
Zio lalu pergi meninggalkan Asya dalam kesedihannya. Zio merasa Asya harus tau hubungannya dengan Alea. Walau hubungan itu hanya sebuah hubungan perjanjian selama tiga bulan saja.
Selang waktu pulang Sekolah pun tiba dengan sigap Zio langsung keluar dari kelasnya dia mengemudikan mobil sedannya dengan begitu cepat, karena dia tidak sabar ingin menjemput kekasih hatinya.
"Lea aku tunggu ya, aku masih di jalan Sayang," lirih Zio di dasar hatinya sambil terus mengemudikan kendaraannya.
Dan tanpa menunggu lama pemuda itu pun sampai di halaman Sekolah Alea, ternyata benar saja Alea sudah menunggunya, gadis itu sebenarnya ingin pulang sendiri, tetapi ia takut Zio mengamuk, karena itu mau tidak mau gadis cantik itu harus menunggu Zio datang. Apalagi mengingat bahwa Zio akan membawa dia bertemu dengan Asya agar semua permasalahannya lancar.
"Kamu lama banget sih, untung aku tinggal pergi," ucap Alea dengan mulut yang manyun. Gadis itu merasa kesal menunggu Zio sampai 10 menit, karena memang jarak tempuh dari Sekolah Zio ke Sekolah Alea lumayan jauh.
"Maaf Sayang ayo, naik," pemuda itu menorehkan senyum yang manis kepada kekasihnya, lalu dia pun hendak mengemudikan kendaraannya. Tetapi tiba-tiba saja ada telepon masuk dan itu membuat Zio menghentikan kendaraannya secara mendadak.
Cekiittt.
"Aw." kepala Alea terbentuk sedikit. Dan terlihat merah.
"Maaf sebentar ada telepon dari kak cherry," kata Zio langsung menerima panggilan telepon tersebut. Karena dia sangat hapal nada dering untuk Cherry sangat berbeda dengan nada dering yang lainnya, karena itu ketika dia mendengarkan nada dering tersebut mau tidak mau Zio langsung menghentikan kendaraannya dan menerima panggilan tersebut.
"Sakit sekali," lirih alea pelan namun Zio tidak mendengarkan ucapannya.
Remaja pria itu langsung menerima panggilan telepon dengan sumringah.
"Kakak ada apa tumben Kakak menelponku? Apakah kamu merindukan aku?" tanya Zio dengan senyuman manisnya.
"Iya Zio Kakak sangat merindukan kamu. Bagaimana kalau sekarang kita makan siang kakak sudah lama tidak berjumpa denganmu, mau tidak?" ucap Cherry sambil memberikan senyum yang manis membuat Zio langsung menegang. Baru kali ini Cherry memberikan respon seperti itu kepadanya.
"Serius, kakak mau ngajak aku makan siang?" Zio benar-benar sangat senang dan dia pasti akan langsung menerima ajakan dari gadis itu.
__ADS_1
"Tentu saja Zio, tapi Zio jemput kakak ya di hotel, Kakak sedang ada di hotel," kata Cherysha kepada Zio.
"Jangan bilang kakak bersama dengan Bang bang Vano?" tanya Zio dengan kening yang mengerut.
"Tentu saja tidak Kakak sendirian kamu juga datang sekarang ya, jangan lupa ya," kata Cherry dengan manja tersenyum manis. Hatinya begitu hangat dan langsung saja pria itu menyetujui untuk menyebut cerita dan makan siang bersama gadis pujaan hatinya.
Mungkin begitu membingungkan, karena Zio mengatakan suka kepada Alea, tapi kenapa masih saja menyukai Cherysha, begini. Sebenarnya Zio sangat mencintai Cherysha, wajah Cherysha sama Alea memang jauh berbeda, tetapi sikap Alea membuat Zio penasaran kepada Alea, sikat galak Alea membuat Zio merasa sangat kesal, sehingga terobsesi untuk memiliki Alea. Untuk masalah perasaan, tentu saja Zio masih menyukai Chery sangat dalam.
"Oke Zio tutup dulu teleponnya ya, Zio akan segera menjemput Kakak di hotel," tangkap Zio dengan wajah yang sumringah, lalu telepon itu pun terputus.
"Alea yang sedari tadi mendengarkan percakapan tersebut, hanya cuek saja, dia sama sekali tidak merasa cemburu walau Zio menelepon gadis lain, karena memang Alea belum merasakan cinta kepada Zio, dia hanya asyik memainkan ponselnya dan bermain games Pou.
