
"Alea sayang kamu baru turun jam segini, Nak. Apa kamu tidak Sekolah?" ucap Mami Alexa kepada sang buah hati, ternyata Mami Alexa dan Papi Alexis sudah pulang dan sekarang mereka sudah ada di rumah lagi, itu membuat Alea begitu bahagia, karena kedua orangtuanya datang, Alea begitu senang karena jika ada Maminya maka Evana tidak akan menjahati dia lagi.
"Mami, Alea kangen Mami," kata Alea sambil memeluk Mami tercinta.
"Ya ampun baru di tinggal satu minggu saja kamu sudah merengek manja seperti ini. Rindu berat ya sama Mami," ucap Mami Alexa kepada sang buah hati. Alea pun begitu senang Mami Alex pulang, tak henti-hentinya gadis belia itu memeluk sang Mami dengan erat dan itu membuat Evana terdiam dengan kekesalannya.
Evana selalu saja tidak suka melihat kedekatan mereka berdua, gadis itu merasa iri tidak bisa berdekatan dengan ibunya dikarenakan Avega sedang dipenjara, Avega dipenjara seumur hidupnya karena telah membunuh kekasihnya sendiri yaitu Evan.
(Buka Novel berjudul Alex di Hati Alex).
Kebencian Evana kepada Alea sangat dalam, karena Alea begitu dimanjakan oleh kedua orangtuanya. Padahal selama ini Alexa tidak pernah membedakan kasih sayangnya untuk Evana ataupun untuk Alea. Tetapi entah kenapa Evana selalu saja merasa iri.
Alea kini sudah kelas 11 namun gadis kecil itu masih manja kepada kedua orang tuanya, dan itu yang membuat Evana menjadi sangat iri. Evana berusia lebih tua dari pada Alea satu tahun. Mereka sekolah di sekolah yang sama, dan Evana sudah kelas 12.
"Mami boleh tidak Alea meminta mobil terpisah," Alea merengek kepada sang Ibu dia ingin sebuah mobil untuknya.
"Untuk apa Sayang. Mobil lama juga masih bagus?" tanya Alexa sambil mengelus putrinya tercinta.
"Mami Alea cuma ingin punya sopir sendiri Alea ingin berangkat ke Sekolah sendiri saja, biar mobil yang lama dipakai Kak Evana," pinta Alea kepada sang Mami, karena Alea sudah tidak mau lagi berdekatan dengan Evana, dia merasa sangat tersiksa jika harus satu mobil bersama Evana. Evana selalu menindasnya dan juga selalu saja membuat Alea tersakiti.
__ADS_1
"Kenapa harus membeli mobil baru kalau memang ingin berpisah dengan kakakmu Tinggal pakai saja mobil Mami, gimana?" Alexa menawari Putrinya sebuah mobil yang biasa pakai.
"Iya Mami Alea mau, karena selama Alea suka kesiangan dan pulang terlambat karena Eskul. Jadi jika masih satu mobil bersama dengan kak Evana, kasihan kak Evana harus menunggu Alea pulang ekskul terlebih dahulu," kata Alea tentu saja dia berbohong. Sebetulnya Alea ingin sekali menjauh dari Evana. Alea tidak mau berdekatan dengan Evana karena selalu saja Evana menindasnya.
"Jadi itu alasannya Sayang. Ya sudah kalau seperti itu, pakai dulu mobil Mami, nanti biar Mami pakai mobil baru," kata Alexa dengan senyuman yang manis. Tiba-tiba saja Alexis datang dan membeli lembut Putri kecilnya.
"Ada apa ini?" tanya Papi Alexis kepada Alexa. sedang Evana masih terdiam dengan permintaan Alea yang seperti itu, dan Evana pun begitu kesal karena mami Alexa malah menyetujui keinginan Alea.
"Begini Pi ... Alea ingin mobil terpisah dengan Evana, karena Alea mengikuti ekskul dan membuat kakaknya menunggu lama," Alexa kepada sang suami Alexis pun tersenyum manis lalu dia pun duduk di samping sang istri.
