
"Gue suka sama lo. Maaf selama ini gue selalu ganggu lo sebenarnya itu karna gue mau dekat sama lo tapi lo hanya cuek cuek aja." jelas Egar dengan tertunduk "Ya." kata Revin "Apa?" tanya Egar "Jawaban atas pertanyataanmu." kata Revin santai, sangkin senangnya Egar berteriak "WUHUUUUU....!!" Egar turun dan melompat lompat seperti anak kecil yang baru di kasih permen "Kita sekarang pacaran ya!" kata Egar semangat, Revin hanya mengangguk.
Yang lain hanya bermain air dan kejar kejaran di tepi pantai, puas mereka bermain kini mereka berkumpul duduk beralaskan pasir dekat dengan moror mereka yang terparkir.
"Kie, lulus nanti lo mau kemana?" tanya Rayyan memulai pembicaraan, dia tak yakin dengan apa yang dia dengar wakru itu "Mau masuk pelatihan militer, bareng mereka juga." menunjuk teman temannya 'Beneran masuk militer ya?' batinya, entah kenapa ada rasa tak rela mendengarnya. Sedangkan Niko, Egar dan Johan mereka terkejut bahwa calon pasangan mereka memutuskan untuk masuk militer.
"Kalau kamu, bagaiman?" tanya Akiela, "Aku mau menjadi dokter meneruskan profesi papa dan mama." kata Rayyan mantap "Lalu kau bagaiman?" tanya Marsya pada Johan "Aku mau menjadi pemain basket handal." jawab Johan tersenyum, "Bagaimana denganmu." giliran Vivian bertanya "Aku akan menegejar cita citaku menjadi pengacara." kata Niko "Lalu kau?" tanya Revin ragu "Aku akan melanjutkan bisnis papa, mewarisi perusahaan keluarga." kata Egar tertunduk, dia takut jika hubungannya dengan Revin akan di tentang oleh orang tuanya.
"Sudah sore, ayo kita pulang." ajak Rayyan, mereka juga setuju dan melakukan perjalanan pulang. Mereka merasa sangat lelah hingga selama perjalanan mereka hanya diam. Rayyan hendak mengantarkan Akiela sampai rumahnya "Mana rumah lo?" tanya Ray "Sampai sini aja." kata Akiela "Kalo lo gak tunjukin, gue bawa pulang kerumah gue, mau?!!" ancam Rayyan, Akiela segera menunjukkan arah jalan kerumahnya 'Gila aja kalau sampai di bawa ke rumahnya.' batin Akiela.
__ADS_1
"Makasih, gak mau mampir dulu? Minum gitu." tawar Akiela "Gak deh, makasih. Gue langsung pulang aja." pamitnya. Akiela memandang kepergian Rayyan sampai tak terlihat, saat membalikkan badan 'Aduh! Senyawa senyawa yang tak bisa di teliti ilmuwan udah terpatok kokoh di ambang pintu.' gurutunya dalam hati Akiela terjingkat kaget melihat pintu rumahnya sudah terbuka dan sudah ada mama dan ayahnya "Ehem. Maukah kau menjadi kekasihku?!" sindir ayahnya "Oh, pujaan hatiku pangeran hidupku." ucap mamanya yang ikut menggoda, wajah Akiela langsung memerah karna malu "Awas mama, ayah. Tepi tepi, gak lucu tau.." kedua orang tuanya hanya terkekeh melihat tingkah putrinya.
Akiela berlari memasuki kamar, segera membersihkan diri lalu berbaring di ranjang kesayangannya "Hari yang indah." gumamnya. Tak lama suara mamanya memanggil untuk makan malam. Akiela bergegas turun, disana sudah ada ayah dan mamanya yang tersenyum penuh arti "Apa sih ma?!" malu malu "Gak apa, mama dan ayah juga pernah muda seperti kalian." jawab mamanya, Akiela hanya tersenyum mengingat kejadian tadi sore.
