
"Tuan muda ayo silahkan masuk ke dalam," ucap seorang pelayan di kediaman Alea. Pelayan itu sangat ramah bahkan masih sangat muda. Sekitar usia 30 tahun. Georzio dan Tito akhirnya masuk ke dala ruang tamu tersebut. Sebuat rumah mewah yang Zio bahkan sangat suka dengan suasana dan interiornya. Entah kenapa Zio sangat suka dengan interior ruangan atau suatu bangunan.
Dengan santai Zio dan Tito duduk di ruang tamu tersebut. Berharap Alea cepat turun untuk menemui mereka berdua. Beberapa pelayan sudah datang dengan jus jeruk dan beberapa camilan manis dan asin. Tetapi Zio kesana bukan untuk makan atau pun minum. Tetapi pemuda itu datang dengan tujuan dan misi yang amat penting. Yaitu hanya ingin melihat ekpresi gadisnya saja. Bukankah itu sangat aneh.
Seseorang lalu datang. Seorang wanita seumur dengan mommy-nya. Dia itu ternyata mami Alexa yang cantik dan ramah. Wanita itu datang dan duduk si seberang Zio dan juga Tito. Tito merasa sangat gugup dan tidak nyaman. Tetapi beda dengan Zio. Remaja itu dengan santai tersenyum ramah pada nyonya rumah. Zio laksana seorang remaja yang sangat sopan penuh dengan budi pekerti.
"Hmm ... mau bertemu siapa? Evana apa Alea?" tanya mami Alexa dengan menorehkan senyum yang manis kepada kedua remaja tampan itu.
"Alea tante, Zio mau bertemu dengan Alea saja, maaf jika kedatangan Zio telah mengganggu waktu istirahat tante," ungkap Georzio pada mami Alexa.
"Teman sekolah Alea atau ...?" Mami alexa melihat Zio dengan seragam yang berbeda. Jelas saja wanita cantik itu merasa sangat heran. Karena memang bukan anak sekolah yang sama dengan putrinya.
"Bukan Tante, perkenalkan nama saya Zio Tan, dan ini teman saya namanya Tito," kata Zio memperkenalkan diri pada mami-nya alea dengan sangat sopan.
"Halo Zio saya mami Alexa, Mami-nya Alea, kalo tante boleh tau ada keperluan apa ya Zio dengan Alea?" tanya Alexa dengan senyuman ramah pula.
"Begini Tante, sebetulnya Zio datang kesini hanya ingin bertemu dengan Alea, Zio ingin berterimakasih kepada anak tante karena sudah menolong Zio hari minggu kemaren, sampai-sampai Alea meninggalkan kartu pelajarnya," kata Zio dengan kesungguhannya.
__ADS_1
"Benarkah, sebetulnya apa yang di lakukan oleh Alea, Nak? Sampai Zio begitu antusias untuk datang hanya sengaja demi mengucapkan terima kasih?" Alexa tersenyum dengan mata yang tak henti menatap kedua remaja itu, untuk mencari kebenaran dari kata-kata remaja itu.
"Begini Tante, Alea putri tante sudah menolong Zio, kemaren Zio hampir saja terjatuh," ungkap Zio berbohong,"Terjatuh dalam nestapa, karena sebenarnya aku datang ke sini untuk berterimaksih karena anak tante sudah menyenangkan aku walau hanya satu malam, walau pada akhirnya gadis nakal itu mengusirku mentah-mentah, membuat harga diriku terluka," lirih Zio di dalam hatinya. Tentu saja remaja itu hanya bisa mengungkapkan semua rasa kesalnya di dalam hatinya saja.
Tak mungkinlah Zio mengatakan hal yang sebenarnya apalagi kepada orangtua, baik itu orangtuanya ataupun orangtua Alea.
"Jatuh?" Mami Alexa sedikit kebingungan dengan kata-kata jatuh yang di ucapkan oleh Zio.
"Iya jatuh Tante, Zio hampir saja jatuh saat Zio naik motor, karena rem motor Zio ternyata blong. Beruntunglah putri Tante memberi tahu dan memperingatkan Zio agar menjalankan motor Zio dengan perlahan," kata Zio dengan kebohongannya.
