
"Ayo Sayang, kita berangkat. Nanti kita terlambat datang ke Sekolah, kalau kamu lelet seperti ini," kata Zio kepada sang kekasih, sedangkan Alea sendiri hanya bisa terdiam, dia malas sekali untuk naik motor bersama Zio, gadis itu benar-benar tidak suka kedatangan Zio pagi ini benar-benar merubah suasana hatinya.
"Hati-hati ya Alea Sayang," kata sang mami dengan senyumannya, lalu Evana pun masuk ke dalam mobil miliknya. Papi Alexis pun berangkat menuju kantor dengan jaguar miliknya. Alea dengan malas dan terpaksa harus naik motor milik Zio.
"Alea berangkat dulu ya, Mami," ungkap Alea dengan senyumannya, dia sebenarnya begitu kesal, tetapi di hadapan kedua orangtuanya gadis itu harus berpura-pura tersenyum.
Alea naik di atas motor dan benar-benar terlihat serasi berboncengan dengan Zio. Itu membuat Evana begitu geram dan panas, di dalam mobil Evana terus menerus mengepalkan tangannya, dia kesal terhadap Alea, bisa-bisanya mengundang orang luar untuk sarapan di rumah.
"Dasar gadis tidak tahu malu, tidak tahu di untung, usia baru belas tahun, sudah berani bawa cowok ke rumah, sarapan pagi adalah waktunya kumpul keluarga, bukannya malah mengajak pacar untuk berkenalan dengan orangtua, lihat saja aku yang akan menjadi kekasih Zio selanjutnya. Kamu tidak akan bisa bertahan lama dengan pria itu," kata Evana dengan wajah yang kesal.
Lalu sopir pun segera cap gas membawa Evana menuju ke Sekolah. Sedangkan Zio dan Alea ini baru mulai melajukan kendaraannya.
Dia sengaja melajukan kendaraannya dengan begitu kencang agar Alea bisa memeluk perutnya.
"Ya ampun kamu mau membuat aku mati, karena serangan jantung? Aku takut, kamu pikir ini lapangan balapan apa?!" teriak Alea kepada Zio, sambil berusaha untuk memegang pinggang Zio karena ketakutan, takut terjatuh.
"Sayang tidak akan terjadi apapun, sini tangannya. Peluklah perutku kamu akan merasa tenang jika berada di belakangku sambil memelukku dengan erat," kata Zio kepada Alea, sambil menuntun tangan Alea untuk memeluk perutnya. Lea yang awalnya tidak mau untuk memeluk perut Zio, Tetapi karena Zio melajukan kendaraannya begitu kencang, terpaksa gadis itu harus memeluk perut Zio dengan erat.
"Nah begini dong. Jadi aku juga tidak takut kamu akan jatuh, Sayang," kata Zio kepada Alea.
"Lagian ngapain jemput aku, aku juga punya mobil sendiri, aku bisa berangkat sendiri. Lain kali kamu nggak usah sok-sok jadi cowok baik, jemput aku. Aku tidak suka naik motor seperti ini, kamu lihat rokku pendek ketika duduk seperti ini. Pahaku terlihat kemana-mana," kata Alea dengan mata yang berkaca-kaca, walaupun kini Alea tidak bisa menghindari lagi. Alea hanya bisa memeluk Zio dari belakang, karena dia takut terjatuh.
"Pahamu, rokmu pendek?" kata Zio dengan mendadak menginjak rem dan membuat Alea tersungkur di punggung Zio.
__ADS_1
"Hhkk ... eh kamu berhenti bilang dulu dong, kamu bikin dadaku merasa kesakitan. Aku sakit," kata Alea sambil mencoba turun dari motornya tetapi Zio melarang Alea turun.
"Jangan turun. Biar aku saja!" kata Zio sambil mencoba turun dari motornya, sedangkan Alea tidak boleh turun sama sekali, pria itu lalu memperhatikan posisi duduk Alea, benar saja Alea memperlihatkan pahanya yang mulus, karena roknya pendek dan harus duduk naik motor seperti itu.
Zio menelan salivanya. Dia pun melihat ke kiri dan ke kanan, dia tidak menyangka Alea bisa seseksi itu jika naik motor bersamanya.
"Ini tidak bisa dibiarkan. Aku tidak suka kamu memperlihatkan pahamu di depan banyak orang," kata Zio dengan kemarahannya, Alea terkejut melihat Zio begitu marah.
