Jino Dan Kisya 2

Jino Dan Kisya 2
Wanita Penggoda


__ADS_3

"Ini minum, kamu sampai tersedak seperti itu," kata seorang pria di hadapan Alea.


"Makasi banyak Kak, aduh aku kepikiran dia terus, apa yang sebenarnya terjadi sama dia ya?" desahh Alea dengan kecemasannya.


"Kamu sudah punya pacar Lea?" Pria itu menatap Alea dengan senyumannya.


"Engga ko Kak. Kami berteman cuman anehnya dia mengekori aku kemana pun aku pergi," seru Alea sambil tersenyum menatap pria tersebut.


"Katanya kamu janji mau nikah sama aku," ucap pria itu sambil tersenyum manis ke arah Alea.


"Itukan cerita masa kecil kakak, yang pasti aku sudah menganggap Kakak sebagai Kakakku sendiri." Alea terkekeh mengingat ucapannya yang terdahulu.


"Aku kan bukan Kakakmu, aku bukan Alden aku Elang." Pria itu tersenyum.


"Aku tahu kamu kak Elang, pake kenalan lagi segala he he he, kamu itu Kakakku." Gadis itu terkekeh.


"Sekarang mau Kakak antarkan ke mana nih? Mumpung Kakak lagi ada di Indonesia," ucap Elang menorehkan senyum yang manis.


Elang adalah temannya Alden, dan biasanya di mana ada Alden di sana ada Elang. Karena itulah Alea begitu lengket kepada Elang dan menganggap Elang sebagai Kakaknya sendiri.


"Belikan aku buku ya kak, kan mumpung Kakak ada di Indonesia. Kakak mau balik ke Jerman kan?" Alea menorehkan senyum yang manis.


"Ya ampun merepotkan sekali ini adik, padahal aku tidak punya adik kandung, punya adiknya teman seperti ini adanya, pusing," Elang terkekeh.


"Iihh ... ya sudah kalau kak Elang tidak mau, Lea pulang nih," kata Alea dengan mulut yang manyun. Betapa manjanya Alea kepada Elang. Dan Elang sudah biasa memanjakan adik temannya itu.


"Aih ayo, begitu saja marah," kata Elang sambil mencubit bibir Alea dengan gemas. Dan Alea terlihat kesakitan.


🎄🎄🎄


Di sisi lain. Zio masih berada di dalam hotel bersama Cherrysha.


Tubuh Cherysha masih polos dan membuat Zio bahkan menelan saliva berkali-kali.


Gluk gluk. Suara Zio menelan saliva terdengar begitu kencang. Pria itu terlihat menghela napas dengan berat.


"Kita bersenang-senang saja," suara Cherysha membuat patah khayalan Zio. Pria itu tersadar bahwa kini dia jadi sebuah alat untuk menyenangkan sang kakak ipar.


"Kak, Kakak aku tidak mau bersenang-senang, aku aku mau serius dengan Kakak, aku sayang sama kakak," kata Zio dengan kening yang mengerut, menatap Cherysha dengan tatapan tajam.


"Jadi kamu sayang sama aku Zio, emh ... aku kakak iparmu, jadi jangan terlalu serius," Cherysha tersenyum.

__ADS_1


"Kamu Kakak iparku? Tapi ...."


"Karena itulah kita bersenang-senang," kata Cherysha dengan suara yang halus lalu memelul Zio dengan erotiss.


Jantung Zio berdegup begitu kencang. Sebagai seorang pria dia sangat tergoda oleh kemolekan tubuh sang kakak ipar.


"Zio, anak paling Mom sayang, Abang Vano, Kak Kezia, dan Zio, kalian adalah jantung hati Mommy," ucap Kisya dengan lembut.


"Mommy," kata Zio terkejut tatkala dia mendengar bisikan seolah-olah sang Mommy berbicara padanya.


"Zio, apa sih?" Cherysha terkejut karena Zio mendorong tubuh Cerry ketika Cerry bahkan mau melepaskan pakaian Zio.


"Kak Cerry, maafin Zio. Sepertinya perbuatan kita akan membuat Mommy sedih nanti, Mommy sayang banget sama Kakak, Mommy mengatakan bahwa kak Cherry hanya milik Abang," kata Zio dengan tubuh yang bergetar.


Entah kenapa Zio merasa takut berada dalam pelukan Cherry, padahal selama ini Cherry adalah wanita yang sangat Zio cintai.


