
Kisya sedang menelepon Jino.
"Sayang, cepatlah kita berangkat ke rumah Bunda Nisya. Ada hal penting yang harus kita bahas di sana," kata Kisya kepada sang Suami. Suaminya kini sedang berada di kantor.
"Kenapa Moms, apa ada masalah dengan Bunda?" tanya Jino kepada sang istri tercinta.
"Iya ada masalah besar, kata Bunda ada Polisi yang datang ke rumah dengan pertanyaan soal anak kita Zio, sebaiknya dengan segera kita berangkat ke rumah Bunda sekarang juga," jawab Kisya tergesa-gesa karena dia ingin segera berangkat menuju ke rumah Bunda Nisya.
"Apa ada Polisi mencari Zio, sudah kalau begitu Dad akan segera berangkat dari sini ke rumah Bunda, Mommy juga berangkat dari rumah ya pakai supir saja, jangan berangkat sendirian," ucap Jino kepada Kisya.
"Oke baiklah, tapi Dad yang cepat ya, Moms juga akan segera sampai ke sana karena kasihan Bunda diberondong pertanyaan yang memang Bunda sendiri tidak bisa menjawabnya itu apa, Dad?" Kisya menggerutu.
"Ya sudah ayo kita tutup saja sambungan telepon ini, dan langsung kita berangkat ke rumah Bunda," ucap Pria itu langsung menutup sambungan telepon tersebut, begitu pula dengan Kisya, dia pun bergegas mengganti pakaiannya dan langsung memanggil sopirnya, wanita cantik itu hendak ke rumah Bunda Nisya.
Sesampainya di rumah Bunda Nisya ternyata benar saja, di luar halaman Mansion sudah ada satu buah mobil Polisi berisi beberapa Polisi dan membuat Kisya benar-benar merasa terkejut setelah itu dia langsung masuk ke Mantion di sana terdapat Bunda Nisya yang sedang duduk di ruang tamu bersama satu orang Polisi.
"Bunda," ucap Kisya sambil memberikan ciuman tangan kepada sang Bunda.
"Kisya Sayang, Bunda kangen sama Kikis, Oh iya ini Polisinya," kata bunda Nisya kepada sang putri.
"Ya Bunda tunggu kak Jino datang dulu ya," Kisya tersenyum kepada Bunda Nisya lalu kepada Polisi tersebut, Kisya memberi memberi tahu kepada Polisi tersebut bahwa dia harus menunggu suaminya datang terlebih dahulu.
__ADS_1
"Apa suami anda masih lama? Saya masih banyak pekerjaan!" ucap Polisi tersebut kepada Kisya.
"Sebentar lagi dia pasti datang. Tunggu saja dengan sabar," kata kisya kepada Polisi tersebut lalu Polisi itu pun menggangguk.
"Kisya apakah Jino masih lama? Coba kamu telepon lagi biar urusannya cepat selesai," ucap sang Bunda kepada putri kesayangannya
"Tunggu saja Bunda, kakak sedang di perjalanan, kis takut ada sesuatu hal jika kis menelponnya, dan dia sedang mengemudi," Kisya menjawab ucapan sang Bunda. Lalu Bunda Nisya pun mengangguk. Bunda Nisya hanya merasa cemas aja karena masalahnya belum selesai. Bunda Nisya hanya ingin Polisi itu cepat keluar dari Mantionnya.
Dan beberapa saat kemudian ternyata memang benar Jino pun datang langsung duduk di tengah-tengah Polisi dan keluarganya.
"Perkenalkan Pak, saya adalah Georjino Alfariziq Davis. Bapak ada perlu apa datang kemari?" tanya Jino kepada Polisi tersebut.
"Pak Jino saya datang kemari untuk memberitahukan bahwa Putra anda sudah terlibat dalam kasus bunuh dirinya, seorang gadis," ucap Polisi tersebut.
"Karena kami yakin putra anda yang bernama Giorzio adalah penyebab dari gadis itu melakukan bunuh diri," Polisi itu berkata dengan jelas membuat Jino dan kisya benar-benar terkejut, tidak mungkin dia terlibat dalam kasus yang seperti itu.
Apa lagi ini adalah kasus kematian, walaupun kematiannya secara bunuh diri bukan dibunuh tetapi mereka percaya putranya tidak akan berhubungan dengan hal seperti itu.
