
"Tidak apa, kan ada saya. Bapak ajar sampai bisa, baiklah mari kita mulai pelajarannya." jawab pak Ahmad "Hu..." beberapa murid lain menyoraki pak Ahmad, guru tersebut memaklumi bahwa pelajarannya memang selalu menjadi mata pelajaran killer yang selalu menakuti mereka, beruntung pak Ahmad adalah guru yang sabar dan telaten dalam mengajar para siswa dan siswinya sehingga selalu mendapat tanggapan baik dari mereka.
Mata pelajaran pertama selesai dan berganti pelajaran lain sampai jam istirahat yang ditunggu tunggu tiba. "Woi, Ray, Nik! Ke kantin yok." ajak Johan "Iya Jo!, kasihan cacing perut gue, kekurangan gizi." kata Egar dengan nada sedikit memelas sambil mengelus perutnya, sedangkan Rayyan dan Niko keduanya hanya menggangguk.
Di kelas sebelah 11a. "Saudara, ke kantin yuk." ajak Vivian pada tiga temannya, ketiganya saling pandang "Berangkat!!!." kata ketiga temannya. Di arah yang berlawanan ada Rayyan dengan para punggawanya Egar,Niko dan Johan. "Kie, kamu ngapain sih? mirip cacing kepanasan gitu." kata Marsya "Anu, toilet toilet." kata Akiela "Udah cepatan, ikuti aja jalannya, toilet searah dengan kantin." kata Revin, Akiela yang berjalan cepat dengan berlari kecil karna buru buru hendak ke toilet tanpa menyadari dari arah depan ada Rayyan dan teman temannya.
__ADS_1
Lalu Bruuuk!!! Akiela dan Rayyan bertabrakan "Loe!!!." "Kamu!!." kata mereka bersamaan, "Jalan pakai mata dong!!!." kata Rayyan ketus "Mana ada jalan pakai mata, dimana mana jalan itu pakai kaki!." jawab Akiela tak mau kalah "Lu buka deh sepatu lu!!." perintah Rayyan "Eh, ngapain??" tanya Akiela bingung "Buka aja napa sih, repot amat tinggal buka doang. Sekalian tuh kaos kaki juga." kata Rayyan, Akiela pun penasaran dan membuka sepatu serta kaos kakinya "Apa sih?" tanya Akiela yang semakin bingung seraya melihat kaki lalu ke sepatu dan kaos kakinya.
Melihat itu Rayyan pun berkata "Gue tanya ke lo!! tuh namanya apa??!." menunjuk "Mata kaki." jawab Akiela polos "Itu lo tau, makanya jalan itu pakai mata ****!!." bentak Rayyan dengan berlalu meninggalkan Akiela yang masih bingung 'Letak mata kaki dimana buat jalan yang dimana?!!! tuh anak bodohnya ngelewatin dungu kali ya.' kata Akiela dalam hati sambil sedikit berlari menuju tujuan utama yaitu toilet dia berlari sambil mementeng sebelah sepatunya, didalam toilet Akiela masih membayangkan jika berjalan pakai mata kaki "Hihi, lucu kali ya." kekeh Akiela pelan. Setelahnya Akiela langsung meluncur ke kantin untuk mencari teman teman barunya.
Di kantin, "Kie, sini!!!." teriak Vivian, Akiela pun berlari menuju meja Vivian dan kawan kawan. Di sisi lain tepat di pojok ada Rayyan yang sedang memperhatikan Akiela dan kawanannya "Hiss, tuh cewek ganggu pemandang aja." kata Rayyan malas "Siapa sih??." tanya Niko penasaran "Itu, cewek yang gue ceritain ke kalian tadi pagi." dengan menunjuk isyarat dagu, ketiganya pun menoleh "Oh...." mereka hanya oh ria. "Cantik, pepet Ray." celetuk Niko "Sayangnya dia kawanannya si Revin." sambung Egar. "La tuh cewek kan yang nabrak lo tadi ya?." tanya johan "Ya. Udah jangan bahas dia, kesel gue jadinya." kata Rayyan sambil memainkan makanannya karna tak selera "Jangan terlalu benci nanti jadi cinta baru tau rasa lo." kata Niko "Idih amit amit. Cewek gak jelas gitu." jawab Ray.
