JENDRAL AKIELA

JENDRAL AKIELA
Episode 20


__ADS_3

"Benar, tapi dalam militer sedang ada masalah, ma." jawab Akiela, mama tak menjawab mereka diam beberapa detik "Baiklah! Berhati hatilah dalam bertugas. Jaga dirimu Jendral!." kata mamanya mengizinkan "Terima kasih ma. Siap Laksanakan!." jawab Akiela lantang "Sampaikan juga pada ayah. Baiklah ma, sudah dulu ya." kata Akiela mengakhiri teleponnya "Ya, nanti aku sampaikan." kata mamanya lalu memutuskan sambungan telepon.


Akiela juga menghubungi mama dan papa mertuanya untuk meninta izin aktif kembali dan mereka juga mengizinkan Akiela dan sangat memahami jabatan sang mantu, Akiela sangat bersyukur berada di keluarga yang sangat mengerti posisinya, dia juga menghubungi Jendral seniornya.


Rayyan kembali dari rumah sakit lebih awal dari biasanya "Kok sudah pulang?" tanya Akiela lalu melihat ke jam dinding yang masih jam 2 siang, biasanya Rayyan akan pulang paling cepat jam 5 sore "Lagi males di sana, pingin pulang." jawab Rayyan jutek "Ada masalah?" tanya Akiela lalu memeluk lengan Rayyan "Teman masa kecilku dulu datang ke kantor, tiba tiba memelukku." kata Rayyan tak suka "Teman masa kecil?, sudah lama tak bertemu sudah pasti rindu." kata Akiela menenangkan, bayangan dalam pikiran Akiela teman masa kecil berarti sahabatnya dari jaman masih jadi jabang bayi.


"Jaga bicaramu Kie!!!" bentak Rayyan, Akiela sangat kaget karna ini pertama kalinya sejak menikah Rayyan membentaknya "Maaf." kata Akiela tertunduk dan melepas pelukannya pada Rayyan. Akiela hendak berjalan meninggalkn Rayyan sendiri agar tenang terlebih dulu, "Maafkan aku, aku tak bermaksud membentakmu." kata Rayyan, dia tersadar dengan apa yang telah dia lakukan pada istrinya lalu Rayyan memeluk Akiela yang sedang tertunduk sedih.

__ADS_1


"Maaf." "Aku tak suka padanya Kie. Karnanya keluargaku hampir hancur dan aku hampir kehilangan mereka karnanya." kata Rayyan sedih "Maaf, aku tidak tahu tentang itu." sesal Akiela dan mendongak ke atas melihat wajah Rayyan "Jika kamu tak keberatan, kamu boleh cerita apa pun padaku. Aku siap jadi pendengarmu." kata Akiela lembut lalu mengusap pipi Rayyan dengan sayang dan dia tersenyum.


Kini mereka duduk di kursi panjang dalam kamarnya dan Rayyan bercerita tentang masa kecilnya, Rayyan memulai bercerita "Dulu aku, Niko dan dia adalah teman masa kecil dia bernama Susan." "Perempuan??" tanya Akila, Rayyan mengangguk "Dulu kita bertetangga, kami tumbuh dewasa bersama sama, dia gadis yang baik. Tapi saat memasuki sekolah SMA dia mulai berubah, aku semakin tak mengenal Susan, dulu dia adalah gadis yang sangat lemah lembut sampai dia berubah menjadi Susan yang sadis, yang suka menindas orang yang dekat denganku. Lalu dulu dia juga pernah menyatakan perasaannya padaku saat di SMP dan SMA tapi aku menolaknya berkali kali..." kata Rayyan yang jeda kata katanya, lalu dia melanjutkan "Dia hampir membuat papa hampir kecelakaan dan meracuni mama, beruntung keluarga papa adalah dokter jadi mereka tau bagaimana harus menangani mama yang keracunan. Mama koma selama hampir eman bulan." kata Rayyan yang matanya mulai berkaca kaca.


