
Oma ajeng dan Tante Agnes merasa Heran kenapa Akhir-Akhir ini bastian sering sekali pulang malam, selalu sampai di rumah jam 7 malam lalu Oma mencoba menanyakannya.
"Basti akhir-akhir ini kamu sering pulang jam 7 malam sampai rumah, apa di kantor Ada Masalah sayang? " tanya oma penasaran.
"oh.. Akhir-akhir ini bastian Mengatar key ke kantor baru nya."
"Basti Oma mau kamu jujur, kamu tertarik tidak sama Key? "
"menurut Bastian Key itu gadis baik dan juga cantik, bas hanya kagum saja Oma gak lebih kalau untuk tertarik sepertinya tidak dan Bas takut Kecewa lagi Oma, Bas itu perhatian sama Key semata karena dia pernah Baik sama oma"
"tadinya oma senang bila kamu dan key menjalin suatu hubungan tapi kalau kamu gak tertarik sama Key, Oma berniat Mau menjodohkan Key sama Cucunya Oma prita yang bernama Edo, bulan depan dia kembali dari jepang"
Bima hanya terdiam mendengar perkataan Oma Ajeng.
Di kamar Bastian terus memikirkan perkataan Oma ajeng yang akan menjodohkan key dengan Edo.
Bastian Menatap layar hpnya dan berharap ada wa dari key.
Key yang sejak tadi tidak dapat memejamkan mata dan juga sedikit gelisah dia Merasa ada sesuatu khabar yang tidak enak Untuk di dengar, Bima turun dari lamarnya dan mengetuk kamar om wahyu, Bima juga tidak bisa tidur dan sedikit gelisah, saat key mencoba menenangkan bima Hp key berbunyi, ada telepon masuk dari nomor yang tidak di kenal dan ternyata pemilik nomor tersebut adalah Rekan Sekerja Om wahyu yang mengabarkan kalau saat ini Om wahyu sedang di Rawat di Rumah Sakit karena Tifus dan demamnya sangat tinggi.
Key bingung juga panik dan Bima yg juga mendengar berita itu terus menangis dan meminta key untuk segera menghubungi Bastian, Bima sudah merasa nyaman dengan bastian dan sudah menganggap bastian seperti kakak kandungnya .
Saat Bastian Mulai terlelap hp Bastian berbunyi yang tak lain adalah panggilan dari Key bastian tersenyum kecil dan segera mengangkat teleponnya.
"Bas.. Bas.. Om gw om wahyu masuk Rumah sakit, gw bingung harus gimana, apalagi bima saat ini nangis terus"
kata key dengan Nada panik sambil menangis.
"Key.. Coba lo tenang dulu yah,bilang juga ke Bima supaya jangan khawatir gw segera kesana sekarang"
bastian lansung memakai jaket dan mengambil kunci mobilnya lalu segera menuju Rumah key tanpa membangunkan Oma dan tante Agnes.
mendengar Key panik dan sedih Bastian juga seperti ikut merasakan dan terbawa dalam kekhawatiran
__ADS_1
Bastian melajukan Mobilnya dengan kecepatan lebih, lagi pula konsdisi di jalanan sudah mulai sepi.
Tak makan waktu lama bastian sampai di Rumah key, mbak ika segera membukakan Pintu dan bastianpun masuk dan menghampiri key.
"Bas.. Bas.. gw harus gimana,Om wahyu saat ini sedang terbaring di Rumah sakit dan gw gak tau keadaannya sekarang, gw gak mau kehilangan Om wahyu..gw takut banget Om sudah seperti pengganti Papa buat gw dan gw sayang banget sama Om wahyu" key terus menangis dan tanpa sadar key terus memegangi Tangan bastian dan menyandarkan kepalanya di bahu Bastian Sambil menangis.
Sementara bima juga terus menangis dan terus mengatakan agar mereka segera menjumpai Om wahyu di luar kota.Bastian teringat akan Rudi.
"Key..bukannya Rudi abang sepupu lo ada di kota yang sama dengan Om wahyu ya" key langsung sadar dari tangisannya dan mengambil hpnya untuk segera menghubungi Rudi.
Cukup lama Panggilan Key tidak ada jawaban kemungkinan Rudi sudah tidur menurut Bastian, key mencoba untuk menghubungi kembali Rudi dan ini yg keempat kalinya dan akhirnya terhubung.
"hallo ada apa key telp abang tiba-tiba jam segini?" dengan nada sedikit cemas
"Bang..rudi Om wahyu masuk Rumah sakit, uh.. uh..uh.. " key tidak kuasa menahan tangisnya dan tidak dapat melanjutkan perkataannya.