"Sebaiknya Bapak tidak usah asal berbicara! Bapak bicara saja dengan pengacara saya kalau seperti itu, karena saya yakin Putra saya tidak pernah melakukan hal yang Bapak tuduhkan, lagian kapan gadis itu bunuh diri?" tanya Jino kepada Polisi tersebut.
"Gadis itu bunuh diri semalam dan dia sepertinya melakukan panggilan telepon terakhir kepada Putra anda Zio, sebelum akhirnya dia memutuskan untuk bunuh diri dan satu hal lagi, gadis itu ternyata sedang hamil dan usia kehamilannya adalah 3 bulan," ucap Polisi tersebut.
__ADS_1
"Hamil?" Jino mengerutkan dahinya lalu menatap ke arah sang istri.
"Pak Putra saya sedang tidak ada di Indonesia, Zio sedang ikut Abangnya ke luar Negeri, sekarang mereka sedang ada di Belanda," Kisya mengatakan apa yang terjadi.
"Jadi benar bahwa putra anda sedang berada di luar Negeri, kami harus segera menginterogasi Putra anda karena kasus ini harus segera selesai, kedua orang tua gadis ini ingin menemukan penyebab dari bunuh dirinya gadis tersebut," tutur Polisi itu sambil menatap kearah Jino dan Kisya.
"Iya tidak apa-apa, temukan saja penjahatnya temukan saja penyebab orang bunuh diri itu, tetapi kenapa anda harus menuduh Putra saya, dia sedang berada di luar Negeri dan dia tidak mungkin ada hubungan dengan gadis yang telah mati itu!" ucap Jino dengan tatapan yang tajam tidak suka putranya dituduh seperti itu.
"Sebaiknya suruh anak anda pulang Pak, karena kami harus segera melakukan pekerjaan kami memeriksa Putra anda, apakah ada hubungan atau tidak," Polisi tersebut seolah-olah pemerintah Jino dan menyarankan Jino untuk memanggil Zio pulang ke rumah.
"Putra saya sedang berada di luar Negeri dan beliau akan pulang bersama kakaknya, di sana masih membutuhkan waktu sekitar dua minggu lagi, karena itu menyangkut bisnis keluarga kami. Tidak bisa semudah itu langsung pulang begitu saja, silakan anda lanjutkan penyelidikan anda dan jika perlu apa-apa dengan kami silakan hubungi Pengacara kami untuk sementara, Zio sendiri belum bisa anda temui karena memang dia sedang tidak ada di sini, dan tidak bisa pulang dalam waktu dekat ini begitu saja," tutur Jino kepada Polisi tersebut.
"Tidak bisa seperti itu Pak, karena Putra anda adalah tersangka utama, karena itu telepon putra anda untuk segera pulang ke Indonesia atau saya akan mengatakan bahwa anda telah mempersulit kami dalam bekerja yang anda bisa dihukum juga," ucap Polisi tersebut kepada Jino.
"Silahkan anda berbicara dengan Pengacara saya, saya tidak bisa menerima tuduhan anda seperti itu, menuduh Putra saya sebagai tersangka utama. Padahal anda belum mengantongi bukti-bukti, cuma ada satu buah panggilan telepon saja tidak bisa membuktikan apapun, kecuali anda mendengar rekaman pembicaraan tersebut. Sebaiknya anda keluar dari mantion ini kalau tidak saya akan segera menuntut anda dengan tuntutan pencemaran nama baik, dan perbuatan yang tidak menyenangkan," ucap Jino dengan tegas kepada Polisi tersebut.
Polisi tersebut lalu dengan segera keluar dari rumah Bunda Nisya.
"Bagaimana ini Dad? Dan kenapa Zio bisa berhubungan dengan gadis itu, dan gadis itu juga sedang hamil, apa jangan-jangan Zio memang ada hubungannya dengan kematian gadis itu," Kisya merasa ketakutan dan sedih karena Putra bungsunya harus dituju seperti itu.
"Tenang saja Sayang, kita percaya kepada Putra kita, tidak mungkin Zio adalah penyebab bunuh dirinya seorang gadis, karena selama ini Zio bahkan sangat baik, tidak pernah macam-macam," kata Jino sambil menggam tangan sang istri.
__ADS_1
🎀🎀🎀