
Pagi itu dengan segera Zio pun mengantar Asya ke basecamp miliknya dan memberikan motornya. Asya berterima kasih kepada Zio karena mau mengembalikan motor tersebut sehingga ia bisa berdalih kepada kedua orang tuanya bahwa dia sudah kecelakaan di jalan raya.
Dia akhirnya kembali ke Hotel dia tidak mau meninggalkan gadisnya sendirian, gadis yang baru pertama kali dia lihat yang memiliki kulit seperti susu dan lembut begitu lembut bagaikan sutra, wajah gadis itu begitu cantik bersinar bagaikan rembulan bulu matanya begitu lentik dan bibirnya begitu tipis, rasanya dia masih bisa membayangkan betapa indahnya malam-malam berdua yang mereka lewati.
Rasanya dia masih ingin menikmati tubuh yang molek itu dia tidak ingin melepaskan kesempatan yang langka ini. Akhirnya Zio kembali ke kamar Hotel dengan pelan-pelan Zio pun langsung mengendap-endap masuk ke dalam kamar hotel. Zio melepaskan kemeja yang dia kenakan, melepaskan celana panjangnya sehingga kini di hanya menggunakan celana pendek saja dengan kaos dalam.
Pria itu lalu menatap kembali wanita yang ada di hadapannya, dia berpikir berulang kali kenapa ada wanita secantik ini hinggap di pelukannya, tanpa dia minta dan dengan sukarela padahal wanita itu sama sekali tidak dia kenal, mereka belum berjumpa satu sama lain.
Zio kembali naik ke atas kasur tersebut masuk ke dalam selimut yang telah dikenakan wanitanya, benar saja wanita itu masih terlelap dan Zio tidak henti memeluk lalu menatap wajah cantik yang ada di hadapannya. Benar-benar cantik layaknya seorang bidadari yang turun dari kayangan.
Baru kali ini dia merasa terpana, merasa tergoda dan ingin bersentuhan lagi secara langsung. Lalu dia pun segera kembali beraksi memainkan semua benda yang ada di tubuh gadis tersebut. Tetapi anehnya gadis tersebut malah tertidur pulas tanpa terganggu oleh aktivitas yang dia berikan.
Zio bahkan mewarnai dada sang gadis dengan warna merah, sangat banyak sehingga dada tersebut kini sudah berubah warna menjadi coretan-coretan tinta berwarna merah keunguan, menurutnya itu sangat pantastis, pekerjaannya sungguh luar biasa dan sangat menarik. Pria itu begitu bangga bisa melukis sebanyak itu. Dan akhirnya kini dia pun boleh menyentuh bagian dada tersebut. Gadis itu mulai tergerak.
__ADS_1
Gadis itu pun membuka matanya dengan perlahan, karena merasakan sesuatu telah masuk ke dalam tubuhnya. Tetapi saat itu betapa terkejutnya sang gadis ketika mendapati sesosok mata elang menatapnya tajam. Dia baru tersadar dia masih berada di kamar itu kamar yang menjadi saksi hilangnya sebuah kesucian.
Gadis itu mencoba mendorong Zio tetapi Zio dengan segenap tenaganya terus memacu kecepatan hingga akhirnya gadis itu tidak bisa menolak lagi. Zio benar-benar menikmati sarapan paginya, pria itu berkeringat sangat basah sampai keringat itu pun mengucur ke tubuh gadis tersebut, keringat mereka bersatu karena tubuh mereka pun bersatu.
Suara kulit yang saling menempel lengket terdengar seperti percikkan air. Suara benda yang tersentuh saling bersatu terdengar mengiringi irama di pagi itu. Menurut Zio memua ini begitu indah, untuknya semua ini begitu menyenangkan, untuk dia semua ini begitu mengesankan, tetapi tidak untuk gadis itu, gadis itu masih merasakan kesakitan, tidak ada rasa nyaman sama sekali.
