JENDRAL AKIELA

JENDRAL AKIELA
Episode 9


__ADS_3

"Re, mama ingin ketemu kamu di restoran K. Bagaimana?" tanya Egar, tampak Revin sedang berpikir "Baiklah, yang akan terjadi memang harus dihadapi. Aku harus berpenampilan bagaimana?" kata Revin, karna dia tak yakin dengan penampilannya yang dikata biasa biasa saja bahkan ridak ada kesan anggun akan bertemu keluarga kelas atas Baskara "Pakai yang nyaman untukmu saja, jangan takut ada aku. Jika pun mereka menolak hubungan kita, aku akan memperjuangkannya meski dicoret dari keluarga Baskara." kata Egar meyakinkan, Revin mengangguk tak menunggu terlalu lama Revin sudah selesai dan sudah ada di depan Egar.


Egar tak percaya bahwa Revin bisa tampil secantik ini "Cantik." hanya satu kata itu yang mampu diucap oleh Egar, Revin tersenyum padahal dia hanya sedikit mengaplikasikan sedikit bedak dan mengoles sedikit liptint di bibirnya dan pakaiannya juga tetap sederhana seperti biasa hanya lebih rapi saja "Berangkat sekarang?" tanya Revin yang membuyarkan lamunan Egar karna terpukau dengan penampilannya, Egar hanya mengangguk.


Sesampainya di restoran yang dituju Revin terkejut karna disana sudah ada orang tuanya juga dan Egar dia bingung apa yang terjadi sebenarnya "Ma...." kata Egar menggantung "Kalian akan bertunangan." kata mama Revin "Hah!!!!" teriak mereka berdua kaget "Serius ma, jangan bercanda! gak lucu." kata Egar namun kedua orang tua Revin dan Egar mengangguk, Egar dan Revin hanya saling pandang tak percaya dengan apa yang terjadi "Bagaimana? kalian gak mau? kalau gak mau kita batalkan saja." kata papa Egar "Tidak bisa!!" teriak Egar tiba tiba "Jadi pacar Revin tuh gak gampang pa! Egar mau, apa lagi waktu dekat ini Revin akan masuk militer, Egar sangat mau! Tapi Revin...?" kata Egar lalu menoleh pada Revin, dia hanya mengangguk. Kini Siregar Dion Arya Baskara resmi bertunangan dengan Revina Wijaya. Pertunangan keduanya hanya diketahui oleh keluarga dekatnya saja.


Sebulan kemudian acara kelulusan diadakan pihak sekolah, mereka menyambutnya dengan antusias tapi tanpa di ketahui Akiela Niko memotret Akiela diam diam yang sedang memakai kebaya untuk di kirimkan ke Rayyan lewat email. "Sedang apa?" tanya Vivian "Ini, kirim foto Akiela ke Rayyan." kata Niko "Oh...." jawab Vivian, "Sering tukar kabar dengan Rayyan ya?" tanya Vivian "Tidak juga." jawabnya, "Kapan kalian berangkat pelatihan militer?" tanya Niko "Kurasa dua minggu lagi." kata Vivian memegang dagunya sendiri.

__ADS_1


Acara kelulusan berjalan dengan lancar Akiela dan temannya sedang berkumpul di taman sekolah untuk berfoto foto bersama. Dirasa sudah puas berfoto Vivian dan Niko mengantar Akiela pulang terlebih dulu "Terima kasih. Ayo masuk dulu." tawar Akiela "Tidak terima kasih. Mungkin lain waktu Kie, aku harus mengurus beberapa hal untuk pendaftaran kuliah ku di Jerman." jelas Niko "Kamu juga gak mau mampir dulu Vi?" tanya Akiela "Aku mah ikut sopir saja Kie, lagian juga bersiap siap lebih awal gak ada salahnya." kata Vivian menimbang nimbang "Kami pergi dulu Kie, sampai jumpa." kata Niko, Akiela mengangguk dan melambaikan tangan lalu masuk ke dalam rumahnya.