"Jadi Alea mau mengenakan mobil yang mana? Apa Alea mau mobil baru kah? Nanti Papi akan belikan yang limited edition tinggal pilih untuk anak bungsu Papi yang sangat Papi sayang," ungkap Alexis sambil tersenyum manis kepada Alea.
"Jadi yang mau beli mobil baru Mami saja, bukan Alea? Ya sudah gimana Alea saja kalau begitu, nanti siang biar Mami dan Papi beli mobil baru. Mami ternyata ini mungkin modus Mami ya bukan Alea," kata Alexis sambil menatap sang istri dengan senyuman manisnya.
"Ya Tuhan Papi. Siapa bilang ini modus Mami, Alea sendiri mau memakai mobil Mami, ya kan, Sayang," kata Alexa sambil menggenggam lembut tangan putri kecilnya.
"Nah sekarang berarti mulai hari ini kalian berangkat masing-masing ya? Evana bersama pak Irman dan Alea bersama sopirnya Mami begitu?" Kata papi Alex sambil menatap kedua putrinya.
"Iya Pi," ucap Evana pelan.
__ADS_1
Iya Pi, terimakasih," Alea berterima kasih kepada sang Papi karena sudah izinkan dia mengenakan mobil yang berbeda ke Sekolah.
"Evana Sayang. Adakah yang kamu minta?" tanya Alexis kepada putri angkatnya. Alexis tidak pernah membeda-bedakan kasih sayangnya terhadap Evana ataupun Alea dan Alexis memang pada kenyataannya begitu mendahulukan Alea.
"Tidak Pi, Evana tidak perlu apapun karena hanya-hanya," ucapan Evana terhenti.
"Hanya apa, apa Evana mau, katakan saja jangan sungkan, kamu juga anak Papi, walaupun bukan anak kandung Papi, kamu adalah buah hati Papi yang tersayang, walau bagaimanapun Papi dan Mami mengurus kamu dari bayi, Sayang," kata Alexis kepada Evana, Evana pun tersenyum.
"Evana tidak meminta apapun kepada Papi dan Mami, Evana sudah bersyukur Papi dan Mami sayang sama Evana," kata Evana berperilaku begitu baik di depan kedua orang tua angkatnya, padahal sejatinya Evana begitu kesal kepada Alea.
Evana berpura-pura baik di depan kedua orangtuanya, untuk menarik simpati kedua orangtua Alea. Karena Evana sebenarnya ingin membuat Alea tersiksa dia tidak mau ke dua orangtua Alea tahu bahwa dia sudah berbuat jahat kepada anak mereka.
Evana dengan tipu dayanya benar-benar membuat Alea merasa kesal dan dia membuang muka.
"Kak Evana itu terlihat begitu baik didepan Mami dan Papi, tetapi di belakang dia bersikap jahat sekali. Aku tidak percaya ada manusia sejahat Kak Evana. Aku benci dia. Ya Tuhan aku harus bagaimana. Aku bahkan sudah membayar kerugiannya dan biaya Rumah Sakit ibunya dengan tubuhku sendiri, tapi dia masih saja membenciku. Aku harus apa?" kata Alea di dasar hatinya.
Gadis itu kini tidak mau memperhatikan Evana, Evana yang kini sedang bermanja dan berpura-pura lugu kepada sang Papi dan Maminya Alea. Alea benar-benar merasa bahwa Evana sangat pintar berakting dan Evana seperti Ratu drama. Padahal Evana begitu jahat kepadanya. Sayangnya Alea tidak memiliki keberanian untuk membongkar semua kejahatan Evana kepada kedua orangtuanya, karena Alea takut kedua orangtuanya akan mengusirnya, jika sampai mengetahui bahwa dia sudah menjual diri kepada seorang pria yang tidak dia kenali.
Alea menyesal harus menjual diri. Dan kini dia sudah kehilangan keperawanannya.
__ADS_1
🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