
"Mami," ucap Evana terkejut.
"Mi ...." Alea menatap sang ibu dengan mata yang sendu.
"Sedang apa? Kalian bertengkar?" tanya Alexa dengan kening yang mengerut, dia tidak percaya kedua putrinya bertengkar, karena selama ini Alea dan Evana tidak pernah bertengkar sama sekali.
"Tidak apa-apa kok Mi, Evana hanya tanya kepada Alea, siapa pria yang tadi bertamu ke rumah. Cuman Alea tidak menjawab," kata Evana sambil menorehkan senyum yang manis kepada mami Alexa.
"Alea Sayang, kenapa kamu tidak menjawab?" Alexa lalu menghampiri Evana dan Alea.
"Mami Lea harus cerita apa? Itu tidak penting." Alea membuang mukanya.
Alexa menatap Alea lalu tersenyum. Wanita itu langsung mengelus lembut rambut putrinya.
"Tidak perlu malu, Sayang. Kamu sudah kelas 11 tidak apa-apa kalau kamu memiliki seorang kekasih, katakan saja pada kakakmu." Alexa tersenyum manis.
"Mami ... Mami, bu-bukan itu." Alea terkejut mendengar ucapan mami Alexa, yang mengatakan bahwa dia sudah memiliki seorang kekasih.
"Maksud Mami apa?" Evana mengerutkan dahinya.
"Evana Sayang. Adikmu ini sudah memiliki seorang kekasih, yang tadi itu namanya Tito dan Zio. Zio adalah kekasihnya Alea," kata mami Alexa menjelaskan kepada Evana.
"Apa? Kekasihnya ... apa iya Lea yang sudah memiliki seorang kekasih?" Evana berkata dengan wajah yang kecutnya, tidak senang adiknya memiliki seorang kekasih, apalagi kekasih yang tampan seperti tadi. Walau Evana tidak tahu yang mana kekasihnya Alea. Karena jujur Evana mengakui kedua Pria itu begitu tampan, dan membuat dia terpikat.
__ADS_1
"Benar sekali, Zio adalah laki-laki yang tadi menggunakan jaket berwarna hitam," kata mami Alexa sambil menolehkan senyum yang manis kepada putri angkatnya. Alexa memang mencintai dan menyayangi Evana layaknya putri kandungnya sendiri.
"Apa? Yang mengenakan jaket hitam?" Evana terkejut karena ternyata pria yang menggunakan jaket hitam itu kekasihnya Alea. Dia merasa kalah telak dari Alea karena dia sudah jatuh cinta pada pandangan pertama pada pria yang mengenakan jaket hitam tersebut.
"Apaan ini, kenapa si tengil ini bisa punya pacar seganteng itu, tidak bisa dibiarkan! Kenapa bisa si Alea brengs*k bisa punya pacar. Aku tidak terima. Cewe itu tidak pantas untuk jadi kekasihnya. Zio lebih pantas untuk menjadi kekasihku. Dasar perempuan penggoda," lirih Evana di dasar hatinya, dia tidak senang ketika Alea mendapatkan seorang kekasih yang begitu tampan.
Alea sendiri tidak bisa berkata apapun, hanya terdiam ketika maminya mengatakan bahwa dia sudah memiliki seorang kekasih, kini dia hanya menatap kearah Evana yang terlihat begitu membencinya.
"Bagaimana ini? Mami mengatakan kalau aku sudah memiliki seorang kekasih dan kekasihku itu adalah orang tadi, si Zio ... bisa gila, tapi ini aneh sekali, kenapa Kak Evana tidak mengenali dirinya sama sekali. Bukan kah kak Evana yang menjual aku padanya, ini benar-benar sangat mencurigakan, kalau saja benar, kak Evana yang menjual aku kepada si cowok brengs*k yang bernama Zio itu, harusnya kakak mengenal Zio, tidak perlu bertanya seperti ini," ungkap Alea di dasar hatinya sambil menatap kearah Evana dengan penuh kecurigaan.
"Kak Evana memang tidak kenal sama Zio?" tanya Alea dengan suara yang rendah.