Bastian lalu merebut Hp dari tangan key dan menjelaskan kepada Rudi kalau Om wahyu di Rawat di Rumah sakit dan Kondisinya saat ini Demam tinggi serta meminta agar Rudi pergi saat ini juga ke RS dimana Om wahyu dirawat.
"Saya akan segera kesana pak bastian" jawab Rudi dengan segan"
Bastian meyakinkan key agar key tidak perlu cemas lagi dan lebih baik berdoa agar Om wahyu cepat sembuh.serta menyuruh key mempersiapkan keberangkatan mereka besok menuju kota tempat om wahyu berada.
Bastian mencoba menghubungi Litha sekretarisnya agar memesankan tiket pesawat untuk 3 Orang dan itu haruslah pemberangkatan pertama.
Litha dengan sigap melaksanakan apa yang di perintahkan bastian dan segera mengirimkan kode Bookingnya.
Bastian mengirim wa ke tante Agnes dan menjelaskan kalau bastian tidak di rumah saat ini dan besok dini hari akan mengantar sertacmenemani key dan Bima untuk melihat keadaan Om wahyu.
Membaca pesan dari bastian agnes pun turut mendoakan kesembuhan Om nya key
Waktu berlalu dan hampir mendekati pagi, pesawat keberangkatan Key keluar kota tepat jam 5 pagi, key sudah berkemas menyiapkan pakaian untuknya dan untuk bima, sementara bastian mengenakan pakaian yang tertinggal di rumah key beberapa pasang ,bastian juga sudah menyuruh supirnya untuk datang ketempat key agar mengantarkan mereka Ke Bandara dengan Menggunakan Mobil Bastian saat ini, mereka berangkat dari rumah key jam 3 subuh karena perjalanan dari tempat key menuju Bandara cukup jauh memakan waktu hampir satu jam.
Key,Bima dan bastian sudah berada di dalam pesawat perjalanan mereka memakan waktu 3 jam untuk sampai di kota yg di tuju.
__ADS_1
Key duduk di tengah-tengah antara Bastian dan Bima, key mulai mengatuk dan tak terasa kepala key sudah bersandar di Bahu bastian key semalaman tidak bisa tidur pikirannya terus tertuju kepada kondisi dari Om wahyu, key tidak dapat menahan kantuknya.
Bastian semakin merapatkan duduknya agar kepala key tetap nyaman bersandar pada bahunya.
Di tatapnya key yang sedang tertidur walau laju detak jantung bastian agak cepat tapi dia Merasakan ada sedikit kehangatan dan juga Rasa yg sulit dia lukis dengan Kata-kata.
Dipandanginya wajah key dia seperti sedang menjelajah di wajahnya, di pandanginya dari Alis,pipi sampai Bibir yang tipis berwarnah merah jambu yang menurutnya sempurna.
Bastian kagum dan menikmati apa yang dia Lihat saat ini, tanpa sadar dia sudah sejak tadi memuji kecantikan wajah key dalam Hati dan memuji Tuhan sang pencipta yang telah Menciptakan seorang Gadis dengan Sempurna.
Ingin rasanya Bastian membelai wajah itu tanpa ada Masksud yang lain Entah kenapa dia Sedikit ada perasaan Khawatir jika melihat Gadis Ini menangis & ketakutan rasanya ingin Memeluk dan Membuatnya Nyaman serta Menjaganya dari hal-hal Buruk.
Kadang bastian bertanya dalam dirinya Yang bahkan dia sendiri tidak tau kapan dia mulai Tertarik dengan Gadis ini, Tapi Persaan itu seperti bertarung dalam dirinya yaitu antara tidak Percaya dengan yang Namanya Cinta dan perasaan sayang Akan Cinta
Keduanya sulit dia kendalikan manakah yang akan menang atau kalah menurut Bastian.
Key menggerakkan sedikit badannya dan Bastian mencium aroma Rambut key yg Wangi serta Wangi Farfum lembut yang terpancar dari aroma tubuhnya yang Bastian sudah semakin Hapal akan aroma itu.
Pramugari yang tadinya ingin menawarkan menu sarapan mengurungkan niatnya saat menatap bastian dan memberikan Kode kalau key & Bima tidak bisa dibangunkan saat ini
Pramugari tersebut menganggukan kepalanya dan tersenyum tanda Paham akan Maksud Bastian.
Informasi dari Pramugari Bahwa sebentar lagi Pesawat akan segera Landing, Bastian lalu membangunkan key dan Bima dia Menepuk pipi key dengan lembut dan memanggil namanya.
"key.. Key.. Bangun key.. Kita sudah Hampir sampai"
Key pun terbangun kelopak matanya agak sembab dan Bengkak akibat menangis semalaman.
__ADS_1