Jino Dan Kisya 2

Jino Dan Kisya 2
Curhatan Anak Bungsu


__ADS_3

"Kamu kenapa Sayang, baru pulang jam segini. Bukankah kamu tadi sekolah setengah hari, ya?" tanya Kisya kepada putra bungsunya, wanita itu memang sangat mencintai buah hatinya, Zio adalah anak terkecil yang sangat dimanjakan.


"Mom ... Zio tadi main ke rumah teman, tapi di sana Zio dicuekin sama temen, menyebalkan bukan, gimana caranya biar dia bisa dapetin gadis itu?" kata Georzio kepada sang ibu.


Kisya terkekeh menertawakan pertanyaan putranya, karena Kisya masih saja selalu menganggap bahwa Zio adalah anak kecil, tetapi kini dia meminta saran darinya untuk mendapatkan seorang gadis. Ya Tuhan dia baru menyadari bahwa putranya sudah besar dan dia sudah tua.


"Sayang, apa gadisnya begitu cantik?" tanya Kisya dengan senyuman manisnya.


"Cantik sekali Mom sampai Zio merasa tidak ada perempuan lain yang secantik dia. Karena itulah Zio ingin tahu bagaimana dulu Dad bisa menaklukan Mom?" ungkap Zio kepada sang ibu.


Kisya merasa sangat berdebar, jantungnya berdetak tak karuan, tatkala ia mempertanyakan bagaimana Jino bisa mendapatkan dirinya, tidak mungkinlah dia mengatakan pada putranya, kalau ada insiden di balik pernikahan mereka, dan mereka pun tidak tahu bahwa ternyata Kisya pernah menikah dengan uncle mereka sendiri yaitu Jeff.


"Mom kok diam saja. Ayo cerita gimana cara Dad mendapatkan Mom?" tanya Zio sekali lagi.


"Zio Sayang, zaman dulu sama sekarang beda, Mom kurang gak suka menceritakan masa lalu, yang pasti Daddy kamu adalah orang yang paling Mom sayang sekarang," tutur Kisya sambil menggenggam tangan buah hatinya dengan penuh kasih sayang.


"Apa Dad Playboy, Mom?" Zio mempertanyakan itu pada ibunya.


"Tidak sama sekali Daddy, hanya memiliki satu mantan kekasih dan itu Aunty Lintang," ucap Kisya dengan senyumannya.

__ADS_1


"Apa iya, tapi Dad kan ganteng. Kenapa Dad menyia-nyiakan kegantengan dia, Mom?" ucap Zio dengan kening yang mengerut, dia tidak percaya kalau Daddy-nya adalah cowok yang setia tidak urakan seperti dirinya.


"Itukan kenyataan Sayang, Daddy kamu tidak pernah berselingkuh sama sekali. Dia sangat setia, pada saat dia berpacaran dengan Aunty Lintang lalu putus, lalu menikah dengan Mom Daddy kamu selalu setia sama Mom, Zio kenapa tanya itu, jangan-jangan Zio punya banyak gadis diluar sana?' kata Kisya mengerutkan keningnya, dia tidak tahu apa yang terjadi kepada buah hatinya, andai saja kisya tahu kenakalan Zio diluar, Kikis pasti akan sangat kecewa.


"Zio bahkan tidak memiliki kekasih, Zio baru suka sama seseorang. Dan dia bahkan tidak ada respon kepada Zio," kata Zio sambil menundukkan wajahnya, dia mencoba menyembunyikan topengnya dibalik sifat lugu yang terlihat oleh sang ibu. Tiba-tiba saja abang Vano datang menghampiri mereka berdua.


"Siapa perempuan yang kamu sukai?" tanya Geovano kepada sang adik, pria itu langsung duduk di antara keduanya, sambil membawa sebuah laptop, biasa abang Vano memang selalu membawa pekerjaan kantor ke rumah.


"Aku suka sama Kak Chery Bang. Boleh tidak buat aku aja," kata Zio sambil menatap kakaknya.


"Zio tidak boleh berbicara seperti itu, walaupun cuma bercanda, siapa sebenarnya wanita yang Zio bahas tadi, biar Mom bantu buat Zio supaya cepat mendapatkan dia," kata Kisya sambil membelai lembut bahu anaknya.


