
Key Terus Menghubungi Ponsel Bastian untuk menceritakan apa yang dialami Key saat ini dan Ingin Mengatakan Kalau Key sangat Mencintainya, tetapi Ponsel Bastian sedang tidak Aktif, Menurut key bastian Pastilah saat ini sedang berada di Hotel tepatnya di Malaysia dan berjanji kepada key akan Pulang ke jakarta besok pagi menaiki pesawat penerbangan Paling Pertama.
Ntah kenapa Hati key semakin Cemas dan ada rasa Khawatir yang dia Rasakan tadi kini rasa cemas itu kembali Lagi.
Key lalu Mencoba Menghubungi Om frans yang saat itu juga baru tiba di jakarta hanya selang beberapa Jam dari Pesawat yang di tumpangi Bastian.
"Om.. Maaf ini key, apa Bastian lagi sama Om frans..Saolnya Hpnya tidak aktif.. ?" tanya key dengan cemas.
"oh.. Tidak key, Pesawat Bastian baru tiba lebih dulu di jakarta beberapa Jam dari Pesawat Om, mungkin bastian belum mengaktifkan kembali ponselnya dan saat ini sedang dalam perjalanan kerumah kamu tunggu saja.. "jelas Om frans
Key lalu menyelesaikan Panggilannya dan mencoba Menghubungi Litha.
"Hallo Lith, ada Pak Bastian gak.. Saya telepon kenapa hp nya tidak Aktif ya..? " tanya key penasaran, lalu tiba tiba key mendengar litha sedikit menangis dan panik itu terdengar dari Nada suaranya.
"Ibu key.. Bapak.. Bapak.. hu.. hu.. hu.. " litha tidak dapat neneruskan kata-katanya.
"kamu tenang dulu ya lith..,tarik nafas lalu buang.. Bastian kenapa..kamu jangan bikin saya semakin cemas ah.." jawab key dengan nada sedikit naik.
"tadi.. Ada yang jahatin Pak Bastian saat kami akan masuk kedalam mobil ketika keluar dari bandara lalu menusuk Pak Dirut dengan pisau..sekaang saat ini Pak Dirut masih di dalam Ruangan UGD di Rumah Sakit X,.." key seperti Tersambar petir saat mendengar penjelasan Litha dia lalu menutup teleponnya dan segera menelepon Om frans dan mengabarkannya, Key merasa kalau Orang jahat itu tidak akan sampai disitu dia pasti menginginkan Kematian Bastian karena Itu key segera menghubungi Om Frans untuk Masalah ini.
Key segera turun lalu meminta supir Mengantar key ke Rs Dimana Bastian di Tangani saat ini dan terus Berdoa dalam Hatinya sambil menangis juga Berharap Bastian tidaklah Mengalami Luka yang Parah.
Key tak Ingin Memberi tahu Oma takut Oma khawatir dan jatuh sakit, lalu key mencoba Menghubungi Om wahyu.
"Hallo..ya ada apa key..kenapa kamu menangis.." tanya Om wahyu yang heran mendengar suara key menangis.
"Om.. Bastian saat ini di UGD Rumah sakit X dan sekarang masih ditangani dokter, Tadi saat pulang dari Bandara Bas di Tusuk Orang gak di kenal.. " jelas key sambil menangis.
"kamu sekarang ada di mana Key..? " Tanya Om wahyu lagi.
"Sekarang key lagi di jalan Menuju RS X diantar Supir, key juga belum memberitahukan ke Oma Key takut Oma Khawatir.. " jawab key sambil trus Menangis.
__ADS_1
" Key.. Kamu sudah jangan Nais lagi Om, Tante dan Bima akan segera kesana menyusul kamu tapi terlebih dahulu menjemput Oma, Nanti kabari Om lagi yah.. " wahyu lalu menutup panggilannya dan menceritakan kepada Agnes tentang kejadian yang menimpa Bastian Saat ini lalu Tante
Agnes tak dapat menahan dirinya dan dia juga Mulai menangis, sebab Bastian adalah Keponakan kesayangannya yang sudah dia Rawat dari kecil seperti anaknya sendiri.
Key Terus Menangis dan terus Memegang boneka super hero yang dia Ambil tadi dari kamar Bastian dan Ingin memberi tahunya Kalau Boneka itu Miliknya juga ingin memberitahunya bahwa anak laki-laki yang di temuinya saat itu adalah Bastian.
Key telah sampai di Rs lalu segera menuju ke UGD di situ dia mendapatkan Litha dan Meminta Litha Menceritakan Mengapa hal itu Bisa terjadi, Setelah Mendengar Semua Cerita dari mulut Litha Kaki key serasa Lemah dan Seolah akan Jatuh, Melihat key yang sedikit Shok Litha segera memapah key ke Bangku Rumah sakit agar key dapat Duduk.
Key tak Habis pikir kalau Dian dan Musuh dari Papanya Bastian bekerja sama dan merencanakan Hal yang begitu jahat.
Om wahyu dan yang Lainnya Tiba disusul Rudi yang sudah di beritahu Om wahyu, key segera berlari dan Memeluk Tante Agnes sambil Menangis begitu pun Agnes, sementara Yang lainnya masih menunggu Khabar dari Dokter.
Dokter Keluar dari Ruang UGD dan mengatakan Kalau masa Kritis Bastian sudah Lewat, luka tusukan yang dialami Bastian untungnya tidak terlalu Dalam dan tidak mengenai organ yang lainnya,saat ini bastian masih belum sadar.
