
Zio tidak berani membangunkan gadisnya. Entah siapa namanya Zio tidak peduli, Zio baru tersadar bahwa ia bercinta tanpa pengaman, ketika melihat percikan cairan kental mengotori sprei putih itu dan sebuah karet pengaman bekas pakai terinjak olehnya tanpa di sengaja.
"Shit!" Pria itu mendengus kesal merutuki kesalahannya sendiri.
Lalu Zio langsung mengambil benda tersebut dan membuangnya ke tong sampah.
Pria itu memperhatikan keseliring kamar tersebut, ternyata baju-baju pun sudah berserakan, Zio langsung membuka tas milik wanita tersebut dan membuka dompet milik wanita itu. Zio langsung mengambil sebuah kartu pelajar dan menyembunyikannya di dompet miliknya.
Untuk berjaga-jaga ketika gadis itu nanti kabur. Dia harus tahu gadis itu datang dari mana, dan mau kemana. Kenapa bisa sampai menyasar ke kamarnya. Apakah ini sebuah jebakan ataukah mungkin memang dia salah sasaran, Zio sendiri nggak tahu yang pasti saat ini perasaan Zio senang karena ternyata gadis yang ada di hadapannya adalah gadis yang sangat cantik.
Setelah menyembunyikan kartu pelajar milik gadis tersebut Zio langsung ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Pria itu melihat bahu dan punggungnya ada bekas cakaran, memang sangat perih tapi tidak khawatir kan karena bekerja karena itu akan segera hilang. Dia mandi dan membersihkan tubuhnya. Setelah itu Zio langsung mengenakan pakaiannya.
Gadis itu masih tertidur, sepertinya gadis itu masih sangat kelelahan. Sedang dia sendiri memutuskan untuk keluar sebentar sekedar untuk ke resto untuk sarapan. Akhirnya Zio keluar dari kamar tersebut. Alangkah terkejutnya Zio ketika melihat seorang gadis yang dia kenal keluar dari depan kamarnya.
"Asya." Zio terkejut tatkala melihat keadaan Asya yang berantakan. Asya langsung berhambur memeluk Zio Asya menangis dengan tersedu.
"Zio hiks hiks hiks ... ini terlalu meyakitkan." Asya menangis dengan lirih. Dia memeluk Zio dengan begitu erat, air matanya sudah mengalir begitu deras, sedangkan dia tidak tahu harus berbuat apa, dia tidak tahu apa yang telah terjadi sebenarnya.
__ADS_1
"Ada apa Asya?" Zio bertanya kepada gadis itu, apa sebenarnya yang telah terjadi pada gadis itu, seharusnya semalam mereka itu berkencan tetapi tiba-tiba saja ada gadis lain di dalam kamarnya, dan sekarang dia melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa Asya keluar dari kamar depannya. Dengan kondisi yang sangat menyedihkan.
Wajah Asya penuh memar biru kemerahan, dan juga tangan Asya sepertinya sehabis diikat oleh tali. Zio sebenarnya ingin sekali membawa masuk Asya ke dalam kamarnya, tetapi tidak mungkin Zio membawa masuk Asya ke dalam, karena di dalam ada gadis lain dan tidak mau gadis tersebut bangun dan bertemu dengan Asya.
"Iya Asya ayo kita ke mobil ceritakan semuanya padaku," ajak Zio kepada Asya. Akhirnya mereka berdua turun ke basement dan langsung masuk ke dalam mobil Zio. Kebetulan dia menggunakan mobil dan tidak menggunakan motor. Karena motor terlalu berisik sehingga dia memutuskan untuk menggunakan mobil dan pada akhirnya mobil itu sangat membantu sekarang.
"Katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi?" Zio merasa sangat iba melihat gadis tersebut menangis dengan tersedu-sedu.
"Aku semalam masuk kamar yang salah, kamu katakan kamar 009 tapi ternyata aku salah masuk kamar aku malah masuk ke kamar kosong 006. Aku tidak tahu aku pikir itu kamu semalam, tiba-tiba saja dia menerkamku, lalu dia mengikat tanganku menutup mulutku dengan sebuah lakban, perutku di tonjok, wajahku di tampar beberapa kali, lalu melepaskan semua kain yang aku kenakkan, lalu dia mengambil kehormatanku dengan cara kasar, aku sangat sedih aku pikir itu adalah kamu, tetapi ternyata bukan dia seorang kakek-kakek tua sangat menyedihkan," tangis Asya begitu lirih.
