Jino Dan Kisya 2

Jino Dan Kisya 2
Isi Kepala Zio


__ADS_3

Di sisi lain Zio kini hanya terdiam sambil mengemukakan kendaraannya. Dia kesal sama Alea yang jalan dengan pria lain.


"Aku ga suka kamu jalan sama cowok lain," kata Zio dengan wajah penuh amarah.


"Dia teman kak Alden," jawab Alea.


"Siapa Alden?" Zio bertanya dengan pelan.


"Tentu saja kakakku, kami bahkan bermain sedari kecil, jadi kenapa kamu tiba-tiba mengeluarkan bau amunisi dan seperti hendak melempar bom padanya?" kata Alea terkekeh.


Zio lalu menghentikan mobilnya secara mendadak.


Cekiit. Buggh. "Ah euh, oi. Kamu mau membunuhku?!" teriak Lea kesakitan karena kepalanya kejedot.


Zio pun terkejut melihat Alea kesakitan.


"Sayang, mana yang sakit?" tanya Zio sambil menatap seluruh wajah cantik Alea. Lalu hendak mengecup kening Alea yang kesakitan.


"Tidak mau, lepasin. Alea mendorong Zio. Gadis itu terlihat marah dan hampir menangis. Ia melepaskan sabuk pengaman miliknya lalu membuka pintu mobil dan keluar dari mobil tersebut, Zio terkejut karena tiba-tiba Alea keluar, dengan segera pria itu pun mengejar gadisnya.


"Sayang kenapa bicara seperti ini, tunggu sebentar kamu mau ke mana?" tanya Zio sambil mencoba mengejar Alea dan menarik tangan kiri Alea.


Alea menepis semua sentuhan yang diberikan oleh Zio. Gadis itu tidak suka Zio berbuat semena-mena kepadanya, dari mulai tadi dia menggendong Alea sampai barusan Alea hampir saja terjatuh pada saat Zio mengerem mendadak.


"Apa sih, aku mau pulang sendiri saja, dari pada kepalaku sakit seperti ini, kamu keterlaluan, memang kamu pikir siapa? Berbuat semena-mena kepadaku, pergi!" kata Alea dengan mata yang berkaca-kaca langsung dengan lembut.


"Maafkan aku, aku mohon maaf kan aku pikiranku sedang kacau," kata Zio dengan suara yang serak. Tiba-tiba saja ponselnya berdering dan ternyata ada telepon dari seorang wanita yang paling dia cintai.


"Kak Cherry? Untuk apa kak Cherry nelpon aku?" kata Zio dasar hatinya dia merasa heran. Kenapa Cherry meneleponnya terus-menerus, padahal tadi dia bertemu dengan Cherrysha.

__ADS_1


"Angkat saja teleponnya. Sudah biarin aku pulang sendirian," tangkis Alea ambil pergi berlari meninggalkan Zio. Zio menerima telepon dari Cherysha atau mengejar Alea.


"Kak Cherry untuk apa dia menelpon lagi, bukankah tadi kita sudah selesai membahas sesuatu hal, yang tidak penting." Zio mengerutkan dahinya, pria itu benar-benar tidak tahu apa maksud Cherry meneleponnya kembali.


Sebenarnya dia tidak ingin menerima panggilan telepon dari Cherysha, tetapi Zio benar-benar penasaran apa yang terjadi dengan Cherry. Zio lalu berlari menuju ke arah Alea dan memegang tangan Alea dengan kencang, setelah itu Zio menerima panggilan telepon dari Cherysha.


Alea mencoba berontak tetapi Zio memegangnya sangat erat. Sehingga Zio tidak bisa membiarkan Alea lari darinya.


"Halo kak Cherry, ada apa kak?" tanya tanya Zio kepada Cherrysha.


"Zio, aku mohon kembalilah ke hotel. Aku mohon Sayang, kamu adalah adik kesayanganku yang terbaik, untuk kakak," pinta Cherry kepada pria tersebut.


"Apa maksud kakak. Memangnya ada apa? Bukankah kakak tadi baik-baik saja?" Dia mengerutkan dahinya, tatkala mendengar permintaan Cherry supaya mau mendatanginya.


Zio merasa kebingungan dengan sikap Cherrysha yang aneh baru-baru ini, wanita itu terlihat begitu agresif dan lain dari pada biasanya.


"Kakak tidak tahan, bisa-bisa Kakak mati sendirian, kalau kamu tidak membantu kakak," kata Cherrysha dengan isak tangisnya. Tentu saja itu membuat Zio terkejut, dia tidak bisa membiarkan Cherrysha menangis sendirian. Penasaran sekali pria itu sehingga akhirnya dia memutuskan untuk menutup panggilan telepon tersebut.


