
Rayyan berjalan mendekati Akiela dan memeluknya dari belakang "Kau sedang apa?" tanya Rayyan kembali dengan meletakkan kepalanya di pundak sang istri, Akiela sangat kaget karna dia tak sadar dengan kedatangan suaminya "Ah!! Tidak ada apa apa." kata Akiela "Kau mulai berbohong!" kata Rayyan "Aku harus segera kembali aktif sebagai Jendral." kata Akiela jujur dengan kepala tertunduk ada nada sedih tapi juga semangat "Bukannya menunggu sampai putra kita berusia satu tahun?" tanya Rayyan tapi Akiela hanya diam "Pertahanan sedang goyah." jawabnya lirih.
Rayyan kaget mendengar pernyataan istrinya "Itu sebabnya seniormu datang kemari?!" tanya Rayyan yang mengerutkan kening ada nada tak suka pada kata katanya, dia melepaskan pelukannya pada Akiela sebelum pertanyaannya di jawab "Iya, gudang persenjataan angakat laut dicuri." kata Akiela lalu berbalik badan menghadap sang suami. Akiela melihat ada raut kesedihan di wajah Rayyan "Kamu kenapa?" tanya Akiela membelai wajah Rayyan "Tidak ada." jawabnya lalu segera melepaskan tangan Akiela yang menyentuh wajahnya dan berjalan menuju ranjang.
Akiela diam menatap sikap dingin sang suami lalu mengukutinya menuju ranjang mereka "Ini adalah tanggung jawabku." kata Akiela yang membaringkan tubuhnya dan memeluk suaminya dari belakang, dia merasakan bahwa Rayyan seperti sedang menahan tangis 'Apa dia sedang menangis?' bertanya dalam hati "Ray." panggil Akiela lembut namun yang di panggil tak menjawab lalu Akiela dengan paksa membalikkan tubuh Rayyan menghadapnya.
"Kau menangis?!" tanya Akiela yang terkejut melihat suaminya menangis dengan segera dia memeluk sang suami "Maaf." ucap Akiela yang ikut menangis "Aku tak bisa kehilanganmu." kata Rayyan yang membalas pelukan Akiela "Aku hampir kehilanganmu saat itu dan bagaimana dengan sekarang? Aku takut Kie, aku terlalu takut kehilanganmu." lanjut Rayyan mengeratkan pelukannya "Percayalah, dimanapun aku berada aku tetap milikmu. Apapun yang terjadi jangan pernah menyalahkan takdir." kata Akiela yang juga ikut menangis di dada sang suami "Aku akan mengizinkanmu aktif kembali, tetapi berjanjilah padaku bahwa kau harus pulang dengan selamat." kata Rayyan yang masih terisak "Mari kita tidur." ajak Rayyan dan Akiela pun mengangguk.
__ADS_1
Lama Akiela berbaring tapi rasa kantuknya tak kunjung datang lalu dia segera bangun turun dari ranjang dan berjalan ke balkon kamarnya "Bagaimana bisa gudang persenjataan TNI dicuri? Bukankah penjagaan sangat ketat?" kata Akiela pada diri sendiri, di dalam kamar Rayyan juga tidak bisa tidur dia mendengar apa yang dikatakan Akiela samar samar "Kau harus menjaga dirimu." gumamnya lirih dan menutup matanya kembali hingga tertidur. Akiela masih termenung di balkon kamarnya lalu dia masuk karna udara yang dirasanya semakin dingin "Pantas saja, hampir jam 2 pagi." kata Akiela yang melihat jam dinding kamarnya, segera dia kembali tidur di samping Rayyan suaminya.
Pagi hari, seperti biasa Akiela bangun sebelum Rayyan dan membersihkan dirinya, memepersiapkan sarapan. Selesai berkutat di dapur kini Akiela akan membangun kan Rayyam di kamar cklek pintu kamar terbuka disana ternyata Rayyan sudah bangun dan sudah berpakaian rapi lengkap dengan setelan jas putihnya 'Sangat tampan.' batin Akiela mengagumi. Saat ini dia sedang berdiri menghadap lemari kaca tempat seragam kebesaran istrinya yang tergantung rapi, mendengar suara pintu kamarnya terbuka Rayyan pun menoleh dan tersenyum.
