JENDRAL AKIELA

JENDRAL AKIELA
Episode 13


__ADS_3

Johan langsung sumringah dan langsung mengangkat tubuh Marsya ke pelukannya dan membawanya berputar beruntung tempat duduk mereka di belakang jadi tak banyak yang melihat kelakuan mereka. "Jangan seperti ini, ini pernikahan Jendral Besar dan dokter ternama banyak orang penting disini hentikan aksi konyolmu! Ingat calonmu ini Brigadir Jendral yang harus menjaga sikap." kata Marsya memukul bahu Johan "Maaf maaf , aku bahagia." kata johan menurunkan Marsya.


"Re. Kapan kita nikah juga kayak mereka?" kata Egar sedikit cemberut melihat Rayyan dan Akiela "Kita duluan yang bertunangan tapi mereka dulu yang menikah." lanjut Egar "Atutu kasihan! Yang sabar ya. Gak boleh iri nanti di tenggelamkan bu Susi lho." goda Revin, Egar hanya mencebikkan bibirnya. "Re, nanti kita mau punya anak berapa? Laki apa perempuan? Kalau laki mau kasih nama siapa? Kalau perempuan? Lalu kita aap....." belum selesai Egar berbicara, Revin segera menyuapkan kue agar Egar berhenti bicara "Kita nikah aja belom, jangan berfikir terlalu jauh!! Jalani dan nikmati saja prosesnya!" kata Revin, dengan susah payah Egar mengunyah suapan kue yang diberikan Revin dan mengangguk angguk mengerti yang dibicaran Revin.


Niko dan Vivian hanya saling diam, mereka duduk di pojokan "Vi, apa aku harus menunggu lagi?" tanya Niko, Vivian mengerti arah pembicaraan Niko "Sepertinya..." kata Vivian, Niko tertunduk lesu 'Lagi?!' batin Niko "... Tak perlu lagi menunggu." sambung Vivian mendengar pernyataan Vivian bahwa dia tak perlu menunggu lagi membuatnya langsung bersemangat dia langsung merogoh sakunya dan berlutut didepan Vivian seraya membuka kotak kecil putih itu "Maukah kau menikah denganku Letnan Jendral Vivian?!" kata Niko, Vivian hanya mampu mengangguk tanda dia setuju, dia tak bisa berkata kata lagi karna bahagianya "Terimakasih terimakasih sudah menungguku." hanya itu kata yang keluar dari mulut Vivian dia menangis "Ini adalah buah hasil kesabaranku. Terimakasih telah menjaga hatimu." kata Niko mereka pun berpelukan.


Melihat teman temannya bahagia membuat Rayyan dan Akiela juga bahagia, hari besar mereka dan rasa bahagia tak hanya dirasakan mereka sendiri. Teman temannya juga merasakan kebahagian di hari besar dan bersejaeahnya, mereka menemukan pasangan hidup mereka "Aku senang melihat mereka bahagia." kata Rayyan memeluk pinggan Akiela yang saat ini sudah sah menjadi istrinya "Aku juga." kata Akiela menyandarkan kepalanya pada bahu sang suami.

__ADS_1


Acara berjalan sangat lancar, kini mereka beristirahat dan yah!! kalian bayangkan sendiri bagaiman malam pertama mereka. Dua hari mereka menginap dihotel yang disewa untuk acara pesta dan kini mereka dalam perjalanan pulang kerumah baru mereka sendiri "Kita sampai!" kata Rayyan "Ini.... Terimakasih Ray! Ini lebih dari cukup, terimakasih." memeluk suaminya "Apapun sayang, apapun untukmu." kata Rayyan membalas pelukan sang istri.


Mareka memasuki rumah barunya rumah dengan desain arsitektur sederhana tapi tetap berkesan mewah halaman depan belakang yang bisa dibilang cukup luas serta beberapa ruang seperti ruang olahraga pribadi, dapur dan yang lainnya benar benar sangat sesuai dengan keinginan Akiela "Bagaimana??" tanya Rayyan, Akiela menoleh "Sempurna!!" jawab semangat Akiela.


