JENDRAL AKIELA

JENDRAL AKIELA
Episode 21


__ADS_3

Di kamar, Marsya sedang memikirkan siapa orang yang sedang berbicara tadi "Siapa ya?? Suaranya seperti kenal tapi juga tidak kenal?!" kata Marsya sambil mondar mandir seperti setlika. Tiba tiba pintu kamarnya terbuka dan ada Revin yang kebetulan juga sedang berada di asrama "Kau kenapa?" tanya Revin "Gak ada." jawab Marsya singkat, lalu dia duduk di ranjangnya


"Ada apa?" tanya Marsya "Tidak, hanya mengingatkan jika besok Akiela sudah menjabat kembali sebagai Jendral Besar." jawab Revin "Aku tau! Lalu??" kata Marsya "Entahlah, aku hanya sedikit khawatir padanya." kata Revin "Mungkin hanya perasaanmu saja." kata Marsya "Hem, mungkin.", "Aku tidur disini." kata Revin dan menggeser paska badan Marsya yang mengalangi dia berbaring.


"Hei! Ranjangnya cuma satu! Kenapa kamu tidak tidur di ruanganmu sendiri saja." kata Marsya yang menarik tangan Revin "Sudahlah aku ngantuk tidurlah! Apa susahnya, sih? Aku gak terjangkit Corona, gak Rabies juga, apa lagi makan orang, jadi kau bisa tenang!" kata Revin yang memejamkan matanya, Marsya hanya pasrah lalu dia berbaring di samping Revin dan berbagi kasur dengannya.


Pagi pagi sekali Akiela sudah rapi, seragamnya sudah menempel pas di badannya lengkap dengan lencana bintang limanya. Kini dia sedang berkaca di depan cermin mengamati letak lencananya dengan benar, Rayyan terbangun saat Akiela sedang mengamati dirinya sendiri di depan cermin "Sudah sangat rapi sayang, kamu terlihat sangat berwibawa." sanjung Rayyan.


Mendengar suara Rayyan dengan cepat Akiela menoleh "Terimakasih! Maaf Ray, hari ini aku akan berangkat lebih awal mungkin tidak ikut sarapan bersama dan mungkin beberapa hari aku akan tinggal di asrama militer." kata Akiela mendekati Rayyan yang sudah duduk di tepi ranjang "Ya, tidak apa." kata Rayyan tapi ada rasa kecewa di hatinya karna ini pertama kalinya dia harus sarapan tanpa istrinya untuk beberapa hari kedepan.


"Maaf." kata Akiela lalu mencium kening dan kedua pipi Rayyan "Aku harus segera berangkat, aku akan ke kamar Dilla dan Dika dulu, dan nanti sekitar jam 8 penjaga tambahan yang ku perkerjakan sementara akan datang! Hanya sampai masalah di militer selesai. Kau tak perlu khawatir mereka adalah orang kepercayaanku." jelas Akiela "Ya, aku mengerti. Aku percaya padamu." kata Rayyan lalu mencium bibir Akiela sekilas.

__ADS_1


Akiela segera menyambar tasnya dan ke kamar putra putranya "Mommy berangkat dulu nak, doakan mommy segera menyelesaikan masalah di kemiliteran." kata Akiela lirih dan mencium pipi Dilla dan Dika bergantian.


"Mbak mina, mbak Ike jika ada orang yang mencurigakan segera hubungi aku atau Rayyan atau yang lain." kata Akiela memperingatkan "Hah!! Kenapa nyonya?" tanya mbak Ike "Hanya khawatir saja, tolong jaga mereka dengan baik." kata Akiela "Baiklah nyonya kami akan menjaga mereka semampu kami." jawab mbak Ike, mereka merasa masalah yang sedang di hadapi nyonya mereka tak sesederhana yang terpikir di benaknya.


"Saya berangkat dulu mbak." pamit Akiela, jam empat pagi Akiela berangkat. Rayyan menatap sendu keberangkatan Akiela, hatinya terasa sakit dia tak rela Akiela pergi mengemban tugas militernya kembali karna dia takut jika terjadi sesuatu pada Akiela "Jaga dirimu baik baik Kie." kata Rayyan pelan.