Setelah acara kelulusan Akiela menghabiskan waktunya dengan olahraga di rumah dan membaca novel dan beberapa buku kesehatan, memunggu waktu keberangkatannya ke militer. Akiela sedang membaca novel di kamarnya, tiba tiba teringat tentang Rayyan lalu kembali menangisinya, segera dia berkemas "Dua minggu terasa sangat lama!!" gerutunya dengan memasukkan pakaian dan perlengkapan lain yang di perlukan, dia memutuskan untuk berangkat ke pelatihan militer sepuluh hari lebih cepat dari teman temannya.


Akiela memilih masuk pasukan komando sebagai naungannya, dia melakukan beberapa tes fisik dan kesehatan lalu beberapa tes lain dia sangat bersyukur karna semua tesnya lulus dengan baik 'Kau harus benar benar menepatimu Ray.' batin Akiela.


Di London yang berbeda waktu dan musim Rayyan teringat dengan Akiela "Kau sedang apa? aku sangat merindukanmu." kata Rayyan. Rayyan sangat gelisah dia tak tau bagaimana kabar Akiela karna dia juga sibuk dengan jadwal kuliahnya dan jarang menghubungi Niko karna perbedaan waktu.

__ADS_1


ditaman tempat biasa mereka kumpul sudah ada Niko dan Vivian lalu Johan dan Marsya "Mana Akielanya?" tanya Marsya "Udah berangkat seminggu yang lalu." kata Revin "Wah, sesat tuh anak. Harus telepati dengan Roy Kiyoshi kalau gini." kata Marsya menyatukan telapak tangannya "Lha ngapain?" tanya Johan "Biar diterawang ama Roy." kata Marsya "Bukan Roy yang bisa sembuhin kesesatan si Akiela tapi Ray yang lagi di London sono." kini Vivian ikut topik yang dibicarakan Marsya "Ya sudah, ayo berangkat antar kalian." kata Niko, mereka setuju dan langsung masuk menuju mobil masing masing.


Mereka sampai pada tujuannya, tak jauh dari gembang asrama pelatihan pasukan komando "Aku menunggumu." kata Egar memegang tangan Revin "Harus!" tegas Revin. "Berat melepas kepergianmu." kata Johan "Tapi memang harus dilakukan bukan?" kata Marsya, Johan mengangguk pasrah "Jaga hatimu untukku." kata Niko "Pasti. Tunggu aku kembali." kata Vivian "Pasti ku tunggu." kata Niko.


Mereka masuk setelah berpamitan, dengan berat hati mereka bertiga melepas kepergian pujaan hati mereka, di dalam asrama mereka tak menyangka jika akan sekamar dengan Akiela "Woi, sesat! berangkat gak bilang bilang." kata Marsya emosi "Hehe maaf. Dua minggu terlalu lama." kata Akiela khas dengan cengirannya. Mereka merapikan barang barangnya lalu melakukan pelatihan seperti yang sudah di jadwalkan.


Niko dan Egar melanjutkan kuliah di negara yang sama, Johan melanjutkan pendidikan di dalam negri saja seperti yang sudah mereka rencanakan. Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, bulan berganti tahun.

__ADS_1


Sudah lima tahun lamanya mereka berada di militer. Usaha mereka membuahkan hasil terbaik, Akiela dan teman temannya kini sudah berpangkat tinggi. Akiela benar benar menjabat Pangkat Kehormatan sebagai Jendral Besar. Ketiga temannya juga berhasil menggapai pangkat Perwira Tinggi, Vivian menjadi Letnan Jendral, Revin menjadi Mayor Jendral dan Marsya menjadi Brigadir Jendral, mereka masuk TNI angkatan darat. Selama lima tahun juga Rayyan dan teman temannya menggapai mimpinya.


Rayyan sudah menjadi dokter spesialis anastesi dan bedah, genap ditahun kelima Rayyan tiba di tanah air dia menggantikan papanya mengelolah rumah sakit sampai kini rumah sakitnya memiliki cabang di berbagai kota. "Akiela, bagaimana keadaanmu?."kata Rayyan lalu menyandarkan diri dikursi kantornya. Niko dan Egar sudah tiba sebulan lebih dulu dari kedatangan Rayyan di tanah air, Niko sudah menjadi pengacara debad ternama dan Egar juga sudah membangun perusahaannya sendiri sedangkan Johan dia menjadi pemain basket handal dan juga banyak tawaran menjadi pelatih basket.


__ADS_2