
Dengan segera dia turun berjalan cepat menuju pekarangan rumahnya karna sudah tidak sabar ingin makan mangga muda, sampai dibawah pohon mangga dia berhenti dan melihat keatas "Mantap!! Seger pasti." kata Akiela dengan lincah dia memanjat pohon mangga itu tak butuh wakru lama Akiela sudah duduk di dahan kuat dan memilih milih buah mana yang akan dia petik.
Sedangkan dihalaman depan, mobil Rayyan sudah kembali dia sudah membawa pesanan istrinya mangga muda dan sekaligus susu untuk ibu hamil. Segera dia berjalan ke arah kamarnya dan membuka pintu dengan berkata "Sayang! Aku bawa mangga muda seperti katamu!" tapi tak ada sahutan dari sang Empu, dia melihat sekeliling kamar tapi istrinya tidak ada lalu dia meletakkan barang bawaannya di meja kamar, berjalan ke kamar mandi tapi disana juga tidak ada, dia turun dari kamarnya dan berlari ke dapur, ruang tamu, ruang olahraganya, ruang keluarga, kembali ke dapur lagi juga tidak ada, Rayyan semakin khawatir "Akiela!! Diman kamu?!!!!" teriak Rayyan.
Lalu Rayyan mendengar sayup suara receh nyanyian Akiela dari belakang rumah "Kalau hanya makanan dimeja, mejanya yang kumakan teng teng teng teng kalau hanya kopi yang disuguhkan gelasnya yang ku minum jeng jeng jeng jeng jreng!!!" senadungnya, Rayyan segera berlari ke sumber suara "Sayang! Ngapain kamu disitu? Ayo turun!" Rayyan bingung mencari tangga 'Bagaimana dia bisa naik ke atas pohon? Disini tidak ada tangga!' batinnya dia membelakangi pohon mangga itu melihat benar benar tidak ada tangga di sana.
Rayyan tak tau jika Akiela sudah turun dari pohon "Cari apa?" tanya Akiela mengagetkan Rayyan dari kebingungannya "Kau mengagetkanku saja!! Bagaimana cara kamu naik dan turun dari pohon itu?!" tanya Rayyan khawatir pasalnya sekarang Akiela sedang hamil "Memanjatlah masa iya harus terbang. Mana mangga muda ku?!!" Akiela meminta pesanan yang dia minta "Ada di kamar. Lalu kau sedang apa tadi diatas sana?" tanya Rayyan "Makan mangga langsung dari pohonnya lebih afdhol." jawab Akiela santai "Kau kan sedang hamil, berhati hatilah!" kata Rayyan "Tenang saja dia anak dari Jendral besar Akiela, jadi sudah pasti dia akan kuat seperti ku!" jaeabnya bangga lalu mengelus perutnya, Rayyan hanya bisa pasrah dan mengalah dengan istrinya karna kata dokter Galang 'Orang hamil akan lebih sensitif', "Sabar!!" gumamnya dengan mengelus dada.
Kini kehamilan Akiela sudah memasuki trisemester akhir, selama kehamilan dia tak pernah mau USG karna katanya untuk surprise. "Aduh, Rayyan!!! Ini apa?" tanya Akiela keluar air mengalir di kakinya dia yakin jika dia tidak ngompol "Astaga sayang, ini air ketuban ayo kita kerumah sakit sekarang." Rayyan menggendong Akiela memasuki mobil. "Ray, sakit!" rintihnya, dia mulai merasakan kontraksi "Tahan! Sebentar lagi sampai." kata Rayyan.
__ADS_1
Tak lama perjalanan mereka karna letak rumah sakit tak terlalu jauh dari rumahnya, sesampainya dirumah sakit Akiela segera memasuki ruang bersalin Rayyan menghubungi keluarganya dan Akiela. Mereka sudah berkumpul "Bagaimana dengan Akiela nak?" tanya mama Sela "Masih di dalam ma." kata Rayyan dia mondar mandir cemas karna mendengar suara kesakitan istrinya didalam "Ma, apa sesakit itu?" tanya Rayyan pada mama Sela "Tentu saja." jawab mamanya "Benarkah itu ma?" tanya Rayyan pada mama mertuanya "Iya, benar memang sesakit itu." jawab mama Mela, Rayyan semakin cema.
