JENDRAL AKIELA

JENDRAL AKIELA
Episode 27


__ADS_3

Akiela menatap box bayi yang terlihat putranya sedang tertidur lalu dia mengalihkan pandangannya. Di sana berdiri Jendral Mike dengan Mayor Rudi "Kenapa kalian ada di sini?!!" teriak Akiela.


Lalu Jendral Mike berjalan ke arah Akiela "Wanita lemah sepertimu tak pantas menjadi Jendral Besar!!" katanya mengangkat dagu Akiela dengan kasar hingga Akiela meringis sakit "Haruskan aku yang menjadi Jendral Besar bukan kau!!! Jika saja bukan karna si tua bangka Abraham dan Bayu itu, sudah lama aku bisa menjabat sebagai Jendral Besar. Semua gagal karna mu pangkat Perwira Kehormatan bintang lima itu adalah milikku hanya milikku!!" lanjutnya,


dia melepaskan Akiela kasar dan mendorongkan ke belakang hingga Akiela terjatuh "Sial!!" batin Akiela "Susan!! Lepaskan dia! Sebenarnya apa maumu?!!" kata Rayyan dia sudah tak tega melihat Akiela seperti itu "Mauku adalah kamu ikut denganku. Lalu ku lepaskan mereka." tawar Susan.


Rayyan melihat Akiela tapi Akiela hanya diam saja. Box bayi itu nerada di belakang Susan, Jendral Mike dan Mayor Rudi agak jauh daru mereka berdiri. "Ingat kesepakatan kita NO.NA SU. SAN!!!" peringat Jendral Mike dengan penug penekanan.


Di atas atap, sudah ada Revin dan Marsya yang memimpin beberapa pasukan lewat atap. Dia membuka genteng atap gudang itu "Banyak yang jaga." kata Revin lirih, tapi tak membuat tetad mereka menciut.


"Lihat dua orang yang menemani wanita itu!" tunjuk Marsya "Jendral Mike dan..??!" kini Revin mencoba mengingat siapa orang yang satu lagi "Mayor Rudi LoLa!!" jawab Marsya, Revin hanya manggut manggut "Baik biar Vivian yang membereskan dua begundal cap sendal itu." lanjut Marsya.


Mereka membuka lebih lebar genteng itu agar Marsya bisa masuk mengambil Dilla dan Dika lebih tepatnya menggendong mereka dan di tarik keatas.


Diluar ruangan Vivian memimpin pasukan di depan pintu dimana Akieka dan Rayyan berada, dia juga mendengar percakapan antara Revin dan Marsya ataupun Akiela yang di dalam ruangan 'Benar benar nekat mereka.' batinnya merutuki kebodohan jendral dan mayor yang berkerja sama dengan susan.


Akiela menyadari jika Revin dan Marsya mulai bertindak dia harus bisa terus memperpanjang waktu "Jika kau tak suka, bilang saja akan ku berikan bintang lima ini padamu." kata Akiela "Dan anda Mayor Rudi! Kenapa anda juga membantu mereka dalam hal ini?!" lanjutnya.

__ADS_1


"Wah wah!! Ternyata anda mengingat saya. Tapi kenapa dengan saya, hah?!!" katanya dengan wajah tanpa dosanya "Apa masalah anda sampai terlibat dengan mereka?" tanya Akiela "Aku juga tak suka dengan jabatan Bagas sebagai Laksamana Besar, kenapa??" jawabnya santai.


"Kalian benar benar keterlaluan!" geram Akiela. Di saat Akiela sedang mengulur waktu, kesempatan untuk Marsya masuk dengan menggunakan tali sling yang kuat untuk menopang tubuhnya dan Dilla Dika.


Marsya terus turun perlahan tanpa suara dan tanpa di sadari oleh penjaga yang terus fokus pada peedebatan Akiela dan yang lain, mereka tak menyadari adanya Marsya yang sudah turun mengambil alih sandra mereka.


Dilla dan Dika sudah berada di gendongam Marsya yang perlahan ditarik ke atas, sangat beruntung karna kondisi atap yang masih kuat dan Dilla Dika yang sangat pulas hingga tak menyebabkan suara.


Akiela melihat Marsya sudah berhasil membaea putranya di alekas beediri dan membantu Rayyan berdiri "Apa yang kalian lakukan?" tanya Rayyan lirih, namun Akiela hanya tersenyum.