Akiela berjalan mendekatinya "Kenapa?." tanya Akiela melihat Rayyan lalu ke seragamnya dan kembali ke Rayyan lagi "Maaf." kata Rayyan. Mendengar itu Akiela memiringkan kepala bingung "Maaf tentang tadi malam seharusnya aku tak meragukanmu. Tak seharusnya aku egois, aku sadar akan posisimu. Jika pertahanan goyah bagaimana dengan nyawa yang tak bersalah? Jika sampai senjata senjata itu digunakan untuk menghancurkan negara." kata Rayyan, ada rasa penyesalan dalam kata katanya.
"Itu wajar. Yakinlah." kata Akiela lalu menggenggam tangannya "Aku percaya padamu. Segeralah selesaikan masalah ini agar keadaan kembali tenang." balas Rayyan mencium kedua tangan Akiela, Akiela selalu saja malu jika diperlakukan romantis okeh Rayyan "Terimakasih, sekarang mari sarapan! Kamu bisa telat berangkat ke rumah sakit!" kata Akiela yang menyeret tangan Rayyan "Itu rumah sakitku jika kau lupa." kata Rayyan, dia tau jika Akiela sedang malu.
__ADS_1
Setelah memastikan mobil suaminya benar benar tak terlihat lagi Akiela masuk ke dalam rumah "Aku harus segera menghubungi Vivian." kata Akiela sambil mengambil hpnya dari saku, karna Vivianlah yang berada dua tingkat di bawahnya setelah jendral Mike barulah Letnan jendral Vivian.
Saat dia baru akan menyentuh tombol panggil, hpnya berdering tertera nama Vivian "Baru mau di telfon." kata Akiela lalu menjawab telfon dari Vivian "Hallo Vi." kata Akiela "Iya hallo. Kie, apa kau sudah mendengar jika gudang persenjataan telah di curi!!" kata Vivian panik "Iya aku tau." kata Akiela "Benarkah!!!!" teriak Vivian kaget "Sejak kapan?" tanya Vivian "Tadi malam senior Jendral besar Abraham dan senior Jendral besar Bayu datang ke rumahku." jawab Akiela "Mereka membicarakan tentang masalah itu. Kita harus berkumpul mendiskusikan masalah ini." kata Akiela "Ya! Aku akan menghubungi yang lain, kita bicarakan masalah ini di rumahmu." kata Vivian "Ya, cepatlah!" kata Akiela dengan nada khas seorang jendral "Siap laksanakan Jendral!" jawab Vivian tegas lalu mereka memutuskan sambungan teleponnya.
Suara beberapa mobil memasuki halaman rumah Akiela, Revin, Vivian, dan Marsya turun dari mobil dan masuk kerumah Akiela. Diruang tamu Akiela sudah duduk menunggu kedatangan mereka "Ada hal penting?" tanya Marsya seraya duduk di kursi sofa rumah Akiela "Ya, sangat penting." kata Akiela lalu dia memanggil mbok surti untuk membuatkan minum dan membawa beberapa camilan.
"Ada apa?" tanya Revin penasaran "Apa kalian belum tau jika pertahanan kita sedang goyah." kata Vivian "Maksudmu?" tanya Marsya yang penasaran "Gudang persenjataan AL di curi." kata Akiela melanjutkan "APA!!!!!" jawab Marsya dan Revin serempak "Ya, tadi malam senior Jendral besar datang kemari memberitahukan tentang masalah ini." kata Akiela "Lalu bagaimana menurutmu?" tanya Revin "Aku akan segera kembali aktif di militer." jawab Akiela mantap, lalu mereka semua hanya diam "Bagaimana dengan Rayyan?" tanya Vivian memulai pembicaraan "Dia menolak pada awalnya, tapi baru tadi pagi dia setuju dan mengizinkanku kembali ke militer." kata Akiela "Kapan kau akan kembali?" tanya Marsya "Besok." jawab Akiela tegas.
__ADS_1
Revin berdiri lalu berjalan ke arah jendela rumah bermaksud untuk melepas rasa khawatir uang melanda dalam dirinya, saat menatap ke arah luar jendela tak sengaja Revin melihat orang asing yang sedang mengendap endap dengan segera Revin menajamkan pandangannya guna menyelidik apakah dia mengenali orang tersebut dan mengingat ciri ciri orang itu.
"Ada apa?." tanya Vivian yang melihat Revin tampak serius melihat ke arah luar "Ada orang yang sedang mengawasi rumah ini." jawab Revin yang masih tetap fokus dengan orang asing itu "Sepertinya kau harus memperketat penjagaan rumah mu Jendral." kata Revin.