"Lea, kita ga jadi ketemuan sama Asya, aku mau ketemu dengan kak cherry," kata Zio dengan menorehkan senyum yang manis kepada Alea.
"Sepertinya seseorang yang sangat berarti, kamu terlihat begitu senang, sudah-sudah jangan antarkan aku ke rumah, antarkan saja aku ke sebuah pusat perbelanjaan. Kebetulan aku pun ada janji dengan seseorang disana," kata Alea sambil terus bermain games.
"Teman SD, sudah berhenti di sini," kata Alea dengan menurunkan senyum wanita itu senang sekali karena mau bertemu dengan teman SD-nya begitu pula dengan Zio. Zio merasa sangat bahagia karena Cherry akhirnya meneleponnya.
"Oke bilangin sama mama papa kamu, kalau kamu yang minta aku mengantarkan kamu di sini," kata Zio sambil membukakan pintu mobil untuk Alea.
"Ah itu urusanku, sudah sana pergi, temui kakakmu yang cantik itu." Alea langsung berlari meninggalkan Zio. Pria itu langsung masuk mobil, dan tancap gas menuju ke hotel yang telah dijanjikan oleh Cherysha.
Di perjalanan akhirnya Zio menelepon Asya dan mengatakan bahwa Zio tidak jadi bertemu dengan Asya karena ada sesuatu hal yang mendesak yang tidak bisa dia tinggalkan. Asya mengerti tentang hal itu.
Sampainya di hotel Cherry memberitahukan kepada Zio agar segera masuk ke kamar hotel, yang sudah ditempati. Zio langsung masuk ke dalam kamar tersebut dan Alangkah terkejutnya dia ketika mendapati Cherry mengenakan baju yang sangat seksi di kamar tersebut.
"Kakak," kata Zio dengan mata terpana melihat kemolekan tubuh Cerry yang sangat memikat.
__ADS_1
"Sini duduk," ajak Cerry dengan senyuman manisnya.
"Ba-baiklah." Zio mulai gagap ketika Cerry mulai tersenyum manis. Kini Cerry menggunakan Lingeriie seperti yang di gunakan para model dewasa. Dan jelas membuat Zio tidak tahan.
"Kakak cantik sekali." Zio langsung memeluk Cerry dengan erat. Dan Cerry menyambut pelukan Zio.
"Zio kakak rindu kamu," ucap Cerry dengan senyuman manisnya. Mereka lalu bertatapan dan akhirnya mereka berciumann.
Entah kenapa cerry menjadi begitu liar, dan membuat Zio bernafsuu. Pada akhirnya mereka berdua sudah tidak bisa membendung lagi hawa nafssunya. Dan akhirnya Cherysha melepaskan seluruh kain yang dia kenakan dan merayu Zio.
Zio memang menikmati ciumann dari Cherry, tetapi Tiba-tiba saja Zio mendorong tubuh Cerry.
"Kamu menolakku Zio? tanya Cerry.
"kak ini tidak benar, aku sangat mencintaimu tetapi kamu masih berstatus tunanganya bang Vano, kalau kakak mau, kita bicara dengan Mom and Daddy," kata Zio.
"Untuk apa?" kata Cherysha.
"Untuk membatalkan pertunangan kakak dengan abang, dan kita segera bertunangan, walau pun usiaku lebih muda dari kakak, tunggu aku beberapa tahun lagi, aku pasti akan jadi pria yang bisa menghasilkan uang yang banyak untuk kakak," kata Zio.
""Emhh ... Zio aku hanya ingin bersenang-senang saja, aku tidak mau putus dengan Abang kamu," kata Cerry.
"Tunggu, apa? Bersenang-senang?" Zio terkejut bahwa dia di jadikan alat untuk Cerry bersenang-senang.
🎄🎄🎄
Di sisi lain Alea yang sedang makan siang dengan seseorang tiba-tiba saja teringat dengan Zio. Dan dia tersedak.
__ADS_1
"Apa-apaan sih, kenapa aku jadi ingat cowo brengsekk itu, sih?" Alea mengerutkan keningnya dan terus memikirkan tentang Zio. Akankah itu sebuah firasat bahwa Zio sedang berselingkuh dengan wanita lain. Akankah Alea bisa merubah sikap jelek Zio, sehingga Zio bisa menjadi pria baik?