Pria itu lalu mengecup lembut bibir ranum sang gadis, dan gadis itu hanya bisa memejamkan mata mencoba untuk menetralisir rasa sakit yang tak terkira. Perih sakit panas bercampur menjadi satu tetapi ketika kecepatan benda itu mulai menyentuhnya maka dia pun hanya bisa memejamkan mata.
Pria Itu melepaskan diri dari cengkraman milik sang wanita, Zio benar-benar sangat menikmati ketika cengkraman itu mulai menepi. Deru nafas menggebu dia lontarkan, mereka ini sedang mengatur nafas masing-masing. Rasa lelah dan kepuasan telah zio miliki, dan telah terpancar jelas di wajahnya, sedangkan gadis itu kembali memejamkan matanya. Luka karena tidak tahan dengan rasa sakit yang dirasakan.
Dia mengecup kening gadis tersebut selalu membelai lembut rambut sang gadis seraya berkata." Thank you Dear, you are very special."
Gadis itu mengangguk sambil meneteskan air matanya, lalu dia pun menangis tidak percaya bahwa kini dia sudah berada di dalam pelukan seorang pria yang tidak dikenal tetapi beruntunglah pria itu begitu tampan. Setidaknya dia tidak berakhir seperti Asya yang berakhir diperlukan bandot tua.
__ADS_1
"Setelah ini tolong lupakan semua, anggap kita tidak pernah berjumpa!" Gadis itu berkata dengan begitu lirih. Dia terkejut karena ternyata suara gadis itu begitu membuat dia merinding, sangat indah. Dia sangat senang dengan suara itu, suara yang begitu lembut dan sempat menggetarkan hatinya, sehingga kini jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya.
"Apa ini?" tanya Zio merasa heran. Dia terkejut Kenapa ada gadis yang tidak mau bertemu dengannya lagi, padahal semua gadis bertekuk lutut kepadanya, tapi gadis ini apa maksudnya, dia mendapatkan kenikmatan bersamanya gini, dan gadis ini main pergi meninggalkannya, apa-apaan ini, Zio merasa terhina karena biasanya yang pergi meninggalkan gadis adalah dia, bukan gadis yang meninggalkan dia, sungguh keterlaluan batin zio bergejolak dia tidak bisa di usir seperti itu.
"Tolong menjauh dariku, aku tidak mau bertemu denganmu lagi, yang penting aku sudah membayar semua hutangku padamu," lirih gadis itu dengan isakannya, gadis itu benar-benar merasa sangat sedih karena telah membuang masa sucinya dengan dengan pria yang bahkan tidak dikenali sama sekali.
"Kamu tidak bercanda kan, nyuruh aku pergi jauh dari kamu?" kata Zio kepada gadis tersebut.
"Aku tidak bercanda, aku harap kita tidak berjumpa lagi. Aku harap Jika kamu bertemu denganku anggap saja kita tidak mengenal satu sama lain." Gadis itu masih terisak membuat Zio benar-benar kesal sama gadis itu, kecantikan gadis itu membuat Zio menyukainya, Zio terkesan, takjub dan sepertinya Zio jatuh hati pada gadis tersebut, tetapi sikap gadis itu membuat Zio makin kesal, benar-benar kesal. Kenapa ada wanita yang menolak dirinya? Padahal selama ini tidak ada satu pun yang berani menolak dia.
"Hai Nona, sebenarnya tidak usah kamu usir pun, aku akan pergi jauh darimu, karena aku tidak bisa berkencan dengan wanita yang sama kedua atau ketiga kalinya, perlu kamu ingat aku tidur denganmu tanpa menggunakan pengaman, aku tahu itu dengan jelas, jadi semalam dan tadi pagi, aku menitipkan bibit-bibit anak-anakku di rahimmu dan jika nanti kita berjumpa lagi aku harap kamu tidak meminta pertanggungjawaban dari ku, ok," ungkap Zio kepada gadis itu, gadis itu membelalakkan matanya, tidak percaya apa yang dia dengar. Ternyata memang benar bahwa Pria tersebut melakukannya tanpa pengaman.
🎀🎀🎀
__ADS_1