
"Sayang sekarang kamu bobo ya. Besok kan harus Sekolah, dan bangun pagi-pagi, nanti Mami buatkan sarapan kesukaan Alea," kata mami Alexa sambil mengelus lembut rambut putri kesayangannya.
"Terima kasih banyak Mami, Lea senang sekali karena Mami sangat sayang sama Alea. Mami berjanji sama Lea, bahwa sampai kapam pun mami akan menyayangi Alea walaupun apa yang terjadi," rengek Alea dengan manja.
"Ya jelas saja, apa yang membuat Mami tidak menyayangi Alea, secara mami yang mengandung dan melahirkan Alea. Kamu adalah buah hati kesayangan Mami, kalau ada sesuatu hal, jangan sungkan untuk bertanya, ok," kata mami Alexa kepada putri kesayangannya.
Alexa langsung mengecup kening sang putri dengan lembut dan penuh kasih sayang.
Setelah itu Alexa menyelimuti tubuh putrinya dengan selimut yang tebal, wanita itu langsung pergi meninggalkan kamarnya.
Alea merasa sangat senang tatkala mendengar perkataan sang Mami bahwa dia adalah putri kesayangannya. Semoga saja suatu saat ketika Evana membongkar rahasianya bahwa dia sudah pernah berhubungan dengan seorang laki-laki, semoga saja mami Alexa bisa memaafkannya.
Malam itu Alea tertidur dengan lelap, karena dia merasa tenang dengan perhatian sang Mami yang terfokus kepadanya. Dan ternyata tanpa terasa pagi pun sudah tiba. Ayam jago mulai berkokok dan kicauan burung pun sudah mulai terdengar begitu kencang. Alea terbangun dan langsung mandi untuk bersiap ke sekolah.
Gadis itu terburu-buru mengganti pakaiannya karena. Entah kenapa perutnya sudah sangat lapar. Alexa berjanji akan membuatkan dia nasi goreng kesukaannya, dengan segera Ia berlari menuruni anak tangga. Sampai akhirnya dia sudah melihat papi dan kakaknya Evana sudah berada di meja makan.
"Maafin Lea terlambat ya," kata Lea sambil duduk di kursi tempatnya, lalu menoleh ke arah sang papi dan tersenyum manis.
"Tidak apa-apa Sayang. Sekarang kita mulai sarapan," kata papi Alexis dengan senyuman manisnya, lalu Mami Alexa pun menghampiri mereka dengan membawakan sepiring nasi goreng spesial untuk Alea.
"Ini nasi gorengnya Sayang, mami udah janji sama Lea untuk membuatkan nasi goreng buah naga," kata Alexa menorehkan senyum yang manis kepada putri bungsunya.
"Terima kasih, Mami," kata Alea sambil langsung menyantap makanan yang di masak sang mami.
"Nyonya ada tamu di depan, mencari Non Alea," kata si bibi secara tiba-tiba menghentikan makan semua keluarga.
__ADS_1
"Lah siapa Alea, apa kamu mengundang seseorang?" tanya Alexa kepada putri kecilnya.
"Tidak kok Mami. Alea tidak mengundang siapa pun, aneh bahkan Lea tidak memiliki teman akrab di Sekolah," ungkap Alea dengan wajah yang merona. Gadis itu memang tidak memiliki teman akrab di Sekolah. Karena dia selalu dikucilkan akibat dari hasutan sang kakak.
"Siapa namanya, Bi?" tanya Alexa kepada si bibi.
"Katanya namanya Georzio, Nyonya," tangkas Bi Mar.
"What?"
"Apa?"
ucap Alea dan Evana terkejut tatkala mendengar sebuah nama yang tidak asing.
"Tunggu ... Giorzio itu Zio kan Lea, oyah suruh masuk saja Bi, agar dia sarapan di sini gabung bersama kita," kata Alexa sambil menolehkan senyum yang manis.
"Mami siapa Zio. Mami belum cerita sama Papi?" tanya papi Alex sambil meneguk minumannya.