Sepeninggalan Akiela tepat sebelum jam delapan, enam orang berbadan tegap dan berotot datang ke rumah Rayyan tingtong!! Suara bel rumah Rayyan, mbok Surti membuka pintu "Mencari siapa?" tanya mbok Surti "Benar ini kediaman Jendral Besar Akiela." kata salah satu dari mereka dengan suara tegas "Ya, benar." kata mbok Surti "Boleh kami bertemu dengan tuan Rayyan?" pinta mereka "Tunggu sebentar! Segera saya panggilkan." kata mbok Surti.


Akiela masih dalam perjalanan menuju kantor militer. Butuh waktu kurang lebih dua jam dengan kecepatan sedang untuk sampi ke kantor kemiliteran AD, sesampainya tampak masih beberapa anggota dari TNI AD yang datang menyambutnya. "Ck, padahal sudah berangkat pagi, agar tidak ada penyambutan." helaan Akiela tapi beruntung petinggi militer lain belum datang karna memang masih jam enam lebih limabelas menit.


Masih sangat pagi jadi dia tak perlu risih dengan beberapa guyonan receh dari mereka. Akiela segera memasuki ruangannya, dia segera memeriksa laporan penyelidikan yang sudah menumpuk di atas mejanya "Masyaallah!! Kertas ini pada berkambang biak ya?! Tumpukkan mengalahkan puncak Jayawijaya!" hiperbola Akiela.

__ADS_1


Vivian masuk ke ruangan Akiela "Aduh!!! Kau ini!!! Ku kira belum datang!" kata Vivian yang kaget melihat Akiela sudah duduk di kursinya "Aku gak suka acara penyambutan." katanya tanpa mengalihkan pandangan "Gak ada acara penyambutan! Percaya diri sekali dirimu." balas Vivian, jika sedang tidak ada orang lain mereka berbicara seperti biasa.


"Benarkah? Tapi biasanya kan seperti itu?" kata Akiela bertanya dan beralih menatap Vivian yang berada di depannya "Jendral Senior yang sudah mengatur jika gak ada acara penyambutan untukmu." kata Vivian "Bagus kalau begitu." kata Akiela melanjutkan membaca setiap lembar "Nih, aku tambahin!" kata Vivian Bruk! Meletakkan lembaran dokumen yang di bawanya ke meja Akiela "Kau mau membunuhku!" kata Akiela tajam "Duduk disini bantu aku memeriksanya!" kata Akiela memerintah "Ya ya ya, kau Jendralnya." balas Vivian lalu duduk membantu Akiela memeriksa beberapa dokumem tersebut.


"Vi!" panggil Akiela "Ya." jawabnya "Laksamana besar kemana?" tanya Akiela, Vivian tampak berfikir "Emmm?? Sejauh ini yang ku tau, Laksamana besar sedang sakit dan berobat keluar negeri, katanya!!! Tapi tak yakin juga sih!" kata Vivian, tak ada jawaban dari Akiela dan mereka melanjutkan membaca dokumen.


Akiela masih terus berfikir 'Kemana Laksaman Besar AL? harusnya saat saat seperti ini dia merembukkan masalah ini dengan angkatan lain.' batin Akiela, "Vi! Kapan keberangkatan Laksamana ke luar negeri?" tanya Akiela "Entahlah? Aku tak tau. Sudah ku coba tanya ke beberapa angkatan lain tentang keberangkatan Laksamana tapi mereka juga tak tau." jelas Vivian.


Akiela merasa kabar tentang Laksamana Besar AL yang sedang sakit terasa ganjil "Vi, bagaimana jika kita ke kantor AL nanti selesai memeriksa dokumen ini." kata Akiela "Ya, baiklah. Begitu lebih baik." setuju Vivian, mereka segera menyelesaikan tugasnya membaca dan membaca, lembar demi lembar.


"Woah!!! Selesai juga!" kata Vivian lega lalu meregangkan otot Kretek! Kretek! Suara gesekan tulang Vivian "Tulangmu alami osteoporosis?! Di regangkan begitu saja udah macam kerupuk." canda Akiela, hanya dapat lirikan sinis dari Vivian.

__ADS_1


"Hebat!!! gak juling matamu baca hasil penyelidikan segini banyak." puji Vivian "Akiela!!! Hehe." jawabnya dengan gaya menyombongkan diri, Vivian hanya memutar bola matanya malas. Mereka meninggalkan ruangan Akiela dan berjalan keluar kantor militer, saat di pintu masuk kantor militer AD mereka tak sengaja berpapasan dengan Jendral Mike.


__ADS_2