JENDRAL AKIELA

JENDRAL AKIELA
Episode 16


__ADS_3

Segera Vivian menghadap kaca dan mengamati pantulan dirinya di cermin "Uwohoo!!! Wajahku!!" sedikit berteriak kaget, karna gaun yang dia pakai saat ini terdapat banyak manik manik yang berkilau terkena cahaya lampu "Redup ****!! Kalah kinclong kuy!" umpat Vivian pelan tapi terdengar jelas oleh Akiela "Cuci mukamu sama sunlight baru! Biar mukamu bersih berkilau!!" kata Akiela yang memijit pelipisnya karna pusing melihat gaun yang dipakai Vivian yang terlalu blink blink "Cepat ganti!!" perintah Akiela dengan segera Vivian ganti gaun lagi dan ini gaun yang terakhir "Kie kalau yang ini bagaiman?" tanya Vivian yang keluar dari ruang ganti "Sampoerna!!!" kata Akiela bertepuk tangan "Rokok Kie!!" caci Vivian tapi tak di pedulikan oleh Akiela.


Gaun berwarna putih tulang dengan beberapa aksen sederhana tetapi membawa kesan mewah dan elegan "Kita ambil yang ini!" kata Vivian, Akiela setuju. Selesai dengan gaun kini mereka menuju toko perhiasan untuk memesan cincin, di dalam mobil "Vi, kenapa cari cincinnya gak sama Niko saja?" tanya Akiela "Dia sedang banyak masalah." jawab Vivian santai "Hah!!!" kata Akiela "Iya dia lagi banyak masalah. Diakan pengacara debat profesional sudah pastilah dia banyak masalah!" jelas Vivian kini Akiela bisa bernafas lega "Ku kira masalah apa?! Taunya masalah pekerjaan." balas Akiela, Vivian membalasnya dengan tersenyum.


Kurang lebih satu jam mereka memempuh perjalanan karna toko perhiasan yang mereka datangi berada di mall central kota H "Vi, nanti aku mau sekalian belanja gak apa kan?" tanya Akiela "Tentu, aku temani." kata Vivian. Mereka masuk mall dan berjalan menuju toko perhiasan yang terbaik menurutnya, di dalam toko Akiela dan Vivian melihat lihat isi laci kaca yang berjejer macam macam perhiasan "Mbak Mina dan mbak Ike tunggu sama Dilla Dika di sana ya! Biar gak capek mengikuti kita, kalian istirahat dulu." kata Akiela menunjuk tempat duduk kosong yang disediakan oleh pihak toko "Baik nyonya." kata mereka.


Akiela dan Vivian melanjutkan kegiatan mereka memilih cincin pernikahan Vivian "Kie, bagaimana dengan ini?" tanya Vivian "Terlalu rumit, gak cocok dengan aura kalian berdua!" kata Akiela "Percayalah! Emang situ saodaranya Roy Koyoshi." cicir Vivian walau begitu dia tetap menuruti kata kata Akiela karna yang Akiela pilih selalu tepat "Coba yang ini." lanjut Akiela menunjuk sepasang cincin pilihannya, Vivian melihat arah tunjuk Akiela dengan mata berbinar "Oke kita ambil yang ini!" kata Vivian setuju dengan pilihan Akiela.


Vivian segera mengurus pembayarannya dan Akiela menghampiri putra putranya menunggu Vivian selesai "Aku tunggu disana." kata Akiela menunjuk Dilla Dika, Vivian mengangguk. Selesai dengan urusan cincinnya Vivian menghampiri Akiela yang duduk bersama putra putranya dan babysitternya "Ayo kita belanja, seperti katamu." ajak Vivian.

__ADS_1


Akiela segera bangkit dari duduknya dan menggendong salah satu putranya "Ayo mbak, kita jalan lagi!" ajaknya pada babysitter putranya. Mereka berjalan melewati beberapa toko dan salah satunya adalah toko yang menyediakan underwere "Wah..." gumam Vivian berhenti, Akiela terus berjalan dia tidak tahu jika Vivian sedang berhenti mengamati pakaian aneh dalam toko tersebut "Vi, kau mau belanja apa saja!" tanya Akiela dia menunggu jawaban dari Vivian tapi tak ada sahutan dari empunya "Vi!!" panggilnya lagi.


