
Semua mata memandang ketika pemuda itu kini bahkan telah mengecup bibir gadis cantik yang ada di hadapannya. Alea berusaha menggerakkan tubuhnya sekuat tenaga, tangannya meronta mendorong ke arah tubuh Zio, supaya dia bisa terlepas dari kungkungan tubuh tersebut. Namun tubuh Alea begitu mungil dan langsing, tidak bisa begitu saja terlepas dari pemuda itu. Sedangkan Zio itu terus menerus menikmati bibir manis ala Alea. Gadia itu tidak punya pilihan lain, tubuhnya tidak bisa untuk mendorong tubuh kekar pria tersebut, akhirnya Lea menggigit bibir Zio dengan sangat kencang.
"Aaawwww, brengs*kk," teriak Zio sambil mendorong Alea. Gadis itu hampir saja terjatuh seketika, dan seseorang menangkap tubuh Alea. Siapa lagi kalau bukan Tito.
"Kenapa kamu Zio, bibirmu sampai berdarah seperti itu ha ha ha," kita tertawa menertawakan Zio yang telah gagal merayu seorang gadis.
"Gadis nakal, berani-beraninya kamu menggigitku, sampai berdarah seperti ini," Zio terlihat begitu marah apalagi saat ia menyeka bibirnya ternyata bibirnya berdarah, darah segar menetes dan membuat dia begitu kesal.
"Jangan coba-coba dekati aku lagi, kalau tidak aku akan melaporkanmu pada polisi," ungkap Alea dengan tubuh yang bergetar. Gadis itu masih ketakutan, dia dengan perlahan ingin mundur tetapi tangan Tito masih mencengkeram bahu Alea dan Alea tidak bisa kemana-mana.
"Zio apa maksud kamu, mengecup gadis lain di hadapanku?" ungkap seorang gadis cantik yang tadi sempat bertubrukan dengan Alea.
"Olivia ...." Zio berkata dengan nada rendah.
"Bukannya kamu ke sini mengajak aku untuk berkencan. Terus apa sekarang yang kamu lakukan di hadapanku aku seperti ini, kamu mengecup gadis lain," teriak gadis itu dengan sangat lantang. Olivia adalah teman baru Zio mereka baru saja berkenalan dan tadinya hendak Zio ajak untuk bermain-main di kamar hotel. Tapi ternyata rencananya gagal, gara-gara dia bertemu dengan Alea.
"Olivia, apa hakmu membentakku?" tanya Zio dengan rahang yang keras, Zio tidak suka diatur seperti itu Olivia.
Olivia terkejut karena melihat sorot mata Zio yang terlihat marah. Olivia yang tadinya marah tiba-tiba menciut, wanita itu terdiam tidak mengatakan apapun. Olivia pikir Zio akan meminta maaf kepadanya, tetapi sebaliknya Zio malah marah pada Olivia, dan Olivia sangat takut jika sampai Zio menggagalkan kencannya. Olivia sungguh menyukai menyukai Zio, dia sudah jatuh cinta pada pandangan yang pertama, tetapi Olivia tidak mengerti dan tidak tahu bahwa Zio itu tidak bisa hanya diam pada satu gadis saja.
__ADS_1
"Zio, maafkan aku, bukan maksud aku untuk membantah kamu" 'ucap Olivia sedikit terkejut, saat sedang terfokus menatap Olivia dengan kekesalannya tiba-tiba saja Alea mendorong tubuh Tito dan langsung berlari menuju ke arah tempat parkiran.
Jelas saja Tito terkejut, begitu pula dengan Zio. Zio dan Tito langsung mengejar Alea sampai akhirnya Lea berhasil masuk ke dalam mobil tersebut, Zio tidak bisa ikut masuk karena ternyata ada sopir yang sudah mempersilahkan Alea masuk.
"Apa ini, cewek itu kamu cium. Lihatlah!" ungkap Tito dengan kekesalannya.
"Sial, gadis nakal itu benar-benar membuat aku sebal, cepat kita kejar," ungkap Zio sambil bergegas langsung mengambil motor kesayangannya, dan mengejar mobil milik Alea. Alea merasa sangat senang ketika Kini dia sudah masuk di dalam mobil, dan akan segera pulang. Sore itu merupakan sore yang tegang untuknya Alea, gadis itu memejamkan mata mencoba untuk menenangkan pikiran dan napasnya, tetapi ia tidak menyadari bahwa ternyata ada dua motor berwarna merah dan hijau mengikuti mobilnya dari belakang.