Zio merasa iba tatkala mendengar semua penjelasan dari gadisnya, seharusnya gadis itu mendapatkan surga darinya tetapi semalam Asya mendapatkan neraka dari om-om yang tua bangka.
"Pelayan itu memberikan nomor kamar ini, dan aku katakan aku sudah janjian dengan seseorang, yang ternyata pelayan itu memberikan aku kunci kamar yang salah, aku malah masuk ke dalam kamar kakek-kakek tua yang sangat kasar, aku sedih sekali, aku sedih sekali, bukan cuma tubuhku yang merasa sakit tetapi hatiku pun merasa sakit, aku harus bagaimana?" Gadis itu terus menangis sambil memeluk Zio, Zio merasa kebingungan harus berbuat apa tetapi ini semua memang sudah tindakan kriminal.
Memaksa seseorang untuk bercinta bahkan menyiksa seperti itu. Zio kini melepaskan pelukan Asya dan mencoba untuk menggenggam tangan Asya dengan lembut.
"Apa kamu mengenal kakek tua itu?" tanya Zio kepada Asya.
__ADS_1
"Seorang pria kaya raya, aku tahu dia seorang pengusaha sangat terkenal, perutnya gendut badannya sudah gendut kepalanya botak dan sangat menjijikan, dia bahkan mengira aku adalah cewek pesanannya dan dia memberikan aku cek sebanyak 500 juta aku langsung merobek cek tersebut karena aku benar-benar sakit hati, kehormatanku dibayar 500.000.000 aku tidak perlu dibayar jika itu untukmu, tapi pria tua itu telah membuat aku sakit hati, semurah itu harga diriku, kehormatanku." Asya bercerita sambil terus menangis dengan tangisan yang begitu lirih.
"Apakah kamu mau menuntut pria tersebut?" tanya Zio kepada Asya.
"Aku mau menuntut bagaimana, orang tuaku bagaimana, keluargaku ... sudah kukatakan aku bukanlah orang kaya seperti kalian, aku hanya anak keluarga biasa-biasa saja yang hidup berkecukupan tetapi tidak berlebihan, hidupku akan hancur jika sampai orang lain mengetahui aku telah menjual harga diriku seperti itu." Asya kembali menangis suaranya begitu lantang, dia merasa tersakiti dengan keadaan ini.
"Benar juga, kalau kamu sampai menuntut maka bisa saja dia akan membuat keluargamu lebih malu, bisa saja berita ini masuk ke dalam media massa dan kamu akan dituduh untuk menguras harta dia. Ya Tuhan ini sangat menyeramkan," kata Zio sambil menatap Asya.
Asya mengangguk dengan lirih, gadis itu benar-benar tak berdaya, tidak disangka nasibnya begitu malang harus melepaskan semua harga dirinya kepada seorang bandot tua yang tidak dia kenal, bahkan bentuknya pun begitu menjijikan.
"Eh sekarang kamu harus ke rumah sakit dulu, kukamu harus segera diobati," kata Zio kepada Asya.
"Tidak--tidak aku tidak mau ke Rumah Sakit, nanti orang-orang akan mengetahui kalau aku sudah tidak perawan lagi." Asya semakin menolak untuk berobat.
"Lihatlah bahkan sudut bibirmu berdarah, ayo kita harus seperti apa, kalau kamu tidak mau diobatin, kamu mau pulang dalam keadaan seperti ini?" Zio merasa khawatir dengan keadaan Asya saat ini.
"Aku akan membawa motorku aku akan mengatakan pada orang tuaku, bahwa aku terjatuh dari motorku, tolong kembalikan motorku, aku akan sedikit merusaknya," ungkap Asya kepada Zio, lalu mau tidak mau Zio harus memberikan motor tersebut karena tidak tega melihat Asya seperti itu.
__ADS_1
🎀🎀🎀