
Tintin suara klakson mobil Vivian memasuki halaman rumah Akiela "Gak mampir dulu Vi?." tanya Akiela "Gak, makasih. Udah malam aku langsung balik aja. Makasih udah nemenin." pamit Vivian. Akiela masuk dengan membawa barang barang yang dia beli tadi "Jam delapan malam." gumamnya saat melihat jam dinding di ruang tamunya, Rayyan melihat istrinya sedang membawa banyak barang belanjaan datang membantu "Aku bantu." pinta Rayyan seraya mengambil dari tangan Akiela "Makasih." kata Akiela "Mbak tolong segera tidurkan Dilla dan Dika dikamarnya ya." pinta Akiela "Baik nyonya, kami permisi." pamit mereka, Akiela mengangguk lalu dia duduk di sofa ruang tamunya dan bersandar "Capek." gumamnya.
Sudah satu bulan berlalu, pernikahan Vivian dengan Niko tinggal tiga bulan lagi. Akiela baru saja menemani putranya tidur lalu berjalan turun duduk santai di ruang tamu dengan membca novel "Semoga pernikahan Vivian lancar sampai hari H." gumamnya, entah kenapa dia merasa ada hal buruk yang akan terjadi pada mereka.
Tingtong suara bel berbunyi Akiel segera membuka pintu, saat pintu terbuka Akiela kaget karna disana dua orang lelaki dewasa berpakaian rapi dengan tongkat khasnya hanya dengan melihat saja sudah membuat orang takut dengan auranya. Mereka adalah tuan Abraham dan tuan Bayu mereka adalah jendral besar yang telah mengundurkan diri atau pensiun dari jabatannya sebelum waktunya, meskipun begitu mereka masih sangat disegani karna jasa dan skil luar biasa mereka terbukti sampai saat ini mereka masih membantu mengawasi pelatihan TNI ditempat Akiela dan mereka jugalah yang membantu membimbing serta melatih Akiela dan teman temannya menjadi seorang petinggi militer tentu dengan latihan yang tidak mudah.
"Silakan masuk tuan!" tawar Akiela, mereka masuk kerumah Akiela dan Rayyan. Akiela mulai bertanya tanya apa maksud kedatangan mereka kemari "Mari silakan duduk." tawar Akiela mengulurkan tangan mempersilakan mereka duduk "Tunggu sebentar tuan." kata Akiela lalu segera menuju dapur, beruntung disana pembantu rumah tangganya belum tidur "Mbok, tolong buatkan minum dua nanti antarkan ke ruang tamu." pinta Akiela, mbok surti mengangguk segera melaksanakan perintah nyonyanya dia berumur 45 tahun, dulu Akiela sempat protes karna dia meminta nyonya dan tuannya memanggil dengan sebutan mbok.
__ADS_1
"Ada tamu siapa malam malam begini?" tanya Rayyan yang kebetulan berada di dapur yang ingin membuat teh sendiri "Jendral senior ku. Mari ku kenalkan pada beliau!" kata Akiela menggandeng tangan Rayyan, di ruang tamu "Mohon maaf lama." kata Akiela "Tidak apa apa." kata tuan Bayu "Suamimu?" tanya tuan Abraham "Benar dia suami saya." kata Akiela dengan segera Rayyan mengulurkan tangan guna berjabat tangan dengan mereka "Saya Rayyan, suami Akiela." kata Rayyan "Saya Abraham." katanya menjabat tangan Rayyan "Bayu." kata tuan Bayu yang bergantian berjabat dengan Rayyan.
Kemudian mereka duduk lalu minuman mereka datang "Silakan di minum tuan." kata Akiela, merasa jika ada hal penting yang akan disampaikan Rayyan pamit untuk membiarkan mereka mendiskusikan masalah mereka "Mohon maaf, sepertinya ada hal penting yang akan anda sampaikan kepada istri saya jadi saya mohon pamit menemani anak anak agar anda lebih leluasa membicarakan hal tersebut dengan istri saya." ucap Rayyan dengan sangat sopan agar nama istrinya tidak buruk di depan seniornya "Terimakasih tuan Rayyan." kata tuan Bayu "Sama sama tuan. Mohon tuan panggil saya dengan Rayyan saja, karna anda adalah senior istri saya." jawab Rayyan dengan nada yang sangat sangat sopan dan hati hati lalu tuan Bayu mengganguk.