"Zio, lihat kakak, Mommy tidak akan tahu, karena itulah kita bersenang-senang saja, ini akan menjadi rahasia kita berdua," seru Cherysha menyeringai.


Wanita itu penuh pesona, kini bahkan berhasil membuka kemeja sekolah Zio sampai terlihat roti sobek Zio yang terbentuk sempurna.


Cherry bahkan mencoba melepas celana panjang Zio namun tiba-tiba Zio mendorong Cherysha kembali.


"What, kamu sudah pernah berhubungan?"


"Jelas, tetapi hanya dengan orang tertentu, dan hanya untuk bersenang-senang saja, dan sekarang kakak ingin bersenang-senang denganku?"


"Iya jelas saja," jawab Cherysha.


"Tapi tidak mau bersenang-senang, Zio mau serius dengan Kakak, jika Kakak tidak mau serius dengan Zio, maka Kakak tidak berhak menyentuh tubuh Zio," kata Zio sambil merubah posisinya. Dia berdiri dan mengambil kemeja putihnya.


"Zio, mau kemana?" Cherysha lalu langsung memeluk Zio dari belakang.


"Kakak sengaja menggodaku?" Untuk bersenang-senang denganku, tapi aku tidak suka cara kakak seperti ini, karena ini adalah trik seorang wanita penggoda, wanita murahan, dan kakak tidak pantas begini," kata Zio dengan mata yang berkaca-kaca.


"Kenapa kamu bilang kakak murahan?" Cherysha terlihat tidak senang dengan ucapan Zio.


"Maafin Zio Kak, Zio pergi," kata Zio sambil melepaskan diri dari pelukan Cherry.


Pria itu langsung keluar dari kamar hotel meninggalkan Cherry sendiri.


"Zio ahh ... brengsekk," lirih Cherry dengan suaranya yang pelan.

__ADS_1


Lalu Cerry menelepon seseorang.


"Roxy, jemput aku sekarang, bawakan aku barangnya," kata Cerry sambil menelpon seorang pria.


Di sisi lain Zio langsung pergi dari hotel. Dia melakukan panggilan telepon kepada, Alea. Namun gadis itu tidak menyangkat telepon. Alea sedang sibuk memilih buku bersama Elang.


"Gadis nakal, kamu berani-beraninya tidak menerima panggilan telepon dariku," desaah Zio dengan kekesalannya. Pria itu merasa kecewa dengan sikap Cherry. Dan dia harus bercerita kepada seseorang.


Lalu Zio melakukan panggilan telepon kepada Asya. Ternyata Asya menerima panggilan dengan cepat.


"Iya Zio, bukkannya kamu tidak mau bertemu denganku sekarang?" kata Asya di balik telepon.


"Tidak Asya, ini hanya kita berdua saja, aku ingin cerita sesuatu," kata Zio dengan harapan Asya ada waktu untuk mendengarkan ceritanya.


"Baiklah, kita ketemuan di cafe seperti biasa," jawab Asya.


"Baiklah aku kesana," jawab Zio pelan.


🎄🎄🎄


Di sisi lain Alea sedang asyik memilih buku, dan banyak sekali buku yang dia beli.


"Kak aku haus, kita ke cafe sana," ajak Alea.


"Baiklah tuan putri?" Elang tersebut manis.


Mereka pun hendak masuk ke cafe, tetapi tiba-tiba saja ada Zio.


"Sayang, kamu sedang apa dengan seorang laki-laki? tanya Zio merasa marah.


"Zio, kenalin ini teman kakakku kak Galang," jawab Alea.


"Teman kakak, ouh ... kalian sudah bersenang-senangnya, ayo pulang." Zio mengajak Alea pulang, tetapi Alea tidak mau.


Lalu Zio langsung menggendong Alea di bahunya.


"Ahhh Zio brengsekk, lepas," teriak Alea.


"Eh kenapa kamu menggendong Alea seperti itu?" Elang merasa sangat marah.


"Maaf kak Elang, Alea itu adalah kekasihku, dan aku sudah janji pada papi dan maminya untuk mengantarkan alea pulang, permisi." Zio langsung mendudukan Alea di jok depan mobilnya. Lalu dengan segera melajukan kendaraannya dengan kecapatan tinggi. Di perjalanan mereka terdiam tidak ada yang bicara sepatah kata pun.

__ADS_1


__ADS_2