Setelah Hampir satu Jam Bastian pun sadar dan Memanggil-Manggil Nama key berulang kali, lalu suster segera memberitahu keluarganya Bahwa Pasien yang bernama Bastian sudah Boleh di jenguk terlebih untuk Orang yang benama key. Key lalu mengatakan kalau dia adalah Istri dari pasien dan Suster mempersilahkan key masuk serta melarang key untuk tidak mengajak Pasien Berbicara terlalu Banyak dan Melakukan Pergerakan nanti bisa berakibat pendarahan pada Lukanya.
Key masuk dan Sedih Melihat Bastian Terbaring dengan Infus dan Oksigen juga perban yang membalut perutnya, Key lalu mendekati Bastian dan tak berkata apa-apa dia hanya menangis dan menahan suaranya takut Bastian melihatnya Menangis, sebab selama ini bastian tidak suka melihat Key menangis.
Di hapusnya terus Air matanya tapi tetap saja Air matanya terus mengalir dan jatuh.
"Sayang.. Kamu jangan Menangis..aku gak apa-apa.. " Lirih bastian sambil berusaha menghapus air mata key, terlihat sekali bastian sangat sulit menggerakkan Tubuhnya dan Langsung merintih sakit saat sedikit menggerakan Tubuhnya.
Key lalu meraih tanggan Bastian menggenggam serta mencium tangannya.
"Kamu..jangan banyak bergerak dan Bicara dulu.. Aku disini akan terus menemani kamu.. " jawab key dengan suara yang sedikit parau akibat terlalu banyak menangis, key terus mencium tangan Bastian dan Bastian terus tersenyum dan Menatap key.
"Aku percaya kok.. Kamu kuat dan aku percaya kalau kamu gak bakal ninggalin aku..itu kan janji kamu sama aku karena aku kan Jodoh kamu.." kata key sambil terus Memegang tangan bastian.
"Semua Demi kamu key, Demi Cinta kamu aku Harus Kuat.." jawab Bastian dengan Nada Lemah.
"aku.. Aku juga Cinta sama kamu Bas.. Aku gak Mau kehilangan kamu.. " jawab key sambil mengecup Kening Bastian Bastian seperti Mendapat Nyawa Baru saat mendengar Pernyataan key bahwa dia juga Mencintai Bastian.
__ADS_1
***
Key terus menjaga Bastian sampai masuk ke kamar Rawat vip yang sudah di pesan tante Agnes, key tidur di sebelah bastian Karena tempat tidurnya Cukup besar dan lebar.
Key terus Merawat Bastian menyuapinya sampai Memandikannya dan mengganti pakaiannya serta tidak lupa memberitahu Bastian tentang Boneka super Hero Miliknya.
sementara Om frans terus menyelidiki Kasus percobaan Pembunuhan Bastian dan Bekerja sama dengan Polisi. Oma ajeng memberi wewenang Untuk Frans menyelidiki kasus Kecelakaan Papanya Bastian 20 tahun lalu dan memberi Akses untuk melihat Dokument perusahaan.
Bastian Semakin Pulih dan sudah Bisa menggerakkan tubuhnya dengan Leluasa walau kadang terasa sedikit ngilu, tapi dokter mengatakan itu salah satu proses dari Penyembuhan.
Saat Pagi key masih Tertidur pulas disamping Bastian lalu Bastian menggodanya dengan Mengecup Bibir key tetapi key tidak terbangun lalu Bastian Mencobanya Lagi kali ini Key langsung Menggigit Bibir Bastian dengan Lembut Bastian kaget dan Seakan merasa Key saat ini sedang Menggodanya lalu Bastian Membalas serangan key dengan Melemparkan Bertubi-tubi Ciuman dari kening, Kedua mata, hidung dagu dan kembali lagi ke Bibir sebagai yang terakhir Bastian lalu merangkul Key.
Pintu tiba-tiba kamar di ketuk Dokter dan suster yang datang untuk Visit lalu key Meminta Ijin untuk keluar kamar dengan alasan membeli sarapan Untuknya padahal Key malu terhadap Dokter dan suster yang memergoki dan melihat mereka berdua Berciuman.
"Dok.. Kapan Saya Boleh pulang.. " tanya bastian.
" Kira-kira 4 hari lagi pak Bastian, kerena saya mesti Observasi Luka di perut Bapak.. " jelas Dokter kepada Bastian.
"Begini dok tolong ijinkan Saya agar Boleh Pulang nanti Siang Soalnya...saya malu mau ngomongnya.. " kata bastian dengan Menahan Perkataannya.
"Kenapa pak.. Mungkin saya bisa bantu.. " jawab dokter tersebut.
"Saya Baru menikah dengan istri saya sudah berjalan dua minggu, tetapi saya sama sekali belum Melakukan Tugas Sebagai Seorang Suami karena Banyak hal Kejadian dan juga ditambah dengan Insiden ini..,jadi saya Minta ijinkan saya pulang ya dok karena Saya Kangen akan Belaian Istri saya dan Kasihan melihat dia tidur di Rs, saya akan Rajin kontrol kesehatan tiap minggu.. " Bujuk Bastian, Dokter hanya tertawa kecil dan Paham akan maksud Bastian juga tidak perlu dipikir lagi alasan kenapa Dokter memergoki Bastian sedang Bermesraan dengan Istrinya, akhirnya Dokter pun Mengijinkan Bastian Pulang kerumah.
__ADS_1