"Ma, yah! Emm anu..." kata Akiela ragu, orang tuanya diam mendengarkan "Mama ayah, setelah lulus adek ingin masuk militer." walau ragu, tapi dia memang harus mengutarakannya. Ayah Akiela yang mendengar itupun langsung berdiri tanpa menyelesaikan makannya dan meninggalkan Akiela dimeja makan bersama mamanya,
mama Akiela juga sangat kaget "Dek, kenapa mau masuk militer?" tanya mamanya yang berusaha tetap tenang "Adek! pelatihan militer itu berat, apa kau sanggup? jika sudah masuk maka tidak ada lagi kata mundur, apa kamu mengerti?" tegas mamanya "Adek tau ma. Selama ini adek terus berusaha menjaga fisik adek dan prestasi adek di sekolah, adek juga sudah ikut kelas bela diri." jelas Akiela. Memang kelas bela diri disetujui oleh mama dan ayahnya tapi mereka tak tau jika itu Akiela anggap sebagai bekal untuk masuk militer. Ayahnya mendengar percakapan antara istri dan putrinya itupun menangis.
Pagi esok harinya, saat selesai sarapan "Yah, maaf. Jika ayah tidak mengizinkan, adek tidak akan masuk militer." sesalnya "Ayah mengizinkanmu dek, hanya saja ayah begitu kaget karna kamu putri satu satunya ayah memilih menjadi pasukan militer." tak terasa air mata ayahnya menetes, Akiela segera memeluk ayahnya "Makasih, yah. Adek ingin menjadi Jendral besar militer, selalu doakan adek ya yah." katanya.
__ADS_1
Ayah Akiela tangisnya semakin pecah, dia menangis karna sedih dan terharu, dia sedih karna putri semata wayangnya akan mengikuti pelatihan militer lalu dia juga sangat terharu karna cita cita putrinya begitu besar. "Ayah akan selalu mendukungmu." kemudian ayahnya mencium kening Akiela "Hari ini ayah yang antar ke sekolah ya?! ayo." kata ayahnya. Akiela sangat bahagia karna memiliki keluarga yang sangat mendukung apa yang menjadi pilihannya.
Disekolah pelajaran dimulai seperti biasa hanya saja yang menjadi beda, sekarang Akiela dan teman temannya sering berkumpul bersama Rayyan crew. Seperti saat ini, di bangku taman sekolah Akiela dan teman temannya sedang menunggu Rayyan crew yang sedang rapat osis. "Lama menunggu?" tanya Rayyan "Namanya juga rapat, memang sewajarnya lama." kata Akiela, Ray hanya tersenyum
"Lha itu dengkulmu yang mulus macam body sepedah motorku kenapa zeyenk? kok diplester?" tanya Egar alay "Habis menghindari masa lalu." jawab Revin asal "Makanya jangan kebanyakan tengok spion, lampu kota itu dihidupkan biar kelihatan masa depan." kat Egar sambil menepuk pelan dadanya bangga "Heleh, dasar Narona." sambil memutar bola matanya "Kok Narona sih zeyenk!" rengek Egar menyebikkan bibirnya. Puas bercanda mereka masuk ke kelas, pelajaran dimulai lagi sampai selesai.
Jam sekolah berakhir siswa siswi berhamburan saling memdahului keluar dari gerbang sekolah "Ayo, ku antar pulang!" kata Rayyan mendekati Akiela dengan motornya, Akiela mengangguk karna memang pulang bersama dengan Rayyan akan lebih cepat dibandingkan dengan bis sekolah. Vivian, Revin dan Marsya juga di antar pulang oleh teman Rayyan.
"Mampir dulu!" ajak Akiela "Ada siapa dirumahmu?" kata Rayyan, Akiela tak percaya jika Rayyan mengubah bahasanya "Apa katamu?" mencoba mengulangi "Ada siapa dirumahmu?" Rayyan mengulangi kembali pertanyaannya "Oh..." kata Akiela, ternyata dia gak salah dengar "... Ada bibi, pembantu yang dipekerjakan mama. Dia bekerja disiang hari lalu setelah pekerjaannya selesai bibi pulang. Kenapa?" lanjut Akiela "Gak apa, lain waktu saja." kata Rayyan tersenyum 'Tampannya jika tersenyum.' batin Akiela "Berapa nomor Hpmu?" tanya Rayyan, Akiela pun memberikan nomor hpnya lalu Rayyan pamit untuk pulang.
__ADS_1
Rayyan segera pulang, sesampainya dirumah dia segera membersihkan diri dan menyelesaikan tugas dari guru, lalu mengirim pesan ke nomor hp Akiela 'Ku tunggu ditaman tempat biasa jam empat.' notifikasi pesan pada hp Rayyan bunyi tanda pesannya terkirim.