Jino Dan Kisya 2

Jino Dan Kisya 2
Sebuah Rasa untuk Asya


__ADS_3

Hari ini adalah hari paling bahagia untuk Zio, karena dia berhasil menjadikan Alea sebagai kekasihnya. Zio pun langsung berangkat ke sekolahnya, tetapi pada saat jam istirahat dia berangkat ke sekolahnya Asya.


Setelah mendapatkan pesan dari Zio akhirnya Asya dengan segera menuju ke tempat parkir dan masuk ke dalam mobil milik Zio.


"Zio Ada perlu apa. Apa kamu merindukanku?" tanya gadis itu sambil bersandar ketubuh Zio, kini mereka berdua duduk di jok belakang.


"Asya aku sudah bertemu dengan seseorang dan ternyata malam itu kalian salah kamar," kata Zio kepada Asya, sebenarnya pria itu tidak nyaman harus mengingat kembali rasa sakit Asya karena Asya merasa trauma dengan kejadian pada malam itu.


"Salah kamar, jadi malam itu ada seorang gadis yang masuk ke kamarmu, dan aku malah masuk ke kamar kakek tua itu, begitu maksudnya?" kata Asya dengan mata yang berkaca-kaca, sambil menatap kearah Zio.


"Betul sekali, ada yang tidak aku katakan padamu, sebenarnya memang malam itu kami bercinta," kata Zio dengan suara yang rendah.


"Jadi malam itu kamu menikmati kejadian salah kamar itu, dan kamu membiarkan aku menderita sendirian tanpa mencari keberadaan ku!" Asya meneteskan air matanya, dia sungguh tidak mengira bahwa Zio malah menikmati pertukaran gadis tersebut.


"Maafkan aku Asya, aku pikir kamu tidak jadi datang." Zio menundukkan wajahnya karena rasa sesal. Walaupun dia memang brengsekk terhadap perempuan, tetapi melihat Asya dinodai dengan begitu hancur seperti itu Zio jadi merasa bersalah.


Karena itulah dia selalu bersikap baik kepada gadis tersebut, agar Asya bisa bangkit dari terpuruknya.


"Apa kamu tahu betapa hancurnya aku, dan ini semua gara-gara kamu." Asya kembali meneteskan air matanya, lalu dengan erat Zio langsung memeluk tubuh Asya dan membuat gadis itu merasa lebih tenang.

__ADS_1


"Sudahlah jangan menangis lagi, semuanya sudah terjadi, tidak akan bisa diubah kembali," kata Zio dengan suara yang rendah, pelukan Zio memang benar-benar membuat Asya tenang, karena tidak dipungkiri kini ia sudah mulai jatuh cinta kepada pria tersebut.


"Tidak ada pria yang akan mau menikahi aku, tidak ada pria yang mau mendekati aku kalau mereka tahu bahwa aku adalah gadis bekas kakek tua," kata Asya dengan tangisan yang lirih.


"Pasti ada seseorang di luar sana yang akan menerimamu apa adanya, kamu jangan berpikiran sempit seperti itu," ungkap Zio kepada Asya, sambil terus memeluk Asya dengan erat. Zio hanya merasakan bahwa dia merasa bersalah atas semua yang terjadi kepada Asya, karena dialah yang mengajak untuk datang ke hotel tersebut.


"Kenapa harus orang di luar sana? Kenapa bukan kamu sendiri. Kamu yang telah membuat aku seperti ini, jadi kamu yang harus bertanggung jawab kepada hidupku," lirih Asya dengan tangisannya, Asya meminta bahwa Zio bisa bertanggung jawab atas semua perbuatannya.


"Asya maafkan aku, seseorang telah ada di hatiku, dan aku sudah memiliki kekasih sekarang," kata Zio dengan suara yang rendah.


"Apa? Apakah aku tidak salah dengar, kamu memiliki seorang kekasih?" Asya benar-benar tidak tahu harus berbuat apa, karena Zio sekarang memang telah mengabaikannya. Dulu memang pria itu menyukai Asya. Tapi sekarang kenapa malah Zio mengatakan bahwa dia sudah memiliki seorang kekasih.


