Jino Dan Kisya 2

Jino Dan Kisya 2
Bertemu Lagi


__ADS_3

Pagi itu setelah sarapan Evana dan Alea langsung berangkat ke Sekolah menggunakan mobil masing-masing. Alea sangat bersyukur karena kedua orangtuanya selalu menyetujui apa yang menjadi keinginannya, dia sebisa mungkin akan menjauhi sang kakak.


Gadis itu tidak tahu apa yang harus dilakukan saat ini, selain menghindari Evana dia tidak mempunyai tujuan lain. bertemu dengan Evana mengingatkan dia pada kejadian malam kemarin, dimana dia telah melepaskan semua segel yang dia miliki gara-gara Evana. kalau bukan karena Evana memaksanya dia tidak mau menjual diri seperti itu.


Alea dengan segera turun dari mobil mewahnya, dia memang selalu menjadi pusat perhatian karena memang ia terlihat begitu cantik, tidak pernah neko-neko di sekolah dia bahkan termasuk murid yang teladan dan anggota OSIS.


Saat ini pun dia langsung masuk ke dalam kelas dan membantu temannya mengerjakan PR karena salah satu temannya ada yang tidak mengerjakan PR. Sampai saatnya pelajaran pun dimulai, Alea yang masih tetap fokus dengan mata pelajarannya, gadis itu memang sangat pintar, selain cantik dia juga menjadi andalan untuk para Guru.


Jika ingin melihat wanita cantik, sabar dan pintar kamu bisa melihat dalam diri Alea. Karena Alea adalah nilai terbaik dari Alexis dan Alexa. Hari sudah mulai menuju ke sore. Evana pun sudah keluar dari Sekolah bersama teman-temannya. Entahlah mau ke mana mereka, Evana juga sebenarnya merasa senang bisa memiliki mobil sendiri, karena dia akan bebas bermain bersama teman-temannya tanpa harus menunggu adik yang sangat dia cemburu itu.


Sore itu Alea hendak masuk ke dalam mobilnya, tetapi tiba-tiba saja perutnya sakit entah apa yang terjadi. Dia kembali keluar dari mobilnya dan berlari menuju ke arah toilet di Sekolah tersebut. Beruntunglah ternyata dia datang bulan. Gadis itu begitu bahagia karena semalam dia sudah bertemu bergumuh dengan seorang pria dan sekarang dia datang bulan, berarti dia tidak akan hamil walaupun pria itu mengancam dan mengatakan bahwa dia melakukannya tanpa pengaman.


"Terima kasih banyak Tuhan. Akhirnya aku datang bulan juga, padahal aku sempat cemas memikirkan apa yang akan terjadi kepadaku, ternyata kamu Maha Baik Tuhan.,aku sangat senang," lirih Alea di dalam hatinya, tidak ada lagi kebahagiaan selain datang bulan kali ini, padahal datang bulan itu rasanya sakit tetapi Alea begitu bahagia menikmati rasa sakit itu dengan senang hati.


Dengan hati yang cerah dia pun ingin langsung mengganti celana dalam yang dia kenakan, karena tidak nyaman, dia juga tidak membawa pembalut. Untunglah darahnya masih sedikit dan masih berwarna coklat sehingga tidak akan tembus sampai terlihat di luar roknya.


"Pak nanti berhenti dulu ya di depan di departemen store aku harus membeli sesuatu," tutur Alea pada sopirnya, lalu sopir itu pun mengangguk, ia kini duduk dengan nyaman di kursi belakang sambil mendengarkan musik yang sudah dinyalakan oleh pak Sopir.


"Non Lea, kita sudah sampai di depan Supermarket," kata pak Sopir ternyata kini sudah memarkirkan kendaraannya tepat di parkiran Supermarket.

__ADS_1


"Oh ya terima kasih, Pak," ucap Lea dengan senyuman manisnya. Lalu Alea pun dengan segera turun dari mobilnya.


Alea kini berjalan perlahan masuk ke dalam Supermarket tersebut, dia ingin membeli celana dalam dan pembalut, karena tidak nyaman dia ingin segera mengganti celananya. Saat Alea sedang memilih pembalut tiba-tiba saja seseorang menabrak dia tanpa sengaja.


Brugh.


"Ah," ucap Alea pelan.


"Eh kamu sengaja ya nabrak aku?" ucap seorang gadis berkata dengan begitu lantang kepada Alea.