Rayyan berdiri dan berlalu menuju kamar putranya 'Ada apa mereka datang mencari Akiela? Tak biasanya mereka datang sendiri kemari?' batin Rayyan, karna tidak pernah senior Akiela datang ke kediamannya biasanya hanya melalui telepon saja atau dengan mengirim orang untuk di mintai pendapat tentang keadaan militer.
"Benar. Satu minggu yang lalu gudang persenjataan TNI angkatan laut di bobol oleh *******." jelas Abraham "Benar, kini seluruh angkatan TNI sedang waspada dengan aksi ******* yang akan membobol kembali gudang persenjataan." kata Bayu "Bagaimana dengan penyelidikannya Senior?" tanya Akiela "Penyelidikan masih terus berlanjut dan masih belum bertemu titik terang." jawab Bayu "Aksi mereka sangat rapi dan dugaan ******* ini hanya sementara. Bahkan kepolisian militerpun juga dalam keadaan siaga." sambung Abraham.
__ADS_1
Akiela sedang berfikir berkali kali dia mempertimbangkan resiko tentang pertahanan dan terutama oada putranya yang masih kecil "Akan saya pikirkan dan memberikan keputusan secepatnya kepada anda." kata Akiela "Lalu bagaiman masalah ini menurut anda?" tanya Akiela "Karna sangat sedikit hasil penyelidikan dan bukti bukti kuat yang kurang akurat, kami memutuskam agar kamu segera aktif kembali sebagai Jendral besar. Hanya kau yang bisa menyelesaikan masalah ini." kata Bayu.
Mereka tersenyum tapi arti lain dari senyum yang diberika 'Aneh!!' batinya yang sedang menerka nerka, "Baiklah senior sesegera mungkin saya akan memberi anda keputusan." kata Akiela "Terimakasi Akiela." kata Bayu "Baikalah, sepertinya apa yang ingin kami sampaikan sudah tersampaikan dan kami harus pamit." kata Abraham " Ya benar, dan juga jangan lupa diskusikan masalah ini dengan para anggota lain terutama temanmu." kata Bayu "Ah ya, berhati hatilah dengan jendral Mike yang satu tingkat di bawahmu!!" sambung Bayu "Sudah cukup yang kami sampaikan, kami permisi jendral. Silakan anda lanjutkan kegiatan beristirahat anda." kata Abraham.
Mereka segera bangkit dan meninggalkan kediaman Akiela dan Rayyan, Akiela masih bingung dengan perkataan jendral seniornya bukan tentang dia yang harus aktif kembali tapi tentang kewaspadaanya "Kenapa dengan jendral Mike?." kata Akiela yang sedang menutup pintu rumahnya lalu dia segera menghampiri Rayyan di kamar anak anaknya.
Akiela terus berjalan menaiki tangga tapi dia tidak menyusul Rayyan di kamar putranya melainkan masuk ke kamarnya sendiri, di dalam kamarnya dia berjalan ke arah lemari kaca khusus yang di dalamnya tergantung rapi seragam kebesarannya. Akiela termenung menatap seragam tugasnya.
__ADS_1
Rayyan yang sudah puas menemani anaknya segera keluar dari kamar putranya "Kemana dia?" kata Rayyan yang mencari keberadaan istrinya, melihat ke lantai bawah dari lantai atas, lalu dia melihat ke arah kamarnya dan Akiela 'Pintunya terbuka, apakah dia didalam?' tanya Rayyan dalam hati, dia menoleh ke segala arah memastika jika Akiela memang tidak ada di sana lalu dia masuk kamarnya "Sedang apa?" tanya Rayyan yang baru masuk kamarnya tetapi tidak mendapat respon dari Akiela.