Jino Dan Kisya 2

Jino Dan Kisya 2
Sebuah Perjanjian


__ADS_3

"Cukup Zio, aku mau keluar," kata Alea dengan rengekkan kesalnya.


"Katanya kamu ingin tahu dan kenal dengan Asya, tapi kamu tidak mau mengikuti persyaratan dariku, ya sudah," tangkas Zio dengan suara yang rendah.


"Aku memang ingin bertemu dengan Asya, tapi tidak harus pacaran juga, kan." Alea menatap Zio dengan tatapan yang penuh kekesalan.


"Itu kan sebuah persyaratan dariku, tapi kalau memang kamu tidak mau, tidak apa-apa. Kita tidak harus berpacaran, jadi teman tapi mesra pun bisa, kita malah tidak terikat dengan janji dan bisa berhubungan dengan siapa pun, bukan kah itu lebih menyenangkan," ungkap Zio kepada Alea.


"Sudah sana kamu cari TTM kamu sendiri, aku nggak bisa jadi pacar kamu aku jadi temen tapi mesra kamu," Alea membentak Zio dengan kesal.


"Oke baiklah kalau kamu tidak mau jadi teman mesraku, atau jadi kekasihku, kamu akan menjadi pemuas nafsuku, mau?" Zio berkata dengan nada yang rendah namun penuh penekanan.


"Kamu tidak sopan. Kenapa kamu selalu berkata mesum seperti itu. Aku benci sama kamu," ungkapnya dengan mata yang berkaca-kaca.


"Terus kamu mau jadi apa? Apa kamu mau jadi istriku? Oke kita menikah setelah lulus SMA," kata Zio dengan senyuman yang manis, lalu pria itu langsung mengecup kening Alea dengan lembut.


Alea begitu terkejut karena tiba-tiba bibir pria itu mendarat di keningnya.


"Kamu seperti itu, selalu tidak meminta izin kepadaku. Aku kesal padamu, selalu seenaknya berbuat sesukamu kepadaku. Memangnya kamu pacarku? Kamu siapaku, Aku tidak mau ketemu kamu lagi," ungkap Alea dengan tetesan air matanya, lalu dengan segera Zio pun memeluk Alea dengan lembut.


"Maafkan aku Sayang, aku tidak bisa jauh darimu, karena itulah aku ingin kamu menjadi wanitaku, kekasihku, atau menjadi istriku, aku akan melindungimu seumur hidupku," kata Zio sambil memeluk dengan erat Alea. Gadis mencoba berontak tetapi pelukan Zio begitu erat, dan kini ia bahkan tidak bisa bergerak sama sekali.


"Jangan perlakukan aku seperti wanita murahan," pinta Alea kepada Zio.


"Kata siapa kamu wanita murahan? Kamu wanita yang sangat berharga buatku. Kamu tidak tahu selama ini banyak sekali perempuan yang ingin menjadi kekasihku, tapi aku malah meminta kamu yang jadi kekasihku, karena itulah aku mohon ikuti persyaratan dariku, maka aku akan membantumu mempertemukan kamu dengan Asya, tapi dengan syarat kamu tidak usah banyak bertanya tentang hubunganku dengan Asya," kata Zio dengan suara yang rendah.

__ADS_1


"Kenapa harus menjadi kekasihku, jika memang kamu menyukai Asya," kata Alea dengan mata yang berkaca-kaca wanita itu lalu mendorong Zio dengan perlahan dan dia melepaskan pelukannya.


"Aku tidak enak saja kepada Asya, karena gara-gara aku dia salah masuk kamar, sampai akhirnya diperkossa oleh kakek tua itu," kata Zio dengan suara yang rendah.


"Apakah Asya begitu menderita?" Alea merasa sangat iba, karena seharusnya dia lah yang tidur dengan kakek tua tersebut, dan mendapatkan semua penderitaan itu, tetapi dia ternyata lebih beruntung masuk ke kamar Zio dan tidak masuk ke kamar orang tua itu.


"Asya hampir mau bunuh diri karena kejadian tersebut," kata Zio dengan perlahan.


"Apa maksudmu? Benarkah Asya berniat untuk bunuh diri?" ungkap Alea dengan wajah yang begitu sedih, karena dia merasa menyesal telah membuat orang lain terluka, dia telah membuat Asya masuk ke kamar yang salah.


