
"Apa kamu bilang, siapa Asya?" tanya Alea dengan kening yang mengerut.
"Dia gadis yang harusnya menghabiskan malamnya denganku, tetapi kalian malah salah kamar, apa kamu tahu. Asya masih perawan saat kakek itu menyentuhnya, bahkan Asya di siksa sampai babak belur, saat pagi tiba selepas kita bercinta dan kamu mengusirku, Asya datang padaku dengan keadaan yang menyedihkan, aku langsung membawa dia ke Rumah Sakit," kata Zio sambil menatap Alea dengan tajam.
Mata Alea terbelalak tatkala dia mendengar semua cerita tentang Asya.
"Oh ... mungkin gadis yang bernama Asya adalah kekasihnya, karena itu dia terus menggangguku untuk meminta pertanggung jawaban, karena kekasihnya telah di makan oleh kakek tua itu, apa yang akan dia lakukan padaku. Tuhan Aku tidak menyangka bahwa Kejadian ini bisa terjadi seperti ini, tapi apa benar semua ceritanya, apakah hanya karangan Zio saja? Untuk mengetahui ini benar atau tidak, aku harus bertemu dengan gadis yang bernama Asya tersebut," ungkap Alea di dasar hatinya.
"Kenapa kamu diam, kamu masih tidak percaya dengan apa yang aku jelaskan barusan? Lah Sayang, aku sudah jujur kepadamu, sungguh tidak berbohong," kata Zio sambil mencoba menggenggam tangan Alea, tetapi dengan segera Alea menepiskan tangan Zio dengan kasar, gadis itu tidak suka disentuh seperti itu.
Zio tersenyum miring, walau tangannya ditepis oleh Alea. Pria itu tidak marah sama sekali, Zio malah ingin sekali membuat Alea merasa terganggu dengan mendekatkan wajahnya ke wajah Alea.
"Kiss dulu sebelum kamu turun," ungkap Zio dengan senyum devil-nya membuat Alea benar-benar marah dan mendorong tubuh Zio.
"Dasar mesum, pagi-pagi sudah minta kiss. Kenapa kamu tidak minta Kiss sama pacarmu saja, ke gadis yang bernama Asya, bukankah dia Kekasihmu," kata Alea sambil membuang mukanya.
"Ya ampun kamu cemburu Sayang, begini ... Asya itu belum menjadi kekasihku, karena malam itu kita tidak jadi berhubungan, jadi tidak ada ikatan antara kita berdua," kata Zio dengan menorehkan senyum yang manis.
"Aku tidak memperdulikan hal itu, tetapi aku tidak percaya dengan ucapanmu, kalau memang gadis yang bernama Asya itu benar-benar mengalami kejadian yang kamu sebutkan tadi. Maka aku harus bertemu dengannya, pertemukan aku dengan Asya," pinta Lea dengan mata yang menatap tajam kearah Zio.
Zio terdiam, dia sebenarnya tidak mau mempertemukan Alea dan Asya, walaupun bagaimana, Zio pun dekat dengan Asya, dia tidak mau Alea kabur tatkala nanti Asya berperilaku lembut kepadanya dan membuat Alea cemburu.
__ADS_1
"Tidak mau, untuk apa aku mempertemukan kamu dengan Asya," kata Zio sambil mencoba membuka sabuk pengaman miliknya.
"Kalau begitu, berarti semua perkataanmu bohong padaku, buktinya kamu tidak mau memperkenalkan aku dengan Asya. Sudahlah aku tidak percaya padamu, kamu sama saja dengan kak Evana, kalian bersekongkol untuk menghancurkan hidupku. Kamu adalah pria paling jahat karena telah mengambil keperawananku, kalian jahat," tangkas Alea dengan mata yang berkaca-kaca, gadis itu menatap Zio dengan tajam dan penuh dengan kebencian.
Dia terkejut melihat mata Alea yang penuh amarah, Alea lontarkan tatapan benci kepadanya, Zio tidak percaya gadis semanis Alea bisa melontarkan mata penuh dengan kebencian.
"Pasti terjadi hal sesuatu. Apa benar kakaknya yang bernama Evana telah menjual dia, bisa saja benar. Apakah aku harus mempertemukan dia dengan Asya. Tetapi aku tidak mau kalau sampai Alea tahu aku dekat dengan Asya pula," ungkap Zio di dasar hatinya sambil menatap kearah Alea dengan tatapan yang memicing.