"Kenapa kamu suka dengan Chery? kalau memang Cherry suka sama kamu, ambil saja tidak apa-apa. Tetapi kalau Chery tidak suka tidak boleh memaksa," kata abang Vano kepada adiknya.


"Tidak bisa, tidak boleh! Mommy yang melamar Cherry pada usianya 6 bulan, khusus buat Abang kamu, tidak bisa ada pergantian pemain," ucap Kisya sambil menatap putra bungsunya, dengan tatapan mata yang tajam. Baru kali ini kisya menatap Zio dengan galak, membuatnya terkejut, ternyata ibunya bisa menatapnya galak seperti itu.


"Ya ampun kenapa Mom bisa galak seperti itu, mata Mom itu loh tidak seperti biasanya?" Zio terkejut, dia pun merasa aneh kepada sang ibu.


"Itu hanya sebuah peringatan, dengar Zio, tidak boleh menyukai pasangan kakak sendiri," kata Kisya yang menegaskan kepada Zio, karena apa? Wanita itu tidak mau kejadian di masa lalu terulang, dimana dia harus kebingungan antara perasaannya untuk Jeff dan untuk suaminya Jino.

__ADS_1


Kisya tidak mau salah satu putranya merasa tersingkirkan, atau tersakiti, seperti yang dirasakan oleh Jino dan Jeff dahulu.


"Dengar tuh kata Mommy, lagian kamu punya banyak ...," ucapan abang Vano terhenti. Abang Vano lupa dan hampir keceplosan kalau Zio memiliki banyak gadis disampingnya, yang bisa memuaskannya dalam malam dinginnya.


"Banyak apa? Banyak kekasih. Apa benar Zio memiliki banyak kekasih?" tanya Kisya mengerutkan dahinya, sambil menatap kearah abang Vano.


"Zio banyak teman perempuan Mom tapi tidak tahu kekasih apa bukan," ucap Geovano kepada sang suami.


"Aku hanya suka sama satu perempuan saat ini, namanya Alea, entah itu suka atau penasaran, tapi perempuan itu sama sekali tidak bisa juga dekati, dia sepertinya alergi Mom sm Zio. Zio harus apa?" ungkap Zio tanpa rasa malu kepada Mommy-nya dan abang Vano. Karena memang Zio suka curhat kepada Kisya jika ada sesuatu hal, tapi untuk pertama kalinya Kisya kini mendengarkan curhatan Zio tentang perempuan.


Abang Vano pun merasa aneh, tumben sekali adiknya menceritakan perempuan kepada mereka. Padahal selama ini dia hanya mempermainkan perempuan saja. Abang Vano curiga kalau ternyata adiknya ini memang sudah jatuh cinta kepada gadis yang disebut juga tadi.


"Apa gadis itu cantik?" tanya abang Vano kepada sang adik.


"Namanya juga seorang gadis Bang, cantik. Tetapi dia sangat sulit untuk didekati, menyebalkan sekali, tetapi sifatnya lebih seperti Mommy makanya dia bertanya sama Mommy gimana cara Daddy mendapatkan Mommy dahulu, gadis itu malu-malu dan sedikit jaim," kata dia sambil menatap Kisya.


"Apa Mommy terlihat malu-malu dan jaim ya, ke Daddy?" Kisyw terkekeh mendengar ucapan sang buah hati.


"Zio pikir memang mirip Mommy, dia itu sangat pemalu, baik hati serta sedikit manja dan jaim," kata dia sambil bersandar di bahu sang ibu.

__ADS_1


"Kamu salah Sayang, Mommy tidak jaim. Mommy sayang banget sama Daddy kamu," ungkap Kisya sambil membelai lembut rambut putra bungsunya, andai saja anak-anak tahu nasib kedua orangtuanya yang terdahulu, pasti mereka akan sangat terkejut. Tapi biarlah itu menjadi sebuah rahasia untuk mereka.


🎀B🎀e🎀r🎀s🎀a🎀m🎀b🎀u🎀n🎀g


__ADS_2