"Tapi beruntunglah sekarang Asya sudah sehat dan sudah sembuh, kalau kamu memang ingin sekali berjumpa dengan Asya maka ikuti keinginanku, jadilah kekasihku dan kita berjumpa dengan Asya," kata Zio dengan tatapan yang sangat menyentuh.


"Aku bahkan tidak menyukaimu," kata Alea sambil membuang mukanya.


"Kamu tidak perlu menyukaiku, cukup berada di sampingku saat aku membutuhkanmu, maka aku pasti akan membuatmu jatuh cinta kepadaku," kata Zio sambil menggenggam tangan Alea dengan penuh kelembutan.


"Sudah kukatakan kamu cukup berada di sampingku, kamu menyukaiku atau tidak itu masalah waktu, tetapi jika kamu tidak menyukaiku dalam waktu 3 bulan, maka kita akan berpisah," kata Zio dengan tatapan mata yang begitu tajam.


"Tiga bulan?" Alea menatap Zio dengan tajam. Berfikir apakah dia harus menerima tawaran Zio, toh cuma tiga bulan, mungkin setelah ini Zio tidak akan menggangunya lagi. Tetapi dia harus benar-benar bertemu dengan Asya dan mencari tahu kebenarannya.


"Tiga bulan, jika dalam 3 bulan kamu tidak jatuh cinta kepadaku, maka aku akan melepaskanmu," kata Georzio kepada Alea.


"Tetapi kamu harus berlaku sopan kepadaku. Aku tidak mau dilecehkan sebagai seorang perempuan, kamu tidak boleh menganggap aku seperti wanita murahan lagi," ungkap Alea sambil menatap Zio dan berharap dia mengikuti keinginannya.


"Making love, ya? Aku akan melakukannya dengan ijinmu, jika kamu tidak mengijinkan maka aku akan diam, kecuali aku tidak tahan," ungkap Zio sambil membelai lembut wajah mulus Alea. Alea hanya bisa menundukkan wajahnya. Sebenarnya dia dilema dengan keputusannya. Tetapi dia harus mencari tahu apakah benar dia sudah salah masuk kamar dan ada wanita lain yang menjadi korban kejahatan Evana.

__ADS_1


"Iya," jawabannya ya sambil menundukkan wajah.


"Deal, tiga bulan kamu berada di dekatku dan jika kamu tidak jatuh cinta kepadaku, maka aku sendiri yang akan melepaskan dirimu," kata Zio sambil menyerahkan senyum yang manis kepada Alea.


"Baiklah aku menyetujui hal itu, kalau begitu pertemukan aku dengan Asya secepatnya," kata Alea sambil menatap Zio.


"Jadi kita beneran pacaran, sekarang?" Zio dengan menorehkan senyum yang manis, Pria itu terlihat begitu bahagia, karena baru kali ini dia pacaran dengan seorang perempuan.


"Iya," jawab Alea.


"Wah Lea kamu sudah pacar pertamaku, semoga saja hubungan kita bisa menjadi hubungan yang indah, aku bahagia," ucap Zio sambil memeluk Alea dengan lembut.


"Zio perlakukan aku seperti wanita terhormat. Aku bukan wanita murahan," kata Alea sambil mendorong Zio.


"Memeluk dan mencium seorang kekasih itu bukanlah tindakan yang murahan, itu adalah tindakan penuh kasih sayang tindakan cinta," ungkap Zio sambil menorehkan senyum yang manis, pria itu terlalu banyak akal sehingga membuat Alea tidak bisa berkutik.


"Ah kamu menyebalkan sekali, aku harus keluar. Buka dulu pintunya Zio," rengek Alea.


"Haish kamu tu, aku kan masih kangen pengen meluk kamu, kamu sekarang adalah kekasihku." Zio kembali memeluk Alea dengan gemas, tetapi Alea kembali meronta.


"Mesum-mesum, aku mau keluar," ucap Alea sambil memperlihatkan wajah kesal kepada Zio, sedangkan Zio sama sekali tidak marah, walaupun Lea menyebutnya dengan kata-kata seperti itu, Si mesum. Zio hanya tersenyum manis karena saat itu Zio sangat bahagia bisa berpacaran dengan Alea. Ya walaupun masih belum bisa mendapatkan hati Alea. Tetapi tidak apa-apa, begini juga sudah cukup untuk remaja pria itu.


🎄🎄🎄


Haissh

__ADS_1


Ada yang senang mereka jadian cie cie...


senang engga?


__ADS_2