Merasa tidak ada respon dari pemilik nama Akiela pun menoleh dan berbalik "Ternyata dari tadi aku mengoceh sendiri." kata Akiela lalu menghampiri Vivian yang berdiri di depan toko pakaian dalam "Lihat apa?" tanya Akiela dan melihat arah pandang Vivian "Kau melihat itu?!!" tanya Akiela tak percaya dan menunjuk asal pakaian yang ada didalam.


Dinding kaca menjadi pembatas toko tersebut jadi walau tanpa masuk ke dalam toko mereka bisa melihat isi toko tersebut "Yang itu!" kata Vivian menunjuk salah satu bra yang membuatnya terkagum "Itu?!" tanya Akiela menaikkan satu alisnya tak yakin, Vivian pun hanya mengangguk lalu masuk kedalam toko "Mata putraku ternodai dengan pakaian kurang bahan ini." kata Akiela mengikuti Vivian yang masuk kedalam toko dan di ikuti oleh babysitternya, karna memang yang di tunjuk Vivian hanya yang bertali saja dengan kain transparan.


"Kie!" panggil Vivian lalu menempelkan pilihannya pada badannya "Seleramu buruk!" kata Akiela "Kebanyakan tali Vi. Kamu pakai aja tali rafia juga sama aja." sambung Akiela memberi penilaian pada pilihan Vivian "Hem, enak mungkin ya pakai tali? Gak akan melar karetnya." kata Vivian lalu mengembalikan set pakain dalam yang dia ambil "Kau jahit saja pakai karet ban!" balas Akiela.


Keluar dari toko mereka kembali berjalan menuju tujuan utama setelah toko perhiasan, saat mereka sedang asik bercanda dengan Dilla dan Dika dengan cepat Akiela menoleh ke belakang lalu mengerutkan keningnya dan menajamkan pandangannya ke segala arah 'Seperti ada yang mengawasi!' batin Akiela "Ada apa?" tanya Vivian dia juga ikut melihat apa yang di lihat Akiela "Gak ada." jawab Akiela singkat, mereka melanjutkan berjalan.

__ADS_1


Tak jauh dari tempat Akiela, seseorang sedang sembunyi "Saya sudah menemukannya nona." kata orang itu lewat panggilan telepon "Bagus, lanjutkan pekerjaanmu!" kata orang yang berada disebrang telepon "Baik nona!" kata orang itu lalu memutuskan panggilan teleponnya. Ditempat lain seseorang sedang menyeringai jahat mendapat kabar bahwa orang suruhannya berhasil menemukan targetnya "Kau akan berakhir! Jika aku tidak maka orang lain juga tidak." kata orang itu.


Mereka memasuki super market yang berada dalam mall central kota H. Dilla dan Dika bersama Akiela dan Vivian, Dilla yang di dudukkan di troli belanja dan Vivian menggendong Dika sedangkan para babysitternya, Akiela menyuruh mereka untuk memilih barang kebutuhan pribadi mereka atau yang lain.


"Kie, sebenarnya apa yang kamu lihat tadi?" tanya Vivian "Aku merasa seperti sedang di ikuti dan di awasi." kata Akiela "Aku juga merasa seperti itu tadi tapi ku kira hanya perasaanku saja, jadi tak terlalu memperdulikannya." kata Vivian "Mungkin benar kata mu. Hanya perasaanku saja." kata Akiela membenarkan pernyataan Vivian.


Mereka kembali berbelanja mengambil barang ini dan itu untuk kebutuhan sehari hari mereka. Akiela membayar belanjaannya begitu juga dengan Vivian "Kapan kamu akan kembali ke tugas militer lagi?" tanya Vivian "Nanti saat Dilla dan Dika berumur genap satu tahun." kata Akiela "Lapar Vi. Cari makan yuk!" ajak Akiela "Ayo, ke restoran itu." kata Vivian menunjuk "Oke." Akiela pun setuju.


Rombongan Akiela dan Vivian sedang menikmati makanannya "Vi, kapan pelaksanaan pernikahanmu?" tanya Akiela di sela sela makannya "Rencana bulan depan. Gak yakin juga sih kan si Niko lagi banyak masalah juga." kata Vivian ragu Akiela hanya mengangguk lalu mereka melanjutkan makannya agar bisa segera pulang.

__ADS_1


Selama satu jam perjalanan pulang mereka hanya diam karna kelelahan dan kadang tertawa dengan ocehan Dilla dan Dika. Di rumah Akiela, Rayyan sudah pulang dan sedang menunggu anak istrinya pulang.


__ADS_2