JENDRAL AKIELA

JENDRAL AKIELA
Episode 24


__ADS_3

Mereka tampak kuwalahan dan tiga dari mereka sudah tergeletak lemah Rayyan tampak bingung karna dia tak jago dalam hal bela diri dia juga tak tau dimana Akiela menaruh beberapa senjatanya "Apa lagi ini?!" Rayyan semakin panik melihat orang berpakaian serba hitam itu berjalan ke arah pinri rumahnya.


Mereka terus mendobrak pintu rumah Rayyan, dia benar benar bingung Rayyan menyuruh babysitternya untuk membawa Dilla dan Dika bersembunyi, tapi naasnya mereka terlambat sebelum mereka menemukan persembunyian yang tepat orang orang itu sudah masuk rumahnya jadi mau tak mau mereka bersembunyi dengan asal di tempat yang menurunya aman.


Rayyan menyuruh dua babysitternya bersembunyi dengan Dilla dan Dika dalam lemari pakaian di kamarnya "Sembunyi dulu ya, nak! Gak boleh nangis!" kata Rayyan mengelus pipi gembul Dilla dan Dika bersamaan.


Rayyan keluar dengan menggendong dua bantal kecil untuk mengecoh mereka. Mereka sedang berada di kamar Dilla dan Dika dan mengobrak abrik isi kamar teesebut "Cari di tempat lain!!" bentak pimpinan mereka, Rayyan sedikit takut dengan keadaan menegangkan seperti ini .


Mereka melihat Rayyan yang berlari dengan menggendong lantas mengejarnya, cukup mudah untuk menaklukan Rayyan yang memang tak memiliki kemampuan berkelahi yang sebanding dengan mereka "Hanya bantal!" mereka membanting kedua bantal tersebut ke wajag Rayyan yang tergeletak lemah lalu menendang perutnya dengan keras Buk!! "Ergh.." rintih Rayyan, sakit pada bagian wajahnya dan anggota tubuh lain masih terasa kini di tambah dengan tendangan pada perutnya 'Sial!' umpatnya dalam hati.


Rayyan mencoba meraih hpnya di saku celana berusaha menelpon Akiela dia menangis tak berdaya melihat kedua putranya di bawa pergi oleh orang orang yang menyerang rumahnya jangankan berdiri dan mengejar mereka hanya sekedar bernafas saja dia kesulitan.

__ADS_1


Dengan penuh usaha dia berhasil menghubungi Akiela "Halo.." jawab Akiela di sebrang telepon, Rayyan tersenyum dan menangis miris tentang putranya "Anak anak di culik, maaf." setelah mengucapkan kalimat itu Rayyan tak sadarkan diri.


"Halo!! Halo Ray!! Kau masih di sanaan jawab aku?!!" teriak Akiela panik, mendengar kabar jika putranya di culik dia segera bergegas dan secepat mungkin pulang "Kamu mau kemana? Kenapa buru buru?!." tanya Vivian juga ikut panik "Dilla dan Dika diculik!" jawabnya lalu dia segera menaiki mobil dan di ikuti oleh Vivian "Aku ikut denganmu!" katanya, dan di belakang mobil Akiela ada mobil Revin. Mereka mengendarai mobil dengan kecepatan di atas rata rata, beruntung malam hari keadaan jalanan sepi.


Akiela sangat kaget melihat anak buahnya sudah tumbang bahkan ada yang sudah tak sadarkan diri, dia segera berlari masuk ke kamar Dilla Dika. Melihat Rayyan tak sadarkan diri dengan beberapa luka lebam akibat pukulan membuat Akiela merosot terduduk di lantai, dia sangat frustasi dengan keadaan ini.


Vivian segara menyusul Akiela ke atas, ke kamar Dilla Dika, dia melihat Rayyan pingsan dan Akiela yang linglung segera menghubungi pihak medis, Rayyan mendapat perawatan di rumah Akiela juga hanya babysitternya dan enam orang penjaganya yang di bawa ke rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut.


Mendengar kabar tentang keluarga Akiela, senior Jendral dan Niko, Johan serta Egar segera mendatangi rumah Akiela. Mereka melihat Akiela yang panik hendak mengejar orang yng menculik putranya "Jangan terlalu terlalu panik! Pikirkan resiko keselamatannya mereka!!" kata Abraham, Akiela tidak bisa menahan kekhawatirannya tapi setelah mendengar nasihat dari Jendral seniornya 'Benar yang di katakan senior! Pikirkan resikonya!' pikirnya mencerna nasihat tadi.


