Jino Dan Kisya 2

Jino Dan Kisya 2
Terpana


__ADS_3

Bremm bremm bremm.


Suara motor besar itu kini begitu menggema dan berhenti tepat di depan lobby perusahaan. Pria tampan itu membuka helmnya dan ternyata semua orang kini sudah memperhatikan dia.


"Ya ampun itu kan Direktur Vano tampan sekali," ucap salah satu karyawati yang berada di perusahaannya.


"Bukan itu bukan direktur Vano. Dia adalah seorang selebritis, ya ampun tampan sekali dengan menggunakan sepeda motor seperti itu," salah satu karyawati pun mulai membalas ucapan temannya.


"Kenapa Direktur Vano begitu tampan pakai motor seperti itu ya, itu dia kira-kira habis ngapain, tumben-tumbenan menggunakan motor besar seperti mau balapan saja, aduh aku jadi makin melumer nih kalau melihat dia seperti ini."


"Aku pun sama Ya Tuhan tampan sekali, rasanya aku ingin berlari ke arahnya dan memeluk dia, dan tidak akan aku lepaskan lagi." Wanita yang ada di hadapan Vano mulai membicarakan Vano walau dengan cara berbisik-bisik.


Dengan menggunakan sepeda motor milik sang adik, ketampanan abang Vano makin bersinar. Membuat semua mata terpana dan berhasil membuat wanita yang ada di sana meleleh, karena merasa sangat lumer melihat ketampanan yang begitu memikat.


"Pak tolong parkirkan motornya, di tempat yang teduh ya," ucap abang Vano kepada salah satu satpam yang ada di perusahaannya.


"Baiklah Tuan muda." Satpam itu memberikan senyuman yang manis kepada bosnya, lalu langsung memarkirkan motor tersebut sesuai dengan pesanan dari abang Vano.


"Terima kasih banyak ya, Pak," ucap Vano sambil melenggang berjalan masuk menuju lobi perusahaan, di sana abang pun tak luput dari tatapan mata mata gadis yang kelaparan.


Semua berbisik-bisik menatap dia, karena pagi ini ketampanannya sangat muncul dan bersinar. Jino kecil memang tampak sama dengan sang ayah.


Pesona yang dimiliki oleh abang Vano sangat mirip dengan Daddy-nya, sewaktu muda. Karena memang wajah mereka itu bagaikan pinang dibelah dua, jika memang ada yang mengenali Jino pada masa muda, maka saat itu pasti mereka akan mengenali abang Vano, karena kemiripan mereka tiada banding, tidak seperti Zio yang memang tidak memiliki kemiripan yang begitu lekat seperti abangnya.


Memang ada sedikit kemiripan tetapi wajah Zio lebih perpaduan antara wajah Kisya dan Jino.

__ADS_1


Geovano terus melangkah menelusuri seluk beluk perusahaan. Sampai akhirnya dia pun masuk ke dalam sebuah lift, di sana isinya para perempuan, dan benar saja dia adalah satu-satunya pria di dalam lift tersebut.


Para wanita yang ada di dalam lift tersebut berbisik-bisik, membicarakan soal bosnya yang sekarang berdiri di hadapan mereka. Mereka begitu terpana, dan terpikat melihat ketampanan yang dimiliki oleh Direktur Vano. Tetapi kadang mereka merasa lelah dan kesal semenjak mengetahui bahwa ternyata bosnya sudah dimiliki oleh seseorang yang bernama Cherysha yang sekarang jadi selebritis papan atas.


Dan benar saja tiba-tiba saja ponsel abang Vano berdering dan itu adalah telepon dari Cherysha.


"Halo, Sayang kenapa?" ungkap Vano kepada sang kekasihnya di balik telepon.


Kecewa sudah hati para perempuan yang sekarang berada dibelakang Geovano.


"Ya Tuhan hatiku sakit, dia memanggil Sayang berarti memang kita tidak bisa lagi mengharapkan bos kita untuk sekedar melihat kita di sini," desis seorang karyawati dengan sangat halus kepada temannya.


"Sudah sabar saja, belum ada janur kuning melengkung, masih ada harapan kita untuk bisa merebut perhatian dari bos tampan itu." Karyawati itu membalas bisikan temannya.