"Aku tidak menabrak kamu. Aku hanya tidak sengaja saja," sangkal Lea kepada wanita tersebut. Seorang Gadis yang sebaya dengannya.


"Gue nggak suka ya, elo pura-pura nabrak gue, gue anti dengan orang asing, apalagi yang enggak gue kenal." Wanita itu dengan sombongnya berteriak kepada Alea dan itu membuat semua orang menatap mereka berdua, mereka kini menjadi pusat perhatian.


"Eh," Alea terkejut melihat laki-laki itu berada di hadapannya, baru saja kemarin malam mereka menghabiskan malam bersama. Menghabiskan malam berdua dan ternyata kini mereka berjumpa lagi mengenakan seragam SMA. Benar saja kini Georzio ada di hadapannya dengan mengenakan seragam SMA-nya.


"Alea," ucap Zio dengan senyum miringnya. Pria itu tersenyum devil saat menatap Alea yang ketakutan melihatnya.


"Bukan, aku bukan Alea. Kamu salah orang dan permisi," kata Lea dengan suara yang pelan. Gadis itu secepat kilat langsung menghindari 2 orang yang ada di hadapannya setengah berlari. Alea hendak keluar sambil membawa pembalut dan celana dalam miliknya, tetapi Zio mengejarnya lalu menarik tangan Alea sampai akhirnya tubuh Alea terhempas ke tubuh Zio. Zio menangkap Alea dan memeluknya.

__ADS_1


"kamu itu bohong, aroma tubuhmu masih bisa aku kenal, tubuh seksimu masih ada di dalam pikiranku, aku ingin kamu lagi, Sayang." Zio memperlihatkan sifat playboy nya merayu seorang gadis di hadapan banyak orang.


"Apa sih kamu, apaan sih? Kamu salah orang," rengek Alea dengan pelan. Gadis itu mencoba membebaskan diri dari pelukan Zio.


"Aku tidak salah orang, aku masih bisa merasakan nikmatnya tubuhmu. Hari ini aku tidak akan pantang menyerah walaupun kamu mengusirku, aku akan terus mengikutimu, kamu tahu wangi tubuhmu telah aku simpan di indra penciumanku, masih ada dalam pikiranku. Bahkan aku masih bisa mendengar betapa manjanya saat dirimu di bawahku. Aku ingin lagi. Bagaimana kalau besok malam kita melakukannya lagi." Zio dengan sengaja berkata seperti itu dia ingin mempermainkan gadis yang ada di hadapannya, dia memang merasa kalau Alea bukanlah gadis biasa, dia penasaran dengan Alea kenapa bisa-bisanya Alea tidak menyukai dia.


"Berbicaralah dengan sopan, kamu salah mengenali orang, kamu berbicara seperti itu kepadaku. Lihatlah bahkan aku masih mengenakan pakaian seragam, begitu pula denganmu. Sudah lepaskan aku, malu orang yang melihat kita, kamu membuat aku terhina," Alea terus berontak dari pelukan dia tapi Zio mengecup leher Alea dengan lembut.


"Ehmmm, lepasin!" kata Alea dengan suara yang kencang.


"Tidak bisa, aku tidak bisa melepaskan ini semua, aku sudah tidak tahan, apa sebaiknya aku membawamu ke kamar mandi sekarang, agar kita bisa melanjutkan permainan kita," bisik Zio dengan mesra.


"Kamu itu sudah aku peringatkan beberapa kali, bahwa kamu salah mengenali orang. Lepaskan Alaku sebelum aku teriak."


"Kamu jangan sok pura-pura suci seperti itu, kita lakukan sekarang ayo Aku sudah tidak tahan. Aku ingin memeluk tubuhmu. Cepatlah aku sudah tidak tahan," kata Zio terhadap wanita yang sedang dia peluk saat ini.


"Kamu pikir aku pelac*rr?" Alea mulai memperlihatkan wajahnya yang rapuh mata sendunya itu kini mulai berkaca-kaca.


Cup.

__ADS_1


Tiba-tiba saja Zio mengecup dengan sangat lembut dan Alea pun sampai tidak bisa bergerak, sama sekali tidak bisa bergerak, karena tubuh pria iru begitu besar dan kuat. Sehingga kini Alea hanya bisa pasrah ketika Zio memeluk dan mencium bibirnya di hadapan umum.


🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄


__ADS_2