__ADS_1
Revin tau karna memang rumahnya yang dekat dan berjarak beberapa rumah saja juga karna orang tua mereka berteman jadi mereka saling kenal sejak kecil. "Jangan benci benci banget. Entar kamu suka, ingat cinta dan benci itu beda tipis buk." kata Vivian mengingatkan "Santai saja, gak akan mungkin terjadi itu." jawab Revin yakin. "Memang mereka itu siapa sih? bagai lampu sekolah, bersinar." tanya Akiela yang penasaran "Mereka bukan hanya sinar disekolah tapi juga tenar di kalangan guru. Karna apa? mereka adalah sang bintang." kata Marsya dengan nada di buat buat
"Nah, yang lagi makan bakso itu Rayyan sang bintang utama karna dia selalu membawa kemenangan pada setiap lomba cerdas cermat. Lalu yang disebelah kirinya adalah Egar yang diceritain Revin tadi..." kata Vivian sambil meminum coklat dinginnya,"... Dia juga bintang, bintang olahraga disekolah lebih tepatnya. Dan yang berada didepan Egar ada Johan sama, bintangnya olahraga macam si Egar. Yang terakhir, sebelah kanan si Johan ada Niko dia juara debat antar sekolah." lanjut Vivian menjelaskan, Akiela hanya mengangguk angguk mengerti 'Oh, jadi namanya Rayyan. Pantes songong bintang sekolah.' kata Akiela dalam hati. Mereka melanjutkan makan dan minum yang mereka pesan sebelum kembali ke kelas.
Jam istirahat berakhir. Semua murid memasuki kelas masing masing mengikuti pelajaran seperti biasa, sampai jam pelajaran selesai. Bel berbunyi tanda aktivitas belajar mengajar telah berakhir. "Kie, kamu tinggal dimana?." kata Revin sambil mengemasi barangnya ke dalam tas "Jl. KENANGA blok B nomor 55." jawab Akiela "Wah!! Kebetulan dong, gak jauh jauh banget dari rumah kita kita. Ya gak?!!." kata Marsya antusias "Ya, sepulang sekolah kita main yuk. Ketemuan di taman. Kita kan rumahnya hanya sebrang jalan raya aja." kata Vivian "Oke, siap komandan." kata Akiela.
__ADS_1
Akiela pulang dengan bis sekolah sekitar jam 3 sampai di rumah. Akiela langsung masuk ke kamarnya untuk membersihkan diri, dirumahnya hanya ada pembantu yang bekerja di siang hari saat orang tua Akiela bekerja lalu pulang setelah pekerjaannya selesai. "Non, bibi pulang dulu ya. Makanannya sudah bibi siapkan di meja, jika dingin bisa dipanaskan kembali." kata bibi Inah sopan " Lho, udah mau pulang bi? cepat sekali, sekalian makan disini saja bi temani Akiela." pinta Akiela, bi Inah mengangguk menuruti permintaan Akiela. Mereka makan bersama, setelah makan bi Inah berpamitan untuk pulang.
Sore hari yang masih cerah Akiela berjalan keluar untuk menemui teman temannya di taman yang sudah dijanjikan. Di taman sudah ada Revin dan Vivian "Hai, maaf lama menunggu." kata Akiela, tak lama setelah Akiela datanglah Marsya. "Woi, telat kagak minta maap." kata Revin ketus "Hei, telat itu disampah noh yang lagi nge-fly." kata Marsya menunjuk tong sampah "Itu lalat!." jawab Vivian nyolot "Santuy dong, gak usah ngegas. Oke lalat itu yang sayur mentah pakai mayonise." kata Marsya duduk di sebalah Akiela "Ya amsyong Mars, itu salad." giliran Akiela yang nyolot "Oke salad itu ....." belum sempat menyelesaikan kata katanya Revin sudah melerai "Hei, sudah ngomongin lat latnya ntar kualat kamunya." "Gak A...." Duukkk!! bola basket mengenai kepala Marsya "Aduh..." rintih Marsya "Siapa sih main basket gak hati hati, sampai kena kepala orang." kata Revin sambil mencari orang yang sedang main basket.