
"Sekarang aku membutuhkan banyak uang untuk biaya berobat ibuku di Rumah Sakit, yang semuanya harus kamu bayar, kalau perlu kamu aku menjadi pelac*rr terus-menerus untuk membayar semua biaya berobat ibuku yang sangat mahal," ucapannya kepada Alea.
"Aku tidak mau menjadi seorang pelac*rr Kakak, aku akan katakan ini kepada Mami dan Papi, aku akan meminta uang pada mereka agar membiayai pengobatan ibu kandung kakak," tangis Alea begitu lirih.
"Cukup gadis nakal! Kamu tidak usah membawa Mami dan Papi. Mami dan Papi tidak usah tahu tentang perbuatan jahatmu karena itu akan membuat Mami dan Papi semakin membencimu, anak nakal seperti membuat orang lain menjadi sedih, aku tidak mau mereka stres menghadapi kenakalan mu,." Evana berteriak semakin menjadi, di rumah itu memang tidak ada siapa-siapa selain mereka berdua dan beberapa pelayan. Kebetulan sekali kamar mereka pun kedap suara, Papi Alexis dan Mami Alexandria sedang berada di Australia untuk mengurus keperluan Alden selama tinggal di Australia. Karena itulah Evana begitu berkuasa di rumah, terus terusan menindas Alea tiada henti.
"Aku tidak pernah mempermalukan orang tua, aku pernah tidak pernah menjadi anak yang nakal. Aku melakukan hal itu semalam karena perintah Kakak, karena aku harus membantu Kakak membayar biaya berobat ibu Kakak, kalau saja Kakak tahu betapa sedihnya aku harus melepaskan keperawananku terhadap orang yang tidak kuketahui, itu sangat membuat hatiku sakit kak," ucap Alea dengan tangisannya yang meledak.
"Sakit hatimu tidak sebanding dengan apa yang kamu perbuat karena hampir membunuh ibuku, kamu keterlaluan aku membencimu, aku membencimu. Aku tidak mau tahu kamu harus terus-terusan membayar semua pengobatan Ibuku. Kalau tidak aku akan memberitahukan semua perbuatanmu kepada Mami dan Papi. Aku akan memberitahu mereka bahwa kamu sudah menjual keperawananmu pada hidung belang tersebut." Evana berteriak terus-menerus kepada Alea membuat alat yang semakin menangis.
__ADS_1
Gadis itu tidak berdaya di hadapan sang kakak. Gadis itu memang hanya bisa menelan semua ucapan kakaknya, walaupun dengan hati yang perih dan tersakiti.
"Jangan-jangan lakukan itu, jangan katakan itu kepada Mami dan Papi, bukankah kakak sendiri yang menjualku, bukan kakak yang menerima uangnya kenapa sekarang kakak hendak membicarakan hal itu kepada Mami dan Papi. Aku benci kamu! Aku benci Kakak!" Alea terus menangis dengan begitu lirih, suaranya kini bahkan sudah serak, Alea tidak tahu harus berbuat apalagi karena Evana terus-terusan menindasnya.
"Memangnya kamu pikir aku tidak membencimu, aku membencimu, aku membencimu, kamu telah membuat ibu kandungku hampir mati. Kamu jahat, kamu tidak sepantasnya tinggal di sini, karena kamu tahu sebenarnya Papi Alex adalah suami dari Mama kandungku, kamu tidak tahu kan gara-gara Mami Alexandria mengandung kamu Papi ku berkorban untuk melindungimu, sampai akhirnya Papi Evan meninggal, kamu keterlaluan. Selain kamu adalah penyebab kematian Papi Evan kamu juga hampir membuat Mamaku meninggal," sekali lagi Evana terus menyalahkan adiknya tentang meninggalnya Papa kandungnya dan tentang serangan jantung yang menimpa kepada ibu kandungnya.