Dia mengamati gambar yang ada di layar monitor "Tolong di perbesar!" pintanya, mereka memperbedar gambarnya dan mengamatinya "Bukankah itu Susan?!!" kata Niko "Iya! Benar dia Susan!!" kata Rayyan yang terus mengamati.

__ADS_1


Lalu mereka melanjutkan rekaman cctv tersebut "Berhenti berhenti!!" kata Marsya "Perbesar gambar sebelumnya, ya yang itu!" mereka mengamati apa yang salah dengan gambar itu "Ini bukannya itu mirip seragam kita?!" katanya menunjuk gambar yang terlihar hanya lengannya saja "Kamu benar!" kata Akiela. Mereka menyusun rencana karna malam itu juga mereka akan berangkat, dengan bantuan pelacak handal dari Jendral senior Bayu, mereka tau mobil mobil itu berhenti dimana.


Akiela dan teman temannya menuyun stategi! Lalu mereka bergegas berangkat ke tempat tujuan "Bantuan akan kami kerahkan dari AD dan AU." kata Abraham dan Bayu mengangguk menyetujuinya.


Akiela sudah berada tak jauh dari markas musuh, "Aku akan masuk lebih dulu, kalian tunggu di luar!" kata Akiela pelan "Jangan bertindak ceroboh!!" bentak Vivian "Mereka ada banyak, sedangkan kita hanya beberapa. Dan bantuan masih dalam perjalanan! Aku tidak setuju kau masuk sendiri, lebih baik jalankan rencana awal. Kita akan masuk bersama ketika bantuan sudah dekat." jelas Vivian


"Tapi..." belum selesai Akiela berbicara Marsya langsung memotongnya "Kamu juga manusia bukan genetika mutan! Apa kamu punya kekuatan marjan yang bisa ngalahin buto ijo itu. Ingat resikonya disana ada orang yang seangkatan dengan kita.", "Lalu bagaimana Dilla dan Dika di dalam!" balas Akiela panik "Kita cari cara yang lebih aman untuk mereka, aku yakin jika target mereka adalah kau jadi jangan terkecoh!" kata Revin.


Rayyan, Johan, Egar dan Niko mengikuti Akiela dan yang lain tanpa sepengetahuan mereka "Jika begiti aku yang akan masuk!" kata Rayyan, mereka berempat terlonjak kaget dan langsung menoleh kebelakang.


Mereka tentu saja kaget, karna mereka sangat yakin jika mereka pergi sendiri "Kalian!!" kata mereka bersamaan "Pelankan suara kalian." kata Egar pelang seraya membungkam mulut Revin yang ada di depannya "Aku akan mengulur waktu sampai bantuan datang! Kurasa jika Susan ikut andil dalam masalah ini mungkin ada kaitannya dengan ku juga. Jadi aku yang akan masuk." kata Rayyan "Tapi Ray! Mereka membawa senjata, sedangkan kamu?!!" kata Akiela "Percayalah demi Dilla dan Dika!! Kumohon!!" katanya dengan menggenggam tangan Akiela "Tapi kau saja takut dengan tikus! Bagaimana caranya kamu masuk kesana?!!" kata Akiela tanpa sadar berkata jujur aib suaminya.

__ADS_1


Mendengar kata tikut membuat tengkuk Rayyan merinding, dia mulai membayangkan jika di dalam sana ada banyak tikus 'Astaga punya istri jujur amat! Tapi harus ku lakukan demi putraku!!' batinnya tekad Rayyan sudah bulat dia segera menetralkan rasa takutnya. Rayyan terus memaksa Akiela agar dirinyalah yang masuk ke dalam.


Dengan berat hati dan penuh pertimbangan Akiela pun mengangguk membiarkan Rayyan yang masuk lebih dulu "Hati hati" pesan Akiela, Rayyan membalasnya dengan mengangguk "Ray." panggilnya lagi dan Rayyan menoleh "Hati hati!" pesannya lagi dengan penuh ke khawatiran yang senyelimuti dirinya dan di balas dengan senyuman oleh Rayyan.


__ADS_2