
Dirumah Akiela. Akiela yang selesai membantu mamanya menbereskan meja makan hendak masuk ke kamarnya "Ma, adek masuk kamar dulu ya! Mau ngecek ada tugas atau tidak." pamit Akiela "Ya, semangat dek." kata mamanya menyemangati lalu Akiela mencium pipi mama dan ayahnya dan segera naik memasuki kamarnya. Dia melihat buku pelajarannya ternyata tidak ada tugas. Lalu segera Akiela tidur merajut mimpi mimpinya.
Pagi pagi sekali Akiela bergegas bangun jam menunjukkan pukul 4 pagi, dia segera ke kamar mandi dan berganti pakaian hendak berolahraga dia harus berusaha supaya fisiknya tetap terjaga dan bisa menggapai mimpinya menjadi seorang jendral militer. Saat berlari ke beberapa blok dari rumahnya tanpa sadar melewati rumah Rayyan. Setelah dirasa cukup Akiela segera pulang beristirahat sejenak sebelum bersiap pergi ke sekolah.
Di kamar Rayyan. Dia bangun pagi entah kenapa dia bisa bangun sepagi ini. "Masih jam tiga pagi, mata! Ngapa lu melek sih!" bergulang guling di ranjang sampai jam 04.15 pagi, dia membuka jendela dan melihat sekeliling sekitar rumahnya guna melepas rasa bosan karna dia memaksakan untuk kembali tidur tapi tidak bisa. Lalu matanya tertuju pada gadis yang sedang lari pagi 'Itu pan cewek gak jelas itu. Rumah beneran sekitar sini?.' katanya dalam hati, Rayyan terus memandang Akiela sampai Akiela tak terlihat lagi.
Lama dia berfikir, tak terasa waktu menunjukkan bahwa dia harus segera mandi dan bersiap untuk pergi sekolah. Selesai bersiap siap Rayyan segera turun hendak sarapan bersama orang tuanya. "Pagi ma, pa!" sapa Rayyan "Pagi sayang." jawab mamanya "Papa, tumben masih dirumah? biasanya sudah berangkat kerumah sakit." tanya Rayyan "Iya, hari ini papa sedang tidak ada jadwal oprasi pagi." jawab papanya. Rayyan hanya mengangguk, lalu mereka melanjutkan sarapannya. Setelah selesai sarapan Rayyan berpamitan lalu mencium tangan kedua orang tuanya "Ray berangkat ma, pah!" pamit Rayyan.
__ADS_1
Dirumah Akiela. Akiela selesai besiap dan sarapan kini dia duduk depan rumah sambil menunggu bis sekolah datang menjeputnya. Bis datang dan Akiela pun segera masuk agar tidak telat ke sekolah, sesampainya di sekolah Akiela melihat Rayyan mengendarai honda CBR250RR memasuki lingkungan sekolah. Akiela melanjutkan jalannya menuju kelas, di dalam kelasnya sudah ada ketiga temannya "Selamat pagi, saudaraku sebangsa dan setanah air!!" sapa Akiela semangat "Sekalian semarga dan sejenis gitu, biar makin komplit Kie." kata Vivian " Entar aku tanyain anak IPA kita dikelompokkan jenis apa?!" seleneh Revin "Ada kenal anak IPA?" tanya Masrya "Tetanggaku sekolah sini, kebetulan ambil jurusan IPA." jelas Revin, yang lain hanya menjawab "Oh...." , "Aku ke toilet bentar ya." pamit Akiela "Iya, cepetan balik! Bentar lagi kelas dimulai."kata Vivian mengingatkan, Akiela hanya mengangguk.
Di jalan dia tak sengaja berpapasan dengan Rayyan, mereka hendak melanjutkan jalannya Akiela geser ke kiri Rayyan pun kekiri dengan bersamaan lalu kekanan kekiri kekanan lagi sampai Rayyan memegang kedua lengan Akiela "Diem disini!" titahnya, Deg deg! jantung Akiela berdebar saat tak sengaja bertatap mata dengan Rayyan. 'Oh namanya Akiela Airiendra.' dalam hati Rayyan dia tak sengaja melihat nametag pada seragam Akiela, meninggalkan Akiela yang masih tertegun.
