JENDRAL AKIELA

JENDRAL AKIELA
Episode 22


__ADS_3

Akiela sudah menduga jika itu Jendral Mike jadi dia sengaja memperhatikannya "Pagi Jendral!" sapa Akiela "Pagi Jendral Besar! Selamat datang kembali." jawabnya dan berlalu meninggalkan Akiela dan Vivian 'Apa yang harus di waspadai darinya?' batinnya bertanya tanya.


"Siapa dia? Sepertinya aku jarang sekali melihatnya?" tanya Vivian yang memeperhatikan punggung Jendral Mike berjalan memasuki ruangan "Jendral Mike! Jendral bintang empat." jawab Akiela, sontak Vivian langsung menoleh ke Akiela "Kenapa selama aku disini, aku tak penah melihatnya? Harusnya sesama Perwira Tinggi aku mengenalinya." tanya Vivian "Kau saja yang tak perhatikan." kata Akiela lalu berbalik badan dan berjalan kembali kini menuju tempat parkir.


Vivian mengikuti Akiela di belakang. Di tempat parkir, sangat kebetulan mereka bertemu dengan Marsya dan Revin "Pagi Jendral Besar! Pagi Letnan Jendral!" sapa mereka berdua karna ini masih di kawasan kantor militer dan beberapa anggota AD yang berlalu lalang, jadi mereka bersikap formal.


"Pagi." jawab Akiela dan Vivian bersamaan "Anda hendak kemana Jendral?" tanya Marsya "Kantor AL, kalian berdua ikutlah." kata Akiela "Siap Jendral!!" kata mereka berdua. Mereka berempat mengendarai dua mobil yang berbeda Akiela bersama Vivian dan Revin bersama Marsya, di dalam mobil mereka menggunakan earphone agar lebih mudah berkomunikasi.


Mobil mereka berjalan keluar dari kawasan militer AD, "Kenapa, tiba tiba melakukan kunjungan ke AL Kie?" tanya Revin sambil fokus menyetir karna memakai earphone memudahkan mereka semua untuk berkomunikasi "Ingin memastikan saja." jawab Akiela.


Di kantor kemiliteran, seseorang melihat dua mobil yang meninggalkan kawasan AD menatap dengan tatapan sinis, lalu menguhubungi seseorang lewat telepon "Lakukan!!." perintahnya dan langsung memutuskan sambungan telepon "Masa masamu menjadi Jendral Besar akan segera berakhir." kata orang itu dengan senyum seringai jahat menghiasi wajahnya.

__ADS_1


Tampak dua mobil Jeep dan enam sepedah motor Trail berada di belakangnya "Kita di ikuti atau di kawal?" tanya Marsya yang mengamati pengendara belakang dari spion mobil "Mungkin anggota lain yang juga kebetulan sedang keluar." kata Akiela "Tapi...." belum selesai Marsya berbicara beberapa pengendara motor langsung menghadang mobil Akiela yang berada di depan, karna jalanan yang sepi memudahkan aksi mereka menghentikan laju kendaran mobil Akiela dan Revin.


Revin menginjak rem mobilnya kuat kuat karna mobil di depannya yaitu mobil Akiela tiba tiba berhenti "Ada apa di depan?" tanya Revin "Kita di hadang, bersiaplah!" jawab Akiela. Mereka menggunakan topeng masker menutupi wajah mereka dan membawa senjata "KELUAR!!!!" bentak mereka dan menggedor mobil Akiela dan Revin.


Karna mereka adalah petinggi militer jadi di mobil juga di siapkan beberapa senjata, tapi mereka malah memilih keluar dengan tangan kosong dangan mengangkat tangan. "Siapa yang bos kalian?!!" kata Revin yang sudah di todong pistol dari samping tepat di kepalanya "Jangan banyak tanya!!!!" bentak mereka.


Mereka berempat sudah di todong senjata "Kalian melawan wanita keroyokan!!" remeh Revin yang mengecoh perhatian mereka, Akiela melirik ke arah temamnya yang lain 'Lakukan!' dengan isyarat mata. Dengan gerakan cepat Akiela dan yang lain melumpuhkan orang orang yang menghadangnya. Akiela memutar tangannya Krek! Suara lengan orang yang menodongnya membuat senjatanya berada pada Akiela, Dor! Dor! Dor! Tembakan Akiela tepat mengenai lengan yang menahan ketiga temannya.


