
Key bangun Agak pagian bahkan lebih dulu dari pada Mbak Ika, bima masih tertidur karena hari sabtu dan sekolah bima libur, begitu pula Bastian yang juga tidak kekantor.
Key sibuk Membuat kue dan membuatnya sedikit lebih banyak agar bisa di cicipi semua penghuni di Rumah Key.
Key mulai menggoreng Onde-onde yang telah di isi kacang hijau.
Bastian Terbangun saat mencium Aroma kue yang dimasak Key, lalu bastian melihat ke dapur dan berniat ingin Mencicipi walau belum gosok gigi karena dia sangat tergiur mencium aroma Fanili,wijen dan kacang hijau dia sangat kangen Aroma ini dulu sewaktu mama nya masih Hidup sering sekali membuat kue dengan Aroma ini ketika bastian berumur 6 tahun, bastian mengira kalau yang di dapur adalah Mbak ika tetapi dia keliru yang dia dapati ialah Key yg sudah memakai Apron dan sedang menggoreng sambil mebentuk adonan seperti bola.
Bastian segera menghampiri dan membuang semua perasaan Gengsinya.
"lo lagi masak Apa key baunya enak Banget?" mendengar bastian bertanya key kaget karena bastian tidak menggunakan kata Nona lagi yg biasa dia pakai saat menyapa key dengan sombong.
"ini namanya Onde-onde wijen, lo mau cobain itu ada yang sudah matang, tapi hati-hati masih panas" sambil menunjuk ke piring yg berisi kue.
"Paling bibir gw kebakar trus jeber deh seperti Bibir Bebek" ledek bastian mencairkan suasana sambil memakan 1 biji kue onde onde.
Key yang mendengar celoteh bastian tertawa begitu juga bastian sebab key merasa lucu serta membayangkan bibir bastian yang bengkak karena terkena panas.
Bastian Menawarkan diri Membatu key untuk mebuat bola-bola dari adonan kue, key pun mengijinkan dan menyuruh Bastian untuk cuci tangan terlebih dahulu.
Bastian bercerita kepada key kalau dulu Mamanya saat masih hidup sering membuat kue seperti ini tiap sore tapi bastian tidak tau apa nama kuenya, juga rasa kue yang dibuat Key dengan yang mamanya buat hampir sama .
Oma terharu mendengar obrolan mereka dari balik tembok antara kamar dan dapur, tetapi juga senang baru kali ini bastian mau bercerita tentang keluarganya kepada seorang gadis.
"eh..Bas waktu Ortu lo tiada lo umur berapa? " tanya Key penasaran.
"gw masih SD umur gw sudah 7 tahun lebih, saat itu gw sedang berada di sekolah Ortu gw baru balik dari luar kota bersama temanya dalam 1 mobil tiba-tiba Rem mereka tidak bisa berfingsi dan Mobil mereka menabrak Pembatas jalan, Ortu gw sempat koma Beberapa hari dan setelah itu mereka meninggal mama lebih dulu di panggil Tuhan esok harinya Papa gw menyusul"
" Hampir sama dengan Ortu gw yang juga kecelakaan tapi ortu gw hanya koma 2 hari lalu siuman sebentar itupun hanya beberapa jam saja setelah itu kritis dan meninggal, itu sih yang di ceritain Om gw karena gw di situ baru berumur 4 tahun dan belum paham kalau orang tua gw sedang kritis gw taunya mereka hanya tidur dan sedang sakit"
"Memang Om lo ga kasih tau kalau Ortu lo sudah meninggal"
"Om wahyu gak mau gw sedih dan takut karena gw hanya tau ruang ICU itu tempat Orang sakit dan gw sempat Meliha ada Anak laki- laki yang umurnya lebih besar beberapa tahun dari gw sedang Nangis di depan ruangan itu dengan sedihnya akhirnya gw menghampiri anak itu yg masih memakai seragam sekolah di temani pengasuh yang menjaganya,gw lalu menghampiri Anak tersebut dan Memberikan permen serta mainan miniatur dari super hero terus gw tanya kenapa nangis,dia jawab kalau mamanya baru saja meninggal dan papanya sekarang sedang dintangani Dr, terus gw bilang Abang jangan takut nanti Papanya di selamatin sama ini, sambil gw kasih mainan super hero yg gw pegang" key menjelaskan dengan sedikit sedih.
__ADS_1
Bastian yang mendengar cerita key merasa seperti pernah mengalami kejadian yg Key ceritakan.
Namun bastian merasa cerita itu hanya kebetulan mirip dan bastian melanjutkan makannya.
