JENDRAL AKIELA

JENDRAL AKIELA
Episode 5


__ADS_3

"Itu, anu.... Maaf tentang yang waktu itu. Gue gak sengaja nabrak lo, gue buru buru karna motor gue lagi di bengkel jadi pakai sepedah. Maaf." kata Rayyan dengan nada menyesal. Mata Akiela melebar terkejut dengan pernyataan yang diungkapkan padanya jantungnya terpacu lebih cepat "Gak apa cuma Lecet doang kok. Udah sembuh juga." sambil melihat tangannya "Mau mampir kerumah." katanya basa basi menunjuk jalan arah rumahnya, Rayyan menggeleng "Tidak terimakasih." Akiela pun hanya mengangguk dan berjalan cepat meninggalkan Rayyan yang masih menatapnya. Rayyan masih berdiri di tempatnya melihat Akiela sampai tak terlihat "Blok B ya." seringai Rayyan, karna rumah Rayyan ada di blok D.


Ditempat lain Egar yang juga berjalan pulang kerumah hanya tinggal menyebrang jalan raya saja, di pinggir jalan dia bertemu dengan Revin yang berada di pinggir jalan menunggu jalanan sepi "Bisa nyebrang gak sih?!" ejek Egar, Revin hanya diam tak peduli. Sebenarnya orang tua Egar dan Revin menjodohkan mereka tanpa sepengatahuan mereka.


"Dasar preman komplek!" ejek Egar, maklum karna penampilan Revin bisa di bilang agak tomboy bahkan, dia tidak punya rok hanya seragam sekolahnya saja yang berupa rok "Apa katamu?!!" tunjuk Revin yang mulai tersulut emosi "Gak usah nunjuk nunjuk, tangan lo banyak Corona." goda Egar lalu bergidik jijik, Revin langsung menggenggam tangannya.


Jalan sedang sepi mereka pun menyebrang bersama "Jauh jauh sana, Corona!" Revin hanya diam tak menghiraukan "Lo banyak keringat, baju kotor wajah lo .....macam kucing jalanan. Pasti banyak virus." kata Egar terus mengejek Revin, Revin yang tak bisa menahan Emosi seketika meledak "Apa apa Corona, dikit dikit Corona, ini itu Corona. Heh manusia steril tanpa virus, lebih baik cepat cepat kau ke kantor catatan sipil ganti nama kartu identitasmu SIREGAR COVID NARONA." kata Revin menahan emosi lalu meninggalkan Egar yang masih syok dengan kata kata dan nama baru yang diberikan Revin "Emang dasar bangsa Corona!" gerutu Revin.

__ADS_1


Masa liburan sekolah selesai, sekarang mereka telah naik ke kelas 12. Akiela datang sedikit lebih awal dari biasanya karna diantar oleh mamanya yang hendak berbelanja beberapa kain untuk di jahit di butiknya. Taptaptap suara langkah kaki, Akiela pun mendongak melihat siapa yang datang mereka berdua sama sama terkejut karna dikelas 12 ini mereka satu kelas.


Mereka duduk di bangku pilihan masing masing, siswa siswi berdatangan termasuk ketiga teman Akiela dan teman Rayyan. Guru memasuki kelas menata kembali tempat duduk siswa siswinya. Niko dengan Vivian, Johan dengan Marsya lalu Akiela dengan Rayyan dan Egar dengan Revin. Akiela melihat teman temanya berakhir ke Revin "Klop! cocok sekali." katanya "Siapa??" Rayyan mengikuti arah pandang Akiela, lalu terkekeh geli. Sebenarnya Egar juga suka dengan Revin sayangnya Revin tipe cewek yang cuek. "Kalau kita gimana??" tanya Rayyan, Akiela yang mendapat pertanyaan seperti itu wajahnya memanas pipinya merona dan memalingkan muka "Apaan sih!" jawabnya dengan malu malu.


