Jino Dan Kisya 2

Jino Dan Kisya 2
Kikuk


__ADS_3

"Alea ... ini pertama kalinya loh, Lea mengajak teman laki-laki. Mami tidak tahu kalau Lea memiliki teman laki-laki selama ini," kata mami Alexa dengan menorehkan senyum yang manis kepada putri kesayangannya.


"Oh iya Mami, ini-ini teman, kami bertemu." Alea terlihat sangat gugup, dia tidak bisa melanjutkan kata-katanya, ungkapan sang Mami benar-benar membuat Lea begitu gugup, lagi-lagi Zio terus-menerus menatap Alea dengan tajam.


"Mami kamu sudah tahu, kalau kita bertemu di Sekolah waktu itu," sahut Zio dengan menorehkan senyum tampannya, dan itu membuat Alea menorehkan senyum terpaksa kepada Zio.


"I-iya Mami se-seperti itu." Gadis itu benar-benar merasa kikuk, tidak tahu harus berbuat apa, dia sangat takut Zio menceritakan tentang pengalaman mereka mereka, bahwa mereka sudah melakukan hubungan intim sebanyak 2 kali, jika sampai sang mami tahu perbuatan Alea dan Zio, maka pasti mami Alexa akan menghukum Alea dengan begitu berat, karena perbuatan itu sungguh mencemarkan nama baik keluarga, perbuatan yang sangat Asusila.


"Kamu terlihat gugup seperti itu, Sayang. Apa kamu mau Mami membiarkan kalian berdua saja. Apa kamu malu ada mami di sini?" Mami Alexa terkekeh melihat kegugupan sang anak gadis.


Alexa berpikir bahwa anak gadisnya itu merasa malu, dan canggung. Jika dia terus duduk di situ, menjadi penghalang untuk dan Alea bisa ngobrol dengan seru bersama dengan temannya.


"Tidak-tidak Mami, jangan kemana-mana. Mami di sini saja. Lagian Alea benar-benar merasa tidak enak kalau hanya bertiga saja, sudah Mami di sini," kata Alea sambil memeluk sang mami dengan manja. Gadis itu memang selalu bersikap seperti itu, dan itu salah satu yang membuat Evana cemburu kepada Alea, yaitu sifat manja Lea.


"Ya ampun menggemaskan sekali gadis itu, terlihat begitu manja. Aku tidak menyangka dia semanja itu kepada orangtuanya, wajah mereka juga sangat mirip, apa-apaan ini aku tidak suka cewek manja, tapi kenapa terlihat sangat menyenangkan," gumam Zio di dasar hatinya, dan itu membuat Zio senyum-senyum sendiri, tatkala melihat adegan manis di hadapannya.


"Sayang apa-apaan ini, masa Mami harus jadi satpam di sini, kan tidak nyaman, sudah Mami mau membereskan dulu berkas yang akan di kirim ke kantor papi, papi tadi menelepon Mami agar Mami menyiapkan berkas yang tertinggal," kata Mami Alexa dengan senyuman manisnya membelai lembut rambut sang buah hati dengan penuh kasih sayang.

__ADS_1


"Ah Mami kok begitu sih?" kata Alea tidak mau ditinggalkan hanya bertiga dengan Zio dan Tito. Gadis itu udah tahu harus berkata apa lagi, untuk merayu sang mami.


"Sudah duduk di sini ya, Mami tidak akan lama, bahaya kan kalau sampai Papi marah. Mami tinggal dulu ya. Zio, Tito Tante tinggal dulu sebentar ya," kata mami Alexa dengan memberikan senyum yang ramah kepada dua pemuda tampan itu.


"Ya ya Mami, ya Mami ...." Gadis itu terlihat begitu sedih tatkala melihat mami-nya beranjak dari ruang tamu, kini dia hanya bisa duduk dengan wajah yang tertunduk, dia bingung harus apa, dan dia pun tidak tahu kenapa Zio bisa masuk ke dalam rumahnya dan atas tujuan apa.


"Manja sekali Sayang, tapi kamu memang manja sih, di tempat tidur juga," kata Zio dengan suara yang pelan, sambil tersenyum miring melihat ke arah Alea.