"Tapi tetap saja saingan kita adalah seorang aktris papan atas, sekarang Cherysha, matilah aku, tidak mungkin aku bisa menandingi kecantikan gadis itu." Helaan napas terdengar sangat kencang tetapi bisikan itu sama sekali tidak terdengar oleh Geovano.


Abang Vano sebenarnya tahu di belakangnya banyak wanita sedang berbisik namun sayangnya bang Vano tidak mengetahui mereka berbisik tentang apa, karena bisikan mereka sangat halus sehingga abang Vano tidak bisa mendengar apapun.


Pintu lift itu pun terbuka, dengan segera pria tampan itu melangkah keluar dari lift tersebut dan berjalan masuk menuju ke ruang kantornya.


"Pagi Elsa," sapa Direktur itu kepada sekretarisnya.


"Selamat pagi Bos, mau teh atau susu?" tanya Elsa dengan menorehkan senyum yang manis kan ada abang Vano.


"Boleh apapun itu yang penting jangan kopi," kata abang Vano menjawab Sekretarisnya dengan senyuman yang manis.

__ADS_1


"Baiklah Bos. Tunggu sebentar ya," kata Elsa langsung berangkat menuju ke tempat pembuatan minuman, sedangkan Geovano langsung masuk ke dalam ruangannya.


Di dalam ruangan tersebut sudah tertata dengan rapi berkas yang harus di tanda tangani. Hari ini sepertinya akan sangat sibuk untuknya, karena banyak sekali pekerjaan yang harus dia kerjakan sampai-sampai berkas itu sangat menumpuk di mejanya.


"Hufh ... sepertinya aku akan lembur hari ini," kata Vano sambil mengambil pensil miliknya lalu langsung menyambar beberapa berkas yang akan dia pelajari.


Tiba-tiba saja Cherysha melakukan panggilan telepon kembali, setelah tadi sempat terputus akhirnya mereka tersambung lagi.


"Halo, Sayang ada apa?" tanya Vano kepada sang kekasih.


"Lagi di mana? Apa masih di lift?" tanya Cherysha kepada Geovano.


"Tidak kok, aku sudah ada di kantor. Ada apa?" tanya Vano kepada Cherysha.


"Tidak-tidak, tidak apa-apa aku hanya ingin memberitahu kamu kalau aku ingin mengupload sebuah foto kita berdua, boleh tidak?" tanya Chery minta izin kepada Geovano. Padahal cuma ingin mengupload foto berdua saja, tetapi Cherysha harus meminta izin terlebih dahulu, karena apapun tindak-tanduk yang Cherysha lakukan, atau Geovano lakukan pasti sangat berhubungan erat dengan perusahaan dan juga kariernya.


"Foto yang mana? Jangan bilang foto yang waktu kita sedang ...." ucapan abang Vano terhenti karena tiba-tiba saja Cherysha langsung menyambar.


"Bukan itu. Ya ampun kamu itu ya," tangkas Cherysha dengan mulutnya yang manyun.


"Ya sudah posting saja, Sayang fotonya, asal jangan yang itu ya, Sayang. Ya sudah aku harus kerja dulu, maaf tidak bisa berlama-lama, nanti jam istirahat Kita video call sambil makan siang bersama gimana?" Kata abang Vano kepada Cherysha.


"Sayang apakah kamu lupa ya, makan siang kita berbeda, antara Indonesia dan London," ungkapan wanita itu sambil terkekeh menertawakan sang kekasih, karena Vano bahkan lupa kalau sekarang kekasihnya sedang berada di luar Negeri.


"Ya ampun aku sampai lupa. Kapan kamu pulang Sayang? Nanti kita akan makan siang bersama. Aku sudah sangat merindukanmu," kata Bang Vano dengan senyum yang manisnya. Lalu Cherysha tersenyum pula. Mereka berdua saling merindukan, tetapi jarak dan waktu serta kesibukan selalu memisahkan mereka. Sebuah perjodohan yang dilakukan oleh kedua orangtua mereka benar-benar sebuah keberuntungan untuk keduanya, karena perjodohan Itu membuahkan sebuah cinta yang mendalam antara Geovano dan Cherysha.

__ADS_1


🎄🎄🎄


__ADS_2