"Aku mau turun sekarang, buka Kunci pintunya. Biarkan aku keluar, aku benci kalian, kalian jahat sama aku," ungkap Alea sambil menitikkan air matanya. Benar saja gadis itu merasa sangat sakit hati, seandainya benar bahwa Zio dan Evana memang bersekongkol.
"Tunggu-tunggu! Kenapa kamu semarah ini? Baiklah-baiklah, aku akan mempertemukanmu dengan Asya, tapi dengan satu syarat," sahut Zio kepada Alea.
"Syarat apa yang kau mau dariku? Bahkan kamu sudah mendapatkan aku sepenuhnya, semua hal yang paling berharga bagiku. Sekarang kamu ingin apalagi dariku?" Alea mulai menitikkan air matanya dan itu membuat dia merasa sangat sedih.
"Jangan menangis, aku tidak suka melihat kamu menangis Sayang, aku tidak ingin menyakitimu. Aku tidak akan pernah menyakitimu, aku hanya ingin kamu menjadi kekasihku, itu saja," pinta Zio dengan suara yang lembut, sambil membelai lembut rambut Alea yang lurus panjang berwarna pirang.
Deg.
Jantung Alea berdegup kencang, tatkala mendengar permintaan dari pria yang sangat menyebalkan itu. Haruskah dia menerima hubungan tersebut. Ataukah dia harus menolak keinginan Zio. Tetapi dia harus bertemu dengan Asya untuk meyakinkan bahwa ucapan Zio memang benar, dan Lea harus meminta maaf kepada Asya jika memang Asya sudah menjadi korban salah sasaran dari Evana. Gadis itu hanya terdiam dalam kebingungan, entah jawaban apa yang akan dia berikan kepada pria yang kini sedang menatapnya dengan tajam.
🎄🎄🎄
__ADS_1
Di sisi lain Evana terus memperhatikan mobil yang kini ada di bawah. Evana sudah ada di lantai 2 melihat Alea dan Zio tidak kunjung keluar dari mobil tersebut. Evana tahu jelas bahwa tadi Zio menukar motornya dengan sebuah mobil, dan gadis itu pun melihat saat Zio menggendong Alea dengan mesra.
Wanita itu membenci keadaan yang seperti ini, sebuah keadaan di mana dia sangat cemburu kepada Alea. Kenapa bisa-bisanya ada pria tampan yang mendekati adiknya, padahal Lea sama sekali tidak pernah berdandan seperti dirinya.
Tetapi karena itulah Zio menyukainya, karena Alea begitu polos dengan kecantikannya. Alea tidak pernah menggunakan make up. Tetapi dia sudah cantik apa adanya.
"Sekarang kalian bisa bersama, tetapi lihat saja besok, aku tidak akan membiarkan kalian selalu bersama seperti itu, aku akan membuat kalian berpisah, aku akan membuat dia menyukaiku," ungkap Evana di dasar hatinya sambil terus memperhatikan mobil yang kini masih terparkir di bawah.
"Kamu memperhatikan apa, Vana?" tanya Lusita pada teman sebangkunya.
"Cewek sialan itu harus kita apakan, dia bahkan berani mengambil gebetanku," kata Evana menunjuk ke arah mobil dan Lusita pun mengerutkan dahinya.
"Gampang, kita sajikan dia sebagai santapan para preman di jalanan," kata Lusita dengan mata yang terlihat sangat membenci.
"Kenapa kamu mendadak pintar? Oke kita lakukan itu." Evana terlihat sangat bahagia dan senang, mendengar ide dari sang sahabat, mereka berdua akhirnya tersenyum merasa sangat puas dengan rencana yang akan mereka lakukan.
"Biarkan hancur sehancur-hancurnya, setelah preman itu melahap seluruh tubuhnya, bukan cuma satu tapi kita sewa 10 preman sekaligus," ungkap Lusita sambil menatap Evana dengan senyuman jahatnya. Dan Evana tersenyum begitu senang, melihat dukungan sang sahabat yang begitu kuat untuknya. Akankah rencana mereka berhasil?
🎄🎄🎄
Catatan kecil author :
__ADS_1
**Gimana kak rindu?
Menurut kalian apa yang harus Alea lakukan**?