"Laksanakan!" perintah Akiela tapi hanya dengan suara pelan karna di dalam bajunya sudah tertempel alat agar terhubung dengan para anggotanya.


Dan di luar ruangan Vivian juga sudah siap dengan pasukannya. Jarum bius di luncurkan tepat di leher anggota yang berada di belakang Susan dan kedua aparat yang berontak itu BRUUUK!! Badan mereka ambruk bersama setelah jarum itu tertancap.


Susan segera menoleh "Apa yang kalian lakukan hah!!! Bangun atau ku bunuh kalian!!" katanya marah. Bersamaan dengan itu Vivian mendobrak pintu dengan kuat BRUUAAK!!!! Hingga pintu rusak, anggota lain melindungi Akiela dan Rayyan "Kalian!!!" geram Mayor Rudi, lalu dari atas atap Revin dan Marsya masuk dengan menjebol genteng.


Pendaratan yang mulus untuk mereka berdua dan pasukan mereka mengikutinya "Janfam macam macam!!! Atau putra mu ku bunuh sekarang juga!!" ancam Susan "Coba saja." jawab Akiela segera mereka bertiga melihat box bayi yang kosong "Brengsek kalian!!" umpat Susan.

__ADS_1


Mayor Rudi dan Jendral Mike hanya mengepal dengan erat tangannya dan menggertakkan gigi "Siapa yang lemah sekarang jendral?!!" kini giliran Akiela yang tersenyum sinis. Pasukan yang bersama Marsya,Revin dan Vivian semua bersenjata dan mengarahkannya pada mereka bertiga.


Suara helikopter dan derap kaki terdengar, Senior Jendral Besar Bayu masuk dari atap menggunakan tali sling dan Senior Jendral Besar Abraham masuk dengan pasukannya lewat arah masuk Vivian.


"Kita bertemu lagi gadis kecil." kata Abraham "Siapa kamu?!! Jangan seenaknya memanggilku!!" teriak Susan yang panik dengan keadaan "Tangkap mereka!!!" perintah Bayu, mereka bertiga menoleh ke arah suara, pasukan segera melaksanakan perintah dan menangkap mereka.


"Lepaskan!!" kata Jendral Mike dan Mayor Rudi yang terus memberontak sedangkan Susan, dia tak bisa apa apa karna dia wanita tak memiliki tenaga untuk lawan mereka yang semua pria "Akan ku balas kalian semua!!" ancan Jendral Mike.


Sebelum keluar dari pintu Jendral Mike berhasil berontak dan lepas walau dengan tangan terikat dia merebut senjata aparat yang dekat dengannya lalu mengarahkan pada Akiela "Matilah kau!!!!" teriaknya mengarahkan pistol yang di pegang ke arah Akiela.


Melihat sang istri dalam bahaya Rayyan segera menarik Akiela dalam pelukannya DOR!! Suara peluru yang melesat tapi bukan Akiela yang menjadi korban tetapi Rayyan.


Peluru itu menancap di dadanya "Rayyan!!!" teriak Akiela denga air mata yang membajiri pipinya "Maaf, aku tak bisa menjadi suami yang baik dan ayah yang baik untuk kalian." katanya "Maaf aku tak bisa menjaga kalian." lanjutnya dengan terbata bata.


Lalu Rayyan tak sadarkan diri, Akiela terus menggoncangkan tubuh Rayyan berharap agar dia segera bangun membuka matanya. Jendral Mike sudah di ringkus dan di bawa oleh anggota, sekarang Rayyan di larikan ke rumah sakit terdekat.


"Tenanglah, kau harus tenang." kata Revin, Akiela hanya bisa menangis. Marsya, Vivian dan Revin memeluk Akiela bersama, membuat Akiela semakin terisak "Harusnya aku yang tertembak buka dia." isak Akiela "Berdoalah agar Rayyan baik baik saja." kata Marsya.

__ADS_1


Mereka menunggu di depan pintu ruang oprasi, orang tuanya dan Rayyan datang juga dengan Egar, Niko dan Johan. "Bagaimana dengan Rayyan, nak?" tanya mama Sela khawatir, tapi Akiela hanya menangis "Ini salah Akiela ma, semuanya salah Akiela." katanya "Jangan salahkan diri sendiri, mari doakan yang terbaik untuk Rayyan." kata papa Raka.


__ADS_2