Jino Dan Kisya 2

Jino Dan Kisya 2
Perihal Cherry


__ADS_3

"Aku sudah berkata sejujurnya sama kamu Bang. Kamu harus percaya sama aku!" Zio berharap kakaknya bisa mempercayainya sepenuhnya karena memang selama ini senakal apapun dia dia tidak pernah berbohong kepada sang kakak.


"Dengarkan aku Zio begini. Bukannya aku tidak mempercayaimu, aku sebagai seorang kakak, pasti akan mempercayaimu sepenuhnya, apalagi ini berurusan dengan hukum tetapi orang lain belum tentu mempercayaimu, kamu harus memiliki alasan kuat kenapa dia menelponmu dan kamu harus menjelaskan kepada Polisi hubungan kamu dengan dia, dan katakan padanya bahwa kamu bukan Ayah dari bayi itu," jawab sang kakak terhadap adiknya.


"Aku memang bukan Ayah dari bayi itu Bang. Sudah enam bulan lalu kami tidak berjumpa, dan seperti yang Abang tahu, aku tidak bisa menetap dengan satu gadis," remaja itu menjelaskan semuanya kepada sang Abang. Abang Vano mengerti karena dia tahu jelas bahwa adiknya memang tidak pernah memiliki pacar sampai selama itu.


"Itulah gunanya pengaman, bukan beberapa kali aku katakan pakai pengaman, pakai pengaman! Dan hal itu akan bisa menyelamatkanmu, tetapi aku harap setelah kejadian ini kamu akan berubah. Kamu tidak akan tidur dengan sembarang gadis lagi," Abang Vano berharap adiknya bisa mengerti semua perkataannya, bahwa Vano berbicara seperti itu adalah ungkapan rasa sayangnya, rasa sayang seorang kakak kepada adiknya.


"Kalau untuk itu aku belum tahu Bang. Naluri laki-lakiku yang bisa menjawab," Georzio benar-benar tidak bisa mengikuti ucapan sang kakak.


"Abang juga seorang laki-laki Zio, Abangmu ini laki-laki normal, tetapi Abang bisa menjaga dan menahan semua keegoisan sifat lelaki Abang. Seharusnya kamu juga bisa menjaga dan menahan semuanya, kalau memang kamu tidak bisa menahan semua itu sebaiknya kamu menikah muda saja," ucap Geovano kepada sang adik.


"Baiklah aku akan menikah, tapi aku akan menikah dengan kak Cherry bolehkah aku menikah dengannya," Zio dengan terang-terangan meminta Cherry kepadanya.

__ADS_1


"Banyak wanita di luaran sana, yang bisa kamu jadikan istri. Kenapa kamu mau wanitaku?" tangkas Abang Vano kepada Zio.


"Kalau memang kak Cherry adalah wanitamu, kenapa Abang selalu mengabaikan dia, kamu membiarkan istrimu menangis sendirian di rumahnya, dia menantimu setiap hari bahkan Abang tidak pernah meneleponnya, dan yang dia telepon adalah aku setiap sedih. Dia merindukanmu kamu selalu berkata bahwa kamu sibuk, apakah itu sikap seorang laki-laki kalau memang Abang tidak bisa untuk membuat kak Cherry bahagia sebaiknya berikan kak Cherry untukku!" Zio berkata dengan sangat jelas dia meminta Vano untuk memberikan Cherry kepadanya.


"Langkahi dulu mayatku, baru kamu bisa menikahi Cherry," kata Geovano kepada sang adik sambil bergegas menyiapkan koper dan memasukkan bajunya ke dalam koper tersebut.


"Aku tidak mungkin membunuhmu Bang, aku hanya bisa berharap Abang membuang kak Cherry dan memberikannya padaku!" Remaja itu benar-benar menyukai Cherry tetapi sayangnya Cherry hanyalah milik Geovano.


Geovano sangat tau dengan jelas bahwa Zio memang menyukai Cherry terang-terangan. Untunglah Cherry hanya menganggap Zio sebagai adiknya. Walau terkadang Vano suka merasa cemburu terhadap kedekatan Zio dan Cherry. Namun Zio percaya sepenuhnya kepada Cherry, Cherry akan setia kepadanya walaupun memang dia sendiri tidak bisa merayu seorang wanita, karena Vano terlalu dingin dan pemalu sehingga dimata Cherry, Vano tidak mempedulikannya. Padahal sebenarnya Vano sangat menyukai Cherry sejak kecil.