"Kamu yang ngajak aku naik motor ini, sekarang kamu marah padaku, dasar cowok tengil." Alea berkata dengan mulutnya yang manyun. Kenapa bisa-bisanya ada cowok yang menjemput dia ke Sekolah dan juga ikut sarapan di rumah.
"Cepat turun kamu nggak boleh naik motor ini lagi, turun!" teriak Zio dengan kemarahannya.
"Aku susah untuk turun, bantu aku!" kata Alea mencoba untuk turun, dari motor besar milik Zio. Tetapi tiba-tiba saja roknya kembali terbuka, membuat Zio membulatkan matanya, remaja itu tidak suka melihat rok Alea terbuka seperti itu, Zio langsung menarik Alea dan menggendong Alea di pundaknya.
Beberapa saat kemudian Ia pun menurunkan Alea.
"Kamu pikir aku ini boneka, gendong aku di pundakmu. dengerin Zio, kamu pikir aku tidak malu dilihat banyak orang, diperlukan seperti ini olehmu." Alea kembali meneteskan air matanya, gadis itu begitu kesal dengan sikap Zio yang tiba-tiba marah, serta membuat Lea merasa malu karena menjadi tontonan banyak orang.
Namun Zio tidak menghiraukan ucapan Alea, tiba-tiba saja Zio menelepon seseorang, entah itu siapa dia, Zio menelepon orang itu dan mengatakan orang itu harus datang dalam jangka 5 menit. Alea masih terisak, dia merasa malu karena sedari tadi menjadi bahan tertawaan akibat Zio menggendongnya di pundak, seolah-olah Alia adalah seorang anak kecil bisa digendong begitu saja.
"Kamu ngapain nangis, ayo," kata Zio kepada Alea. Sambil mengelus lembut rambut Alea dengan mesra.
5 menit berlalu, tiba-tiba sebuah mobil sedan pun datang. Lalu berhenti tepat di hadapannya. Ternyata mobil itu adalah mobil milik kakaknya yaitu Abang Vano.
__ADS_1
Abang Vano dengan gagah dan tampan keluar dari mobilnya, dan melihat keadaan Zio beserta seorang gadis.
"Ada apa, Zio?" tanya abang Vano kepada sang adik.
"Abang, kita tukaran dulu ya. Abang naik motor, kita naik mobil, tadi waktu Zio naik motor sama Alea, pahalanya terus terumbar ke mana-mana, Zio tidak suka orang lain melihat tubuh Alea dengan mudah," kata Zio sambil meminta kunci mobil ke arah abangnya, lalu abang Vano pun memberikan kunci mobil tersebut.
"Lalu kenapa gadismu menangis seperti itu?" kata abang Vano sambil mengerutkan dahinya.
"Tidak apa-apa kok Bang, ayo Sayang kita naik mobil saja, aku tahu kamu tidak nyaman naik motor, mulai besok aku tidak akan naik motor lagi jika menjemput kamu, aku akan menggunakan mobil milik abangku," kata Zio sambil menarik tangan Alea dengan lembut.
Sedang Alea hanya terdiam, dia mencoba menyeka air mata yang menetes keluar membasahi pipinya. Lalu gadis itu pun masuk ke dalam mobil, Zio langsung tancap gas meninggalkan abang Vano sendirian di sana.
"Aduh dasar anak nakal, aku pikir Ada apa menyuruhku datang 5 menit. Ternyata dia ingin ganti mobil, tapi siapa gadis itu, kenapa seorang Zio sangat perhatian kepada gadisnya. Apakah gadis itu yang dari kemarin diceritakan di rumah?" lirih abang Vano dengan kening yang mengerut, sambil melihat ke arah mobil yang kini mulai menghilang.
"Sudah, untuk apa aku pikirkan, Zio memang memiliki banyak kekasih, aku tidak mungkin melarangnya, selama dia tidak berhubungan dengan Polisi. Aku tidak akan memarahinya," ungkap abang Vano di dasar hatinya. Lalu mencoba untuk menaiki sepeda motor milik Zio dan langsung berangkat menuju ke kantor.
🎄🎄🎄
Selamat pagi.
selamat hari raya idul Fitri
mohon maaf lahir dan batin.
__ADS_1
salam sayang dariku, Evangelin Harvey.