"Jatuh kedalam pelukan, kali," ungkap Tito di dasar hatinya. Remaja itu berusaha untuk manahan tawa karena alasan temannya itu sangat tidak masuk akal sama sekali. Tetapi Tito sekuat tenaga untuk menahan agar tidak tertawa.
Tetapi Alexa tidak marah sama sekali, karena Zio terlihat begitu sopan kepadanya, apalagi remaja di hadapannya ini begitu tampan, Alexa senang jika Alea bahkan bisa memiliki kekasih setampan Zio. Alexa tidak akan pernah melarang putrinya untuk berpacaran, karena Alea sangat pintar, jadi Alexa tidak akan khawatir dengan nilai raport milik putrinya. Alea memang wajar kalo sudah kenal dengan lawan jenisnya, diapun dulu bahkan berpacaran sedari Sekolah menengah atas, bisa dibilang seusia dengan Alea putri bungsunya.
"Ya tante, Zio bertemu Alea pada saat Zio mengantar kak Kezia untuk ke sekolahannya," kata Zio.
"Kezia?"
__ADS_1
"Kakak perempuan saya Tante, kak Zia senior Alea, dan kak Zia sudah lulus sekarang," kata Zio.
"Oh itu ya awal pertemuan kalian berdua, oke cerita yang cukup menarik, Bibi tolong panggilkan Alea ya! Kata Alexa dengan nada kencang agar pelayannya mendengar.
Lalu tidak butuh waktu yang lama, akhirnya sesosok gadis cantik bertubuh putih dengan baju santai kaos berlengan pendek dan celan shorphan, datang melenggang dengan santai."Ada apa mami ...?" Gadis itu sangat manja memanggil ibunya. Alea belum mengetahui keberadaan Zio dan Tito. Karena pandangannya fokus kepada mami-nya tersayang.
"Lea. Itu teman kamu kan, Zio," kata mami Alexa dengan senyuman yang begitu manis.
"Zio siapppβpa?" ucapan Alea terhenti tatkala melihat sosok pria yang sangat dia benci. Laki-laki yang sudah merenggut kesuciannya. Dan telah mengecupnya tadi di depan umum.
"Halo Lea," sapa Zio dengan menorehkan senyum yang manis kepada Alea.
Gadis itu merasa sangat terkejut. Dia tidak tau harus marah atau harus diam. Jika Alea marah maka itu akan jadi sebuah pertanyaan besar untuk mami Alexa. Alea tidak mau mami Alexa bertanya soal hubungannya dengan laki-laki yang menyebalkan itu. Laki-laki yang telah membayar keperawanannya dengan harga yang mahal.
Alea berfikir Zio yang telah membeli dirinya, tetapi pada kenyataannya Alea salah masuk kamar, dan gadis itu belum menyadari kesalahan itu. Kini jantungnya berpacu begitu cepat, entah harus bagaimana menanggapi kedua orang yang kini ada di hadapannya. Alea menghela nafas beratnya. Dia mencoba untuk menstabilkan rasa gugup yang dia rasakan. Bukan cuma gugup tapi rasa takut sudah menyelimuti seluruh rongga pikiran Alea.
"Hai," kata Lea perlahan, gadis itu tidak bisa tersenyum sama sekali. Karena memang rasa canggung dan kikuk sudah memeluknya dengan erat. Zio sendiri malah tersenyum begitu manis, remaja laki-laki itu terlihat sangat senang tatkala melihat Alea. Apalagi gadis incarannya itu kini berpakaian sangat seksi dengan pakaian santainya.
__ADS_1
Alea menatap Zio dengan rasa kesal dan marah, berani-beraninya Zio datang ke rumahnya. Ini tidak bisa di biarkan, Alea harus segera mengusir Zio secepatnya dari rumah. Tetapi tidak boleh sampai mami Alexa curiga. Alea harus bagaimana sekarang, dan dia harus apa?
πππππππππππππππ