"Cukup Kakak tidak bisa menyalakan semuanya kepadaku. Bahkan aku tidak mengetahui apapun tentang itu, sekarang kakak keluar dari kamarku, Kakak sudah cukup menindasku, Kakak menjual aku mendapatkan uang yang sangat banyak dari pria itu, aku sekarang tidak punya hutang lagi, tidak punya hutang apapun kepadamu, aku sudah membayarnya dengan sangat mahal. Aku benci sama Kak, aku benci." Alea terus menangis dia menjerit sambil mendorong Evana untuk keluar dari kamarnya dan akhirnya berhasil didorong oleh Alea, keluar dari kamarnya. Alea langsung mengunci pintu dan dia menangis kembali meratapi nasibnya yang begitu perih.
Evana begitu sadis, dia bahkan menjual Alea kepada tua bangka tersebut, itu adalah rencana Evana untuk menghancurkan Alea dengan perlahan, beruntunglah Alea salah masuk kamar dan malah masuk kamar seorang pemuda yang sangat tampan yaitu kamarnya Georzio.
__ADS_1
Bisa dibayangkan bagaimana ceritanya kalau sampai Alea yang masuk ke dalam kamar tua bangka hidung belang tersebut. Hati Alea pasti akan lebih hancur dari pada ini, sekarang pun Alea sudah tidak berdaya, dengan semua penekanan yang diberikan oleh Evana dia rasakan sangat pedih, dia tidak mau bertemu dengan Evana, dia tidak mau berbuat hal itu lagi, dia sudah menyerahkan seluruh hidupnya, hidupnya kini hancur, dia sudah tidak suci lagi dan dia sudah benar-benar merasakan kotor, tubuhnya kotor dan benar-benar sangat ternoda.
Disaat Alea sedang menangis dengan lirih, kini Evana kedalam kamarnya. Gadis itu tersenyum dengan bahagia karena akhirnya dia mendapatkan banyak uang dari hidung belang tersebut, hasil dari penjualan kesucian adiknya sendiri. Avega kini memang sedang berada di Rumah Sakit, dia memang sedang terbaring lemah karena serangan jantung yang diakibatkan oleh Alea tetapi Avega kini sudah berangsur pulih, Avega sengaja merencanakan ini bersama putrinya Evana, untuk menghancurkan keluarga Alexis dan Alexa dengan cara menghancurkan Putri kecil mereka.
Ibu dan anak sama saja, Avega yang begitu mengerikan, karena dia memiliki sifat yang jahat dan diturunkan kepada putrinya sendiri, yang memiliki sifat jahat pula. Tetapi entah kenapa Avega walaupun jahat masih mencintai Alden dan walaupun bagaimana sebelum Avega mengadopsi Evana, Avega sempat ingin sekali memeluk Alden, dan menjadikan Alden sebagai putranya.
"Ibu, lihat saja aku akan segera membalaskan dendam Ibu, walaupun ibu tidak bisa keluar dari penjara, aku yang akan jadi mata dan tangan Ibu untuk menghancurkan keluarga Alexa, aku akan menghancurkan mulai dari yang terkecil, anak itu akan aku hancurkan selancur-hancurnya, sehingga Ibu pasti akan berbangga hati karena aku telah berbakti kepadamu, dan mengikuti semua saranmu Ibu. Cepatlah sembuh aku akan membuktikan bahwa aku ini adalah anakmu, aku akan membuat keluarga ini hancur merasakan semua rasa sakit hatimu. Tunggu saja tanggal mainnya ini baru permulaan," ucap Evana di dalam hatinya, dia tersenyum bahagia ketika akhirnya dia mendapatkan kartu As yaitu soal kesucian Alea yang sudah terenggut oleh hidung belang tersebut.
Entah apa lagi yang akan Evana lakukan kepada Alea. Yang pasti Evana sudah merencanakan banyak hal, di dalam pikirannya, untuk membuat Alea tersiksa dan hancur.
__ADS_1
🎀🎀🎀