Jino Dan Kisya 2

Jino Dan Kisya 2
Pulang


__ADS_3

Akhirnya saat itu mereka langsung bergegas untuk menyiapkan diri segera pulang ke Indonesia, di bandara Abang Vano berusaha untuk menenangkan adiknya, karena ternyata Zio terlihat begitu cemas dan gelisah, ia tidak mau pulang ke Indonesia karena dia ketakutan, takut dia langsung dimasukkan ke dalam sel atau ke dalam tahanan.


Karena baru kali ini dia mendapati kasus yang berat seperti itu, maklumlah selama ini memang dia sudah banyak keluar masuk penjara, tetapi bukan kasus orang meninggal, cuma kasus kenakalan remaja saja, kasus balap liar dan kasus tawuran saja, untuk kasus yang dihadapi saat ini, Zio sendiri sangat cemas karena ini menyangkut dengan hilangnya nyawa seseorang.


Rasanya kecemasannya itu membuat dia tidak bisa tenang, pria itu kini bahkan tidak bisa duduk dengan diam, sang kakak melihat tingkah laku adiknya seperti itu dan langsung memegang tangan sang adik dengan lembut.


"Tenanglah Georzio, tidak akan terjadi sesuatu hal, percayalah, percayakan saja semuanya kepada Abang. Abang akan melindungimu sekuat tenaga Abang. Abang akan menjagamu sebisa Abang," kata Abang Vano kepada sang Adik tersayang. Zio pun mengangguk dia mencoba menghela nafasnya pemuda itu sebenarnya tidak ingin pulang. Tetapi dia kini percaya sepenuhnya pada ucapan sang kakak.


Akhirnya mereka pun masuk ke dalam pesawat, di dalam pesawat mereka pun hanya terdiam, hanya bisa memejamkan matanya sambil mendengarkan musik, tetapi tetap saja pria itu tidak merasakan ketenangan dia ingin segera sampai di Indonesia dan segera memeluk Mommy-nya.


Karena tidak dipungkiri pelukan Kisya adalah pengobat dari segala kegundahan Putra bungsunya tersebut. Butuh waktu yang tidak sebentar akhirnya mereka sampai di bandara Indonesia. Kedua pemuda itu terlihat lelah karena di perjalanan mereka lumayan lama.


Mereka pun akhirnya dengan segera pulang ke kediaman Jino dan Kisya.


Jino langsung memeluk Putra bungsunya karena sudah harap-harap cemas menanti kedatangan Georzio, begitu pula dengan Kisya. Kisya langsung menangis sambil memeluk Putra bungsunya. Kisya begitu cemas akan masalah yang dihadapi putranya kini, lalu ia pun segera duduk di ruangan tengah. Mereka mempertanyakan perihal kejadian yang telah menimpa Zio.


Jelas aja Abang Vano menceritakan semuanya kepada kedua orang tuanya, tetapi yang menceritakan itu bukan Zio, karena Zio sendiri masih dalam keadaan ketakutan. Abang Vano menceritakan semua perihal adiknya secara lengkap dan terperinci, bahkan soal kedekatan adiknya bersama wanita yang bernama Sintia, yang kini bahkan masih di otopsi di Rumah Sakit.


Tetapi Vano menyembunyikan kenakalan Zio Karena tidak mau mengatakan bahwa Zio dan Sintia pernah berhubungan intim, biarlah dia mengatakan hal itu kepada Polisi saja, kedua orang tua mereka tidak perlu tahu hal intim itu, karena pastilah Jino dan Kisya akan merasakan kekecewaan yang teramat dalam, ketika mendengar putranya bahkan sudah pernah berhubungan **** dengan wanita diluar pernikahan.

__ADS_1


Akhirnya Polisi pun kembali datang dia ingin membawa Zio ke kantor Polisi untuk dimintai keterangan. Akhirnya Jino dan Kisya dipersilahkan untuk duduk saja di rumah biar semuanya Abang Vano yang menyelesaikan.


Jino pun merasa sedih melihat Zio kini dibawa oleh Polisi ke kantor Polisi, walaupun hanya untuk dimintai keterangan.


"Saudara Georzio, semenjak kapan anda kenal dengan Sintia?" tanya Polisi tersebut di ruangan introgasi.