Gadis itu telah tertidur di mobil karena saking lelah dan stress menghadapi cowok tengil seperti Zio. Sampai akhirnya Zio mengikuti Alea sampai mobil. Alea masuk kedalam rumahnya yang besar. Zio berhenti tepat di depan gerbang, tidak menyangka bahwa rumah Alra sebesar itu, kenapa bisa bisanya Alea masuk salah masuk ke dalam kamar hotel miliknya.
"Ceweknya udah masuk, terus kita mau ngapain Zio?" tanya Tito sambil menatap ke arah Zio.
"Betul sekali, Ini adalah rumahnya dan aku harus masuk kedalam. Tito ayo kita masuk ke dalam kita punya alasan untuk masuk," kata Zio kepada Tito.
"Gila lo, gila. Alasan apa kita masuk ke dalam, mikir dua kali keles," Tito terkekeh dengan niat yang diajukan.
"Kamu ikut saja apa yang aku perintahkan. Aku tidak akan menjerumuskanmu To. Ayo cepat," kata Zio sambil mencoba untuk memajukan kendaraannya di pinggir gerbang.
"Okelah terserah kamu, aku tidak bisa apa-apa selain menurut," kata Tito dengan menghela nafasnya, lalu Tito pun mengikuti Zio yang kini sudah berjalan ke arah pos Satpam.
__ADS_1
"Maaf Pak saya ingin bertemu dengan teman saya yang bernama Alea. Saya ingin mengembalikan kartu pelajar ini sekalian saya mau mengerjakan pekerjaan rumah bersama ALea," kata Zio kepada Satpan tersebut.
"Selama ini Non Lea tidak memiliki teman laki-laki. Tumben ... tidak biasanya. Apa buktinya kalau kamu adalah temannya non Alea?" tanya satpam tersebut dengan pelan, lalu langsung memberikan kartu pelajar mirip Alea.
"Ini adalah kartu pelajarnya Alea, tadi tertinggal, kami memang berniat untuk mengembalikan ini Pak. Sekalian mau mengerjakan PR bersama, kerja kelompok," kata Zio sambil menolehkan senyum yang manis, lalu tiba-tiba saja ada mobil berwarna hitam hendak masuk ke dalam gerbang tersebut. Pak Satpam langsung mengabaikan Zio dan membukakan pintu gerbang untuk mobil mewah tersebut.
Ternyata itu adalah mobil mewah milik Mamila Alexa. Mama Alexa sudah membeli sebuah mobil mewah untuk mengganti mobilnya yang telah dipakai Alea.
"Siapa mereka, Pak?" tanya Alexa dengan senyumannya, merasa heran sambil menatap kearah dua remaja tersebut.
"Mereka adalah temannya Nona Lea, tadi kartu pelajar Non Lea tertinggal, mereka juga berniat untuk mengerjakan tugas kelompok," kata Satpam tersebut kepada nyonya besarnya.
"Baiklah suruh saja mereka masuk, biar saya yang mengajak mereka berbicara sebelum bertemu dengan Alea," kata Alexa dengan menorehkan senyum yang manis, wanita itu mengangguk langsung memberitahukan kepada Zio dan Tito, bahwa mereka diperbolehkan untuk masuk dengan segera.
Dia begitu senang akhirnya dia bisa masuk ke dalam rumah gadis nakalnya, benar-benar sangat menggemaskan, dia sudah tidak sabar melihat reaksi Alea, ketika mengetahui bahwa dia sedang berada di dalam rumahnya.
"Gila-gila sumpah, kamu udah gila, Zio," ucap Tito sambil menggelengkan kepalanya. Tito bergidik tak percaya bahwa Zio bisa berhasil masuk ke dalam rumah tersebut, Tito tertawa dalam hatinya. Betapa gila sahabatnya, akal bulus apa yang akan dilakukan oleh Zio di dalam, tetapi Tito akan selalu menemani Zio dalam keadaan apapun.
🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄
__ADS_1