"Heii ... Jaga baik-baik ucapanmu, jangan berkata yang bukan bukan. Sudah aku bilang kamu salah mengenali orang," kata Alea terlihat begitu kesal mendengar ucapan Zio yang frontal seperti itu.


"Oke-oke, oke Sayang," ucap Zio tersenyum manis sambil kini mengubah posisi duduknya menjadi lebih dekat dengan Alea.


"Jangan main kucing-kucingan seperti ini, aku capek, Sayang." Zio tersenyum manis menatap Alea dengan tatapan yang begitu tajam.


Remaja itu pun sesekali menatap gadis yang ada di hadapannya dengan tatapan lapar, melihat dari atas sampai bawah, betapa mulusnya kulit Alea, tidak ada sedikitpun cacat dimatanya, apalagi pakaian Alea yang membuat Zio semakin bernafsuu saja melihatnya.


Wajah yang putih, bersih, polos, tanpa sedikitpun make'up, itu adalah kelebihan Alea. Memang tidak pernah menggunakan make'up sama sekali. Tetapi dia sudah cantik dengan alami, dia membayangkan kembali saat tubuh seksi Alea tanpa sehelai benang pun di dalam dekapnya waktu itu. Dan itu membuat Zio berkali-kali menelan saliva, jantungnya berdebar begitu kencang. Entah kenapa rasanya remaja itu ingin sekali terus mendekati gadisnya.

__ADS_1


"Apa tujuan mu datang ke sini?" tanya Alea tanpa menatap kearah Zio sama sekali. Gadis itu memberikan muka yang masam, tak mau melihat kearah pemuda tersebut, rasa jijik dan mual sudah ada di dalam pikirannya, dia pun ketakutan jika rahasianya sampai terbongkar, dan diketahui oleh kedua orangtuanya, itu pasti akan membuat dia sangat menderita.


"Aku rindu padamu," ungkap Zio kepada Lea, ya kali ini dia berhasil duduk di samping Alea, Alea tidak tahu jika sudah sedekat Itu karena Alea tidak memperhatikan Zio.


"Apa aku tidak salah dengar?" Alea kini menatap Zio. Alangkah terkejutnya gadis itu ternyata kini dia sudah ada di sampingnya, dan begitu dekat dengannya, jantungnya berpacu begitu cepat, dia harus menghindar dia tidak boleh dekat seperti itu, selama ini Alea bahkan tidak pernah membawa teman laki-laki ke rumahnya. Tapi si brengs*kk Zio datang sendiri ke rumahnya dan membuat suasana rumah menjadi tidak nyaman.


Saat Alea mau beranjak menjauhi Zio. Zio menarik tangan Alea seraya berkata,"Jangan menghindar lagi, apa kurangku sehingga kamu terus menghindari aku?" tanya Zio dengan tatapan mata yang tajam, menatap kearah Alea. Zio itu seperti anak kucing yang benar-benar mengharapkan majikan mengelus pundaknya. Membuat Alea mengerutkan dahinya. Ada apa dengan pria tersebut. Alea keheranan dan benar-benar merasa tidak nyaman dengan perlakuan yang aneh itu.


"Cukup jangan sentuh aku! Sudah aku katakan bahwa kamu salah orang, aku tidak mengenalmu sama sekali." Sekali lagi Alea menyangkal bahwa mereka sempat bertemu bahkan memadu kasih.


"Kamu selalu menghindar dariku. Padahal waktu itu bahkan kamu mendesah sambil memeluk tubuhku," bisik Zio dengan mesra membuat Alea tiba-tiba merinding mendengarnya.


Zio terlalu dekat dan membuat Alea tidak nyaman, Alea mendorong Zio sampai akhirnya Zio menjauh darinya.


"Live action," celetuk Tito terkekeh menertawakan Zio yang sedari tadi terus nyosor, tetapi Alea terus menghindar.


"Mumpung gratis kamu bisa melihat ini semua," bales Zio sambil menatap temannya dengan mata terpicing. Tito terkejut dan menutup mulutnya, dia takut melihat tatapan mata Zio yang membunuh seperti itu.

__ADS_1


🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄


__ADS_2