"Jadi gadis itu yang telah merebut hatimu, membuat kamu jatuh cinta kepadanya, mungkin saja ini rencananya untuk menjebakmu, mungkin saja ini adalah rencanamya untuk menghancurkan hidupku," tangis Asya dengan begitu lirih, wanita itu merasa sangat sakit hati karena bahkan Zio kini sudah berpaling darinya.


"Karena itu mari kita bertemu bersama, kita selesaikan masalah ini secara jelas. Karena setelah aku dengar ternyata memang gadis itu pun telah dijual oleh kakaknya, entah itu benar atau tidak. Tapi aku mempercayainya. Dia sangat ingin berjumpa denganmu karena itulah aku datang ke sini, sebaiknya kita nanti pulang ke basecamp dan kita berjumpa dengan Alea," kata Zio sambil terus memeluk Asya dengan erat.


"Tahukah kamu, ini sangat menyakitkan mendengar kamu sudah memiliki seorang kekasih, hatiku tambah hancur, harusnya tidak melakukan hal itu, kamu harusnya menjadi orang yang selalu berada dekatku, karena tidak dipungkiri aku hancur karenamu," tutur Asya dengan raungan kesakitan, gadis itu tak bisa lagi menahan air matanya, hanya bisa terus menangis dan menangis.


"Maafkan aku Asya, jika aku bersamamu karena rasa bersalah, maka itu akan menyakiti hatimu kan, aku sama sekali tidak mencintaimu, aku baru pertama kali jatuh cinta kepada seorang gadis dan itu dia. Semoga kamu bisa mengerti," ucap Zio sambil mengelus lembut rambut Asya. Lalu memberikan kecupan hangat di kening Asya dan membuat Asya menjadi sedikit tenang.

__ADS_1


Walaupun hati Asya begitu memanas, tatkala mendengar bahwa Zio mencintai gadis lain, tetapi dia harus meredam emosi dan kesakitan dalam jiwanya.


"Aku benci kamu Zio, aku benci kenapa harus bertemu kamu, dan terjadi hal seperti ini," lirih Asya sambil memeluk Zio dengan erat, dan hendak mengecup bibir Zio, namin tiba-tiba saja Zio membuang mukanya.


"Maaf Asya, entah kenapa aku tidak bisa menerima kecupanmu," kata Zio lalu Zio pun melepaskan pelukannya, Zio menghela napas dengan rasa sesal yang mendalam.


"Sudah tidak ada lagi kah pintu untukku masuk ke dalam hatimu, sudah tertutupkah pintu itu untukku?" Asya kembali menangis karena penolakan Zio.


"Maaf Asya, perasaanku kepadamu hanya sebagai perasaan Kakak kepada adiknya. Karena rasa iba juga, tetapi aku selalu menjadi teman yang ada untukmu, tapi aku tidak bisa lebih dari pada itu, jujur kukatakan bahwa aku menyukainya. Baru kali ini aku mencintai menyukai gadis sampai benar-benar terasa gila, aku pun datang ke sini mengatakan bahwa tolong jaga sikapmu nanti di hadapannya, karena dia bisa saja cemburu dengan kedekatan kita," pinta Zio kepada Asya.


Asya terus menangis mendengar ucapan Zio, gadis itu merasa benar-benar hancur karena Zio telah mengabaikannya, tidak lagi bisa bersamanya, karena ada gadis lain yang mengisi hati Georzio.


"Kamu tega Zio, ternyata kamu datang ke sini hanya untuk memperingatkan aku menjaga sikap di hadapannya. Baiklah akan aku jaga sikapmu di hadapannya tetapi di belakangnya aku tidak bisa menjamin," lirih Asya dengan seluruh air mata yang diteteskan, membuat hatinya rapuh dan benar-benar tersakiti.


"Maaf Asya."


🎄🎄🎄


**Hallo kak, siapa yang sudah tidak sabar menunggu Zio san Alea?

__ADS_1


Jadwal update itu tiga hari sekali dan itu paten heheh**.


__ADS_2