"Jangan begitu Abang sayang, kalau aku masuk penjara bagaimana aku bisa hidup, aku sangat tidak betah berada di penjara. Satu Jam saja berada di sana terasa bagaikan di neraka, aku berjanji tidak akan mengganggu kak Cherry tapi tolonglah aku untuk masalah kali ini. Aku bukan pembunuh. Aku bukan penyebab dari wanita itu mati. Aku pun bukan Ayah dari bayi itu, tolonglah aku bang!" Remaja pria itu meratap kepada sang kakak agar sang kakak mau membantunya untuk sekali lagi membebaskannya, walau setiap hari sang kakak selalu membantunya karena kenakalannya dilakukan setiap hari.


"Jangan ungkit nama Cherry, harus kamu ingat, Cherry itu adalah milikku sampai kapan pun, kami akan segera menikah setelah itu. Cherry akan melahirkan anakku dan kamu akan menjadi paman, ingat sebelum aku mati tidak ada yang bisa mengambilnya dariku!" kata Geovano kepada sang adik.

__ADS_1


Zio sendiri hanya bisa menggaruk kepalanya, dia tidak bisa melawan sang kakak, dia tahu Kak Cherry begitu cantik, belum ada yang bisa menandingi kecantikan Cherry saat ini, tetapi dia lebih mementingkan kebebasannya, dia tidak mau sampai di penjara, dia tidak mau hidupnya hancur karena dia harus melewati masa mudanya dipenjara, karena itulah dia berjanji tidak akan mengganggu Cherry untuk saat ini. Entahlah untuk kedepannya.


"Baik-baik aku tidak akan menyebutkan kak Cherry lagi, aku tidak akan mengungkit Kak Cherry lagi, yang penting sekarang kakak Selamatlah aku, tolonglah aku, kali ini kan kasus bunuh diri, aku takut Kak. Bagaimana kalau aku sampai dihukum satu tahun ayau dua tahun. Bagaimana nasib ku," Zio meratap dia tidak mau sampai dimasukkan ke dalam penjara, karena memang dia tidak bersalah hanya pertolongan sang kakak lah yang bisa menyelamatkannya.


Zio tahu kakaknya adalah penyelamat untuknya, setiap kali dia berbuat salah Abang Vano selalu menjadi dewa untuknya, menyelamatkan dia melindungi dia dan membuat dia merasa tenang dan aman. Terkadang Abang Vano bagi Zio adalah sosok yang sangat dikagumi, sosok yang sangat baik untuk dicontoh, tapi untuk saat ini dia belum bisa mencontoh kebaikan Abangnya sendiri, karena sifat naka nya itu sepertinya sudah mendarah daging dan sulit untuk dilepaskan.


"Baiklah--baiklah adikku yang nakal, aku akan menolongmu dengan satu hal, berjanji padaku jangan pernah menggoda Cherryku oke!" pinta Geovano kepada sang adik, lalu ia pun tersenyum dengan manis.


"Siap komandan, aku berjanji tidak akan pernah mencoba mengganggu Kak Cherry untuk saat ini, tapi untuk ke depan aku belum bisa berjanji ya, Bang," janjinya kepada sang kakak.


"Saat ini? harusnya selamanya!" tangkas Vano terkekeh mendengar janji sang adik, dia merasa adiknya begitu lucu, lalu dia pun tersenyum dan memeluk sang kakak. Bagaimanapun kakaknya adalah orang yang sangat ia sayangi. Mereka berdua berbeda sifat, berbeda sikap, berbeda hobi, dan berbeda pula kehidupan, tetapi mereka berdua saling menyayangi. Mereka berdua adalah darah daging Jino dan Kisya. Satu anak memiliki darah seperti malaikat dan satu anak memiliki darah yang seperti devil. Itulah Geovano dan Georzio.


🎀🎀🎀

__ADS_1


__ADS_2