuk pernikahan mereka mulai dari udangan para tamu yang ribuan, pemilihan gaun, pemotretan pre wedding, memilih kue, cincin dan yang lain lain.


Hari besar tepat tanggal 14 sepeti yang di rencanakan, diruang rias Akiela sangat gugup "Ya Allah waktu tes masuk militer saja tak segugup ini! Menakutkan!" gumamnya, tangan Akiela sampai berkeringat karna sangat gugul dengan acara pernikahannya rasa bahagia dan haru bercampur jadi satu.

__ADS_1


Akad nikah berjalan dengan lancar dan pesta pernikahan yang sudah orang tua keduanya siapkan juga sangat mewah. Rayyan dan Akiela kini sedang di singgasananya menyalami para tamu undangan bahkan ada yang meminta foto bersama.


"Sya, jangan duduk situ!" kata Johan "Lha terus duduk di mana?" tanya Marsya bingung, dia tak jadi duduk di kursi yang dia pilih padahal berdampingan dengan Johan "Duduk sama aku aja dipelaminan." gombal Johan "Bercanda saja kamu ini." kata Marsya sambil senyum senyum lalu duduk samping Johan "Sya, aku serius! Duduk sama aku dipelaminan." kata Johan menggenggam tangan Marsya "Iya." singkat Marsya "Aku serius Sya, jangan bercanda!" kata johan "Iya, aku juga serius!" kata Marsya meyakinkan.


__ADS_2