Akiela mengelus punggung suaminya, Rayyan melihat ke arah Akiela dan tersenyum lalu menggenggam tangannya dan menciumnya dia melanjutkan ceritanya "Susan adalah keturunan Indo-Itali tapi aku juga tak pernah tau ayah Susan hanya ibu Susan yang sering bertegur sapa dengan para tetangga, ibunya bilang jika ayah Susan berada di Italia. Saat kenaikan kelas 11, Susan pindah ke Italia dan ibunya aku tak tau sampai sekarang beliau ada di mana? Orang tuaku sempat mencarinya karna ibu Susan sosok ibu yang bertanggung jawab dan baik, dia bersungguh sungguh meminta maaf atas perilaku Susan pada keluargaku, dia siap menggantikan susan dipenjara jika keluargaku menutut. Kami tidak menuntutnya karna yang bersalah adalah Susan bukan dia, tapi pencarian yang dilakukan tidak ada hasil sampai sekarang kami tidak tau bagaiman kabarnya." kata Rayyan dengan sedih.


Akiela menggenggam erat tangan Rayyan "Sudahlah, yang terpenting sekarang papa dan mama baik baik saja. Lama mereka bercerita hingga mendekati waktu makan malam "Aku akan memasak dan kita makan bersama." kata Akiela lalu segera pergi ke dapur selesai berkutat di dapur dan menata makanan di meja makan dan hendak memanggil Rayyan tapi dia melihatnya sudah turun dengan keadaan segar khas orang habis mandi.

__ADS_1


Mereka kembali ke aktivitas masing masing, Akiela sedang merapikan kembali seragam yang akan di pakainya besok, tiba tiba Rayyan memeluknya "Aku sepertinya tidak rela melepasmu." kata Rayyan "Percayalah." kata Akiela meyakinkan "Hemm." jawab Rayyan pasrah. Mereka beristirahat karna besok Akiela akan berangkat lebih pagi ke kantor kemiliteran.


Di tempat lain ada Marsya yang sedang bersepedah di malam hari karna dia belum ngantuk dan sedang waktu luang, dia hanya mengayuh sepedah di sekitar asrama militer. Menurutnya lebih nyaman tinggal di asrama militer karna lebih simple.


Saat dia sedang berhenti di bawah pohon tak sengaja dia mendengar suara seseorang laki laki "Baik akan kulakukan rencana selanjutnya." kata orang itu, Marsya mencari cari sumber suara itu, dia menoleh ke kanan kiri atas bawah dan segala penjuru arah tapi tetap tidak ada "Apa iya hantu melakukan rencana? Rencana apa?" kata Marya tapi dia benar benar mengingat suara yang di dengarnya tadi, lalu dia kembali bersepedah sampai di gerbang asrama.


Di sana penjagaan sangat ketat di tambah lagi sejak adanya masalah pencurian gudang senjata penjagaan di perketat lagi "Tolong surat suratnya!" kata penjaga itu, Marya bingung "Oh lengkap pak, mau surat gadai juga ada, surat nikah, surat rumah, surat keterangan sehat dari dokter juga ada kalau bapak mau." kata Marsya "Surat kendaraan anda!" katanya dengan tetap tanpa melihat kendaraan apa yang Marsya pakai.

__ADS_1


Marsya memberikan surat surat kendaraan milik pengendara di belakangnya yang juga anggota militer yang baru kembali dari menjenguk keluarganya. Penjaga itu berkerut nama yang tertera di surat surat kendaraan itu adalah laki-laki tapi suaranya perempuan dengan segera penjaga itu melihat ke arah Marsya dan melihat kendaraannya"Anda saya panggilkan polisi agar di tangani lebih lanjut!" katanya "Lha, salah saya apa buapak?!." tanya Marsya "Anda memakai sepedah! Lalu surat surat BPKB, SIM dan STNK ini milik siapa?!" tanya penjaga itu tegas.


"Lha itu bapak tau saya pakai sepedah! Kenapa saat periksa tadi tidak menoleh? Itu miliknya." kata Marsya menunjuk orang di belakangnya lalu dia segera mengayuh sepedahnya kembali "Siapa dia?" tanya penjaga pada pemilik surat kendaraan yang di pinjam Marsya "Dia adalah Brigadir Jendral Marsya." kata pengendara itu lalu memgambil surat kendaraannya "Astaga!! Kenapa aku tak mengenalinya. Mati aku!!!" kata penjaga itu panik "Tenanglah Brigadir Jendral tak sekejam itu." kata sang pengendara lalu dia mengendarai motornya memasuki asrama.


__ADS_2