Karena melihat Bastian dan juga key semakin larut dalam kesedihan, Oma ajeng menampakan diri dan menyapa mereka juga mbak Ika yg sudah bangun dan Minta maaf kepada key karena telat bangun namun key tidak mempermasalahkanya.
Key mengganti taplak meja yang ada di ruang tamu dan merapihkan Sofa yang sering dipakai Bastian Tidur, melihat key menepuk-nepuk sofa untuk membersihkannya bastian menghampiri key.
"Sori yah sofa nya jadi agak kucel karena sering gw tidurin, besok gw suruh orang kirim sofa yang baru sama seperti ini deh"
Key tersenyum dan mengucapkan trimaksh sebelumnya tapi key tidak bisa mengganti sofa itu karena itu sudah ada saat Papa & mama nya masih Hidup lagi sofa ini menjadi tempat mereka bersenda gurau kala santai, jadi kenangan di sofa ini sangat banyak sekali.
Suara ketukan Pintu terdengar dari Luar, bastian menawarkan diri untuk membukanya.
berdiri di hadapan Bastian saat ini seorang pria berkulit sedikit coklat dan tampan tingginya sedikit lebih pendek dari Bastian.
Laki-laki itu adalah Rudi, Rudi heran saat berhadapan dengan Bastian rudi merasa pria dihadapannya sangatlah tidak asing mirip dengan Presdir pemegang saham terbesar ditempat dia bekerja dan itu baru dia lihat kemarin saat menemani Bos nya meeting.
Tapi menurut rudi hal itu tidak mungkin secara dia Orang kaya dan Sukses.
Bastian membangunkan Bima dan mengajak bima jalan-jalan ke Mall bima pun dengan senang hati dan segera mandi lalu Ganti baju.
Key memanggil Bima dan bima pun turun bersama Bastian.
Bima yang melihat rudi langsung belari dan memeluk Rudi.
"Abang Rudi kapan datang"
"Baru aja, kamu tambah ndut aja sih bim" sambil mencubit pipi tembam bima.
Oma Ajeng datang menghampiri mereka sementara Bastian memasang wajah ketus.
"Bang.. Kenalin ini Oma ajeng, yang pernah aku ceritain sama natali " rudi menjabat tangan Oma Ajeng.
"Oh.. Jadi ini ya Abang sepupu nya Key"
__ADS_1
"iya..oma ini Abang Rudi Namanya, Keponakan Dari Mamanya Bima" celetuk Bima.
Bastian merasa malu karena sudah berprasangka yang tidak benar dan itu semua karena cemburu.
"Ini Bastian cucu dari Oma ajeng" kata Key memperkenalkan.
" Oh.. jadi benar dugaan Abang ini pak presdir Bastian Putra Pratama, tadinya abang pikir hanya mirip tapi ternyata benar" sambil menjabat tangan bastian dengan semangat.
"loh.. Memang abang kenal darimana?" tanya key penasaran.
"kemarin Abang hadir di tempat Meeting yg di pimpin Beliau, abang ikut untuk menemani Bos abang bapak Kuncoro" jelas Rudi.
"ya.. Saya tau Bapak Bangun kuncoro Yang punya Perusahaan Bangun Pratama."
"betul Pak" jawab Rudi dengan sedikit segan.
Rudi pun bertanya dalam hatinya apa hubungan key dengan Bastian.
Dan bastian merasa sedikit lega karena Ternyat Rudi tak lain masih Family dari key.
"Oh.. Iya bang kapan lagi ke kota ini, trus ajak Natali dan Tasya dong aku kangen nih sama ponakan aku tasya yang imut."
"abang gak tau kapan tapi doain aja abang lagi ngajuin supaya di pindah lagi ke kota ini jadi kita bisa dekat sekeluarga" kata Rudi sambil berharap.
"nanti saya coba bicara dengan pak Kuncoro biar pak Rudi bisa pindah tugas lagi ke sini"
Rudi senang mendengar Usul dari bastian secara bastian sangat berpengaruh di perusahaan tempat Rudi bekerja.
Key membawa Kopi hitam dan juga kue yang telah di buatnya dan di suguhkan ke hadapan Bastian dan Rudi. Bastian seperti mendapat teman bicara yang asik sesama lelaki, memang Rudi termasuk orang yang ramah kepada siapa saja itu makanya dia cukup di sukai oleh atasannya.
*hmm... 🤔Menurut teman2 pembaca kira-kira apa yah Hubungan kedua orang tua Key & bastian,
Kenapa usia kepergian Orang tua Bastian & key sama dan penyebab Meninggal nya juga sama.
Ikutin Terus kelanjutannya yah.. 🤗
__ADS_1