"Aku tidak mau aku yang pulang sendirian saja." Alea mencoba berontak melepaskan genggaman tangan Zio yang mencengkeram erat pergelangan tangannya.


"Ayo pulang mami papi kamu pasti akan marah padaku, kalau kamu datang terlambat," kata Zio dan kini akhirnya dia berhasil mengajak kalian masuk ke dalam mobil.


Sepanjang perjalanan Alia tidak menatap kearah Zio sama sekali, Alea hanya menatap ke kaca mobil saja. Wanita itu begitu marah pada Zio selalu bersikap semena-mena kepadanya, apalagi sekarang jidatnya sangat sakit karena terbentur.


Zio sendiri masih dipusingkan dengan telepon Cherry, pikiran Zio sekarang hanya ada Cherry dan Cherry, sampai Zio melupakan sesuatu, sesuatu yang telah dia perbuat bahwa dia sudah menyakiti Alea. Kening Alea membiru dan Zio tidak menyadari itu.


Sesampainya kini mereka di halaman rumah Alea, Zio bahkan tidak turun, remaja pria itu biarkan Alea turun sendiri, dia langsung pergi meninggalkan gadis itu.


"Dasar pria brengsekk. Memangnya dia pikir siapa, selalu memerintahku, aku kesal dengan semua perbuatannya, lihatlah jidatku sampai sakit seperti ini," lirih Alea dengan mata yang berkaca-kaca. Gadis itu lalu masuk ke dalam rumahnya.

__ADS_1


Sedangkan Zio sendiri mengemudikan mobil dengan begitu kencang, manuju ke hotel tempat dimana Cherysha memintanya untuk datang tadi. Cherry menangis ditelepon meminta Zio untuk datang. Padahal tadi Cherry sempat merayu Zio. Zio tetap saja mau datang karena memang hati Zio masih terpaut oleh gadis itu.


Zio langsung masuk ke dalam kamar hotel tersebut, dan terlihat Cherry sudah tergeletak di lantai dengan posisi yang sama, tanpa menggunakan sehelai pakaian pun.


"Kak Cherry kenapa masih belum mengenakan pakaian. Kenapa kamu malah pingsan seperti ini?" kata Zio dengan kecemasannya, pemuda itu lalu bergegas menggendong Cherry dan merebahkan tubuh mungilnya di atas tempat tidur yang empuk itu. lalu menyelimuti tubuh polos sang kakak ipar.


"Aku tidak pingsan Zio, aku hanya merasa sangat kesakitan," kata Cherysha dengan mata yang berkaca-kaca, menatap kearah Zio.


"Apa maksud Kakak?" Zio mengerutkan dahinya. Sambil mencoba menatap Cherry dengan dalam.


"Apa kamu tahu. Hari ini aku senang kamu datang walaupun kamu sudah menolak aku Zio, tidurlah sekarang, maka aku akan sembuh," kata Cherry sambil mencoba memeluk Zio dan mengecup bibir Zio dengan lembut, pria itu memejamkan matanya, merasakan relaksasi antara ciuman keduanya.


"Apakah kamu jadi penasaran kepadaku? Sebenarnya berapa pria yang sudah berhasil kakak rayu di atas tempat tidur?" tanya Zio dengan kening yang mengerut. Pria itu melepaskan tautan bibir mereka, dan kini menatap dengan tatapan penuh keraguan. Apakah benar Cherrysha meminta hal itu kepadanya.


Pasalnya selama ini Zio selalu berganti-ganti perempuan, tetapi baru kali ini dia diminta untuk tidur dan dipaksa oleh pacar kakak sendiri.


"Tentu saja tidak. Apakah kamu menghinaku seperti itu, kakak ingin kamu saja, yang menyentuh kakak, kita bersenang-senang sebelum kakak menikah dengan abangmu, tetapi perjodohan tetap perjodohan, kakak harus menerimanya dan sebelum kakak menikah dengan abangmu, kakak ingin bersenang-senang denganmu, agar tidak lagi merasa penasaran," kata Cherry sambil menatap Zio, lalu mencoba untuk melepaskan seluruh pakaian yang dikenakan oleh lawan mainnya.


🎄🎄🎄


Aku aga dilema dengan novel ini, aku suruh ganti judul, apakah aku harus tamatkan ini dan buka bagi novel dengan judul baru, seperti


My bad boy, Zio?


atau


Bastard lovers, Zio?


tetap saja isinya Zio dan Lea?

__ADS_1


tolong beri komentar ya.


__ADS_2