Mereka empat lawan empat belas, suara tembakan terus memenuhi telinga mereka. Tembakan demi tembakan di lesankan dari masing masing senjata dor! dor! suara pistol yang di kesatkan lawan, namun salah satu peluru berhasil menggores lengan Akiela "Aihsss..." rintih Akiela.


Segera dia memanggil ambulance rumah sakit militer untuk merawat luka tembak pada mereka agar dapat di introgasi langsung olehnya. Wiuwiuwiu!! (Anggap saja suara sirine ambulance :D) lima mobil ambulance di kerahkan ke lokasi "Jendral Besar! Luka anda harus di obati!" kata salah satu petugas medis.

__ADS_1


Akiela pun menoleh luka pada lengannya "Hanya luka kecil, aku bisa menanganinya sendiri. Segera bawa mereka!" perintah Akiela "Siap Jendral!" kata mereka dengan tegas dan hormat. "Kie, kamu beneran tidak apa? Tapi lukamu??" kata Vivian khawatir "Hanya luka gores, kau juga bisa membalutnya." jawab Akiela, dia melihat ke arah Revin, Marsya dan Vivian memastikan jika mereka tidak ada luka "Baiklah kita lanjutkan perjalanan." ajak Akiela.


Beruntung di dalam mobil Akiela ada baju seragam ganti untuknya jadi dia bisa mengganti baju yang kotor terkena darahnya dengan baju seragam yang bersih, dan Vivian membantu membersihkan luka Akiela di perjalanan karna jarak antara kantor AD dan kantor AL cukup jauh jadi butuh waktu beberapa jam untuk sampai.


Karna sempat baku hantam dan tembak dengan orang asing tadi, kini Akiela sampai di kantor AL sedikit lebih sore. Mereka turun dari mobil mengamati keadaan sekitar, lalu seorang anggota menghampiri mereka "Selamat sore! Ada yang bisa saya bantu?" tawarnya sopan, lalu dia melihat pangkat Akiela dan yang lain dan belum sempat Akiela menjawab dia sudah berkata lagi "Maafkan saya Jendral Besar, Letnan Jendral, Mayor Jendral dan Brigadir Jendral saya tidak mengenali anda! Saya baru tau saat melihat pangkat bintang anda dan nama anda, saya mohon maaf." katanya dengan rasa penuh penyesalan.


"Tidak apa, saya hanya berkunjung untuk melihat keadaan di sini." balas Akiela "Apa Laksaman ada di tempat?" tanya Akiela "Kebetulan Laksamana masih berada di ruangannya." katanya "Baiklah, bisa antarkan saya bertemu denganya?!" pinta Akiela "Siap! Bisa Jendral!" jawabnya lalu dia berbalik dan melangkah masuk ke kantor.


Akiela melihat ke arah Revin dan yang lain lalu mengangguk tanda untuk mengikuti anggota AL tadi memasuki kantor. "Mohon tunggu sebentar Jendral." katanya mengulurkan tangan guna menyuruh mereka duduk di kursi yang di sediakan, mereka mengiyakannya dan menunggu.


Toktoktok!!, "Masuk!" perintahnya "Mohon maaf Laksamana! Di depan Jendral Besar Akiela dan yang lain sedang menunggu hendak bertemu dengan anda." katanya, Laksaman tampak berfikir 'Ada apa? Kenapa tiba tiba?' batinnya, karna dia masih di pusingkan dengan masalah gudang persenjataan mereka yang di curi kini tiba tiba Jendral Besar AD datang ke kantornya tentu membuatnya terkejut.

__ADS_1


Dia segera menemui Akiela yang sedang menunggu "Selamat sore, Jendral Besar!" sapanya "Selamat sore juga Letnan Jendral Vivian, Mayor Jendral Revin dan Brigadir Jendral Marsya!" lalu melanjutkan sapaannya karna bukan hanya Akiela yang datang "Selamat sore Laksamana! Anda terlalu formal." jawab Akiela mewakili setiap sapaannya sedangkan yang lain mereka membalasnya dengan tersenyum.


Laksamana duduk berhadapan dengan Akiela "Mohon maaf Jendral Besar, ada kepentingan mendesak apa yang membuat anda sendiri datang kemari?" tanya nya "Ingin memastikan laporan laporan yang telah sampai di kantorku, tentang penyelidikan gudang persenjataan AL." kata Akiela, Laksamana tampak menghembuskan nafas kasar dan mengusap wajahnya dia tampak lelah dia bersandar pada sandaran sofa kursi.


__ADS_2