JENDRAL AKIELA

JENDRAL AKIELA
Episode 15


__ADS_3

Akiela kini cuti dari tugasnya menjadi Jendarl besar sampai putranya berumur satu tahum kini dia fokus pada tumbuh kembang putra kembarnya, tak terasa usia mereka sudah empat bulan mereka sudah bisa mengoceh tak jelas menambah rasa gemas mama Akiela dan mama mertuanya sudah tak tinggal bersama mereka sejak usia Dilla dan Dika dua bulan. Rayyan dan Akiela memutuskan untuk menggunakan jasa babysitter.


Kehidupan mereka semakin lengkap dengan hadirnya putra kembar mereka. Dari awal pertemuan yang tak terduga sampai saling jatuh cinta lalu ujian kesetiaan cinta sampai kini mereka menikah dan dikaruniai dua orang putra sekaligus..


Niko dan Vivian kini sedang direpotkan dengan persiapan acara pernikahannya yang kurang empat bulan "Kie ada waktu gak?" tanya Vivian lewat sambungan telepon "Sepertinya ada, kenapa?" tanya Akiela "Mau minta saranmu untuk pemilihan gaun dan cincin pernikahanku." kata Vivian "Tapi aku bawa kedua babysitter ku juga, gak apa apa kan? Gak tega ninggal Dilla dan Dika dirumah." pinta Akiela "So pasti, kalau mereka ikut pasti makin seru. Aku jemput yak?!" kata Vivian "Oke. Sudah dulu ya, emak emak jaman now harus bersiap siap mau cetak alis." kata Akiela "Oke. Aku otw sana!" balas Vivian lalu memutuskan sambungan teleponnya.


Akiela segera memberitahu kedua babysitternya "Mbak Mina, mbak Ike bersiap siaplah kalian ikut aku keluar. Sekalian tolong bantu Dilla dan Dika juga ya!" pinta Akiela "Lha mau kemana nyonya?" tanya mbak Mina "Menemani temanku memilih gaun dan cincin pernikahan katanya." jawab Akiela, mereka berdua mengangguk.


Akiela dan rombongannya sudah selesai bersiap dan juga sudah mengemas beberapa kebutuhan Dilla dan Dika seperti popok pempers dan lain lain, Akiela sedang menelpon Rayyan suaminya yang masih dikantor rumah sakit tut... Tuut "Haloo...." kata Rayyan "Hallo Ray." balas Akiela "Iya sayang, ada apa?" tanya Rayyan "Gak apa hanya mau pamit..." belum selesai Akiela berbicara, Rayyan segera memotong kata katanya "Aku salah apa sayang? Kenapa kamu mau pamit? Kamu kenapa dan ada apa ini? Kenapa pamit pamit segala?!" ucap Rayyan yang cemas karna mendengar jika Akiela mau pamit.

__ADS_1


"Ray, dengarkan dulu aku belum selesai bicara dan bukan itu yang kumaksud!" Akiela sedikit kesal dengan suaminya "Lalu apa Jendralku?" tanya Rayyan yang penasaran "Vivian memintaku untuk menemaninya memilih gaun dan cincin pernikahan, Dilla dan Dika ku bawa juga mbak Mina dan mbak Ike jadi mungkin akan pulang sedikit terlambat." jelas Akiela, Rayyan bisa bernafas lega 'Ku kira pamit dengan maksud lain.' batin Rayyan sambil mengelus elus dadanya.


"Iya, hati hati dijalan jaga mereka dan dirimu baik baik." kata Rayyan "Terimakasih Ray.. Emm Ray!" kata Akiela "Iya sayang, ada lagi?" tanya Rayyan lembut "Bolehkah aku berbelanja juga?" tanya Akiela ragu karna memang dia tak terlalu tertarik dengan dunia sosialita yang gemar koleksi barang merek "Ya ampun sayang! Ini pun kau masih bertanya?! Belanjalah sesukamu, pakai kartu yang kuberikan untuk membeli keperluanmu dan yang lain. Sepertinya beberapa alat tempur riasmu juga habis, belilah sayang! aku akan senang jika kamu menggunakan kartu yang kuberikan." kata Rayyan yang gemas dengan sikap istrinya itu "Baiklah, sampai jumpa dan selamat bekerja. Muach." kata Akiela senang dan memutuskan sambungan telepon dengan suaminya.