Semakin hari semakin baik hubungan antara mereka kecuali Revin dan Egar. Di taman tempat biasa mereka berkumpul, mereka merencanakan untuk mempersatukan Egar dan Revin. Terlihat disana sudah ada Akiela, Marsya dan Vivian yang bersembunyi melihat perdebatan Egar dan Revin. "Kok Lo ada disini sih? gak suka gue." kata Egar heran "Eh, Narona. Emang aku suka ketemu kamu! Dasar manusia steril." balas Revin. "Kie, mereka macam mau perang dunia." kata Vivian "Iya, bener katamu. Cari cara gih Kie." lanjut Marsya "Oke, aku keluarin jurus dulu. Kuchiyose no jutsu!" kata Akiela memang di belakang Akiela sudah ada Rayyan, Niko dan Johan "Udah sampai mana?" tanya Rayyan pandangannya tetap melihat Egar dan Revin yang masih berdebat "Oh jadi ini Kuchiyose mu." kata Marsya menyelidik "Hehe, begitulah." menggaruk tengkuknya. "Renacana A gagal." kata Niko "Oke lanjut rencana B." kata johan, yang lain hanya mengangguk.


Di perjalanan, Egar dan Revin hanya diam "Re, kenapa sih lo tuh cuek banget?" tanya Egar "Gak tuh." jawab Revin malas, Egar yang kesal memacu gas motornya "WANJIEEENG....!!!" teriak Revin karna saking kagetnya dia memeluk Egar, Egar yang juga kaget mendapat perlakuan dari Revin menurunkan laju kendaraannya "Udah pelan nih." kata Egar kasihan karna dirasa Revin gemetar "Gak gak, aku takut Gar." jantung Egar berdetak ini pertama kalinya Revin memanggilnya dengan nama, Egar pun tersenyum "Re sebenernya gue suka sama Lo." dengan malu malu Egar mengungkapkan perasaannya,

__ADS_1


mendengar itu seketika Revin membuka mata dan mendorong Egar "Ah!!" dia lupa jika berada di atas motor "Hati hati dong! Gue belom nikah, ntar kalau mati permaisuri gue di akhirat siapa?!" balas Egar yang menyeimbangkan motornya yang sempat oleng karna keterkejutan Revin "Apa tadi katamu?!! demi apa coba?!!! coba ulangi sekali lagi!!!" kata Revin setengah berteriak di telinga Egar "Hiss." desisnya"Demi kantong doraemon, krabby patty beku spongebob dan hubungan Nuruto Hinata. Gue suka sama lo!" kata Egar.Lama Egar menunggu jawaban Revin "Lo masih idup kan, Re?" dia melihat dari kaca spion "Ya ya." kata Revin yang masih syok "Apanya yang iya, Re?" balas Egar "Bukan apa apa." Revin salah tingkah.


Mereka mengikuti jalanan tak sadar mereka menuju pantai "Vi, kita malah menuju pantai." kata Niko selama perjalanan mereka tadinya hanya diam, kini Niko memulai pembicaraan "Iya, gak apa. Aku suka kok dengan pantai, indah." kata Vivian "Persis sepertimu, indah." mendengar itu dari Niko Vivian hanya diam mencerna kata kata Niko.


"Sya lo tuh cantik, pinter, tapi sayang..." kata johan pada Marsya, Marsya yang bingung segera menjawab "Sayang kenapa??", "Gak papa kok sayang. Hahahaha!" canda Johan dengan meledakkan tawa, Marsya membalasnya dengan menepuk pundaknya pelan "Modus ya.", "Em, gak juga sih." jawab Johan santai.


Lalu pasangan lain ada Akiela dan Rayyan yang masih sangat canggung sepanjang perjalanan mereka hanya diam dan enggan memulai obrolan. Motor mereka berhenti tak jauh dari bibir pantai, mereka ngacir dengan pasangan masing masing, tapi tidak demgan Egar dan Revin yang masih setia duduk di atas motor "Re, gimana jawabanmu?" tanya Egar "Apa?" Revin pura pura lupa karna dia juga bingung dengan perasaannya.

__ADS_1


__ADS_2