Empat bulan kemudian...


Pagi pagi sekali Akiela bangun dia merasa mual dan berlari ke kamar mandi "Hoek hoek...." mendengar istrinya sedang mual segera Rayyan mengikutinya ke kamar mandi "Kenapa?" tanya Rayyan "Entahlah, mungkin masuk angin." kata Akiela, Rayyan memijat pelan bahunya "Kita ke dokter ya?!" pinta Rayyan " Kau kan dokter sayang!" kata Akiela manja, Rayyan sedikit khawatir karna Akiela terlihat pucat.

__ADS_1


Rayyan segera menyeretnya "Sekarang juga ayo ke dokter kandungan!" kata Rayyan menarik tangan Akiela "Tapi, tapi, tapikan aku ganti baju dulu Ray!" kata Akiela yang sedikit kesusahan mengikuti langkah lebar suaminya "Tidak usah! Itu rumah sakitku. Siapa yang berani mengejekmu akan kubedah isi perutnya dan kusentil jantungnya!! Sudahlah ayo!!." kata Rayyan yang tidak sabar "Iya iya." kata Akiela pasrah, dia hanya mengenakan daster selutut dengan leging hitam dan sandal jepit serta rambutnya yang di ikat berantakan.


Saat memasuki ruangan banyak pasang mata menatap kearahnya, "Lusuh!", "Kotor!" kata kata itu yang Akiela dengar sepanjang perjalanan memasuki rumah sakit bahkan ada beberaoa yang menataonya jijik. Akiela tak peduli toh itu rumah sakit suaminya, tanpa antri mereka memasuki ruang periksa dokter kandungan karna sudah mempunyai janji temu.


"Galang, periksa keadaan istriku!" kata Rayyan dan medudukkan istrinya di ranjang pasien, Akiela hanya menurut saja "Baiklah." kata dokter Galang, mendekati Akiela lalu merika denyut nadinya "Kapan anda terakhir datang bulan nyonya Abivandya?" tanya dokter Galang, dia mengeluarkan alat (entah apa namanya?!) dan menyuruh Akiela untuk membuka sedikit bajunya "Entahlah?! aku tak terlalu memperhatikanya. Sepertinya tiga minggu yang lalu." kata Akiela "Selamat nyonya, anda akan menjadi seorang ibu." kata dokter Galang melihat monitor.


Saking kaget dan semangatnya Akiela sampai terduduk "Benarkah!!!!!" teriak Akiela sampai samapi membuat dokter Galang terkejut dan hampir terjungkal dari duduknya "Astaga nyonya berhati hatilah! Usia kandungan anda masih lima minggu di usia itu kandungan anda masih rentan keguguran." jelas dokter Galang "Kau yakin istriku hamil?" tanya Rayyan sedikit tak percaya "Kau kira gambar yang ada dimonitor itu apa? hah!! Jika bukan hasil kecebongmu!" kata dokter Galang mulai kesal menunjuk gambar pada monitor, Rayyan hanya manggut manggut. Selesai diperiksa keadaan janin sangat sehat lalu dokter Galang memberi resep vitamin agar Akiela tidak mual mual lagi di pagi hari.

__ADS_1


Di perjalanan menuju rumah Akiela tiba tiba ingin mangga muda "Em, tayang!Aku mau mangga, mangga muda." kata Akiela manja "Iya nanti kubelikan, ada lagi?" tanya Rayyan dia hanya menggeleng heran 'Mangga muda ya?!' pikirnya "Baiklah ku antar kau pulang dulu agar kau bisa beristirahat." kata Rayyan "Em!" jawabnya singkat.


Sesampai dirumah Rayyan mengantar Akiela sampai dikamar "Tidurlah! Aku akan mencarikanmu mangga muda dan segera kembali." kata Rayyan "Ya, cepatlah kembali!" kata Akiela. Rayyan segera pergi tapi Akiela merasa bosan karna harus tidur tiduran dikamar lalu dia melihat ke luar dari balkon kamarnya dia melihat di pekarangan belakang rumahnya ada pohon mangga yang kebetulan berbuah.


__ADS_2