Lalu perawat keluar memanggil "Dimana suami pasien?" tanya perawat itu "Saya suaminya!" kata Rayyan "Baiklah, silakan anda masuk. Nyonya membutuhkan anda dalam masa bersalin." kata perawat itu, di dalam sana dia melihat Akiela yang bercucuran keringat sedang berjuang untuk anaknya sebenarnya dia tidak tega melihat Akiela yang kesakitan dengan memberanikan diri dengan langkah gemetar dan sedikit gontai dia mendekati Akiela "Sakit Ray!" kata Akiela menahan rasa sakitnya.
"Berjuanglah, ada aku yang menemanimu disini." kata Rayyan menggenggam tanggan istrinya sungguh dalam hatinya dia tak tega melihat Akiela tak berdaya seperti ini memperjuangkan hidup dan marinya demi anak anaknya.
Proses demi proses bersalin, Rayyan menyaksikan langsung prosesi persalinan sang istri 'Selama aku jadi dokter, ini pertama kalinya! Mengerikan!' batinnya, "Aaa!!!" teriak Akiela, suara tangisan memenuhi ruangan betapa bahagianya Rayyan melihat proses itu dengan mata kepalanya sendiri hingga meneteskan air mata.
Dengan bantuan dokter ahli dan perawat, Akiela melahirkan bayi keduanya mereka telah di anugraihi dua sosok malaikat kecil. "Selamat dokter Rayyan anda memiliki dua sosok pangeran kembar yang tampan!" kata dokter yang membantu persalinan Akiela. Tangis haru Rayyan pecah dia di bantu dokter bergantian mengadzani bayinya, lalu di banru untuk menggendong keduanya "Terima kasih." kata Rayyan yang duduk dekat dengan Akiela, dia balas dengan senyuman manisnya.
__ADS_1
Sudah tiga hari Akiela dirumah sakit setelah melahirkan dia bahagia memiliki dua sekaligus pangeran tampan. "Mereka mirip sepertiku!" kata Rayyan mencium pipi istrinya "Dan kuat sepertiku." balas Akiela, mereka melihat bayi kembarnya tertidur pulas di box bayi yang di sediakan rumah sakit.
Kedua orang tua mereka masuk ruangan membawa beberapa perlengakan bayi, selama tiga hari mereka selalu membeli entah itu baju, bedak atau aksesoris dan lain lain setiap harinya "Mana cucu cucu Opa?!" kata Ayah Akiela berjalan mendekati box bayi "Lucunya mirip Rayyan waktu kecil." kata papa Rayyan "Benar tapi mewarisi mata milik ibunya." kata ayah Akiela "Benar yang dikatakan besan." kata papa Rayyan setuju.
"Sudah menemukan nama yang cocok untuk mereka?" tanya mama Mela, Akiela mengangguk "Dilla Eka Abhivandya untuk sang kakak dan Dika Dwi Abhivandya untuk sang adik." jawab Akiela "Nama yang bagus." kata mama Rayyan "Benar! Kau sangat hebat memilih nama, nak." sanjung papa Raka.
Teman teman Rayyan dan Akiela juga datang "Selamat menetas keponakan paman Ega..... Lho dua!!!!" teriak Egar kaget melihat isi box bayi karna ada dua bayi disana "Pst! Sakitkah?" bisik Marsya "Tentu saja, tapi rasa sakit itu terbayar dengan melihat mereka." kata Akiela lalu melihat kearah putranya "Hebat bro! Top cer!" kata Johan mengacung kedua jempolnya, Rayyan memukul dada bangga melihat kelakuan konyol mereka Akiela tertawa.
Lima hari berada dirumah sakit sekarang Akiela sudah diperbolehkan pulang. Dengan telaten Rayyan membantu Akiela berjalan sedangkan para mama yang baru menjadi nenek menggendong cucu mereka.
__ADS_1
"Dek, mama nginep sini boleh?" tanya mama Mela "Ma, ini rumah Akiela juga. Mama memang harus tinggal disini beberapa waktu menemani cucu mama dan mama juga!" kata Rayyan pada mamanya dan mama mertuanya "Hanya mama? Lalu papa dan ayah bagaimana?" tanya papa Raka "Untuk papa dan ayah terserah, hehe. Karna papa juga bantu Rayyan mengurus rumah sakit dan ayah kan bekerja, hehehe." kata Rayyan "Durhaka." kata papa dan ayah mertuanya bersamaan, sedang istri mereka tertawa melihat tingkah mereka.