Tak terasa sudah kenaikan kelas, selama setengah semester kurang dari enam bulan karena Akiela murid pindahan pada semester dua. Sejak kejadian waktu itu jantung Akiela selalu merdebar tak menentu saat dia melihat Rayyan membuatnya menghindar jika bertemu dengannya, Rayyan tak sengaja melihat Akiela lari menjauh 'Kok gue ngerasa dia kayak ngehindar ya?.' mengernyit bertanya dalam hati. "Astaga, nih jantung kenapa? kalo ketemu dia selalu begini, aku kan mau masuk pelatihan militer setelah lulus. Ah, masa iya aku jantungan? Bisa gak lulus tes kalo gini." kata Akiela sedikit berbisik.
Dua minggu masa liburan semester. Akiela terus melatih diri dengan olahraga, entah itu lari, push up, back up, lompat tali, dan berbagai olah raga yang bisa dia lakukan di rumah tanpa mengeluarkan biaya juga mengikuti kelas bela diri, untuk kelas bela diri tentunya dia mendapat izin dari orang tuanya.
__ADS_1
Di taman saat bersantai dengan sahabatnya Revin tiba tiba bertanya, "Kie, kamu setelah lulus nanti mau ke mana?" pada Akiela "Ku rasa, jika di izinkan orang tua aku akan masuk pelatihan militer." jawab Akiela "Kalau kalian bagaimana?" tanya balik Akiela pada temannya "Sama kami juga ingin masuk militer!" jawab Vivian dengan antusias karna mereka berempat memiliki cita cita yang sama "Baiklah mari kita berusaha bersama sama!!!" kata Marsya dengan semangat.
Di lapangan basket ada Rayyan dan kawanannya "Cewek emang bisa ya masuk kemiliteran??" tanya Rayyan asal pada temannya, semua temannya pun langsung menoleh padanya karna kaget sekaligus bingung mendengar pertanyaan Rayyan yang menurut mereka aneh "Siapa yang lo maksud?" tanya Johan, tanpa sadar Rayyan berkata sangat pelan namun masih bisa di dengar oleh Niko "Akiela." Niko tau siapa yang dimaksud hanya tersenyum " Bisalah, banyak juga angkatan TNI perempuan...." berhenti sejenak lalu melanjutkan kata katanya "...dia mau masuk pelatihan militer? Kalo lo suka lebih baik cepat kejar sebelum lo menyesal." kata Niko menepuk bahu sobatnya itu
Rayyan yang terkejut akan hal itu mengernyit 'Kok jadi gini sih? masa iya gue suka sama tu cewek?' bertanya tanya dalam hati "Gue pulang duluan deh!" kata Rayyan "Lha kena sawan apa tuh anak? Biasanya gak mau pulang dulu? Sekarang, ngacir aja ngebet mau pulang!" kata Egar "Lagi kasmaran dia." kata Niko dengan santainya "Hah!!! ciyuss lo?!!!!" teriak Johan dan Egar bersama, Niko hanya mengangguk "Oh Goodday Cappucino, Lucas WayV cobain kuy! Gue masih kagak percaya Nik." kata Egar dengan bahasa gak jelasnya "Lha gue juga. Tapi bukti nyatanya udah jalan pulang noh!" Johan menunjuk arah Rayyan.
Diperjalanan pulang Rayyan bertemu dengan Akiela, segera dia mensejajarkan jalannya dengan Akiela "Kenapa lo menghindar dari gue?" tanya Rayyan tiba tiba, Akiela yang tak menyadari itu pun berjingkat terkejut "Kau mengagetkanku! kenapa jalanmu tanpa suara?" sambil menoleh kebelakang, kekanan dan kekiri, Rayyan juga ikut menoleh kebelakang "Lo aja yang ngelamunnya kebangetan." Akiela pun menyadarinya dan manggut manggut "Bener juga.", "Rumah lo dekat sini?" tanya Rayyan "Hemm, ya." jawab Akiela yang tersenyum merasakan angin sore yang menerpa wajahnya, melihat senyum Akiela Deg!! kini jantung Rayyan yang terpacu tak menentu "Manis." gumamnya tanpa sadar "Apa?? maaf gak dengar." kata Akiela, Rayyan hanya menjawabnya dengan gelengan kepala 'Bodoh, nih mulut jujur amat! Gua tukar ke toko matrial tau rasa lo!! Nih jantung juga kenapa? masa yang Niko kata itu bener adanya?' dalam hati merutuki dirinya sendiri.
__ADS_1