"Kalau aku kenal sama dia, untuk apa aku bertanya kepadamu. Kamu itu kenapa sih?" ungkap Evana dengan wajah yang sedikit kesal.
"Eh kamu mau ke mana Sayang, kamu tidak makan dulu Lea?" tanya mami Alexa kepada Alea.
"Memangnya Mami masak apa?" Gadis itu menoleh sambil melirik kearah sang ibu.
"Mami membuatkan mie goreng spesial buat kamu. Ayo kita makan dulu," kata mami Alexa sambil menghampiri putri kecilnya.
"Mami, perut Lea sakit," kata Alea sambil merengek manja kepada ibunya.
"Anak Mami, sakit kenapa?" Mami Alexa begitu cemas ketika Alea mengeluh bahwa perutnya begitu sakit.
__ADS_1
"Alea sedang datang bulan, tapi entah kenapa bulan ini sakit sekali," ucap Alea sambil memegang perutnya.
"Ya sudah sekarang, naik dan masuk ke dalam kamar, biar nanti Mami antarkan makanan ke kamar Lea ya Sayang," kata mami Alexa mengelus perut Lea dengan penuh kasih sayang. Sedangkan dari kejauhan Evana begitu membenci adegan tersebut, sebuah adegan di mana Mami Alexa mencemaskan Alea.
"Dasar anak manja, datang bulan saja mengeluh seperti itu. Wanita itu normal kali datang bulan." Evana benar-benar menggerutu di dasar hatinya, dia kesal dengan kemanjaan Alea seperti itu terhadap Mami Alexa. Gadis itu masih saja merasa cemburu terhadap perlakuan Mami Alexa kepada Lea.
"Baiklah Mami Lea masuk duluan ya, nanti Mami ke kamar kan?" tanya Alea dengan manja.
"Iya nanti Mami ke kamar membawakan Lea makan. Lea masuk duluan ya. Mami mau menyiapkan makanan buat kakakmu Evana," kata mami Alexa sambil menolehkan senyum yang begitu manis membuatnya terlihat begitu cantik. Mami Alexa memang masih saja manis dan segar walaupun usianya sudah menginjak 40 tahun lebih.
Alea pun mengangguk. Gadis itu dengan segera berjalan menelusuri anak tangga dan masuk ke dalam kamarnya, dia tidak berbohong kalau perutnya memang benar-benar sakit, datang bulan kali ini dia sedikit stress, jadi disminorhoe-nya kambuh secara tiba-tiba.
Gadis itu merebahkan tubuh di kasur kesayangannya, lalu dia memejamkan mata kembali.
"Kenapa kak Evana bisa tidak mengenali Zio. Mereka sepertinya tidak saling mengenal. Apakah ada kesalahpahaman di sini? Haruskah aku tanyakan kepada Zio? Oh tidak-tidak, aku tidak boleh mempertanyakan itu. Aku tidak mau lagi bertemu dengan dia, tetapi aku penasaran kenapa bisa kak Evana tidak mengenal Zio, padahal jelas-jelas kakak sudah menjual aku padanya." Alea terus memikirkan hal itu, dia memejamkan mata tapi pikirannya melayang entah kemana.
Dia masih memikirkan kenapa dan bagaimana Evana bisa sampai tidak mengenali Zio.
"Sungguh, apakah aku salah paham. Apakah aku salah masuk kamar, tidak benar. Aku harus tanyakan ini kepada si brengs*kk itu, karena kalau tidak, aku tidak bisa tidur dengan tenang," kata Alea di dasar hatinya, wanita itu benar-benar merasakan kecemasan karena? dalam hatinya belum terjawab.
Tiba-tiba saja seseorang mengetuk pintu kamarnya. Mama Alexa masuk bersama makanan yang ada dia bawa.
"Sayang ini Mami bawakan mie goreng spesialnya," ujar Alexa sambil tersenyum manis, menyimpan makanan tersebut di meja lalu dia duduk di samping sang buah hati, mengelus rambut gadis kesayangannya dengan Lembut.
__ADS_1
🎀🎀🎀 Bersambung 🎀🎀🎀