"Oh iya Papi kan belum tahu. Putri kecil kita ternyata sudah memiliki seorang kekasih namanya Zio, dan dia sangat tampan. Sebentar lagi dia masuk. Tuh lihat, tapi nggak boleh galak-galak ya sebagai calon Papi mertua," ucap Alexa sambil tersenyum jahil kepada sang suami. Papi Alex pun langsung tersenyum mengangguk menyetujui ucapan sang istri.
"Apaan sih Papi. bohong Mami bohongย Papi," kata Alea merengek manja, dan benar saja Zio langsung masuk ke dalam ruangan tersebut diantar oleh bibi.
"Selamat pagi om, tante, dan kakak," kata Zio memberikan senyuman yang begitu ramah kepada keluarga Alea.
"Oh kamu yang bernama Zio. Ayo masuk silakan duduk, di sini!" ucap papi Alex sambil menolehkan senyum yang manis.
__ADS_1
Dia pun langsung duduk di samping Alea, Zio benar-benar merasa senang karena bisa datang ke rumah Itu lagi. Dan disambut hangat oleh kedua orangtua Lea.
"Selamat pagi, Lea Sayang," bisik Zio sambil berbisik mesra kepada Alea, membuat Alea mendorong tubuh Zio untuk menjauhinya. Karena Lea tidak nyaman kedua orangtua Alea sedang memperhatikan mereka berdua.
"Zio Kamu nggak sopan, ada Mami sama Papi aku, kamu bisa seperti itu," bentak Alea kepada Zio.
"Baiklah kalau begitu, aku tidak akan berbisik lagi, Sayang," kata Zio memanggil Lea dengan sebutan Sayang. Zio benar-benar membuat Lea merinding, gadia itu tidak mau Zio memanggilnya dengan sebutan seperti itu, dia merasa malu orangtuanya memperhatikannya saat ini.
Di sisi lain Evana begitu garam karena kedatangan Zio, gadia itu tidak menyangka kalau adik yang sangat dia benci memiliki kekasih yang begitu tampan, dia begitu menyesali kenapa bukan dia yang menjadi pacar atau menjadi kekasih Georzio.
"Zio. Jangan panggil aku Sayang," rengek Alea dengan manja, sambil memalingkan wajahnya, terlihat gadis itu begitu kesal, dia benar-benar tidak tahu apa yang ada di dalam pikiran Zio saat ini, bisa-bisanya dia datang dan mengganggu sarapan pagi keluarga.
"Zio kesini mau apa ikut sarapan?" tanya Mami Alexa sambil tersenyum manis.
"Terima kasih banyak tante, tapi Zio sudah sarapan di rumah, Mommy sudah membuatkan Zio sarapan kesukaan Zio," tutur Zio kepada mami Alexa.
"Lantas?"
"Zio ke sini untuk menjemput Alea Tante, Om. Zio ingin menjemput Alea dan mengantarkan Alea ke sekolah. Bolehkan? Zio tidak akan mengantar setiap hari kok, hanya sesekali saja, diharap Om danTante mengizinkan Zio," kata Georzio dengan senyuman manisnya. Pemuda itu mendadak begitu ramah dan begitu baik hati di depan mami Alexa dan papi Alexis, Georzio adalah pemuda yang begitu sopan dan menggemaskan.
"Boleh, tidak apa-apa. Asalkan kamu berjanji tidak akan membawa Alea main dulu, tapi langsung pulang ke rumah ya, jika nanti Zio menjemput Alea," kata papi Alex dengan senyumannya.
"Terima kasih banyak Om," kata Zio menorehkan senyum yang manis, sedangkan di sisi lain, Evana begitu geram dan sangat marah terhadap ucapan papa Alexis yang mengijinkan Zio untuk mengantar jemput Alea.
Kini Alea tidak bisa makan dengan tenang, dia benar-benar merasa kesal. Kenapa Zio mau minta Lea untuk berangkat bersama. Padahal jelas-jelas dia memiliki mobil sendiri. Gadis itu bahkan jarang naik motor. Tapi kini dengan pedenya Gio mengajak Alea untuk naik motor itu.
__ADS_1
๐B๐e๐r๐s๐a๐m๐b๐u๐n๐g