Di dalam kantor Rayyan, dia tersenyum memandang hpnya yang baru saja berputus sambungan teleponnya "Ada ada saja kamu Kie." kata Rayyan menggelengkan kepala. Tok tok pintu kantor Rayyan diketuk "Masuk!" perintah Rayyan "Maaf dokter, ada yang ingin bertemu dengan anda.Dia bilang teman anda sewaktu kecil." kata asisten Rayyan, Rayyan mengernyit "Siapa?." tanya Rayyan "Dia mengatakan bahwa namanya adalah Susan, dokter." kata asistennya sopan.


Dirumahnya Akiela sedang duduk santai diteras rumahnya menunggu kedatangan Vivian, dia melihat mobil Toyota Vellfire memasuki halaman rumahnya tintin suara klakson mobil Vivian "Iya iya. Aku tau itu mobil baru!!" kata Akiela menunjuk mobil Vivian "Siapa tau, yang kau lihat itu delman." kata Vivian melihat arah tunjuk Akiela "Sepertinya sudah lama kita tidah berlatih?!" kata Akiela sedikit jengkel.


"Haha santai kawan! Mana anak anak?" tanya Vivian "Sedang menunggu di dalam." kata Akiela, Vivian langsung masuk mencari keberadaan Dilla dan Dika "Ini anak belum disuruh masuk main masuk aja, rumah orang jadi macam kandang ayam mau lihat langsung masuk tanpa pamit." gerutu Akiela berjalan masuk mengikuti Vivian.

__ADS_1


"Luar biasa!!!." kata Vivian bertepuk tangan "Song Joong Ki mah lewat!! Dilla dan Dika memang yang pualing tamvan." kata Vivian seraya mencium pipi gembul Dilla dan Dika "Uwuw!!! Haluuumm...." lanjut Vivian, Akiela hanya diam melihat "Hei, jadi kagak? Udah dandan cantik cantik gini malah di anggurin." kata Akiela dengan melenggok lenggokkan tubuhnya."Oh iya." jawab Vivian menepuk jidatnya "Ayo! Menuju TKP." kata Vivian berjalan keluar rumah Akiela menuju mobilnya "Ngomong ngomong alismu panjang sebelah ya?" guraunya "Sembarangan!!! Udah ku ukur pakai penggaris tukang bangunan." balas Akiela.


Di belakang Vivian, Akiela mengikuti dengan menggendong Dilla dan Dika dengan mbak Mina sedangkan mbak Ike membawa tas berukuran sedang berisi beberapa pempers dan botol susu. Mereka memasuki mobil Vivian, dia membawa mobil Toyota Vellfire karna dia akan membawa rombongan jadi menurutnya mobil ini cocok "Siap semua?!!" tanya Vivian dari kursi kemudi "Berangkat!!!" jawab Akiela yang duduk di depan samping kursi kemudi.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang menuju butik yang khusus menyediakan gaun pengantin, di depan mobil mereka ada mobil yang jalannya pelan sangat pelan menurut Akiela "Salib Vi, hancurkan!!!" kata Akiela dengan mata yang fokus ke depan "Hancurkan!!" balas Vivian sedangkan Dilla dan Dika mereka terlihat senang tak terganggu dengan ocehan receh mommy dan tantenya.


Sekitar tiga puluh menit mereka menempuh perjalanan kini mereka sampai dibutik "Kita sudah sampai! Para penumpang yang terhormat dipersilakan turun." kata Vivian melepas sabuk pengaman yang melingkar dibadannya "Mari! Kita akan tour di butik itu." kata Akiela menunjuk butik yang akan mereka kunjungi "Sini mbak tasnya saya yang bawa." pinta Akiela seraya mengambil tas perlengkapan bayi yang tergantung dipundak sebelah kanan mbak Ike "Terimakasih nyonya." kata mbak Ike, Akiela membalasnya dengan mengangguk "Ayo masuk." ajak Vivian.


Mereka langsung masuk dan disambut sopan oleh para pegawai butik tersebut "Pelayanan yang baik." kata Akiela memberi penilaian lalu mereka memilih milih gaun yang disediakan untuk dicoba Vivian "Gimana Kie?" tanya Vivian "Terlalu terbuka." jawab Akiela, Vivian langsung mengganti dengan gaun lain "Bagaimana dengan yang ini?" kata Vivian memperlihatkan gaun yang dipakai "Terlalu kuno." kata Akiela menunjuk bagian yang di anggapnya kuno "Hem, benar juga." balas Vivian membenarkan lalu dia segera menganti dengan yang lain "Terlalu rame dan mencolok, coba dirimu ngaca!!" kata Akiela melihat Vivian yang baru saja selesai mengganti gaunnya.

__ADS_1


__ADS_2