"Saya sudah mengenalnya enam bulan lalu, pertama kali berjumpa kami berkenalan di sebuah Club malam," jawab Zio dengan tubuh yang bergetar, tetapi Abang Vano berada disampingnya, karena Abang Vano sendiri berprofesi sebagai pengacara, walaupun Abang Vano kini menanggalkan predikat pengacaranya, dan malah berada di perusahaan sang Daddy untuk mengembangkan perusahaannya. Abang Vano tetap masih pengacara.


"Lalu bagaimana hubungan anda dengan gadis itu?" tanya Polisi tersebut.


"Hubunganku bersama Sintia baik-baik saja. Kami berteman baik, tetapi terakhir saya berjumpa memang enam bulan lalu setelah enam bulan itu kami tidak berjumpa lagi,"


"Karena dia mengatakan kalau dia hamil dan dia tidak mengetahui siapa Ayah dari bayinya." Zio berbicara dengan suara yang bergetar.


"Benar sekali kalau Sintia memang dalam keadaan hamil, jangan-jangan kamu adalah pria yang sudah menghamili dia dan membuat dia bunuh diri." Polisi itu mulai membentak Zio. Zio semakin ketakutan, Zio menetap kearah sang kakak lalu Abang Vano langsung menggenggam erat tangan sang adik.


"Anda tidak bisa menuduh adik saya seperti itu. Bukankah sudah dikatakan bahwa adik saya bertemu dengan gadis itu enam bulan yang lalu. Tidak bisa anda terus-menerus bertanya seperti itu seolah-olah anda menuduh Klien saya bahwa klien saya adalah penyebab dari kematian tersebut, klien saya tidak tahu sama sekali perihal itu," tangkas Geovano kepada Polisi tersebut.


"Tapi memang pada kenyataannya satu jam sebelum kematiannya, pria yang ditelepon oleh gadis itu adalah Georzio. Jadi wajar saja kalau saya bertanya hal seperti itu." ucap Polisi itu dengan sangat lantang.

__ADS_1


"Itu sama saja dengan menuduh, tidak bisa main tuduh seperti itu. Anda menuduh Klien saya, Klien saya sudah berbicara jujur. Dia berbicara tentang semua yang dialami tidak ada yang ditutup-tutupi sama sekali, sekarang Jika anda terus-menerus seperti itu maka saya akan balik menuntut anda!" kata Geovano kepada Polisi tersebut. Lalu Polisi itu pun diam beberapa saat, kemudian mereka masih berbicara pembicaraan mereka panjang lebar dan Polisi tersebut masih saja menuduh Georzio.


Tetapi sebagai kakak Abang Vano pun terus melindungi sang adik, terus memberikan pembelaan pada sang adik, sampai akhirnya polisi tersebut memperbolehkan mereka untuk pulang ke Rumah. Karena tidak ada bukti lain selain telepon tersebut, panggilan telepon tersebut pun tidak ada rekamannya, sehingga kini Polisi pun diperbolehkan pulang dan Polisi akan menyelidiki kasus tersebut dan menyelidiki tunangannya. Tunangan gadis tersebut yang disebutkan oleh Zio itu bernama Aldeska.


Zio pun merasa tenang memiliki Kakak sepintar Geovano, di perjalanan pulang Zio terus-menatap sang kakak, dia merasa bahagia karena terlahir di keluarga Jino dan Kisya, memiliki seorang Daddy yang begitu hebat dan juga Kakak yang sangat kuat.


Geovano adalah sosok kakak yang sangat dia banggakan, dia selalu melindunginya dalam setiap tindakan, atau kekacauan yang dia lakukan. Dan kini kekacauan ini bahkan tidak pernah dia lakukan dia tertuduh menjadi seorang penyebab dari kematian Sintia, beruntunglah dia memiliki kakak seorang Pengacara yang sangat pintar, jadi kali ini dia pun terbebas dari tuduhan tersebut.


Polisi mengatakan kepada Zio walaupun Zio sudah dibebaskan dari tuduhan tersebut, Zio tidak boleh keluar Negeri untuk sementara waktu, karena itu dia harus tetap berada di Indonesia, jika dibutuhkan keterangan lebih lanjut maka Polisi akan memanggil Zio kembali.


🎀🎀🎀


Hallo kak ...


besok aku akan kasih Marathon 12 chapter ya. Tunggu sajaa sahabat jikis2.


Salam sayang dariku


Evangelin harvey.

__ADS_1


__ADS_2